Rabu, 22 Juli 2026
pendidikan

Kemendikdasmen Latih Guru Kembangkan Kompetensi Koding dan AI

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah melatih guru dalam koding dan AI untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Kemendikdasmen Latih Guru Kembangkan Kompetensi Koding dan AI
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat peluncuran pelatihan mandiri [ANTARA News]

Rakyat News – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan pelatihan mandiri untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Pelatihan ini fokus pada pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial (AI). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa tantangan pendidikan di Indonesia termasuk kesenjangan mutu antar-sekolah.

“Tantangan pendidikan kita tidaklah sederhana. Kita masih mengalami masalah kesenjangan pendidikan, terutama antara satu kawasan dengan kawasan lainnya,” kata Abdul Mu’ti. Dalam konteks ini, peningkatan kapasitas guru menjadi fokus utama Kemendikdasmen.

Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan pendidikan bermutu untuk semua. Mendikdasmen menjelaskan bahwa Presiden juga memberikan perhatian besar terhadap transformasi pendidikan melalui revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.

Distribusi Interactive Flat Panel (IFP) beserta ekosistemnya ke seluruh satuan pendidikan menjadi salah satu langkah dalam transformasi ini. Namun, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi tidak menggantikan peran guru.

“Guru adalah agent of learning dan agent of civilization. Guru bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan peradaban,” ungkapnya. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, juga menjelaskan bahwa tahun ini Kemendikdasmen memperkuat implementasi pelatihan mandiri dengan metode Teacher Experimental Training (TET).

Metode TET membuat sekolah berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran. Guru dapat langsung menerapkan materi pelatihan ke dalam mata pelajaran yang diajarkan. “Sekarang langsung implementasi di mata pelajaran masing-masing,” jelas Nunuk.

Pelatihan ini juga diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi guru untuk melakukan refleksi setelah implementasi. Ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang diberikan kepada siswa di seluruh Indonesia.

rakyatnews

Tinggalkan Komentar