acehtoday.id/ | Banda Aceh – Jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh kembali mengalami pergantian. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP/2026 yang beredar, Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., dimutasikan menjadi Perwira Tinggi Polda Aceh dalam rangka memasuki masa pensiun. Posisi Kapolda Aceh selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H.
Sebelum ditunjuk memimpin Polda Aceh, Brigjen Ruddi Setiawan menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri.
Jabatan tersebut diembannya setelah memiliki pengalaman panjang di berbagai bidang kepolisian, khususnya reserse, pemberantasan narkotika, hingga pengembangan riset kepolisian.
Bagi masyarakat Aceh, nama Ruddi Setiawan bukan sosok baru, Perwira tinggi Polri itu pernah mengemban tugas sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh.
Selama bertugas di Serambi Mekkah, ia terlibat dalam berbagai upaya pengungkapan jaringan narkotika, termasuk penanganan kasus peredaran narkoba lintas negara.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memimpin Polda Aceh yang memiliki tantangan keamanan cukup kompleks, mulai dari pemberantasan narkotika, pengamanan investasi strategis, hingga menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Jejak Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah

Sementara itu, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengakhiri masa jabatannya sebagai Kapolda Aceh setelah memasuki masa pensiun.
Putra daerah Aceh tersebut mulai menjabat sebagai Kapolda Aceh sejak Agustus 2025, menggantikan Irjen Pol Achmad Kartiko.
Selama memimpin Polda Aceh, Marzuki Ali Basyah dikenal aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif di Aceh.
Ia juga mengawal berbagai agenda strategis daerah, termasuk penguatan iklim investasi dan penegakan hukum.
Tantangan Berat Bagi Brigjen Pol Ruddi Setiawan
Pergantian Kapolda Aceh dinilai bukan sekadar rotasi jabatan rutin di tubuh Polri, Penempatan Brigjen Ruddi Setiawan jadi sinyal Mabes Polri terhadap Aceh sebagai daerah yang memiliki karakteristik keamanan tersendiri.
Selain berada di jalur strategis perairan internasional, Aceh juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari kejahatan lintas negara, peredaran narkotika, pengamanan objek vital dan investasi, hingga dinamika sosial dan Partai Politik local yang membutuhkan pendekatan hukum secara tegas namun tetap humanis.
Brigjen Ruddi Setiawan tidak hanya dituntut menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membuktikan bahwa pergantian kepemimpinan mampu menghadirkan perubahan nyata.
Publik Aceh menanti langkah tegas dalam memberantas kejahatan tanpa pandang bulu, memperkuat profesionalisme anggota di lapangan, serta membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian yang dalam beberapa waktu terakhir kerap menjadi bahan evaluasi publik.
Jejak Karier Brigjen Pol Ruddi Setiawan, Kapolda Aceh yang Baru
Brigjen Pol Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 yang dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, khususnya pemberantasan narkotika dan tindak pidana khusus. Sebagian besar perjalanan kariernya dihabiskan sebagai penyidik dan pejabat operasional, mulai dari Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sebelum dipercaya memimpin Polda Aceh, Ruddi menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri.
Jabatan tersebut diembannya setelah sebelumnya menduduki sejumlah posisi strategis di BNN, di antaranya Direktur Intelijen BNN RI dan Direktur Narkotika BNN RI.
Pengalaman tersebut memperkuat kapasitasnya dalam penanganan kejahatan narkotika, baik di tingkat nasional maupun lintas negara.
Nama Ruddi bukan sosok baru bagi masyarakat Aceh. Pada 2021, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh. Selama bertugas di Tanah Rencong, ia memimpin berbagai operasi pemberantasan narkotika dan pengungkapan jaringan peredaran narkoba yang melibatkan sindikat nasional maupun internasional.
Kini, setelah kembali ke Aceh sebagai Kapolda, Brigjen Ruddi membawa bekal pengalaman yang lebih lengkap, mulai dari penegakan hukum, pemberantasan narkotika, intelijen, hingga penyusunan kebijakan berbasis riset di lingkungan Polri.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di Aceh, termasuk pemberantasan narkoba, kejahatan lintas negara, pengamanan investasi strategis, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.











