acehtoday.id/, Banda Aceh – Munas FKDK BPD SI 2026 menjadi momentum krusial bagi jajaran komisaris Bank Pembangunan Daerah dari seluruh Indonesia untuk memperkuat ketahanan perbankan daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global yang kian mengkhawatirkan.
Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPD SI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Seminar Nasional di Semarang, Jawa Tengah, pada 2–4 Juni 2026.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 80 komisaris BPD dari berbagai provinsi, pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta jajaran direksi BPD sebagai mitra kerja.
Sebagaimana diberitakan dalam rilis resmi FKDK BPD SI, Pelaksana Tugas Ketua Umum FKDK sekaligus Komisaris Independen Bank Jatim, Prof. M. Mas’ud Said, menegaskan bahwa 27 BPD di seluruh Indonesia harus mampu berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah dan menjadi sumber pembiayaan pembangunan regional.
Munas akan membentuk Tim 7 dan Tim Formatur guna memperkuat kepengurusan baru organisasi. Prof. Dr. Gausyiah dari Bank Aceh dipercaya memimpin Tim 7 tersebut. Gubernur Jawa Tengah selaku pembina BUMD Provinsi Jateng dijadwalkan menyampaikan pidato kunci sekaligus membuka acara sebagai tuan rumah.
FKDK menilai gejolak ekonomi global—termasuk fluktuasi nilai dolar dan ketidakstabilan pasokan energi dunia akibat dampak konflik geopolitik—berpotensi menekan kinerja BPD. Karena itu, transformasi digital, penguatan SDM, dan penataan tata kelola yang lebih strategis menjadi agenda utama yang diusung dalam forum ini.

Tinggalkan Balasan