Rabu, 22 Juli 2026
teknologi

Meta Nonaktifkan Fitur Muse Image di Instagram Karena Kontroversi

Meta menonaktifkan fitur Muse Image di Instagram akibat potensi penyalahgunaan identitas.

Meta Nonaktifkan Fitur Muse Image di Instagram Karena Kontroversi
Logos Meta dan Instagram yang tertera pada layar ponsel [ANTARA News]

Rakyat News – Meta baru-baru ini menonaktifkan fitur Muse Image yang menuai kontroversi. Fitur ini berpotensi menghasilkan deepfake AI di Instagram. Muse Image diumumkan sebagai alat yang memungkinkan pembuatan konten AI tanpa izin dari pemilik akun.

Ketika fitur ini diluncurkan, Meta menyatakan bahwa siapa pun dapat menandai akun publik. AI kemudian akan secara otomatis menghasilkan konten berdasarkan akun tersebut. Namun, kemampuan ini diangap berbahaya dan dapat disalahgunakan.

Menurut Engadget, fitur ini tidak memerlukan izin dari pemilik akun untuk membuat gambar. Pengguna dapat memanggil pemilik akun lain untuk menggunakan Muse Image. Hal ini bertujuan untuk mendesain undangan atau menghasilkan grafik yang dipersonalisasi.

Meta mengakui banyak kritik terhadap Muse Image. Dalam pengumuman pembaruan, mereka menyatakan fitur ini tidak tepat sasaran. Akibatnya, fitur tersebut kini telah dihapus.

Awal pekan ini, Meta menyatakan bahwa alat kreatif ini seharusnya memberi kontrol kepada pengguna. Namun, umpan balik dari pengguna menunjukkan bahwa fitur ini tidak efektif. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menonaktifkannya.

Banyak kritik muncul saat fitur ini pertama kali diumumkan. Pengguna yang ingin menonaktifkan Muse Image harus mencari pengaturan yang dalam. Opsi untuk menonaktifkan fitur ini tidak mudah ditemukan.

Alternatifnya, pengguna dapat mengubah profil Instagram mereka dari publik menjadi privat. Ini akan membatasi siapa yang dapat melihat konten mereka. Kritikan juga datang dari agensi Hollywood CAA. Agensi tersebut mewakili aktor terkenal seperti Tom Hanks dan Meryl Streep.

Mereka mengungkapkan kekhawatiran langsung kepada Meta. Penggunaan nama, gambar, dan suara klien mereka tanpa izin adalah masalah serius. Meta kini harus mempertimbangkan kembali cara mereka menghadirkan fitur-fitur baru di platform mereka.

rakyatnews

Tinggalkan Komentar