Penulis: Mauli Isnandar

  • MBG Gerakkan Ekonomi Aceh, BPS Catat Lonjakan Aktivitas Industri Makanan Triwulan I 2026

    MBG Gerakkan Ekonomi Aceh, BPS Catat Lonjakan Aktivitas Industri Makanan Triwulan I 2026

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di Aceh. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat program tersebut ikut mendorong sektor penyediaan makanan dan minuman, industri makanan, hingga perdagangan selama Triwulan I tahun 2026.

    Dalam laporan resmi yang dirilis 5 Mei 2026, BPS Aceh mencatat perekonomian Aceh tumbuh 4,09 persen secara tahunan atau year on year (y-on-y). Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh atas dasar harga berlaku mencapai Rp66,39 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp39,95 triliun.

    BPS menyebut pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi, konsumsi masyarakat, perdagangan, konstruksi, serta penyediaan akomodasi dan makan minum. Salah satu faktor yang mulai memberi pengaruh adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini berjalan di berbagai daerah.

    “Program Makan Bergizi Gratis yang mulai berjalan dengan lebih dari 650 SPPG aktif turut memberikan dampak terhadap aktivitas penyediaan makan minum, industri makanan, dan perdagangan,” tulis BPS Aceh dalam laman resminya.

    Pernyataan tersebut menjadi salah satu indikator awal bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai menciptakan aktivitas ekonomi baru melalui kebutuhan bahan pangan dan operasional dapur penyedia makanan.

    Dampak MBG pada Sektor Makanan dan Perdagangan Aceh

    BPS Aceh mencatat sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi salah satu lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi selama Triwulan I 2026, yakni mencapai 13,54 persen. Angka itu menempatkan sektor tersebut sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Aceh tahun ini.

    Kondisi serupa juga terjadi secara nasional. BPS RI mencatat lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14 persen pada Triwulan I 2026, menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi di Indonesia. Pada periode yang sama, konsumsi pemerintah meningkat 21,81 persen.

    Peningkatan aktivitas sektor makanan dan perdagangan diperkirakan berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan bahan baku seperti beras, telur, ayam, ikan, sayuran, hingga berbagai kebutuhan dapur lainnya yang digunakan dalam program MBG.

    Selain itu, struktur ekonomi Aceh yang masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 31,70 persen terhadap PDRB membuat program tersebut berpotensi menciptakan efek berantai yang lebih luas apabila rantai pasok bahan pangan berasal dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal.

    Meski demikian, BPS belum merinci besaran kontribusi langsung MBG terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh maupun nilai perputaran uang yang telah tercipta dari program tersebut.

    Namun untuk pertama kalinya, program MBG secara eksplisit disebut dalam laporan pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu menunjukkan aktivitas program mulai terdeteksi dalam pergerakan ekonomi masyarakat dan sektor usaha yang berkaitan dengan penyediaan pangan.

    BPS Aceh juga mencatat lapangan usaha perdagangan besar dan eceran menyumbang 15,92 persen terhadap struktur ekonomi daerah, sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama ekonomi Aceh.

    Jika kebutuhan pangan MBG ke depan lebih banyak diserap dari pelaku usaha lokal, program tersebut berpotensi menjadi salah satu sumber pergerakan ekonomi baru bagi UMKM, petani, peternak, dan pelaku usaha desa di Aceh.

  • Hari Lahir Pancasila 2026, Pesan Persatuan Menggema dari Serambi Mekkah

    Hari Lahir Pancasila 2026, Pesan Persatuan Menggema dari Serambi Mekkah

    acehtoday.id/ | Banda Aceh –Hari Lahir Pancasila 2026 Aceh diperingati melalui upacara khidmat yang digelar di halaman Kantor Gubernur Aceh, Senin (1/6/2026).

    Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Aceh untuk mengirim pesan kuat tentang pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.

    Upacara dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), aparatur sipil negara (ASN), serta Korps Musik TNI Kodam Iskandar Muda.

    Pemerintah Aceh memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.
    Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, menyampaikan amanat saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (1/6/2026). Foto dok.IST

    Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 Aceh berlangsung dengan penuh khidmat, seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar negara sekaligus pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk.

    Dalam kesempatan tersebut, M. Nasir membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Amanat itu menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dipandang hanya sebagai seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

    Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan Indonesia, tetapi juga dapat menjadi kontribusi bangsa Indonesia bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.

    Dalam amanat yang dibacakan Sekda Aceh, disebutkan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi pedoman yang menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah berbagai tantangan zaman.

    Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya mampu tetap bersatu karena memiliki nilai bersama yang terkandung dalam Pancasila.

    “Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” kata M. Nasir saat membacakan amanat Kepala BPIP.

    Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat cepat, arus informasi yang tidak terbendung, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, Pancasila tetap menjadi pegangan utama bangsa Indonesia.

    Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, keadilan sosial, dan musyawarah dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat ketahanan bangsa menghadapi perubahan global.

    Hari Lahir Pancasila 2026 Aceh Jadi Momentum Perkuat Kebangsaan

    Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 Aceh juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan di semua lapisan masyarakat.

    Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

    Nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi bagian penting dari Pancasila disebut sebagai instrumen yang sangat relevan dalam membangun dialog, menyelesaikan perbedaan, dan meredam konflik di tingkat nasional maupun internasional.

    Indonesia selama ini juga dikenal aktif dalam berbagai misi perdamaian dunia, mulai dari pengiriman pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam berbagai mediasi konflik regional, hingga konsisten menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi penjajahan dan konflik kemanusiaan.

    Karena itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi menjadikannya sebagai ideologi yang hidup dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kuat dalam persatuan, dan kokoh karena nilai-nilai kemanusiaannya,” ujar M. Nasir.

    Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Aceh berlangsung tertib, lancar, dan penuh khidmat. Peringatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia maupun dunia.

    Di era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi, disrupsi teknologi, serta meningkatnya dinamika geopolitik global, nilai-nilai Pancasila dinilai semakin relevan sebagai pedoman dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan sosial.

    Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila, Pemerintah Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menanamkan semangat gotong royong, menghargai keberagaman, serta memperkuat rasa cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.

    Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi dasar negara yang dihafalkan, tetapi juga menjadi nilai yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan.[mol]