Tag: Golkar

  • Sepanjang 2026, Tiga Partai Nasional di Aceh Mulai Panaskan Mesin

    Sepanjang 2026, Tiga Partai Nasional di Aceh Mulai Panaskan Mesin

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Sepanjang tahun 2026, dinamika politik di Aceh mulai memanas. Tiga partai politik berskala nasional yang selama ini memiliki basis kuat di provinsi ujung barat Indonesia ini, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golkar, kompak mulai memanaskan mesin politiknya ditahun ini. Ketiganya menyusun langkah konsolidasi internal sebagai modal awal untuk merebut hati rakyat pada kontestasi Pemilu 2029 mendatang.

    Sinyal persaingan ini terlihat dari sejumlah pernyataan para ketua partai dalam berbagai momentum sepanjang tahun 2026, mulai dari acara pelantikan pengurus wilayah hingga pemaparan kekuatan struktur di tingkat daerah. Masing-masing partai tampak menunjukkan ambisi berbeda, namun bermuara pada satu tujuan yang sama, yaitu memperkuat elektabilitas menjelang pemilu.

    PKB Usung Kolaborasi, PAN Pasang Target Tiga Besar

    Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud, membuka rangkaian pernyataan politik ini saat pelantikan pengurus PKB Aceh, Selasa (31/3/2026). Ia menegaskan bahwa amanah memimpin partai bukan sekadar soal kekuasaan, melainkan tentang bagaimana merawat harapan masyarakat yang telah memberi kepercayaan.

    Dalam sambutannya, Ruslan menekankan PKB sebagai rumah bersama yang terbuka bagi siapa pun yang ingin mengabdi untuk agama dan negara, tanpa membeda-bedakan latar belakang atau golongan tertentu.

    “PKB bukan milik kelompok tertentu. Ini rumah besar untuk semua yang ingin mengabdi. Kita harus saling merangkul dan berkolaborasi,” ujarnya.

    Menurut Ruslan, kesuksesan sebuah partai tidak pernah lahir dari kerja sendirian. Kolaborasi dengan berbagai elemen, baik partai politik lain, organisasi kemasyarakatan, maupun elemen rakyat langsung, menjadi kunci utama dalam membesarkan PKB ke depan. Ia turut mengingatkan seluruh kadernya agar memaknai jabatan bukan sebagai sesuatu yang perlu dibanggakan, melainkan sebagai ladang ibadah untuk melayani masyarakat.

    Berbeda dengan nada persuasif Ruslan, Ketua DPW PAN Aceh, H. Nazaruddin Dek Gam justru tampil dengan pernyataan yang jauh lebih tegas dan kompetitif. Dalam pidato pelantikannya, Sabtu (13/6/2026), Dek Gam menegaskan komitmennya untuk membawa PAN tampil lebih baik pada ajang politik 2029, termasuk kesiapannya menghadapi siapa pun yang menjadi rival demi memenangkan partai yang telah membesarkan namanya di kancah politik Aceh.

    “Siapapun kami lawan. Tidak ada tawar-menawar untuk kemenangan. Kita optimis tiga besar,” tegas Dek Gam, menyiratkan target ambisius PAN untuk masuk jajaran tiga besar partai dengan perolehan suara terbanyak di Aceh pada 2029″.

    Golkar Andalkan Kekuatan Legislatif dan Regenerasi Kader Muda

    Sementara itu, Partai Golkar Aceh menunjukkan modal politik yang lebih terukur secara kuantitatif. Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, H. M. Salim Fakhry, memaparkan kekuatan riil partainya saat ini, mulai dari jumlah kader yang telah menduduki kursi legislatif di berbagai tingkatan.

    Ia menyebut kader Fraksi Golkar Aceh telah menduduki 88 kursi DPRK se-Aceh, sembilan kursi DPRA, dan tiga kursi DPR RI.

    Kekuatan struktural ini menjadi modal penting bagi Golkar dalam menghadapi kontestasi lima tahun mendatang. Meski begitu, Salim menegaskan partainya tidak menutup diri dan tetap membuka pintu lebar bagi siapa pun yang ingin bergabung memperkuat barisan Golkar Aceh.

    “Kita sangat terbuka kepada siapapun yang ingin bergabung, kami sangat terbuka,” katanya.

    Salim Fakry juga mengungkapkan bahwa kepengurusan DPD I Golkar Aceh periode saat ini didominasi oleh kalangan muda dari berbagai latar belakang. Menurutnya, sekitar 70 persen jajaran pengurus berasal dari generasi muda, mulai dari aktivis kampus, organisasi kepemudaan, organisasi pengkaderan, paguyuban, hingga berbagai elemen komunitas, seperti disampaikannya pada Sabtu (17/7/2026).

    Langkah regenerasi ini diharapkan mampu membawa angin segar sekaligus perubahan bagi wajah partai berlambang pohon beringin tersebut. Meski begitu, Golkar tidak sepenuhnya meninggalkan kekuatan lama.

    Selain unsur muda, kepengurusan turut diisi kalangan pengusaha muda dan senior, pensiunan aparatur sipil negara (ASN), serta tokoh-tokoh partai berpengalaman yang ditempatkan dalam Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, Dewan Penasihat, dan Dewan Pakar.

    Formasi ini memperlihatkan strategi Golkar Aceh yang berupaya memadukan energi kader muda dengan pengalaman senior, sebagai upaya menjaga keseimbangan organisasi sekaligus memperluas jangkauan pemilih dari berbagai kalangan.

    Dengan langkah konsolidasi yang mulai dijalankan sejak awal 2026 oleh ketiga partai nasional ini, arah persaingan politik di Aceh menjelang Pemilu 2029 pun kian terlihat jelas. PKB mengedepankan pendekatan kolaboratif dan inklusif, PAN tampil dengan sikap kompetitif dan berani, sementara Golkar mengandalkan kekuatan struktural legislatif yang dipadukan dengan regenerasi kader muda. Ketiga strategi berbeda ini pada akhirnya akan diuji dalam satu arena yang sama, yaitu memperebutkan hati dan kepercayaan rakyat Aceh pada Pemilu 2029 mendatang.**

  • Jelang Pemilu 2029, Salim Fakhry Fokus Besarkan Golkar

    Jelang Pemilu 2029, Salim Fakhry Fokus Besarkan Golkar

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh bersiap menggelar konsolidasi internal secara menyeluruh menjelang Pemilu 2029. Konsolidasi ini akan dimulai melalui pelaksanaan musyawarah daerah (musda) di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

    Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, H. M. Salim Fakhry, mengatakan “langkah ini kita diambil untuk memperkuat organisasi partai hingga ke tingkat akar rumput. Sebab, penguatan basis masyarakat menjadi prioritas karena suara pemilih pada akhirnya berasal dari lapisan akar rumput itu sendiri,” katanya kepada acehtoday.id/, Jumat (17/7/2026).

    Rangkul Gen Z hingga Kader Senior

    Salim Fakhry menyebut kepengurusan Golkar Aceh periode baru memberi ruang lebih besar kepada generasi muda, termasuk kalangan Gen Z, serta melibatkan mantan aktivis dan pengusaha dalam struktur partai. Langkah ini diambil sebagai bagian dari regenerasi sekaligus penyegaran organisasi.

    Meski membuka ruang bagi generasi muda, Golkar Aceh tetap mengakomodasi kader-kader senior. Partai berlambang pohon beringin ini membentuk empat badan khusus, yakni Dewan Pertimbangan, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, dan Dewan Penasehat, sebagai wadah bagi para senior untuk tetap berkontribusi.

    Salim menambahkan, sejumlah kader senior yang sebelumnya tidak lagi aktif kembali direkrut dan menunjukkan respons positif terhadap upaya konsolidasi yang dilakukan partai. Ia optimistis sinergi antara kader senior dan generasi muda akan menjadi modal utama Golkar Aceh dalam meningkatkan kinerja dan elektabilitas pada pemilu mendatang.

    Target Kursi DPR RI dan DPRK di 2029

    Dalam pemaparannya, Salim Fakhry menegaskan target Golkar Aceh pada Pemilu 2029 adalah minimal mempertahankan perolehan kursi DPR RI yang dimiliki saat ini, dengan harapan dapat menambah jumlah kursi apabila kondisi memungkinkan. Untuk tingkat DPRK, Golkar Aceh juga menargetkan penambahan kursi melalui penguatan struktur partai dan konsolidasi kader di daerah.

    Ia menegaskan bahwa fokus utamanya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Aceh saat ini adalah membesarkan partai dan meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Salim menyatakan tidak memiliki ambisi pribadi untuk maju sebagai calon Gubernur Aceh pada kontestasi mendatang.

    Terkait Pilkada, Salim mengatakan Golkar akan mengikuti mekanisme dan aturan organisasi partai dalam menentukan calon yang akan diusung nantinya.

    Ia juga menegaskan bahwa Partai Golkar Aceh secara resmi mendukung kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, berpasangan dengan Wakil Gubernur Fadhlullah atau Dek Fadh.

    Salim menyampaikan bahwa saat ini prioritas utamanya adalah turun langsung ke daerah, bertemu dengan kader senior maupun kader muda, serta memperkuat soliditas partai menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, keberhasilan konsolidasi di tingkat akar rumput akan menentukan capaian elektabilitas Golkar Aceh pada pemilu mendatang.**

  • Gelar Aksi di Pelantikan Golkar, Mahasiswa Desak Bahlil Tinjau Ulang POD Blok Andaman

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Sejumlah mahasiswa menggelar aksi demo Blok Andaman di depan Hotel Hermes, Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026), untuk mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meninjau kembali persetujuan Plan of Development (POD) I Blok Andaman.

    Sekitar 15 mahasiswa mendatangi lokasi yang saat itu tengah berlangsung pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Aceh, yang turut dihadiri langsung oleh Bahlil selaku Ketua Umum DPP Partai Golkar.

    Koordinator Lapangan aksi, Aulia Rizki Yusfa, menjelaskan pihaknya membawa dua tuntutan utama. Pertama, mendesak peninjauan ulang skema bagi hasil proyek yang dinilai terlalu kecil bagi Aceh.

    “Setelah kami kaji, hasil yang diterima Pemerintah Aceh hanya sekitar 4 persen. Padahal proyek ini akan berlangsung selama 26 tahun. Kami berharap skema bagi hasil itu dapat ditinjau kembali agar lebih menguntungkan Aceh,” kata Aulia.

    Tuntutan kedua menyoroti rencana pengolahan gas menggunakan fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) atau fasilitas terapung di laut. Menurut mahasiswa, pengolahan seharusnya dilakukan di darat agar memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Aceh.

    “Kalau pengolahannya di darat, akan ada efek multiplier, mulai dari terbukanya lapangan kerja, meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat sekitar hingga bertambahnya pendapatan asli daerah,” ujarnya.

    Aulia menilai pengelolaan sumber daya migas semestinya menjadi salah satu jalan menuju kemandirian ekonomi Aceh, terlebih di tengah kondisi fiskal daerah yang masih bergantung pada Dana Otonomi Khusus (Otsus).

    “Aceh ingin mandiri secara ekonomi. Kalau hasil yang diterima daerah hanya sedikit, tentu cita-cita itu akan sulit terwujud,” tambahnya.

    Ia turut mengungkapkan kekecewaan lantaran hingga kini belum ada respons dari Menteri ESDM atas surat Pemerintah Aceh yang meminta penundaan persetujuan POD I Blok Andaman.

    Dalam aksi tersebut, massa berharap bisa bertemu langsung dengan Bahlil untuk menyampaikan aspirasi. Namun pertemuan itu urung terjadi.

    “Kami sudah menunggu sejak pukul 09.00 WIB. Tadi disampaikan akan dipertemukan dengan Pak Bahlil setelah acara selesai. Namun akhirnya kami diberitahu bahwa pertemuan tidak bisa dilakukan. Bagi kami, berarti Menteri tidak meluangkan waktu untuk bertemu mahasiswa,” lanjut Aulia.

    Sementara itu, Koordinator Lapangan lainnya, Ahli Ashimi, menyampaikan bahwa mahasiswa akan kembali menggelar konsolidasi untuk menentukan langkah lanjutan menyikapi persoalan ini.

    “Kami akan mengkaji kembali langkah-langkah yang akan ditempuh agar persoalan Blok Andaman dan kebijakan IUP ini dapat dipertimbangkan kembali oleh pemerintah,” tutupnya.**

  • Bahlil Respons Aspirasi Aceh, Golkar Siap Perjuangkan Dana Otsus 2,5 Persen

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi masyarakat Aceh yang menginginkan peningkatan alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) melalui revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

    Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Aceh di Hotel Hermes, Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026).

    Dalam kesempatan itu, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Muhammad Salim Fakhry, secara langsung meminta dukungan Bahlil agar pemerintah pusat bersama DPR RI menyetujui peningkatan besaran Dana Otsus Aceh.

    Salim menegaskan, perjuangan tersebut bukan hanya menjadi kepentingan Partai Golkar, melainkan telah menjadi aspirasi bersama seluruh partai politik di Aceh, baik partai nasional maupun partai lokal.

    “Kami memohon dukungan Bapak Ketua Umum agar revisi undang-undang terkait Dana Otsus dapat diperjuangkan. Harapan kami, Dana Otsus Aceh dapat dikembalikan bahkan ditingkatkan menjadi 2,5 persen, Ini bukan harapan Partai Golkar saja, tetapi harapan seluruh partai politik di Aceh” kata Salim.

    Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Muhammad Salim Fakhry memberi kata sambutan usai pelantikan DPD Partai Golkar Aceh di Hermes Hotel Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026).

    Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Aceh

    Ia menjelaskan, pembahasan revisi UUPA saat ini sedang berlangsung di DPR RI melalui Panitia Kerja (Panja) yang dipimpin Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung.

    “Kami tahu kader Golkar yang Bapak Ketum tempatkan di Baleg sudah memperjuangkan revisi Undang-Undang terkait Dana Otsus,” ujarnya.

    Salim juga meyakini Bahlil memiliki peran strategis untuk menyampaikan aspirasi tersebut kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

    “Saya yakin kedekatan Bapak Ketua Umum dengan Bapak Presiden bisa membisikkan masalah ini,” ucapnya.

    Menanggapi permintaan tersebut, Bahlil mengaku memahami harapan masyarakat Aceh. Ia menyebut pembahasan revisi UUPA saat ini berada di bawah koordinasi Panja yang dipimpin Ahmad Doli Kurnia Tanjung.

    Menurut Bahlil, Aceh bersama Papua merupakan daerah yang memiliki status kekhususan sehingga persoalan Dana Otsus harus mendapat perhatian serius.

    “Karena Ketua Panjanya Pak Doli, saya jawab langsung. Sekarang Otsus Aceh dan Papua memiliki kekhususan. Aceh minta 2,5 persen, kita perjuangkan kenaikan Dana Otsus,” kata Bahlil.

    Sebagai informasi, besaran Dana Otsus Aceh mengalami penurunan menjadi 1 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) pada periode 2023–2027. Pemerintah Aceh bersama DPRA saat ini terus memperjuangkan perpanjangan masa berlaku Dana Otsus sekaligus peningkatan alokasinya menjadi 2 persen hingga 2,5 persen melalui revisi UUPA.

  • Dilantik Bahlil, Salim Fakhry Resmi Pimpin Golkar Aceh 2026-2030

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, resmi melantik pengurus baru DPD Partai Golkar Aceh di Hotel Hermes, Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026). Dalam prosesi tersebut, Muhammad Salim Fakhry dilantik sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Aceh untuk periode 2026-2030.

    Kedatangan Bahlil beserta rombongan disambut langsung oleh Salim Fakhry di lobi Hotel Hermes, yang turut memakaikan kopiah meukeutop khas Aceh kepada Ketua Umum Golkar tersebut. Prosesi pelantikan pun diwarnai suguhan budaya lokal, mulai dari tari Saman, tari Seudati, hingga pembacaan pantun oleh seniman Aceh.

    Usai resmi dilantik, Salim Fakhry menegaskan komitmennya menjalankan amanat partai sesuai arahan Ketua Umum. Ia menyebut, kepengurusan baru ini turut diisi kembali oleh para senior partai yang telah bergabung untuk memajukan Golkar Aceh.

    “Insya Allah kami tetap setia, patuh dan taat pada AD/ART, patuh organisasi dan patuh pada instruksi atasan, kuota 30 persen kami penuhi antara tua muda, adik-adik mahasiswa, dan dari berbagai kalangan. Hampir seluruh senior sudah bergabung di partai. Mohon dukungan dan arahan dari pak ketua,” kata Salim.

    Modal 100 Kursi Legislatif Jelang Pemilu 2029

    Salim turut memaparkan modal politik yang dimiliki partainya saat ini. Ia menyebut, kader Fraksi Golkar Aceh yang telah menduduki kursi DPRK se-Aceh berjumlah 88 orang, DPRA sebanyak 9 orang, dan DPR RI sebanyak 3 orang. Ia menegaskan pihaknya tetap membuka pintu lebar bagi siapa pun yang ingin bergabung dengan partai berlambang pohon beringin ini.

    “Kita sangat terbuka kepada siapapun yang ingin bergabung, kami sangat terbuka,” ujarnya.

    Sebelumnya, Salim juga mengungkapkan bahwa kepengurusan DPD I periode ini didominasi kalangan muda dari berbagai latar belakang, dengan harapan mampu membawa perubahan bagi partai. “Kalangan muda sekitar 70 persen dari berbagai kalangan seperti aktivis kampus, organisasi kepemudaan, organisasi pengkaderan, paguyuban hingga berbagai komunitas,” katanya. Selain unsur muda, kepengurusan turut diisi pengusaha muda dan senior, pensiunan aparatur sipil negara (ASN), serta tokoh partai yang ditempatkan di Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, Dewan Penasihat, dan Dewan Pakar.

     

    Bahlil Tegaskan Dua Agenda Utama Golkar

    Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan Partai Golkar memiliki dua agenda strategis: menaikkan jumlah kursi di legislatif dan mendukung penuh pemerintahan Prabowo-Gibran hingga tuntas.

    “Dalam konteks menaikkan kursi, konsolidasi adalah instrumen penting untuk tujuan itu. Musda harus disegerakan di daerah-daerah,” kata Bahlil.

    Pelantikan pengurus Golkar Aceh ini berlangsung dalam rangkaian agenda pada 10-12 Juli 2026, yang juga dibarengi dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh anggota Fraksi Golkar Aceh di DPRA dan DPRK se-Aceh, serta Rapat Kerja Daerah (Rakerda).

    Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, yang turut hadir dalam Bimtek di Hotel Hermes, mengaku DPP belum menetapkan target pasti jumlah kursi yang akan diraih pada Pemilu 2029. Meski begitu, secara umum Golkar menargetkan penambahan kursi di setiap daerah pemilihan, baik untuk DPR RI, DPR Aceh, maupun DPR kabupaten/kota.

    “Angka pastinya belum bisa ditentukan sekarang. Yang sedang kami lakukan adalah pemetaan. Melalui Bimtek ini kami ingin memastikan siapa saja anggota DPR yang masih bersedia maju kembali, siapa yang akan naik ke tingkat DPR RI atau DPRA, sehingga strategi pemenangan bisa disusun lebih matang,” tutup Doli.

  • Bekali Kader, Golkar Aceh Matangkan Strategi Menuju Pemilu 2029

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Partai Golkar mulai memperkuat strategi pemenangan menghadapi Pemilu 2029 dengan menargetkan penambahan kursi di seluruh tingkatan legislatif. Hal ini ditegaskan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota Fraksi Partai Golkar DPR Aceh dan DPRK se-Aceh, Jumat (10/7/2026).

    Bimtek tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Aceh. Doli menjelaskan, peserta kegiatan ini merupakan anggota DPR RI, DPR provinsi, serta DPR kabupaten/kota dari Partai Golkar, dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas kader legislatif sebagai modal menghadapi kontestasi mendatang.

    “Anggota DPR ini adalah modal dasar kita. Kalau ingin menambah kursi pada Pemilu 2029, maka yang pertama harus kita pertahankan adalah kursi yang sudah ada. Karena itu kapasitas mereka harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

    Adaptasi Digital Jadi Tuntutan bagi Legislator Golkar

    Doli menilai dinamika politik saat ini bergerak sangat cepat, mulai dari perubahan sistem pemilu, karakter masyarakat, hingga perkembangan teknologi komunikasi.

    Kondisi ini menuntut para legislator mampu beradaptasi dengan pemanfaatan media sosial dan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence).

    Golkar
    Konferensi pers menjelang pelantikan pengurus baru, Bimtek dan Rakerda di gedung DPD Partai Golkar Aceh, Kamis (9/7/2026).
    (Foto: acehtoday.id/Elza)

    “Dulu komunikasi politik cukup dilakukan secara tatap muka. Sekarang sudah berkembang melalui media sosial, artificial intelligence, dan berbagai platform digital. Anggota DPR harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan itu,” ujarnya.

    Menurut Doli, kemampuan membangun komunikasi di ruang digital akan membantu anggota DPR memperkuat citra diri sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai.

    “Ketika anggota DPR membuat sesuatu yang positif, masyarakat bukan hanya menilai individu tersebut, tetapi juga menilai Partai Golkar. Itu akan berdampak pada citra partai secara keseluruhan,” ucap Doli.

    Meski menargetkan penambahan kursi di setiap daerah pemilihan, baik untuk DPR RI, DPR Aceh, maupun DPR kabupaten/kota, Doli mengaku DPP belum menetapkan angka pasti jumlah kursi yang akan diraih pada Pemilu 2029.

    Alasannya, dinamika politik masih sangat mungkin berubah dalam tiga tahun ke depan.

    “Angka pastinya belum bisa ditentukan sekarang. Yang sedang kami lakukan adalah pemetaan. Melalui Bimtek ini kami ingin memastikan siapa saja anggota DPR yang masih bersedia maju kembali, siapa yang akan naik ke tingkat DPR RI atau DPRA, sehingga strategi pemenangan bisa disusun lebih matang,” tutup Doli.

    Bimtek Jadi Sarana Perkuat Kesiapan Kader Golkar Aceh

    Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, Muhammad Salim Fakhry, meminta seluruh anggota Fraksi Golkar DPR Aceh dan DPRK se-Aceh memanfaatkan Bimtek ini sebaik mungkin sebagai sarana meningkatkan kapasitas, baik sebagai legislator maupun sebagai kader partai.

    Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan penting untuk memahami hak dan kewajiban, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi agenda politik yang akan datang.

    “Kita berharap seluruh peserta mengikuti Bimtek ini dengan disiplin sehingga memahami hak dan kewajiban sebagai anggota DPR maupun sebagai kader Partai Golkar,” pungkas Salim Fakhry.**

  • Jelang Pelantikan, Fakhri: Golkar Aceh Kali ini Diperkuat Kader Muda

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dijadwalkan memimpin langsung pelantikan pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh. Agenda ini akan berlangsung dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar pada 10–12 Juli 2026 di Hermes Hotel, Banda Aceh.

    Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, HM Fakhri Salim, mengungkapkan bahwa komposisi kepengurusan periode ini didominasi kalangan muda hingga mencapai sekitar 70 persen.

    Para pengurus muda tersebut berasal dari latar belakang beragam, mulai dari aktivis organisasi kampus, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi pengkaderan, paguyuban, hingga berbagai komunitas.

    “Dari pengurus kalangan anak muda sekitar 70 persen latar belakang sebagai aktivis organisasi kampus, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi pengkaderan, paguyuban hingga berbagai komunitas,” ujar Fakhri.

    Selain diisi kalangan aktivis muda, struktur kepengurusan Golkar Aceh juga melibatkan pengusaha muda, pengusaha senior, pensiunan aparatur sipil negara (ASN), serta sejumlah tokoh partai yang didudukkan pada posisi Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, Dewan Penasihat, dan Dewan Pakar.

    Menurut Fakhri, para pengurus tersebut sudah lama berproses di internal partai dan diharapkan bisa menjadikan Golkar sebagai wadah penyaluran ide serta gagasan segar.

    Di sisi lain, kegiatan Bimtek disebut sebagai agenda wajib partai untuk membina anggota Fraksi Partai Golkar, baik yang duduk di DPRA maupun DPRK se-Aceh.

    Fakhri menjelaskan, pembinaan teknis ini bertujuan memastikan kerja-kerja legislatif berjalan lebih terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

    “Bimtek itu bimbingan teknis khusus kepada teman-teman anggota DPRA dan DPRK se-Aceh dari Fraksi Partai Golkar. Itu memang sebuah tugas dan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap partai,” kata Fakhri.

    Ia menambahkan, materi pelatihan dirancang agar peserta memahami tugas pokok legislator sesuai kebutuhan kekinian, sehingga hasil kerja politik benar-benar sejalan dengan amanah yang diberikan masyarakat Aceh.

    Dalam pelaksanaannya, panitia turut menghadirkan tiga narasumber nasional yang fokus membahas relasi media dan strategi komunikasi kader.

    Materi ini dinilai penting agar anggota dewan mampu menyampaikan informasi secara tepat, baik kepada masyarakat maupun pemerintah.

    Tak hanya soal komunikasi, peserta Bimtek juga dibekali materi pengelolaan anggaran sesuai regulasi bersama narasumber dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), fungsi kefraksian, strategi pemenangan pemilu, hingga optimalisasi kerja partai secara menyeluruh.

    Aspek digitalisasi dan personal branding turut menjadi bagian penting dari kurikulum pelatihan. Fakhri menegaskan, anggota legislatif dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi agar tidak tertinggal dalam membangun citra kerja politik maupun personal di ranah digital.

    “Kalau kita tidak menguasai media sosial dan perkembangan digital, tentu kita akan tertinggal,” ujarnya.
    Bersamaan dengan Bimtek, Rakerda juga akan menyusun program kerja yang selaras dengan kebijakan DPP Partai Golkar serta merumuskan rekomendasi terhadap isu-isu strategis di Aceh.

    Sementara itu, Ketua Harian Golkar Aceh yang juga menjabat Ketua Panitia Pelaksana, Khalid, menyatakan kesiapan penyelenggaraan acara telah mencapai 90 persen menjelang hari pelaksanaan.

    “Saat ini kesiapan acara mencapai 90 persen. Kita harap pelaksanaan agenda ini dapat berjalan baik hingga selesai,” pungkas Khalid.**