Selasa, 21 Juli 2026
01 triliun . Kem

Investasi Batam Melonjak 72,83 Persen, Ini Faktor Pendorongnya

 Batam semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia. Pada 2025, realisasi investasi di kota ini mencapai Rp44,01 triliun atau meningkat 72,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut menopang laju ekonomi Batam yang mencapai 6,76 persen.

Wali kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, peningkatan investasi didorong oleh reformasi regulasi, percepatan layanan perizinan, penguatan infrastruktur, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam.

Pernyataan itu disampaikan Amsakar saat menjadi narasumber dalam program PROFIT di CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).

Menurut Amsakar, pemerintah daerah bersama Wakil Wali kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, terus melakukan pembenahan tata kelola investasi melalui berbagai regulasi yang memberikan kepastian hukum dan kemudahan berusaha.

“Ekonomi Batam berjalan dengan baik dan investasi terus berkembang. Berbagai regulasi yang diterbitkan pemerintah menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing kawasan,” ujarnya.

Salah satu reformasi yang dilakukan ialah mempercepat proses perizinan. Persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sebelumnya membutuhkan waktu enam bulan hingga dua tahun kini rata-rata dapat diselesaikan dalam 38 hari. Sementara itu, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) kini dapat diproses sekitar dua bulan.

Percepatan layanan tersebut berdampak langsung terhadap realisasi investasi. Pada 2024, investasi di Batam tercatat sebesar Rp25,46 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp44,01 triliun pada 2025 atau tumbuh 72,83 persen. Nilai tersebut juga melampaui target investasi sebesar Rp36,9 triliun dengan tingkat capaian 118,87 persen.

“Kami diminta Presiden untuk menyederhanakan pelayanan kepada dunia usaha. Itu yang terus kami lakukan agar investor memperoleh kepastian dan kemudahan berusaha di Batam,” kata Amsakar.

Layanan Digital Permudah Investasi

Selain mempercepat perizinan, BP Batam mengembangkan sistem pemantauan layanan berbasis digital yang memungkinkan setiap permohonan dipantau secara real time. Sistem ini memudahkan pimpinan melakukan evaluasi apabila terdapat proses perizinan yang mengalami keterlambatan.

BP Batam juga menghadirkan program Duta Investasi yang mendampingi investor sejak tahap awal hingga proyek terealisasi.

“Investor tidak kami biarkan berjalan sendiri. Mereka didampingi sejak awal hingga investasi terealisasi sehingga seluruh proses menjadi lebih mudah dan pasti,” ujarnya.

Logistik dan Pariwisata Tumbuh Bersama

Aktivitas pelabuhan Batam juga terus meningkat seiring bertambahnya kapal direct call yang melakukan bongkar muat langsung di Batam. Kondisi tersebut turut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

Jumlah wisatawan nusantara meningkat dari sekitar 1,7 juta menjadi hampir 2,1 juta orang. Sementara wisatawan mancanegara bertambah dari sekitar 1,2 juta menjadi 1,5 hingga 1,6 juta orang.

Menurut Amsakar, pertumbuhan sektor logistik, pelabuhan, dan pariwisata menciptakan efek berganda bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM.

Batam jadi Mitra Pertumbuhan Singapura

Amsakar menegaskan Batam bukan sekadar lokasi relokasi investasi dari Singapura. Menurutnya, Batam, Singapura, dan Johor merupakan mitra pertumbuhan yang saling melengkapi.

“Untuk maju tidak harus sendiri. Kita bisa tumbuh bersama. Batam hadir sebagai mitra yang saling melengkapi Singapura dan Johor, bukan sebagai pesaing ataupun sekadar menerima limpahan investasi,” tegasnya.

Ia menilai posisi Batam yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka menjadi salah satu keunggulan strategis yang menarik minat investor domestik maupun asing.

Data Center jadi Penggerak Baru Investasi

Sektor data center kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Batam. Hingga pertengahan 2026, investasi di sektor tersebut mencapai sekitar Rp120 triliun dengan 20 proyek yang sedang dikembangkan.

Batam juga didukung sejumlah landing station kabel bawah laut internasional di kawasan Nongsa, antara lain Indonesia Cable Express, Nongsa China Cable System, dan Singapore Cable System.

Menurut Amsakar, ketersediaan lahan, infrastruktur digital, pasokan air bersih, serta kesiapan listrik menjadi faktor utama yang meningkatkan daya saing Batam sebagai pusat industri digital dan kecerdasan artifisial (AI).

Presiden Minta Batam Pertahankan Daya Saing

Amsakar mengungkapkan, Presiden RI meminta Batam terus menjaga daya saing melalui penyederhanaan perizinan, percepatan pelayanan, serta pengembangan pelabuhan berstandar internasional agar mampu memanfaatkan potensi Selat Malaka secara optimal.

Selain itu, Batam diharapkan tetap menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.

Amsakar juga menyampaikan sejumlah tantangan dalam transisi kewenangan perizinan dari kementerian dan lembaga. Pemerintah berharap implementasi PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025 dapat semakin mempercepat pelayanan kepada investor.

“Perhatian Presiden menjadi energi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam. Ukuran keberhasilan kami adalah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” tambahnya.(Mc.Batam/Eyv)

rakyatnews

Tinggalkan Komentar