Bulan: Juni 2026

  • Ramai Pedagang Pendatang di Banda Aceh, Satpol PP-WH Tegaskan Aturan Sama

    Ramai Pedagang Pendatang di Banda Aceh, Satpol PP-WH Tegaskan Aturan Sama

    Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh menegaskan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Kota Banda Aceh dilakukan tanpa membedakan asal daerah para pedagang.

    Pihaknya menyebut sebagian pedagang yang terjaring pembinaan berasal dari Kota Banda Aceh maupun Kabupaten Aceh Besar. Kondisi tersebut dinilai wajar mengingat Banda Aceh merupakan pusat aktivitas ekonomi yang banyak didatangi masyarakat dari berbagai daerah.

    Sekretaris Satpol PP-WH Banda Aceh, Evendi, mengatakan identitas pedagang yang menjalani pembinaan menunjukkan adanya warga dari berbagai daerah yang berjualan di ibu kota provinsi tersebut.

    “Kalau kita lihat ketika pembinaan di kantor terhadap pelanggaran qanun PKL Banda Aceh, ada yang KTP Banda Aceh dan juga Aceh Besar, karena Banda Aceh ini banyak pendatang,” ujar Evendi, Selasa (2/6/2026).

    Menurutnya, Satpol PP-WH tidak menjadikan asal daerah sebagai dasar dalam melakukan penertiban. Fokus utama petugas adalah memastikan seluruh pedagang yang berusaha di wilayah Kota Banda Aceh mematuhi aturan dan qanun yang berlaku.

    “Tetap fokus kita bukan daerah asal mereka, tapi yang membuka usaha di Kota Banda Aceh, intinya siapapun kita perlakukan sama untuk setiap PKL yang ada di sekitaran Banda Aceh dan Aceh Besar,” ujarnya.

    Evendi menjelaskan, penataan PKL dilakukan untuk menjaga ketertiban umum, kenyamanan masyarakat, serta memastikan aktivitas usaha berjalan sesuai dengan aturan zonasi yang telah ditetapkan pemerintah kota.

    Ia menambahkan, Satpol PP-WH Banda Aceh terus mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan pembinaan kepada para pedagang sebelum mengambil tindakan lebih lanjut terhadap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.

  • Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah

    Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah

    Seorang pendaki asal Kabupaten Aceh Utara dilaporkan hilang di kawasan Gunung Seulawah, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, sejak Minggu (31/5/2026).

    Hingga hari ini, Selasa (2/6/2026), korban bernama Faiz Hidayat (23) belum ditemukan setelah terpisah dari rombongannya saat berada di puncak gunung tersebut.

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Al Hussain, mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim penyelamat setelah menerima laporan dari Polsek Lembah Seulawah pada pukul 06.30 WIB.

    Korban merupakan warga Desa Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, mendaki Gunung Seulawah bersama sejumlah rekannya pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Rombongan tiba di puncak sekitar pukul 12.30 WIB.

    Namun saat bersiap turun dari puncak, rekan-rekan korban menyadari Faiz tidak lagi berada di lokasi. Korban terakhir kali terlihat di area puncak Gunung Seulawah.

    “Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan oleh rekan-rekannya di sekitar lokasi terakhir korban terlihat, tetapi hasilnya nihil,” katanya.

    Karena korban tak kunjung ditemukan hingga keesokan harinya, laporan kemudian disampaikan kepada aparat dan diteruskan ke Basarnas Banda Aceh untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan.

    Dalam operasi SAR ini, Basarnas mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, termasuk satu unit rescue truck, drone thermal, perangkat GPS, alat komunikasi, perlengkapan pencarian hutan dan gunung, serta satu ekor anjing pelacak K-9.

    Pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan, yakni Basarnas Banda Aceh, Polsek Lembah Seulawah, Koramil Lembah Seulawah, BKSDA Gunung Seulawah, serta masyarakat setempat.

    “Hingga saat ini, tim SAR masih melakukan penyisiran di kawasan gunung untuk menemukan keberadaan korban,” ujar Al Hussain.

  • Korban Terseret Ombak di Tebing Laut Pulo Aceh Ditemukan Setelah Empat Hari

    Korban Terseret Ombak di Tebing Laut Pulo Aceh Ditemukan Setelah Empat Hari

    Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Ahmat Talha Reza (21), warga Gampong Alue Riyeung, Kecamatan Pulo Aceh, yang hilang setelah terseret ombak saat memancing di tebing laut kawasan Alue Riyeung Pulo Nasi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat pencarian, Selasa (2/6/2026).

    Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan korban ditemukan oleh seorang nelayan yang hendak melaut dari Dermaga Dedap sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, nelayan melihat benda mengapung di laut dan mendekatinya untuk memastikan.

    “Setelah diperiksa, benda yang mengapung tersebut ternyata jasad manusia. Nelayan kemudian menghubungi masyarakat dan tim di lapangan untuk memastikan identitas korban,” kata Ridwan Jamil.

    Setelah dilakukan pengecekan oleh keluarga dan aparat setempat, jasad tersebut dipastikan merupakan Ahmat Talha Reza, pemuda yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (30/5/2026) akibat terseret ombak saat memancing bersama teman-temannya.

    Ridwan menjelaskan, selama empat hari terakhir tim SAR gabungan bersama nelayan, masyarakat, dan keluarga korban terus melakukan pencarian dengan memperluas area penyisiran di perairan sekitar lokasi kejadian. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah korban ditemukan sekitar beberapa kilometer dari titik awal kejadian.

    Sebelumnya, korban bersama empat rekannya memancing di tebing laut Alue Riyeung pada Sabtu sore. Saat mata pancing tersangkut, korban berinisiatif turun ke laut untuk melepaskannya. Namun, tiba-tiba ombak besar datang menghantam kawasan tersebut.

    Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke tepi, tetapi terpeleset dan jatuh ke laut. Rekan-rekannya berupaya memberikan pertolongan dengan melempar tali pancing ke arah korban. Namun derasnya arus dan kondisi korban yang sudah kelelahan membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.

    “Korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan,” ujar Ridwan.

    Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di kawasan pesisir dan tebing laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca dan gelombang laut yang dapat membahayakan keselamatan, terutama saat beraktivitas di area rawan ombak besar.

  • Atlet Dayung Aceh Timur Perkuat Tim Aceh untuk Persiapan Pra PON 2026

    Atlet Dayung Aceh Timur Perkuat Tim Aceh untuk Persiapan Pra PON 2026

    acehtoday.id/ | Aceh Timur – Dua atlet dayung Aceh Timur, Muhammad Irfansyah dan Umaiya Anjely, mendapat panggilan mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Platda) PODSI Aceh Tahun 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi sejumlah kejuaraan dan Pra PON.

    Atas capaian tersebut, Ketua Umum KONI Aceh Timur, Zulfazli Aiyub atau yang akrab disapa Kupiah Seuke, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada kedua atlet berprestasi tersebut.

    Prestasi Pra PORA Antar Atlet Dayung Aceh Timur ke Platda Aceh

    Kedua atlet tersebut adalah Muhammad Irfansyah dan Umaiya Anjely, yang dinilai layak memperkuat tim dayung Aceh berdasarkan prestasi yang mereka raih pada ajang Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) Cabang Dayung Tahun 2025 di Teluk Sinabang, Kabupaten Simeulue.

    Dua atlet dayung Aceh Timur, Muhammad Irfansyah dan Umaiya Anjely, mendapat panggilan mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Platda) PODSI Aceh Tahun 2026
    Dua atlet dayung Aceh Timur, Muhammad Irfansyah dan Umaiya Anjely, mendapat panggilan mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Platda) PODSI Aceh Tahun 2026. foto dok ist

    Zulfazli Aiyub mengatakan, pemanggilan kedua atlet tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pelatih serta pengurus PODSI Aceh Timur.

    “Pemanggilan kedua atlet ini tentunya berdasarkan prestasi yang berhasil mereka raih pada ajang Pra PORA Dayung Tahun 2025, Mereka mampu meraih medali emas dan perak pada nomor perlombaan masing-masing, Kami sangat mengapresiasi pelatih dan jajaran pengurus PODSI Aceh Timur yang telah melakukan pembinaan dengan baik sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah,” ujar Zulfazli.

    Ia menegaskan, KONI Aceh Timur akan terus memberikan dukungan penuh kepada atlet-atlet berprestasi dari seluruh cabang olahraga yang ada di Kabupaten Aceh Timur.

    “KONI Aceh Timur berkomitmen untuk terus mendorong dan mendukung para atlet yang mampu mengukir prestasi serta mengangkat nama baik Aceh Timur dan Aceh secara umum di bidang olahraga,” katanya.

    ketua KONI Aceh Timur Zulfadli Aiyub (kupiah Seuke)

    Menurut Zulfazli, informasi pemanggilan atlet tersebut berdasarkan Surat Undangan Platda PODSI Aceh Nomor: 015/PODSI-Aceh/V/2026 tentang Pemanggilan Atlet Platda Tahun 2026.

    Ia juga berpesan kepada Muhammad Irfansyah dan Umaiya Anjely agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya melalui latihan yang disiplin dan berkelanjutan sebagai persiapan menghadapi berbagai kejuaraan serta Pra PON 2026.

    “Kami berharap kedua atlet dapat berlatih dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan mengikuti seluruh arahan pelatih. Kepercayaan yang diberikan ini harus dijaga dengan baik. Raihlah prestasi setinggi mungkin dan bawalah nama Aceh di tingkat nasional,” pungkasnya.

  • Remaja yang Hanyut di Pantai Lhoknga Ditemukan Meninggal

    Remaja yang Hanyut di Pantai Lhoknga Ditemukan Meninggal

    Operasi pencarian terhadap Razi Fahreza (13), remaja asal Desa Dayah Caleu, Sigli, yang terseret arus di Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian, Selasa (2/6/2026).

    Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, mengatakan korban ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 10.25 WIB setelah tiga hari dilakukan pencarian di perairan dan pesisir sekitar lokasi kejadian.

    “Korban ditemukan terdampar di pantai sekitar 500 meter dari lokasi terakhir dilaporkan terseret arus,” kata Al Hussain.

    Sebelumnya, korban diketahui sedang berwisata bersama keluarganya di Pantai Pulau Kapuk pada Minggu (31/5/2026). Sekitar pukul 15.55 WIB, korban mandi di kawasan pantai tersebut sebelum akhirnya terseret arus laut dan hilang.

    Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh sekitar pukul 16.30 WIB dari pengunjung yang berada di lokasi wisata. Tim SAR kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian sejak hari pertama kejadian.

    Pada hari ketiga operasi, tim SAR gabungan membagi pencarian menjadi dua sektor. Tim pertama melakukan penyisiran laut menggunakan satu unit perahu karet (LCR) di sekitar lokasi kejadian hingga radius tiga kilometer ke arah utara. Sementara tim kedua melakukan penyisiran darat sepanjang garis pantai ke arah tenggara dan barat laut.

    Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah jasad korban ditemukan terdampar di pesisir pantai. Selanjutnya korban dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

  • Air Kelapa Solusi Alami Hadapi Cuaca Panas

    Air Kelapa Solusi Alami Hadapi Cuaca Panas

    Suhu udara yang terasa lebih panas dalam beberapa pekan terakhir membuat masyarakat di sejumlah wilayah Aceh harus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang menyengat. Aktivitas di luar ruangan menjadi lebih menguras tenaga, sementara tubuh lebih cepat kehilangan cairan akibat meningkatnya produksi keringat.

    Dalam situasi seperti ini, menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Selain memperbanyak konsumsi air putih, banyak masyarakat memilih air kelapa sebagai minuman penyegar alami untuk membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang.

    Air kelapa dikenal sebagai salah satu minuman alami yang kaya kandungan air. Dikutip dari Medical News Today, sekitar 95 persen kandungan air kelapa terdiri dari air, sehingga efektif membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama saat cuaca panas atau setelah melakukan aktivitas fisik.

    Tak hanya menyegarkan, air kelapa juga memiliki kandungan kalori, gula, dan karbohidrat yang relatif lebih rendah dibandingkan berbagai minuman kemasan manis yang banyak beredar di pasaran.

    “Academy of Nutrition and Dietetics menekankan air kelapa merupakan pengganti yang baik untuk minuman seperti soda dan jus yang umumnya tinggi kalori, gula, dan karbohidrat,” tulis Medical News Today yang dikutip, Selasa (2/6/2026).

    Manfaat lain air kelapa terletak pada kandungan elektrolit alaminya. Menurut Mayo Clinic, air kelapa mengandung sejumlah mineral penting seperti potasium, sodium, dan mangan yang berperan membantu proses rehidrasi tubuh setelah kehilangan banyak cairan.

    Kandungan elektrolit tersebut membantu menjaga keseimbangan cairan, mendukung fungsi otot, serta membantu tubuh pulih lebih cepat setelah terpapar panas dalam waktu lama.

    Meski demikian, air kelapa bukan solusi untuk semua kondisi dehidrasi. Ahli Spesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Ari Fahrial Syam, mengingatkan bahwa kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan dan tingkat kehilangan cairan yang dialami.

    Menurutnya, pada kasus dehidrasi berat akibat muntah atau diare, oralit tetap menjadi pilihan utama karena mengandung kombinasi gula dan garam yang dirancang khusus untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.

    “Oralit mengandung komposisi gula dan garam yang memang ditujukan untuk mengatasi dehidrasi akibat muntah dan diare,” ujar Prof Ari dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Okezone Health.

    Selain membantu menjaga hidrasi, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa air kelapa memiliki sifat antimikroba. Sementara itu, Cleveland Clinic menyebut air kelapa tidak mengandung lemak maupun kolesterol, sehingga dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang mendukung kesehatan jantung.

    Di tengah cuaca panas yang masih dirasakan masyarakat Aceh, para ahli menyarankan agar kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi dengan memperbanyak konsumsi air putih, buah-buahan yang kaya kandungan air, serta minuman elektrolit alami seperti air kelapa. Langkah sederhana ini dapat membantu tubuh tetap bugar, terhindar dari dehidrasi, dan lebih siap menjalani aktivitas sehari-hari.

  • Usai Lebaran Haji, Harga Emas di Banda Aceh Masih Betah di Level Tinggi, Tembus Rp7,96 Juta per Mayam

    Usai Lebaran Haji, Harga Emas di Banda Aceh Masih Betah di Level Tinggi, Tembus Rp7,96 Juta per Mayam

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Harga emas di Banda Aceh pasca Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah masih bertahan di level tinggi.Berdasarkan informasi dari Toko Emas Bina Nusa, harga emas perhiasan saat ini mencapai Rp7.960.000 per mayam, belum termasuk biaya pembuatan.

    Tingginya harga emas Banda Aceh tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi logam mulia masih cukup kuat di tengah dinamika pasar global maupun nasional.

    Selain harga emas perhiasan, konsumen juga perlu memperhitungkan ongkos pembuatan yang berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000 per mayam.

    Besaran biaya tersebut bergantung pada tingkat kerumitan desain dan proses pengerjaan perhiasan yang dipesan.

    Rincian Harga Emas Banda Aceh Hari Ini

    Berdasarkan pantauan di Toko Emas Bina Nusa, berikut rincian harga emas terbaru:

    Harga Emas Perhiasan

    • Harga jual: Rp7.960.000 per mayam
    • Ongkos pembuatan: Rp100.000 – Rp200.000

    Harga Emas Logam Mulia (LM)

    • Harga jual: Rp2.510.000 per gram
    • Harga beli kembali (buyback): Rp2.440.000 per gram

    Harga Emas Lokal

    • Harga jual: Rp2.400.000 per gram
    • Harga beli: Rp2.340.000 per gram

    Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas di Banda Aceh

    Kondisi harga emas Banda Aceh yang masih berada di level tinggi menjadi perhatian masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin membeli perhiasan maupun berinvestasi dalam bentuk logam mulia.

    Dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, nilai tukar mata uang, hingga permintaan pasar terhadap logam mulia.

    Karena itu, masyarakat yang berencana membeli atau menjual emas disarankan untuk terus memantau perkembangan harga agar dapat mengambil keputusan yang tepat.

    Pihak Toko Emas Bina Nusa mengingatkan bahwa harga emas Banda Aceh dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar dan pergerakan harga logam mulia dunia.

    Perubahan harga tersebut dapat terjadi setiap hari, bahkan dalam waktu yang relatif singkat, tergantung kondisi pasar yang sedang berlangsung.

    Masyarakat diimbau untuk melakukan konfirmasi harga terbaru sebelum melakukan transaksi pembelian maupun penjualan emas guna memperoleh informasi yang akurat dan terkini.

  • RSUD Cut Nyak Dhien Resmikan Fasilitas Baru, dari CT Scan hingga Oksigen Sentral

    RSUD Cut Nyak Dhien Resmikan Fasilitas Baru, dari CT Scan hingga Oksigen Sentral

    acehtoday.id/, Aceh Barat –  Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh kini hadir dengan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan baru. Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM, bersama Wakil Bupati Said Fadheil, SH, meresmikan penambahan fasilitas tersebut pada Selasa (2/6/2026), mencakup CT Scan, mammography, alat hemodialisa, generator oksigen sentral, gedung baru, dan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS), sekaligus menandai pemberlakuan jam besuk resmi bagi pasien.

    Salah satu terobosan penting adalah kehadiran sistem oksigen sentral berbasis generator. Berbeda dari sistem tabung konvensional yang harus didorong ke setiap ruangan, oksigen kini dialirkan langsung melalui jaringan pipa ke seluruh ruang perawatan.

    Rumah sakit ini juga kini memiliki fasilitas toilet berstandar modern yang disebut menyerupai fasilitas di bandara internasional.

    Bupati Tarmizi menyebut keterbatasan ruang rawat inap selama ini menjadi tantangan utama. Pasien yang berobat ke RSUD Cut Nyak Dhien tidak hanya berasal dari Aceh Barat, tetapi juga dari Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Jaya.

    “Kekurangan kamar rawat inap menjadi tantangan yang harus segera kita jawab. Karena itu, hari ini kita meresmikan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

    RSUD Cut Nyak Dhien resmikan CT Scan, hemodialisa, dan oksigen sentral. Simak fasilitas baru yang hadir untuk warga Aceh Barat.
    RSUD Cut Nyak Dhien resmikan CT Scan, hemodialisa, dan oksigen sentral.

    Fasilitas Baru RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh

    Penambahan kapasitas rawat inap ini juga berdampak langsung pada ketenagakerjaan. Sejumlah tenaga PPPK yang sebelumnya direncanakan diberhentikan kini dapat dipertahankan guna mendukung operasional rumah sakit yang kian berkembang.

    Terkait kebijakan jam besuk, Tarmizi menegaskan pembatasan waktu kunjungan bukan bertujuan mempersulit keluarga pasien, melainkan demi mendukung proses pemulihan.

    “Pasien membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Karena itu kami berharap masyarakat dapat memahami kebijakan jam besuk ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” katanya.

    Di luar urusan infrastruktur rumah sakit, Bupati juga menyoroti ancaman penyakit tidak menular yang kian meningkat akibat pola konsumsi masyarakat yang buruk — tingginya asupan gula, tepung, santan, minyak goreng, dan penyedap makanan dinilai menjadi pemicu utama. Kebiasaan mengobati diri sendiri tanpa konsultasi dokter turut memperparah kondisi tersebut.

    Tarmizi mengajak masyarakat rutin memeriksakan kesehatan di puskesmas, aktif berolahraga, bersepeda, serta memanfaatkan kegiatan Car Free Day yang digelar pemerintah daerah. Ia juga menegaskan pentingnya tata kelola rumah sakit yang sehat secara keuangan.

    “Rumah sakit harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan dikelola secara baik, termasuk menjaga agar tidak terbebani oleh utang yang dapat mengganggu pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

  • Pendaki Hilang di Gunung Seulawah Aceh Besar, Basarnas Kerahkan Drone Thermal dan Anjing Pelacak

    Pendaki Hilang di Gunung Seulawah Aceh Besar, Basarnas Kerahkan Drone Thermal dan Anjing Pelacak

    acehtoday.id/ | Aceh Besar – Seorang pendaki hilang di Gunung Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan belum ditemukan hingga Selasa (2/6/2026). Korban diketahui bernama Faiz Hidayat (23), warga Desa Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Al Hussain, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai pendaki hilang di Gunung Seulawah tersebut pada pukul 06.30 WIB dari personel Polsek Lembah Seulawah.

    “Setelah menerima laporan, pada pukul 06.45 WIB tim rescue Basarnas Banda Aceh langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban,” kata Al Hussain.

    Kronologi Pendaki Hilang di Gunung Seulawah

    Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban mendaki Gunung Seulawah bersama rekannya pada Minggu (31/5/2026). Korban terakhir terlihat berada di area puncak sekitar pukul 12.30 WIB.

    Namun saat rombongan bersiap turun dari gunung, korban sudah tidak berada di lokasi. Rekan-rekan korban kemudian melakukan pencarian di sekitar titik terakhir korban terlihat, tetapi hasilnya belum membuahkan hasil.

    Hingga laporan diterima Basarnas Banda Aceh, keberadaan pendaki hilang di Gunung Seulawah tersebut masih belum diketahui.

    Basarnas Kerahkan Drone Thermal dan Anjing Pelacak

    Dalam operasi pencarian ini, Basarnas Banda Aceh mengerahkan berbagai peralatan pendukung guna mempercepat proses pencarian korban.

    Selain personel Basarnas, operasi pencarian juga melibatkan unsur TNI, Polri, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), relawan, serta masyarakat setempat.

    Basarnas Banda Aceh menyatakan pencarian terhadap pendaki hilang di Gunung Seulawah akan terus dilakukan secara intensif dengan menyisir jalur pendakian, kawasan hutan, serta sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.

    Tim SAR gabungan berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat sehingga dapat dipulangkan kepada pihak keluarga.

    Masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban juga diimbau untuk segera melaporkannya kepada petugas guna membantu proses pencarian yang sedang berlangsung.

  • Korban Terseret Arus di Pulau Nasi Aceh Besar Ditemukan Meninggal pada Hari Keempat Pencarian

    Korban Terseret Arus di Pulau Nasi Aceh Besar Ditemukan Meninggal pada Hari Keempat Pencarian

    acehtoday.id/ | Aceh Besar – Korban terseret arus di Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, akhirnya ditemukan oleh Basarnas Banda Aceh pada hari keempat operasi pencarian, Selasa (2/6/2026).

    Korban diketahui bernama Ahmad Thalha Reza (21), warga Pulau Nasi. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di kawasan perairan Pulau Nasi.

    Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB di kawasan Pantai Pulau Deudap.

    “Korban ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB dalam kondisi terdampar di Pantai Pulau Deudap, tidak jauh dari lokasi kejadian awal,” ujar Al Hussain.

    Kronologi Korban Terseret Arus di Pulau Nasi

    Peristiwa nahas yang menyebabkan korban terseret arus di Pulau Nasi terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

    Saat itu, korban bersama tiga rekannya sedang memancing di tebing sekitar Pulau Nasi. Ketika mencoba menaikkan ikan hasil pancingannya, korban diduga terpeleset dan jatuh ke laut sebelum akhirnya terseret arus yang cukup kuat.

    Rekan-rekan korban kemudian berupaya melakukan pencarian, namun korban tidak berhasil ditemukan. Laporan kejadian diterima Basarnas Banda Aceh pada pukul 21.00 WIB di hari yang sama.

    Sejak menerima laporan, Basarnas Banda Aceh bersama tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.

    Memasuki hari keempat operasi, pencarian dibagi menjadi dua tim. Tim pertama melakukan penyisiran menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) ke arah timur laut sejauh 15 mil laut.

    Sementara itu, tim kedua melakukan pencarian ke arah timur menggunakan boat nelayan dengan radius pencarian yang sama. Upaya pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah korban ditemukan di kawasan Pantai Pulau Deudap.

    Setelah korban terseret arus di Pulau Nasi berhasil ditemukan, operasi pencarian dan pertolongan resmi diusulkan untuk ditutup pada pukul 10.45 WIB.

    Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi tersebut kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing.

    Basarnas Banda Aceh turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan untuk selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat kondisi cuaca dan arus laut tidak menentu.