acehtoday.id/ | Aceh Besar – Tempat peristirahatan (rest area) kilometer (KM) 37 A rute Padang Tiji-Indrapuri terlihat lengang dan sepi pengunjung, Jumat (17/7/2026). Kondisi ini jauh dari rencana awal PT Hutama Karya yang mewacanakan rest area sebagai tempat istirahat pengguna tol sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pantauan acehtoday.id/ menunjukkan, rest area yang difasilitasi toilet, musala, dan bangunan gerai usaha itu sepi tanpa aktivitas berarti. Sejumlah mobil pribadi terlihat terparkir di area musala, dengan beberapa penumpang turun sekadar menggunakan toilet maupun musala. Sementara itu, bangunan gerai usaha di sebelah toilet terlihat kosong tanpa aktivitas, hanya ada dua pemuda yang diduga pekerja tol sedang beristirahat. Kondisi serupa terlihat di rest area KM 37 B yang berada di seberangnya, sama-sama sepi dan lengang.
Janji Gerai UMKM dan SPBU Belum Terealisasi
Mengutip dari Antara, 10 Oktober 2023 silam, Kepala Cabang Jalan Tol Sibanceh PT Hutama Karya, Totok Masyadi, sempat menyebut bahwa gerai-gerai usaha di rest area akan diisi oleh UMKM dari area setempat. Pihaknya juga disebut akan berkoordinasi dengan pembina UMKM untuk mendapat rekomendasi daftar pelaku usaha yang akan mengisi gerai-gerai tersebut, termasuk rencana penambahan SPBU untuk melengkapi fasilitas rest area.
Namun hingga kini, tempat istirahat bagi pemudik itu masih terlihat sepi dan lengang. Berdasarkan pantauan Serambi, rest area tersebut sempat hidup oleh aktivitas penjualan kopi dan mie pada momen libur Lebaran Idul Fitri, 8 April 2025. Di sisi lain, gerai-gerai UMKM oleh-oleh bahkan bengkel ban justru mulai tumbuh di sekitar pintu masuk tol kawasan Padang Tiji, bukan di dalam rest area itu sendiri.

Sumber foto: acehtoday.id/Elza
UMKM Saree Pindah Cabang Dekati Pintu Tol Padang Tiji
Salah satu pelaku usaha yang beralih lokasi adalah Dapur Keripik Putra Seulawah 2. Seorang karyawannya, Silka, mengatakan toko tempatnya bekerja merupakan cabang yang dipindahkan dari Saree karena kondisi di lokasi lama sudah tidak lagi ramai.
“Dari Saree pindah ke sini. Di sana sudah tutup karena sudah sepi,” kata Silka.
Ia menjelaskan, cabang di lokasi baru mulai beroperasi sekitar tiga bulan lalu, tidak lama setelah arus kendaraan beralih ke jalan tol. Saat ini, usaha tersebut memiliki dua cabang di kawasan Indrapuri, yang dibuka agar usaha tetap berjalan seiring berkurangnya jumlah kendaraan yang melintas di Saree.
Meski demikian, Silka mengaku kondisi penjualan di lokasi baru belum sepenuhnya stabil. Pembeli, katanya, cenderung ramai berdatangan pada akhir pekan maupun musim liburan saja.
“Alhamdulillah masih ada rezeki, tapi belum ramai, ramai saat akhir pekan. Kalau orang sudah selesai liburan, agak sepi,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemilik usaha tetap merupakan warga Saree, sementara para karyawan hanya dipindahkan untuk melayani operasional di cabang baru. “Toke orang Saree. Kami hanya bekerja di sini,” tutup Silka.**
Tinggalkan Balasan