Kloter pertama jemaah haji Aceh dijadwalkan tiba di tanah air pada Senin (15/6/2026) pukul 20.50 WIB melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar. Menjelang kedatangan para jemaah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh mengimbau keluarga penjemput untuk menggunakan masker selama proses penyambutan.
Ketua PPIH Debarkasi Aceh, Arijal, mengatakan penggunaan masker berlaku bagi seluruh pihak yang berada di area debarkasi, termasuk petugas dan awak media.
“Setelah sampai di asrama haji, kami meminta semua petugas dan keluarga penjemput agar menggunakan masker, termasuk petugas peliput. Ini merupakan anjuran yang perlu dipatuhi,” kata Arijal, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, jemaah haji Aceh bertolak dari Arab Saudi pada pukul 08.30 Waktu Arab Saudi (WAS) dan diperkirakan mendarat di Bandara SIM pada pukul 20.50 WIB.
Setelah tiba, para jemaah akan disambut petugas di bandara dan diarahkan menuju bus yang telah disiapkan untuk diberangkatkan ke Asrama Haji Aceh melalui jalur VVIP Pemerintah Aceh.
PPIH telah mengerahkan seluruh petugas debarkasi, petugas daerah, serta petugas pusat untuk memastikan proses kepulangan jemaah berlangsung aman dan tertib.
Selain itu, tim kesehatan juga disiagakan untuk memantau kondisi jemaah setibanya di Aceh. Jemaah yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut akan dirujuk sesuai kebutuhan.
Di Asrama Haji, jemaah akan diarahkan masuk ke aula untuk menerima paspor dan koper masing-masing sesuai nomor tempat duduk yang telah ditentukan.
Arijal juga memastikan distribusi air zamzam telah dilakukan ke seluruh kabupaten dan kota di Aceh. Dengan demikian, jemaah tidak perlu mengambil air zamzam di Asrama Haji.
“Kami sudah menyalurkan air zamzam ke kabupaten dan kota, sehingga jemaah bisa mengambilnya di daerah masing-masing,” ujarnya.
PPIH turut mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar menyiapkan armada penjemput untuk membawa jemaah kembali ke daerah asal setelah seluruh proses debarkasi selesai.
Arijal berharap seluruh proses pemulangan berjalan lancar sehingga jemaah dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat dan membawa predikat haji mabrur.
“Kami berharap semua jemaah memperoleh layanan yang aman dan nyaman, serta kembali sebagai haji yang mabrur,” katanya.
