Bulan: Juni 2026

  • 461 Peserta Lolos Jalur Talenta USK 2026, Seleksi 1.206 Pendaftar

    461 Peserta Lolos Jalur Talenta USK 2026, Seleksi 1.206 Pendaftar

    acehtoday.id/ | Banda Aceh  — Sebanyak 461 peserta resmi dinyatakan lulus seleksi Jalur Talenta USK 2026 atau Jalur Prestasi Berdasarkan Talenta Tahun Akademik 2026/2027 yang diselenggarakan Universitas Syiah Kuala (USK). Dari total 1.206 pendaftar, hanya sekitar 38 persen yang berhasil melewati proses seleksi kompetitif ini.

    Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA, menyebut tingginya jumlah pendaftar mencerminkan banyaknya generasi muda Aceh yang memiliki prestasi membanggakan. Namun, keterbatasan kuota mengharuskan panitia menerapkan standar seleksi yang sangat ketat.

    “Tim seleksi melakukan penilaian secara cermat terhadap berbagai aspek prestasi dan pencapaian setiap peserta. Dari 1.206 pendaftar, hanya 461 yang dinyatakan lulus—ini gambaran betapa kompetitifnya proses seleksi kali ini,” ujar Prof. Heru, Senin (2/6/2026).

    Jalur Talenta sendiri dirancang USK untuk menjaring calon mahasiswa berprestasi di berbagai bidang, mulai dari akademik, keagamaan, seni, olahraga, hingga pengabdian masyarakat. Prof. Heru menegaskan, peserta yang lolos berasal dari berbagai daerah di Aceh, bukan hanya dari Banda Aceh.

    “USK ingin memastikan akses yang setara bagi seluruh putra-putri terbaik Aceh. Hasil seleksi tahun ini memperlihatkan bahwa prestasi dan potensi unggul dapat lahir dari mana saja,” katanya.

    10 Sekolah di Jalur Talenta USK 2026

    Universitas Syiah Kuala (USK)
    Mahasiswa USK

    Berdasarkan data hasil seleksi, sepuluh SMA/MA dengan peserta lulus terbanyak pada Jalur Talenta USK 2026 adalah SMAN Unggul Subulussalam, SMA Negeri 7 Banda Aceh, SMA Laboratorium USK, MAS Ruhul Islam, MAS Al-Manar, MAN Model, SMA Swasta Darul Hijrah, SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMAN 2 Modal Bangsa, dan MA Ruhul Qurani.

    Prof. Heru berharap para peserta yang lulus dapat mengoptimalkan kesempatan tersebut dan terus mengembangkan potensi diri selama menempuh pendidikan di USK. Menurutnya, prestasi yang sudah diraih barulah modal awal—yang lebih penting adalah bagaimana prestasi itu dilanjutkan melalui pembelajaran, penelitian, inovasi, dan pengabdian.

    Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, menyatakan bahwa mahasiswa Jalur Talenta akan mendapat pendampingan khusus melalui berbagai program pengembangan, mulai dari kompetisi, organisasi kemahasiswaan, inovasi, hingga penguatan karakter.

    “Kami ingin talenta-talenta unggul ini tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan siap berkontribusi bagi pembangunan Aceh, Indonesia, bahkan dunia,” pungkasnya.

  • Geger! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Toilet Masjid Peunayong

    Geger! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Toilet Masjid Peunayong

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Warga Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang sudah membusuk di toilet Masjid Peunayong, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan mulai mengalami pembusukan, temuan tersebut pertama kali terungkap setelah pengurus masjid mencium aroma tidak sedap yang berasal dari salah satu toilet masjid.

    Kecurigaan semakin menguat karena bau menyengat tersebut telah tercium sejak beberapa waktu terakhir. Setelah dilakukan pemeriksaan, pengurus masjid memutuskan untuk mendobrak pintu toilet yang terkunci dari dalam.

    Saat pintu berhasil dibuka, terlihat seorang pria dalam posisi tersungkur di lantai toilet.

    arga Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang sudah membusuk di toilet Masjid Peunayong, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
    Petugas bersama aparat kepolisian mengevakuasi mayat pria tanpa identitas yang ditemukan di toilet Masjid Peunayong, Banda Aceh, Selasa (2/6/2026).(Dok Pusdalops BPBA/Fauzan)

    Membusuk di Toilet Masjid

    Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, termasuk personel Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (Pusdalops BPBA), menyebutkan korban diduga terjatuh saat berada di dalam toilet, dan ditemukan sudah membusuk.

    Personel Pusdalops BPBA yang juga relawan RAPI, Fauzan, mengatakan terdapat banyak darah di bagian kepala korban.

    “Posisi korban diduga terjatuh ketika sedang buang hajat di WC jongkok. Ada bekas kucuran darah yang begitu banyak di kepala korban,” ujar Fauzan.

    Menurutnya, korban diperkirakan berusia sekitar 50 tahun. Namun hingga saat ditemukan, tidak ditemukan dokumen identitas maupun barang yang dapat mengungkap jati dirinya.

    Berdasarkan kondisi jasad, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan.

    Polisi dan Tim Inafis Lakukan Penyelidikan

    Usai menemukan mayat tersebut, pengurus Masjid Peunayong segera melaporkan kejadian itu kepada Keuchik Gampong Peunayong yang kemudian meneruskannya ke pihak kepolisian.

    Petugas dari Polsek Kuta Alam bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah keterangan.

    Tak lama kemudian, ambulans PMI Banda Aceh yang dihubungi pihak kepolisian tiba di lokasi untuk mengevakuasi jasad korban.

    Mayat selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh guna proses identifikasi lebih lanjut.

    Fauzan yang turut membantu proses evakuasi mengatakan kondisi korban sudah cukup memprihatinkan.

    “Saya ikut mengangkat mayat itu dari lokasi kejadian. Kondisinya sudah mulai membengkak dengan kulit sudah terkelupas. Wajahnya sudah sulit dikenali apalagi banyak darah yang sudah mengering menutupi wajah,” katanya.

    Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian serta mencari keluarga korban.

    Kasus penemuan mayat tanpa identitas tersebut kini sepenuhnya ditangani aparat kepolisian.

  • Siapa Nanik S. Deyang? Kepala BGN Baru Pilihan Prabowo

    Siapa Nanik S. Deyang? Kepala BGN Baru Pilihan Prabowo

    acehtoday.id/ | jakarta – Nama Nanik S. Deyang mendadak menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.

    Penunjukan tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan pergantian pimpinan di lembaga yang mengawal berbagai program strategis bidang gizi nasional.

    Pengangkatan Nanik diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Selasa (2/6/2026).

    “Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan mengangkat Saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN,” kata Prasetyo Hadi.

    Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya dicopot dari jabatan Kepala BGN. Bersamaan dengan itu, dua wakil kepala badan juga diberhentikan, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.

    Pergantian tersebut menarik perhatian publik dan memunculkan pertanyaan, siapa sebenarnya Nanik S. Deyang hingga dipercaya Presiden Prabowo memimpin Badan Gizi Nasional?

    Profil Nanik S. Deyang, Kepala BGN Baru Pilihan Prabowo

    Dilansir dari Kompas.com, Nanik S. Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki pengalaman panjang di dunia media massa sebelum terjun ke politik dan pemerintahan.

    Kariernya dimulai sebagai wartawati di Tabloid Bangkit yang merupakan bagian dari Kompas Gramedia. Setelah itu, Nanik juga aktif sebagai pimpinan media dalam Kelompok Media Peluang (KMP).

    Saat masih berkiprah sebagai jurnalis, Nanik dikenal cukup kritis dalam mengangkat berbagai isu sosial, politik, maupun ekonomi. Pengalamannya di dunia media membuatnya memiliki kemampuan komunikasi publik yang kuat.

    Karier politik Nanik mulai mendapat perhatian nasional ketika ia bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019. Saat itu, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur.

    Kedekatan dan kepercayaan politik tersebut terus berlanjut hingga era pemerintahan Prabowo. Pada Oktober 2024, Nanik dilantik sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan untuk periode 2024-2029.

    Dari Pengentasan Kemiskinan Hingga Badan Gizi Nasional

    Perjalanan karier Nanik di pemerintahan terus meningkat. Pada 17 September 2025, ia ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional dan melepaskan jabatannya sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.

    Di BGN, Nanik mengemban tugas sebagai Wakil Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Posisi tersebut membuatnya terlibat langsung dalam berbagai program strategis pemerintah terkait peningkatan gizi masyarakat.

    Pengalaman tersebut dinilai menjadi salah satu alasan Presiden Prabowo mempercayakannya untuk memimpin BGN secara penuh.

    Selain aktif di pemerintahan, Nanik juga tercatat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Pengangkatannya berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna PT Pertamina (Persero) Nomor SK-150/MBU/06/2025 dan Nomor SK.012/DI-DAM/DO/2025 tertanggal 12 Juni 2025.

    Tantangan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN

    Sebagai Kepala BGN yang baru, Nanik menghadapi tugas besar untuk memastikan berbagai program gizi nasional berjalan efektif dan tepat sasaran. Salah satu program yang menjadi perhatian publik adalah Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Selain itu, ia juga dituntut memperkuat koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mempercepat peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

    Dengan pengalaman di bidang media, politik, pemerintahan, dan BUMN, Nanik S. Deyang kini memikul tanggung jawab besar untuk membawa Badan Gizi Nasional mencapai target-target yang telah ditetapkan pemerintah.

    Pergantian kepemimpinan ini sekaligus menandai babak baru di tubuh BGN di bawah komando Nanik S. Deyang, sosok yang kini menjadi pilihan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin lembaga strategis tersebut.

    sebelumnya Dadan Hindayana dicopot dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian publik, keputusan Presiden mencopo Pergantian mendadak ini terjadi di tengah berbagai sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah yang selama ini berada di bawah koordinasi BGN.

    Minimnya penjelasan yang disampaikan kepada publik memunculkan berbagai pertanyaan, mengingat BGN merupakan lembaga strategis yang mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional dengan cakupan penerima manfaat yang sangat besar.

  • Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Presiden Ganti Pucuk Pimpinan Program MBG

    Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Presiden Ganti Pucuk Pimpinan Program MBG

    acehtoday.id/ | Jakarta – Dadan Hindayana dicopot dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian publik, keputusan Presiden mencopo Pergantian mendadak ini terjadi di tengah berbagai sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah yang selama ini berada di bawah koordinasi BGN.

    Pengumuman resmi disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam keterangannya, Prasetyo menyebut Presiden telah memutuskan melakukan pergantian pimpinan di tubuh BGN.

    “Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional, pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kedua Saudara Lodewijk Paulus sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.

    Dadan Hindayana Dicopot di Tengah Sorotan terhadap Program Makan Bergizi Gratis

    Dadan Hindayana dicopot dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian publik, keputusan Presiden mencopo Pergantian mendadak ini terjadi di tengah berbagai sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah yang selama ini berada di bawah koordinasi BGN.
    Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan alasan pencopotan beberapa pejabat Badan Gizi Nasional (BGN).

    Meski pemerintah tidak menjelaskan secara rinci alasan di balik pencopotan tersebut, pergantian pimpinan ini memunculkan berbagai spekulasi. Pasalnya, BGN selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu lembaga yang paling disorot karena memegang tanggung jawab besar dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis yang menyerap anggaran negara dalam jumlah besar.

    Di satu sisi, pemerintah menilai BGN berhasil membangun fondasi kelembagaan sejak dibentuk. Namun di sisi lain, berbagai tantangan implementasi program di lapangan, mulai dari distribusi, pengawasan hingga efektivitas penyaluran manfaat, terus menjadi perhatian publik dan parlemen.

    Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan alasan pencopotan beberapa pejabat Badan Gizi Nasional (BGN). Dijelaskan, ada beberapa temuan yang menjadi catatan Presiden Prabowo Subianto berkenaan dengan masalah kedisiplinan.

    Tiga pejabat yang dicopot adalah Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Ketua BGN Lodewyk Pusung, dan Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya.

    “Selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang itu menjadi dasar pertimbangan oleh presiden untuk melakukan pergantian ini,” kata Prasetyo, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (2/6/2026).

    “Dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera diperbaiki,” kata Prasetyo.

    Dia menjelaskan beberapa catatan yang dimaksud seperti persoalan kedisplinan dalam menjalankan Standar Operasi Prosedur (SOP), kemudian dengan masalah kedisiplinan menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN.

    “Beberapa hal tersebut yang menjadi pertimbangan dalam 1,5 tahun ini,” tuturnya.

    Diketahui pada hari ini, Presiden memutuskan mengangkat tiga pejabat baru presiden, yakni :

    Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
    Agustina Arumsari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
    Mayjen TNI Trenggono Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

    Prasetyo Hadi tetap memberikan apresiasi kepada Dadan Hindayana dan jajaran yang telah bekerja membangun lembaga tersebut sejak awal.

    “Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” ujarnya.

    Pergantian ini sekaligus menandai babak baru bagi BGN. Publik kini menunggu langkah pimpinan baru dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai kritik yang selama ini muncul.

    Dengan keputusan tersebut, Dadan Hindayana resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala BGN. Sementara itu, perhatian kini tertuju pada arah kebijakan baru yang akan diambil pemerintah untuk menjaga keberlanjutan program unggulan yang menyasar jutaan pelajar dan kelompok rentan di seluruh Indonesia.

    Hingga pengumuman pergantian pimpinan disampaikan pemerintah, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan di balik pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

    Pemerintah hanya menyampaikan keputusan pergantian beserta ucapan terima kasih atas kontribusi dan dedikasi Dadan selama membangun fondasi lembaga tersebut.

    Minimnya penjelasan yang disampaikan kepada publik memunculkan berbagai pertanyaan, mengingat BGN merupakan lembaga strategis yang mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional dengan cakupan penerima manfaat yang sangat besar.

    Sejumlah pihak menilai transparansi terkait evaluasi kinerja pimpinan lembaga negara penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan akuntabilitas dalam pelaksanaan program pemerintah.

    Sampai berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Dadan Hindayana terkait keputusan tersebut. Publik kini menunggu penjelasan lebih lanjut dari pemerintah mengenai arah kebijakan BGN ke depan serta alasan yang melatarbelakangi pergantian pucuk pimpinan lembaga yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan program MBG.

  • Pameran Tsunami Aceh Hadirkan Manuskrip Kuno dan Teknologi Peringatan Dini

    Pameran Tsunami Aceh Hadirkan Manuskrip Kuno dan Teknologi Peringatan Dini

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Pameran Tsunami Aceh bertajuk “Jejak Ingatan Tsunami: Dari Tradisi Lisan atau Hikayat ke Metadata” resmi dibuka di Museum Tsunami Aceh sejak 25 Mei 2026.

    Pameran temporer yang direncanakan berlangsung selama enam bulan ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat mengenai sejarah kebencanaan, siklus tsunami, serta pentingnya mitigasi bencana di Aceh.

    Dalam pameran ini, dipaparkan hasil penelitian pakar Universitas Syiah Kuala, Profesor Nazli, yang menyebutkan wilayah Aceh telah mengalami minimal 11 kali peristiwa tsunami. Data tersebut mempertegas bahwa tsunami merupakan siklus alam berkala di kawasan tersebut.

    Pameran Tsunami Aceh bertajuk "Jejak Ingatan Tsunami: Dari Tradisi Lisan atau Hikayat ke Metadata" resmi dibuka di Museum Tsunami Aceh sejak 25 Mei 2026
    Replika Prasasti Batu Dari Jepang, Sebagai Tanda Peringatan Tsunami.

    Konseptor pameran, Nurul Latifa, S.Pd., M.Pd, mengatakan selain data ilmiah, pameran memajang bukti mitigasi tradisional berupa manuskrip abad ke-19 karya Syekh Abbas Kuta Karang dan catatan Syarif Krueng Raya (1964). Ditampilkan pula replika prasasti batu dari Jepang yang berfungsi sebagai peringatan bencana lintas generasi.

    “Kita pajang beberapa koleksi manuskrip dan replika prasasti dari Jepang,” Ungkap Nurul saat di wawancara. Selasa (2/6/2026).

    Lebih lanjut, Nurul Mengatakan untuk mempermudah edukasi, pihak museum menyediakan diorama proses terjadinya tsunami serta ruang khusus yang menampilkan perkembangan metadata dan perangkat pemantauan modern berbasis sistem peringatan dini.

    “Ada diorama yang menjelaskan proses tsunami dan beberapa foto alat pendeteksi tsunami,” Tambahnya.

    Pameran Tsunami Aceh Diminati Wisatawan dan Masyarakat

    Hingga awal Juni 2026, antusiasme masyarakat tergolong tinggi dengan total kunjungan mencapai lebih dari 10 ribu orang, termasuk wisatawan domestik asal Sumatera Utara dan wisatawan mancanegara asal Malaysia.

    Seorang pengunjung, Tasya (24), mengatakan dirinya tertarik dengan pameran ini karena igin mengatahui lebih banyak terkait siklus bencana tsunami yang pernah terjadi. menurutnya dengan ada pameran seperti ini mampu menyadarkan seluruh kalangan akan pentingnya menghargai dan belajar dari masa lalu.

    Seorang pengunjung, Tasya (24), mengatakan dirinya tertarik dengan pameran ini karena igin mengatahui lebih banyak terkait siklus bencana tsunami yang pernah terjadi. menurutnya dengan ada pameran seperti ini mampu menyadarkan seluruh kalangan akan pentingnya menghargai dan belajar dari masa lalu.
    Seorang Pengunjung Memperhatikan Tulisan Hikayat Koleksi Pameran.

    “Alasan saya suka ikut pameran begini karena kita bisa melihat metadata modern dan manuskrip abad ke-19 disandingkan dalam satu ruangan. Itu bikin sadar kalau bencana ini adalah siklus yang nyata” Ujar Tasya kepada acehtoday.id/.

    Pengunjung lainnya, Hasanah (36), mengatakan dirinya datang bersama keluarga untuk melihat pameran guna mengedukasi anaknya tentang sejarah. Lebih mendalam menurutnya generasi yang akan datang perlu dikenalkan dan diajarkan soal kebencanaan.

    “Walaupun anak-anak tidak merasakan yang pernah terjadi, tetapi mereka harus paham bahwa ada yang namanya bencana alam dan tau tanda-tandanya,” Ungkapnya.

  • DBD di Banda Aceh Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan, Dinkes Kota Keluarkan Himbaun

    DBD di Banda Aceh Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan, Dinkes Kota Keluarkan Himbaun

    acehtoday.id/ |Banda Aceh — Ancaman kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banda Aceh berpotensi meningkat seiring prakiraan hujan sedang hingga lebat yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh pada Selasa (2/6/2026).

    Curah hujan yang tinggi dapat memicu munculnya genangan air di lingkungan pemukiman warga yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab DBD dan Chikungunya.

    Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah pencegahan DBD di lingkungan rumah masing-masing. Upaya pemberantasan sarang nyamuk secara rutin dinilai menjadi kunci penting untuk menekan risiko penularan penyakit selama musim hujan berlangsung.

    Entomolog Ahli Madya Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Darmansyah, mengatakan pencegahan penyakit DBD harus dimulai dari lingkungan rumah tangga, terutama dengan memperhatikan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

    “Kita mulai dari bak mandi, vas bunga bahkan kaleng-kaleng bekas di rumah,” ujar Darmansyah kepada acehtoday.id/, Selasa (2/6/2026).

    Menurutnya, langkah sederhana tersebut sering kali dianggap sepele oleh masyarakat, padahal memiliki peran besar dalam mengendalikan populasi nyamuk penyebab DBD.

    Darmansyah menjelaskan pihaknya terus mengimbau masyarakat dan kader kesehatan desa untuk rutin melakukan survei jentik nyamuk setiap bulan guna menekan angka kasus DBD di Kota Banda Aceh.

    “Kita mengharuskan kader selama sebulan untuk melakukan survei, paling minimal seratus rumah di desanya masing-masing,” ungkapnya.

    Kegiatan survei jentik tersebut menjadi bagian penting dalam mendeteksi dini keberadaan larva nyamuk sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi ancaman kesehatan masyarakat.

    Ancaman kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banda Aceh berpotensi meningkat seiring prakiraan hujan sedang hingga lebat yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh pada Selasa (2/6/2026).

    Kasus DBD di Banda Aceh Cenderung Menurun

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh mencatat sebanyak 339 kasus DBD pada tahun 2024. Jumlah tersebut menurun menjadi 258 kasus sepanjang tahun 2025.

    Sementara hingga April 2026, jumlah kasus yang tercatat sebanyak 35 kasus. Meski menunjukkan tren penurunan, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat musim hujan berpotensi mempercepat perkembangbiakan nyamuk.

    Gerakan 3M Plus untuk Cegah DBD

    Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mengajak masyarakat menerapkan Gerakan 3M Plus secara rutin di lingkungan rumah.

    Kuras

    • Bersihkan bak mandi dan wadah penampungan air minimal satu kali dalam seminggu.

    Tutup

    • Tutup rapat seluruh tempat penyimpanan air seperti ember, drum, dan tangki air.

    Daur Ulang

    • Kubur atau manfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air hujan.

    Plus

    • Taburkan larvasida atau abate pada tempat penampungan air yang sulit dikuras.

    Selain Gerakan 3M Plus, masyarakat juga diminta memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar rumah.

    • Membersihkan saluran air dan parit yang tersumbat agar tidak terjadi genangan.
    • Memangkas semak-semak dan tanaman rimbun yang berpotensi menjadi tempat istirahat nyamuk.
    • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian bekas pakai di dalam kamar karena dapat menjadi tempat hinggap nyamuk.

    Untuk perlindungan tambahan, warga disarankan:

    • Menggunakan losion atau cairan anti-nyamuk pada kulit yang terbuka.
    • Memasang kelambu terutama untuk bayi, anak-anak, dan lansia.
    • Memasang kawat kasa pada ventilasi dan jendela rumah guna mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.

    Segera Periksa Jika Muncul Gejala

    Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala awal yang mengarah pada Demam Berdarah Dengue (DBD) maupun Chikungunya. Apabila anggota keluarga mengalami demam tinggi secara mendadak selama dua hingga tujuh hari, disertai nyeri sendi dan otot yang hebat, sakit kepala, mual, muntah, atau muncul bintik-bintik merah pada kulit, segera lakukan pemeriksaan ke puskesmas, klinik, atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis sedini mungkin.

    Deteksi dan penanganan sejak awal sangat penting untuk mencegah kondisi pasien menjadi lebih parah serta mengurangi risiko komplikasi yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

    Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pengobatan sendiri tanpa konsultasi tenaga kesehatan apabila gejala terus berlanjut.

    Kewaspadaan dini, penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten melalui pemberantasan sarang nyamuk menjadi langkah paling efektif dalam melindungi keluarga dari ancaman DBD dan Chikungunya selama musim hujan di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.

    Dengan partisipasi aktif seluruh masyarakat, penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk dapat ditekan sehingga risiko terjadinya peningkatan kasus dapat diminimalkan.

  • Mualem Minta Gas Blok Andaman Tak Semua Dialirkan ke Jawa

    Mualem Minta Gas Blok Andaman Tak Semua Dialirkan ke Jawa

    Banda Aceh – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pembangunan pipa transmisi gas bumi Dumai-Sei Mangkei (Dusem) menyusul adanya temuan cadangan gas jumbo di Blok Andaman, Aceh. Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) meminta gas tersebut tidak semuanya dialirkan ke Pulau Jawa.
    “Itu pipa (gas) mau dibangun sampai ke Jakarta, kita nggak dapat apa-apa,” kata Mualem dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

    Mualem berharap produksi gas di Blok Andaman yang ditargetkan beroperasi mulai 2028 dapat memakmurkan masyarakat Aceh. Cadangan gas di sana diperkirakan cukup besar.

    Ketua Umum Partai Aceh itu menjelaskan Aceh pernah menjadi penonton ketika PT Arun beroperasi di Lhokseumawe sekitar tahun 70-an hingga akhir 2015. Dia tidak ingin hal serupa terjadi.

    “Kita sudah tahu dulu bagaimana Arun masa Soeharto dulu, kita jadi penonton terbaik. Jadi inilah yang perlu kita kembangkan. Saya dengan wali (Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud) tak sanggup, karena di situ kan ada yang lebih besar lagi,” jelas Mualem.

    Mualem meminta gas itu tidak semuanya langsung dialirkan ke Pulau Jawa.

    “Minimal bagaimana untuk mereka tinggalkan gas di Aceh supaya jangan dibawa semua. Jadi ada pabrik-pabrik yang perlu kita bangun di Arun atau di mana supaya anak-anak kita adik-adik kita dapat bekerja,” ujarnya.

    Dikutip dari CNBC Indonesia, pembangunan pipa transmisi gas Dusem disiapkan agar produksi gas dari Andaman nantinya bisa langsung disalurkan ke berbagai wilayah di Sumatra hingga Jawa.

    Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pembangunan pipa Dumai-Sei Mangkei sudah dimulai dan ditargetkan selesai sebelum produksi gas Andaman berjalan.

    Menurut dia, proyek ini disiapkan untuk menyalurkan produksi gas yang cukup besar dari Blok Andaman, terutama yang diperkirakan akan mulai beroperasi sekitar 2028.

    “Dusem kita itu punya blok Andaman. Blok Andaman itu ada kandungan gas yang cukup besar juga di sana. Itu nanti masuk ke pulau Sumatera dikirim pakai pipa,” kata dia.

    Laode menjelaskan, selama ini jaringan pipa gas di Sumatra bagian selatan belum terkoneksi sehingga pemerintah memutuskan membangun ruas baru tersebut.

    “Jadi kita bangunkanlah pipa ini nanti begitu rencananya blok Andaman ini insyaallah akan bisa mulai start tahun 2028. Jadi kita sudah jadi nih pipanya, siap untuk menerima,” tambahnya.(Adv)

  • BPBA Catat 31 Bencana di Aceh Selama Periode Mei 2026

    BPBA Catat 31 Bencana di Aceh Selama Periode Mei 2026

    acehtoday.id/ | Banda aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) mencatat sebanyak 31 kejadian bencana terjadi di wilayah Aceh selama periode Mei 2026.

    Dari seluruh kejadian yang tercatat, kebakaran masih menjadi jenis bencana yang paling dominan, yang meliputi kebakaran permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Secara keseluruhan mencapai 19 kejadian atau hampir 60 persen dari total bencana selama bulan Mei dengan prakiraan kerugian mencapai 28 miliar rupiah.

    Berdasarkan data BPBA yang diinput pada 31 Mei 2026 pukul 24.00 WIB, rincian kejadian bencana yang terjadi selama periode bulan Mei meliputi 12 kejadian kebakaran permukiman, 7 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 6 kejadian angin puting beliung, 4 kejadian banjir, dan 2 kejadian abrasi.

    Kejadian-kejadian tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh dengan tingkat dampak yang bervariasi. Kejadian bencana ini juga bedampak pada 134 rumah rusak dan 304 rumah terendam akibat banjir.

    BPBA Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

    Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, ST, MT, mengatakan bahwa dominasi kejadian kebakaran pada bulan Mei menjadi perhatian serius karena Aceh mulai memasuki musim kemarau di beberapa wilayah. Penurunan curah hujan dan kondisi cuaca yang lebih kering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut, semak belukar, dan area perkebunan.

    “Tren kejadian pada bulan Mei menunjukkan bahwa kebakaran masih menjadi ancaman utama di Aceh. Oleh karena itu, seluruh pihak perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus meningkat pada bulan-bulan berikutnya,” ujar Bahron Bakti, Selasa (2/6/2026).

    Selain kebakaran, kejadian angin puting beliung sebanyak 6 kali juga memberikan dampak terhadap permukiman warga di beberapa daerah. Sementara itu, 4 kejadian banjir masih terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam waktu singkat. Di wilayah pesisir, 2 kejadian abrasi tercatat menyebabkan pengikisan garis pantai yang berpotensi mengancam infrastruktur dan permukiman masyarakat.

    Dari sisi dampak, bencana yang terjadi selama Mei 2026 mengakibatkan 1.007 Kepala Keluarga (KK) atau 3.459 jiwa terdampak, serta menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan fasilitas umum di beberapa daerah. Selain itu, kejadian karhutla juga mengakibatkan sekitar 26 hektare lahan terdampak, sehingga menjadi salah satu perhatian utama dalam upaya penanggulangan bencana di Aceh.

    “Menghadapi meningkatnya ancaman karhutla, BPBA telah melakukan berbagai langkah penanganan dan pencegahan bersama BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Upaya tersebut meliputi patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, pemantauan titik panas (hotspot), penyebarluasan informasi peringatan dini, sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar, hingga peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadaman,” ungkapnya.

    BPBA juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kebakaran. Pemantauan kondisi cuaca dan potensi karhutla dilakukan secara berkala guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan kejadian seiring berlangsungnya musim kemarau.

    Bahron Bakti mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar. Menurutnya, keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

    “Mitigasi dan pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengurangi risiko bencana. Dengan dukungan dan kesadaran masyarakat, kita berharap kejadian karhutla maupun bencana lainnya dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan,” tutup Bahron Bakti. **

  • Polsek Lueng Bata Tangkap Pelaku Penganiaya Mantan Pacar

    Polsek Lueng Bata Tangkap Pelaku Penganiaya Mantan Pacar

    Banda Aceh – Personel Polsek Lueng Bata berhasil mengamankan seorang pria yang diduga melakukan tindak penganiayaan terhadap mantan pacarnya mengunakan pisau kerambit di wilayah Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Pelaku AF Alias Bedu (31) ditangkap dirumahnya pada Selasa (2/6/2026) dini hari setelah korban NA (24) melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian pada tanggal 12/4/2026 silam.

    Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kapolsek Lueng Bata AKP Jufri menjelaskan bahwa peristiwa penganiayaan itu terjadi setelah terjadi perselisihan antara pelaku dan korban. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga tidak dapat menerima berakhirnya hubungan asmara yang pernah terjalin dengan korban, sehingga memicu tindakan kekerasan.

    Dan pada saat hubungan korban dengan pelaku masih harmonis, korban NA memodalkan pelaku untuk merehap kamar dirumah pelaku agar disewakan kepada orang lain, namun saat hubungan asmara retak, korban saat itu meminta kepada pelaku agar modal dan keuntungan untuk diserahkan kepada dirinya, sebut kapolsek.

    Korban NA (24) yang mengalami tindak penganiayaan oleh mantan pacarnya sedang periksa kesehatan, Selasa (2/6/2026)

    Lalu, saat korban meminta agar data dokumentasi di handphone untuk di pindahkan, pelaku membanting hp korban sehingga pecah dan pelaku juga mengancam korban dengan sebilah pisau sehingga korban terluka dibagian tangan dengan mendapat tujuh jahitan akibat pisau yang diarahkan oleh pelaku ke korban, tutur AKP Jufri.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka dibagian tangan dan segera mendapatkan penanganan medis.

    Setelah menerima laporan, petugas Polsek Lueng Bata langsung melakukan serangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.

    Berkat kerja cepat petugas, pelaku dan barang bukti sebilah pisau kerambit berhasil diamankan tanpa perlawanan dan selanjutnya dibawa ke Mapolsek Lueng Bata untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, penyidik masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian guna melengkapi proses hukum.

    Kapolsek Lueng Bata menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan, termasuk yang terjadi dalam hubungan pribadi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan setiap persoalan secara baik dan tidak menggunakan kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

    Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan pasal terkait tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 466 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Sementara itu, korban mendapat pendampingan dan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Polsek Lueng Bata mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui atau menjadi korban tindak kekerasan, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sesuai prosedur hukum.

  • Pemko Banda Aceh Cairkan Gaji Ke-13 ASN Mulai Juni 2026

    Pemko Banda Aceh Cairkan Gaji Ke-13 ASN Mulai Juni 2026

    Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal memastikan Pemerintah Kota Banda Aceh mulai mencairkan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko pada minggu pertama Juni 2026.

    Kebijakan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan aparatur sekaligus dukungan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan keluarga ASN menjelang tahun ajaran baru.

    “Gaji ke-13 ini bukan hanya bentuk penghargaan atas pengabdian ASN, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu kebutuhan keluarga, khususnya biaya pendidikan anak-anak memasuki tahun ajaran baru,” ujar Illiza, Selasa, 2 Juni 2026.

    Pencairan gaji ke-13 dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto, serta diperkuat melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) Banda Aceh Nomor 6 Tahun 2026 tentang Teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas yang bersumber dari APBK Banda Aceh Tahun Anggaran 2026.

    Berdasarkan data Pemerintah Kota Banda Aceh, total anggaran yang dialokasikan untuk pembayaran gaji ke-13 tahun 2026 mencapai sekitar Rp25 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 3.542 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 2.218 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta pejabat negara dan anggota DPRK.

    Illiza mengatakan, kebijakan tersebut juga diharapkan memberi dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah di pertengahan tahun.

    “Kita berharap pencairan gaji ke-13 ini dapat membantu meningkatkan daya beli ASN dan secara tidak langsung ikut menggerakkan ekonomi masyarakat Kota Banda Aceh,” katanya.

    Ia juga memastikan seluruh proses pencairan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk bagi PPPK dengan penyesuaian administrasi dan masa kerja sebagaimana diatur pemerintah pusat.

    Pemko Banda Aceh, lanjut Illiza, akan terus berupaya menjaga hak-hak aparatur secara tepat waktu sebagai bagian dari komitmen menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik, profesional, dan berpihak pada pelayanan publik.

    “ASN adalah motor penggerak pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kesejahteraan aparatur juga menjadi perhatian pemerintah agar pelayanan publik tetap berjalan optimal,” pungkasnya.