acehtoday.id/ | Banda Aceh – Museum Tsunami Aceh dipadati lebih dari 3.000 wisatawan per hari selama momentum libur Hari Raya Idul Adha dan libur sekolah 2026. Lonjakan kunjungan ini tercatat sejak museum kembali beroperasi usai Lebaran Haji.
Kepala Subbag Tata Usaha UPTD Museum Tsunami, Mimi Oktriyeni, menyampaikan puncak kunjungan terjadi tepat pada hari pertama museum kembali melayani pengunjung setelah libur Idul Adha. “Puncak kunjungan terjadi pada hari pertama kami membuka pelayanan setelah Hari Raya Idul Adha,” katanya, Selasa (7/7/2026).
Data rekapitulasi penjualan tiket periode 20 Juni hingga 5 Juli menunjukkan lonjakan signifikan. Kunjungan tertinggi pada Juni 2026 tercatat di tanggal 27, mencapai 5.140 orang, dengan rincian 3.736 wisatawan dewasa, 1.386 anak-anak, dan 18 wisatawan mancanegara. Posisi kedua dan ketiga diisi tanggal 28 Juni dengan 4.259 pengunjung, serta 22 Juni sebanyak 3.733 orang.
Tren serupa berlanjut memasuki Juli 2026. Kunjungan tertinggi bulan ini justru tercatat pada 5 Juli dengan 5.198 orang, disusul 4 Juli sebanyak 4.586 pengunjung, dan 3 Juli mencapai 3.595 orang.
Mimi menambahkan, lonjakan kunjungan bukan hanya terjadi saat Idul Adha. “Selain itu grafik kunjungan kita meningkat saat libur akhir tahun dan tahun baru, Hari Raya Idul Adha dan libur anak sekolah,” ujarnya.
Secara akumulatif sepanjang Juni 2026, Museum Tsunami Aceh mencatat total 52.397 pengunjung, terdiri dari 38.719 wisatawan dewasa, 13.137 anak-anak, dan 541 wisatawan mancanegara.

(Sumber foto: acehtoday.id/Elza
Wisatawan Malaysia Dominasi Kunjungan Asing
Dari sisi wisatawan mancanegara, Malaysia tercatat sebagai negara asal pengunjung terbanyak. “Kunjungan wisatawan asing tertinggi itu dari Malaysia, tapi ada beberapa negara lainnya seperti Jepang, China, Jerman, Inggris, Australia dan beberapa negara lainnya,” ucap Mimi.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas tinggi di loket tiket, dengan pengunjung silih berganti mengantre masuk. Tak sedikit orang tua yang mengajak anak-anak mereka menjelajahi monumen sekaligus pusat edukasi kebencanaan ini.
Selama berkunjung, wisatawan disuguhi arsitektur unik seperti Lorong Tsunami, Ruang Kenangan, Sumur Doa, Jembatan Perdamaian, hingga bioskop yang menayangkan rekaman detik-detik bencana tsunami 2004.
Museum Tsunami Aceh kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata edukasi terpopuler di Aceh, memadukan sejarah kelam tsunami 2004 dengan pembelajaran mitigasi bencana yang terus menarik wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahunnya.
Tinggalkan Balasan