acehtoday.id/ | Banda Aceh – Pengurus Wilayah Matahari Pagi Indonesia (MPI) Provinsi Aceh periode 2026–2029 resmi dilantik di Anjong Mon Mata Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (30/6/2026). Irpanusir Razman didapuk sebagai Ketua PW MPI Aceh, didampingi Musliadi M Tamin selaku Sekretaris dan Robi Eriyanto sebagai Bendahara untuk masa bakti empat tahun mendatang.
Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Matahari Pagi Indonesia yang juga menjabat Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak. Pelantikan turut dihadiri perwakilan Pemerintah Aceh, DPRA, DPRK Banda Aceh, serta sejumlah pejabat lainnya.
Ketua PW MPI Aceh, Irpanusir Rasman, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin organisasi tersebut di Aceh. Ia mengungkapkan bahwa pelantikan sebenarnya telah direncanakan jauh-jauh hari, namun sempat tertunda akibat sejumlah faktor, termasuk bencana banjir yang melanda beberapa wilayah Aceh belakangan ini.
“Rencana pelantikan ini sudah direncanakan, tapi karena bencana kita tunda dulu. Namun akhirnya bisa dilaksanakan karena tidak mungkin kita tunda-tunda lagi,” kata Irpanusir.
Ia menilai pemilihan Anjong Mon Mata sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa alasan, mengingat tempat tersebut memiliki nilai historis dan sakral bagi masyarakat Aceh sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya dan sejarah daerah.
Irpanusir turut mengaku terhormat atas kehadiran langsung Dahnil dalam acara tersebut, sehingga ia memilih menyampaikan sambutan secara singkat. Ia berharap kepengurusan baru ini mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam sambutannya menjelaskan bahwa Matahari Pagi Indonesia awalnya didirikan sebagai gerakan politik untuk melanjutkan misi Prabowo, namun kini telah bertransformasi menjadi organisasi yang berfokus pada gerakan kebudayaan seiring berakhirnya kontestasi politik.
“Dulu Matahari Pagi Indonesia merupakan gerakan politik untuk melanjutkan misi Pak Prabowo. Hanya saja setelah kontestasi politik selesai bertransformasi ke gerakan kebudayaan,” ujar Dahnil.
Ia berharap pengurus baru yang dilantik dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Aceh, sebagaimana filosofi nama organisasi tersebut. “Seperti sinar matahari pagi yang memberikan manfaat dan kebaikan pada apa yang disinarinya. Kami berharap pengurus baru yang dilantik juga dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang baik kepada masyarakat Aceh,” tutup Dahnil.
Tinggalkan Balasan