acehtoday.id/ | Aceh Besar – Kebakaran di Aceh Besar kembali terjadi, kali ini melanda permukiman warga di Gampong Cot Mancang, Kecamatan Kuta Baro, pada Senin malam, 13 Juli 2026, sekitar pukul 23.35 WIB. Si jago merah melalap tiga unit rumah dan satu kandang kambing hanya dalam hitungan jam, meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Dua rumah berkonstruksi kayu dan satu rumah permanen dilaporkan rusak berat akibat kobaran api. Total empat kepala keluarga dengan 16 jiwa terdampak langsung, yakni keluarga Murhaban (70), Rahmad (33), Ulul Azmi (48), dan M. Amin (43). Selain kehilangan tempat tinggal, M. Amin juga harus merelakan sembilan ekor kambing miliknya yang ikut hangus bersama kandang.
Dilansir laman resmi BPBA, petugas gabungan bergerak cepat merespons laporan warga. BPBD Kabupaten Aceh Besar menurunkan lima unit armada pemadam kebakaran, dibantu satu unit dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh. Berkat sinergi tim di lapangan, api berhasil dipadamkan total pada dini hari Selasa, 14 Juli 2026, pukul 01.29 WIB, sehingga tidak merembet ke bangunan warga lainnya.
Penyebab pasti kebakaran Aceh Besar ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Sembari menunggu penanganan lanjutan, seluruh warga terdampak untuk sementara mengungsi ke kediaman sanak saudara terdekat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, menyatakan keprihatinannya atas musibah tersebut. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kerugian material yang dialami masyarakat cukup besar. Kami mengapresiasi respons cepat BPBD Kabupaten Aceh Besar bersama DPKP Kota Banda Aceh yang berhasil mengendalikan api sehingga tidak meluas ke permukiman lainnya,” ujarnya.
Bahron menambahkan, BPBA akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi pascakebakaran. Ia juga mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan kondisi peralatan elektronik, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Tinggalkan Balasan