acehtoday.id/ | Banda Aceh – Di balik deretan video promosi wisata Aceh yang kerap wara-wiri di media sosial, ada sosok videografer muda Aceh bernama Yulzi Muammar Qhadafi, akrab disapa Uji. Pemuda 24 tahun asal Lhokseumawe ini membuktikan bahwa kerja keras mampu mengubah nasib, dari sempat menjadi kuli panggul hingga kini dipercaya sebagai kameramen pribadi seorang YouTuber asal London.
Kini, Uji menjalani profesi sebagai videografer, konten kreator, sekaligus wartawan lepas. Di sela kesibukannya, ia juga masih aktif menempuh pendidikan di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka.
Perjalanan Uji menuju dunia kreatif bukanlah jalan yang mulus. Setelah lulus sekolah pada 2020, ia sempat menjalani berbagai pekerjaan serabutan demi bertahan hidup, mulai dari menjaga konter pulsa, berjualan gorengan, hingga menjadi kuli panggul.
"Setelah tamat sekolah saya sempat kerja serabutan. Jadi kuli panggul, jualan gorengan, jaga konter pulsa, sampai punya usaha kecil-kecilan," kata Uji kepada acehtoday.id/, Jumat (10/7/2026).
Titik Balik Yulzi Muammar Qhadafi di Warung Kopi Taman Budaya

Ketertarikan Uji pada dunia videografi sebenarnya sudah muncul sejak 2017. Ia belajar secara otodidak memahami kamera, teknik pengambilan gambar, proses editing video, hingga dasar-dasar visual storytelling.
Titik balik kariernya terjadi saat ia bertemu wartawan senior Hidayatullah di sebuah warung kopi kawasan Taman Budaya Banda Aceh. Pertemuan tersebut menjadi awal Uji mempelajari jurnalistik secara lebih serius.
Di bawah bimbingan Hidayatullah, ia mendalami teknik penulisan berita, pengambilan gambar televisi, hingga praktik liputan langsung selama hampir setahun sebagai stringer untuk TVRI.
“Cara ngajarnya memang keras, seperti militer. Tapi buat saya tidak masalah, yang penting ilmunya bisa saya dapatkan,” ujarnya sambil tertawa.
Proses belajar yang keras itu membuahkan hasil. Pada 2021, Uji mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan berhasil memperoleh sertifikat Jurnalis Muda.
Bekal jurnalistik ini kemudian menjadi modal saat ia bergabung dengan Aceh Tourism Travel pada awal 2022, dengan fokus memproduksi konten promosi wisata, budaya, dan kuliner Aceh di berbagai platform digital.
Terbang ke Arab Saudi Berkat Profesi Videografer
Menurut Uji, perkembangan media sosial membuka peluang besar bagi pekerja kreatif seperti dirinya. Namun ia menilai apresiasi terhadap profesi videografer dan konten kreator di Aceh masih perlu ditingkatkan.
“Orang masih melihat kami cuma duduk di depan laptop di warung kopi, seolah-olah tidak bekerja. Padahal yang capek itu pikiran dan proses kreatifnya,” katanya.
Ia juga menyoroti rendahnya penghargaan terhadap nilai jasa kreatif. “Kalau kita kasih harga, orang bilang mahal. Padahal mereka belum tahu biaya alat, proses produksi sampai editing yang kami kerjakan,” ujarnya.
Sieh dir diesen Beitrag auf Instagram an
Salah satu pengalaman paling berkesan dalam kariernya terjadi pada 2025. Setelah sebelumnya membantu seorang YouTuber asal London membuat konten di Aceh, Uji kembali dipercaya menjadi kameramen pribadi saat meliput pertandingan Timnas Indonesia di Arab Saudi selama 15 hari.
“Profesi ini membawa saya ke luar negeri. Itu pengalaman terbaik yang saya dapatkan karena pekerjaan saya sendiri,” katanya.
Ke depan, Uji berharap dapat terus mengasah kemampuan dan disiplin diri agar semakin profesional di bidangnya.
“Kedepannya kita ingin terus memperbaiki kekurangan dan mengasah skill. Lalu inginnya profesi ini membawa kita tetap bisa jalan-jalan tapi juga bekerja. Tapi tetap mengerjakan tanggung jawab sebagai videografer,” lanjutnya.
Kepada generasi muda Aceh yang ingin berkarya di bidang kreatif, Uji berpesan agar tidak mudah menyerah dan berani bermimpi besar.
“Jangan gengsi, jangan overthinking sama karya sendiri. Saya juga mulai dari karya yang tidak dilirik orang. Bermimpilah setinggi mungkin karena dari situ ambisi akan tumbuh. Dan jangan menyerah ketika dimarahi atau mendapat kritik. Semua itu bagian dari proses belajar,” pungkasnya.**
Tinggalkan Balasan