acehtoday.id/ | Banda Aceh – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dijadwalkan memimpin langsung pelantikan pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh. Agenda ini akan berlangsung dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar pada 10–12 Juli 2026 di Hermes Hotel, Banda Aceh.
Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, HM Fakhri Salim, mengungkapkan bahwa komposisi kepengurusan periode ini didominasi kalangan muda hingga mencapai sekitar 70 persen.
Para pengurus muda tersebut berasal dari latar belakang beragam, mulai dari aktivis organisasi kampus, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi pengkaderan, paguyuban, hingga berbagai komunitas.
“Dari pengurus kalangan anak muda sekitar 70 persen latar belakang sebagai aktivis organisasi kampus, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi pengkaderan, paguyuban hingga berbagai komunitas,” ujar Fakhri.
Selain diisi kalangan aktivis muda, struktur kepengurusan Golkar Aceh juga melibatkan pengusaha muda, pengusaha senior, pensiunan aparatur sipil negara (ASN), serta sejumlah tokoh partai yang didudukkan pada posisi Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, Dewan Penasihat, dan Dewan Pakar.
Menurut Fakhri, para pengurus tersebut sudah lama berproses di internal partai dan diharapkan bisa menjadikan Golkar sebagai wadah penyaluran ide serta gagasan segar.
Di sisi lain, kegiatan Bimtek disebut sebagai agenda wajib partai untuk membina anggota Fraksi Partai Golkar, baik yang duduk di DPRA maupun DPRK se-Aceh.
Fakhri menjelaskan, pembinaan teknis ini bertujuan memastikan kerja-kerja legislatif berjalan lebih terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Bimtek itu bimbingan teknis khusus kepada teman-teman anggota DPRA dan DPRK se-Aceh dari Fraksi Partai Golkar. Itu memang sebuah tugas dan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap partai,” kata Fakhri.
Ia menambahkan, materi pelatihan dirancang agar peserta memahami tugas pokok legislator sesuai kebutuhan kekinian, sehingga hasil kerja politik benar-benar sejalan dengan amanah yang diberikan masyarakat Aceh.
Dalam pelaksanaannya, panitia turut menghadirkan tiga narasumber nasional yang fokus membahas relasi media dan strategi komunikasi kader.
Materi ini dinilai penting agar anggota dewan mampu menyampaikan informasi secara tepat, baik kepada masyarakat maupun pemerintah.
Tak hanya soal komunikasi, peserta Bimtek juga dibekali materi pengelolaan anggaran sesuai regulasi bersama narasumber dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), fungsi kefraksian, strategi pemenangan pemilu, hingga optimalisasi kerja partai secara menyeluruh.
Aspek digitalisasi dan personal branding turut menjadi bagian penting dari kurikulum pelatihan. Fakhri menegaskan, anggota legislatif dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi agar tidak tertinggal dalam membangun citra kerja politik maupun personal di ranah digital.
“Kalau kita tidak menguasai media sosial dan perkembangan digital, tentu kita akan tertinggal,” ujarnya.
Bersamaan dengan Bimtek, Rakerda juga akan menyusun program kerja yang selaras dengan kebijakan DPP Partai Golkar serta merumuskan rekomendasi terhadap isu-isu strategis di Aceh.
Sementara itu, Ketua Harian Golkar Aceh yang juga menjabat Ketua Panitia Pelaksana, Khalid, menyatakan kesiapan penyelenggaraan acara telah mencapai 90 persen menjelang hari pelaksanaan.
“Saat ini kesiapan acara mencapai 90 persen. Kita harap pelaksanaan agenda ini dapat berjalan baik hingga selesai,” pungkas Khalid.**
Tinggalkan Balasan