Bulan: Juni 2026

  • BMKG: Cuaca Buruk di Sejumlah Wilayah Aceh Berpotensi Picu Hujan Lebat Hingga Angin Kencang

    BMKG: Cuaca Buruk di Sejumlah Wilayah Aceh Berpotensi Picu Hujan Lebat Hingga Angin Kencang

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mengingatkan masyarakat untuk waspada pada potensi hujan akibat cuaca buruk dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah di Aceh selama tiga hari kedepan.

    Prakirawan Cuaca BMKG Kelas I SIM Banda Aceh, Dedi mengatakan kondisi tersebut disebabkan oleh aktifnya rossby equatorial dan adanya daerah belokan angin di wilayah Aceh yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.

    Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat Sumatera juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer.

    “Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang-lebat dan tiba-tiba pada sore-malam hari, hal ini disebabkan pemanasan intens yang terjadi pada siang hari,” kata Dedi, Selasa (2/6/2026).

    BMKG memperkirakan pada 2 Juni 2026 wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi di Aceh Jaya, Aceh Besar, Sabang. Adapun potensi angin kencang diperkirakan terjadi di wilayah Aceh Besar, Banda Aceh dan Sabang.

    Selanjutnya, pada 3 Juni 2026 wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang terjadi di Aceh Timur dan Aceh Jaya. Sedangkan potensi angin kencang diperkirakan terjadi di wilayah Aceh Besar dan Aceh Tenggara.

    Lalu pada 4 Juni 2026 wilayah yang berpotensi hujan sedang lebat yang dapat disertai angin kencang terjadi di Aceh Besar, Sabang dan Aceh Jaya. Kemudian wilayah yang berpotensi angin kencang adalah Aceh Besar.

    BMKG Imbau Waspada Cuaca Buruk di Laut Aceh

    BMKG menyebut pola angin wilayah Aceh umumnya bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 06-32 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Aceh Besar-Meulaboh, perairan Sabang-Banda Aceh dan perairan Utara Pidie Jaya-Aceh Besar.

    Adapun tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Aceh Barat Daya Simeulue, perairan Aceh Singkil Pulo Banyak.

    Lalu tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di perairan Sabang Banda Aceh dan perairan Aceh Besar – Meulaboh.

    Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan Aceh, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang dapat disertai hujan lebat dan angin kencang.

    Selain itu, warga juga diminta terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG guna mengantisipasi potensi dampak yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

    “Masyarakat dihimbau untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor,” tutup Dedi.

  • Kerja Sama Aceh UEA 2026, Wagub Fadhlullah Jajaki Investasi Lingkungan dan Pariwisata

    Kerja Sama Aceh UEA 2026, Wagub Fadhlullah Jajaki Investasi Lingkungan dan Pariwisata

    acehtoday.id/ | Jakarta – Kerja Sama Aceh UEA menjadi fokus utama dalam pertemuan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dengan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, di Kedutaan Besar UEA, Jakarta, Senin (25/5/2026).

    Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama Aceh UEA di sektor lingkungan hidup, energi, investasi, hingga pengembangan pariwisata yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

    Fadhlullah menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Aceh. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah upaya menjaga kelestarian kawasan hutan dan ekosistem Gunung Leuser yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia.

    Menurutnya, kerja sama dengan negara sahabat seperti Uni Emirat Arab dapat memperkuat program konservasi lingkungan sekaligus membuka peluang investasi hijau yang memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

    Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak turut menjajaki peluang kerja sama Aceh UEA di sektor energi, termasuk pengembangan energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Aceh.

    Selain itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian. Pemerintah Aceh berharap kemitraan dengan UEA dapat menghadirkan investasi yang berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Fadhlullah menilai Aceh memiliki sumber daya alam yang melimpah serta potensi energi bersih yang dapat dikembangkan melalui sinergi dengan mitra internasional.

    Kerja Sama Aceh UEA Dorong Pengembangan Pariwisata Sabang

    Selain lingkungan dan energi, kerja sama Aceh UEA juga diarahkan pada pengembangan sektor pariwisata, khususnya kawasan Sabang yang dinilai memiliki daya tarik besar bagi wisatawan mancanegara.

    Pengembangan wisata bahari, ekowisata, serta pembangunan infrastruktur pendukung menjadi bagian dari pembahasan dalam pertemuan tersebut.

    Pemerintah Aceh berharap dukungan investasi dari UEA dapat mempercepat pengembangan destinasi wisata unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal.

    Menurut Fadhlullah, potensi pariwisata Aceh masih sangat terbuka untuk dikembangkan. Karena itu, kerja sama dengan investor dan mitra internasional menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan Aceh ke pasar global.

    Ia optimistis hubungan yang terjalin antara Pemerintah Aceh dan Uni Emirat Arab dapat membuka peluang baru di berbagai sektor pembangunan, mulai dari lingkungan hidup, energi terbarukan, hingga industri pariwisata yang berkelanjutan.

  • Rumah Warga Terbakar di Aceh Tenggara, Sepeda Motor Ikut Hangus

    Rumah Warga Terbakar di Aceh Tenggara, Sepeda Motor Ikut Hangus

    Kebakaran yang terjadi di Desa Lawe Loning I, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, menghanguskan satu unit rumah dan satu sepeda motor, Senin (1/6/2026).

    Staf Pusdatin Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda, mengatakan kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

    “Berdasarkan laporan dari BPBD Aceh Tenggara, satu unit rumah mengalami rusak berat, satu unit rumah lainnya rusak ringan, serta satu unit sepeda motor hangus terbakar,” kata Haslinda dalam laporan kebencanaan BPBA.

    Korban terdampak dalam kejadian tersebut masing-masing Mertiana Br Nainggolan (64), pemilik rumah yang mengalami rusak berat, dan Santo Suaban (40), yang rumahnya mengalami rusak ringan. Meski kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam peristiwa itu.

    Untuk mengendalikan api, BPBD Aceh Tenggara mengerahkan enam unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Petugas juga melakukan kaji cepat guna mendata dampak dan kebutuhan warga terdampak.

    Haslinda menjelaskan, upaya pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 02.30 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru.

    BPBA terus memantau perkembangan pascakebakaran melalui koordinasi dengan BPBD Aceh Tenggara. Sementara itu, aparat terkait masih menyelidiki sumber api yang menyebabkan kebakaran tersebut.

  • Hari Ketiga Pencarian, Pemuda Pulau Nasi yang Terseret Arus Saat Memancing Belum Ditemukan

    Hari Ketiga Pencarian, Pemuda Pulau Nasi yang Terseret Arus Saat Memancing Belum Ditemukan

    Tim SAR gabungan masih belum menemukan Ahmad Thalha Reza (21), warga Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, yang dilaporkan hilang setelah terseret arus saat memancing di perairan Pulau Nasi.

    Memasuki hari ketiga pencarian, upaya penyisiran diperluas hingga 10 mil laut, namun hasilnya masih nihil, Senin (1/6/2026).

    Korban dilaporkan hilang sejak Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, Ahmad bersama tiga rekannya sedang memancing di kawasan tebing perairan Pulau Nasi. Ketika berusaha menaikkan hasil tangkapan ke atas tebing, korban diduga terpeleset dan jatuh ke laut sebelum akhirnya terseret arus.

    Pada hari pertama pencarian, tim SAR melakukan penyisiran di sekitar titik korban terakhir terlihat hingga radius dua mil laut ke arah barat. “Namun pencarian yang berlangsung hingga dini hari tersebut belum membuahkan hasil,” ujar Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain.

    Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan meningkatkan intensitas pencarian dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). Penyisiran dilakukan menggunakan RIB Basarnas dan boat nelayan di sektor timur, barat, hingga timur laut lokasi kejadian. Meski area pencarian diperluas hingga lima mil laut, korban belum berhasil ditemukan.

    “Hari ini pencarian hari ketiga. Tim SAR menyisir perairan hingga 10 mil laut dari lokasi kejadian namun hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 18.00 WIB, Ahmad Thalha Reza masih belum ditemukan,” jelasnya.

    Al Hussain menyatakan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Selasa (2/6/2026) dengan memperluas area penyisiran. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Satgas SAR Kota Banda Aceh, RAPI, nelayan, dan masyarakat setempat terus berupaya menemukan korban.

  • Gaji ke-13 ASN Banda Aceh Cair Juni 2026, Total Anggaran Rp25 Miliar

    Gaji ke-13 ASN Banda Aceh Cair Juni 2026, Total Anggaran Rp25 Miliar

    acehtoday.id/, Banda Aceh – Sebanyak 5.760 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh akan menerima gaji ke-13 pada minggu pertama Juni 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp25 miliar, bersumber dari APBK Banda Aceh Tahun Anggaran 2026.

    Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan pencairan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan aparatur, sekaligus membantu pegawai menghadapi kebutuhan biaya pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru.

    Mengutip laman resmi prokopim.bandaacehkota.go.id kebijakan ini disampaikan langsung oleh Illiza pada Selasa, 2 Juni 2026. Pencairan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto, serta diperkuat Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 6 Tahun 2026 tentang Teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas.

    Gaji ke-13 ASN Diterima Oleh 3.542 Orang

    Dari total penerima, sebanyak 3.542 orang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS), 2.218 orang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ditambah pejabat negara dan anggota DPRK Banda Aceh.

    “Gaji ke-13 ini bukan sekadar penghargaan atas pengabdian ASN, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah untuk meringankan beban keluarga, khususnya biaya pendidikan anak memasuki tahun ajaran baru,” ujar Illiza.

    Illiza juga menyebut, pencairan gaji ke-13 ASN Banda Aceh 2026 ini diharapkan berdampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal di pertengahan tahun, dengan mendongkrak daya beli masyarakat secara tidak langsung.

    Seluruh proses pencairan dipastikan sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk bagi pegawai PPPK yang akan mendapat penyesuaian administrasi berdasarkan masa kerja sebagaimana diatur pemerintah pusat.

    “ASN adalah motor penggerak pelayanan publik. Kesejahteraan mereka adalah prioritas agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” pungkas Illiza.

  • Besok, PA Aceh Jaya Peringati Haul ke-16 Wali Nanggroe Hasan Tiro

    Besok, PA Aceh Jaya Peringati Haul ke-16 Wali Nanggroe Hasan Tiro

    acehtoday.id/  | Aceh Jaya – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) akan memperingati Haul Wali Nanggroe, Almarhum Tgk Muhammad Hasan Ditiro ke-16 pada Rabu (3/6/2026).

    Sejumlah pihak juga telah diundang untuk hadir dalam kegiatan dimaksud, termasuk undangan kepada seluruh DPS PA / KPA Sagoe dan tokoh masyarakat.

    Juru Bicara DPW PA Aceh Jaya, Dr (Cand) Azis Muhajir, mengatakan, acara Haul Wali juga dibingkai dengan doa bersama beserta santunan anak yatim.

    “kegiatan dipusatkan di Kantor DPW PA Aceh Jaya,” kata Aziz kepada media ini, Senin (1/6) sore.

    PA Aceh Jaya, Lestarikan Sejarah

    PA Aceh Jaya akan memperingati Haul Wali Nanggroe, Almarhum Tgk Muhammad Hasan Ditiro ke-16 pada Rabu (3/6/2026).
    Dr Teungku Hasan Tiro. Sumber foto: tempo.co

    Menurut Azis, Almarhum Hasan Tiro merupakan pejuang sejati yang mampu membuka kesadaran dan membangkitkan semangat perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan harkat dan martabat bangsanya.

    “Beliau icon perjuangan. Sejatinya peringatan haul harus kita peringati secara khidmat,” paparnya.

    Azis berharap, Peringatan haul Hasan Muhammad di Tiro diharapkan dapat menjadi sarana refleksi bagi generasi muda Aceh untuk memahami sejarah perjuangan daerah serta memperkuat komitmen dalam menjaga perdamaian dan persatuan di Tanah Rencong.

    “Perjuangan Aceh telah melalui perjalanan panjang yang penuh pengorbanan dan darah para syuhada. Kita yang hari ini menikmati hasil dari perjuangan tersebut hanya perlu menghargainya,” demikian Azis Muhajir.

  • Tanahmu Belum Terpetakan? Manfaatkan Fitur Swaplotting di Aplikasi Sentuh Tanahku

    Tanahmu Belum Terpetakan? Manfaatkan Fitur Swaplotting di Aplikasi Sentuh Tanahku

    acehtoday.id/, Jakarta – Dalam aplikasi Sentuh Tanahku terdapat satu fitur yang dapat digunakan masyarakat untuk melakukan plotting bidang tanah secara mandiri melalui smartphone. Plotting yang dimaksud dalam hal ini adalah proses penetapan bidang tanah ke dalam peta digital berdasarkan koordinat (GPS) yang akurat. Jadi, tak hanya dapat mengurus langsung ke Kantor Pertanahan (Kantah), masyarakat yang bidang tanahnya belum terpetakan kini bisa lebih mudah menyampaikannya secara online.

    “Pemilik tanah bisa mengajukan titik lokasi lewat fitur Swaplotting di Sentuh Tanahku. Dari data yang masuk, nanti Kantah setempat akan verifikasi sesuai dengan catatan kita di Kementerian ATR/BPN, benar tidaknya tanah tersebut letaknya di situ. Kalau benar, nanti akan di-plotting dalam peta digital oleh teman-teman di Kantah,” jelas Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kementerian ATR/BPN, I Gede Ketut Ary Sucaya, Selasa (26/05/2026).

    Menurutnya, fitur Swaplotting dihadirkan untuk membantu pemetaan bidang tanah yang belum terdata ke dalam sistem digital Kementerian ATR/BPN. Fitur ini diperlukan bagi para pemilik tanah yang belum memiliki sertipikat serta pemilik tanah dengan sertipikat analog. Kehadiran fitur ini membuka ruang partisipasi publik dalam mendukung pemutakhiran data pertanahan secara lebih akurat dan partisipatif.

    “Tanah yang sudah diverifikasi nantinya akan semakin terintegrasi dengan data keseluruhan bidang. Tujuannya adalah menciptakan kepastian lokasi dan mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendaftaran tanah,” ujar I Gede Ketut Ary Sucaya.

    Fitur Swaplotting dapat diakses melalui menu utama Sentuh Tanahku yang tersedia dalam perangkat dengan sistem operasi Android maupun iOS. Untuk menggunakan fitur tersebut, pengguna perlu memberikan izin akses lokasi agar sistem Kementerian ATR/BPN dapat mengidentifikasi posisi secara akurat.

    Bagi pemilik sertipikat analog, saat menggunakan Swaplotting bisa memilih opsi “Bersertipikat”. Kemudian, lanjut melengkapi identitas pemegang hak serta informasi yang tercantum pada sertipikat, seperti nomor hak, luas tanah, dan letak bidang. Selanjutnya, pengguna diminta mengunggah foto dokumen sertipikat sebagai data pendukung untuk proses verifikasi oleh Kantah setempat.

    Sementara bagi masyarakat yang bidang tanahnya belum bersertipikat, dapat memilih opsi “Belum Sertipikat”. Mereka kemudian perlu melengkapi identitas diri, lokasi bidang tanah, alas hak yang dimiliki, serta bukti pembayaran pajak sebagai dokumen pendukung.

    Setelah seluruh data dan dokumen pendukung dikirim, sistem Sentuh Tanahku akan meneruskan informasi tersebut kepada Kantah setempat untuk dilakukan pemeriksaan dan verifikasi lebih lanjut sebelum data digunakan dalam proses pemutakhiran peta bidang tanah.

  • Razi Aceh Sport: Sosok di Balik Layar yang Membesarkan Nama Sepak Bola Tarkam Aceh

    Razi Aceh Sport: Sosok di Balik Layar yang Membesarkan Nama Sepak Bola Tarkam Aceh

    acehtoday.id/ | Lapangan berdebu, sorak penonton kampung, dan gol yang dirayakan dengan sepenuh hati momen – momen seperti ini sering terlewat dari radar media besar.

    Namun bagi Razi Fakhrurrazi, atau yang lebih dikenal sebagai Razi Aceh atau Razi Aceh Sport, momen itu justru menjadi harta karun yang layak diabadikan dan dibagikan ke seluruh Aceh, bahkan Indonesia.

    Di tengah gemuruh perkembangan media digital, Razi memilih jalur yang jarang dilirik: mendokumentasikan sepak bola tarkam (antar kampung) yang selama ini luput dari sorotan media arus utama.

    Dari pertandingan antar desa yang sederhana hingga turnamen bergengsi tingkat kabupaten, semuanya ia rekam, edit, dan publikasikan secara profesional layaknya liputan pertandingan kelas atas.

    Dari Nol, Kini Jadi Rujukan Ribuan Pecinta Bola

    Perjalanan Razi dimulai dari mimpi sederhana, memberi ruang bagi pemain, klub, dan turnamen lokal yang jarang mendapat pengakuan.

    Kini, mimpi itu berbuah nyata, Akun TikTok @raziaceh07 telah menembus ratusan ribu pengikut dengan jutaan tanda suka angka yang membuktikan betapa besar rasa haus masyarakat Aceh terhadap konten sepak bola lokal yang autentik.

    Tak berhenti di TikTok, jejak digital Razi Aceh Sport juga merambah Instagram (@raziaceh07), Facebook, dan YouTube, menjadikannya salah satu pusat informasi sepak bola tarkam paling diandalkan di Aceh saat ini.

    Lebih dari Kamera: Sentuhan Kreatif di Setiap Lini

    Razi bukan sekadar “tukang rekam”. Ia adalah fotografer dan videografer yang turun langsung ke lapangan, memburu momen emosional gol penentu, selebrasi liar, hingga atmosfer tribun yang membara. Tak jarang hasil karyanya dipakai klub dan panitia turnamen sebagai materi promosi resmi.

    Kemampuannya pun melampaui lensa kamera. Razi juga piawai mendesain poster pertandingan, materi promosi turnamen, hingga logo klub membuat banyak penyelenggara sepak bola tarkam di Aceh mempercayakan kebutuhan visual mereka kepadanya karena hasilnya yang rapi, profesional, dan enak dipandang.

    Membawa Sepak Bola Kampung ke Panggung yang Lebih Besar

    Bagi Razi, setiap pemain kampung punya potensi besar asalkan diberi ruang untuk tampil. Itulah yang menjadi bahan bakar semangatnya: membawa sepak bola tarkam Aceh naik kelas, dikenal luas, bahkan menembus level nasional.

    Lewat slogan “Info Bola Tarkam Aceh”, Razi Aceh Sport terus berkomitmen menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berkualitas tentang dinamika sepak bola di seluruh penjuru Aceh.

    Profil Singkat

    Nama: Razi Fakhrurrazi

    Brand Media: Razi Aceh Sport (RAS)

    Fokus: Informasi sepak bola tarkam Aceh

    Aktivitas: Live streaming, fotografi olahraga, videografi, desain poster, promosi turnamen, dan liputan sepak bola

    Visi: Menjadi media sepak bola lokal terbesar dan terpercaya di Aceh

    “Bagi saya, sepak bola bukan sekadar pertandingan, tetapi cerita, perjuangan, dan kebanggaan masyarakat Aceh. Selama masih ada pertandingan di lapangan, Razi Aceh Sport akan terus hadir untuk mendokumentasikan dan membagikannya kepada semua pecinta sepak bola.”
    Razi Fakhrurrazi

  • Pulau Rubiah, Jejak Karantina Haji Pertama di Nusantara

    Pulau Rubiah, Jejak Karantina Haji Pertama di Nusantara

    Sabang selama ini dikenal sebagai surga wisata bahari dengan laut biru, terumbu karang, dan keindahan bawah laut Pulau Weh. Namun, di balik pesona alam tersebut, tersimpan cerita sejarah yang tidak kalah menarik untuk dijelajahi.

    Salah satu jejak masa lalu itu berada di Pulau Rubiah. Di balik rimbunnya pepohonan dan ketenangan pulau kecil tersebut, berdiri sisa-sisa bangunan Karantina Haji yang menjadi saksi perjalanan panjang sejarah ibadah haji masyarakat Indonesia pada masa lampau.

    Meski sebagian besar bangunannya telah mengalami kerusakan akibat peristiwa sejarah, termasuk dampak peperangan pada masa Perang Dunia II, beberapa bagian struktur masih bertahan hingga kini. Tiang-tiang kokoh yang berdiri di antara vegetasi pulau menjadi pengingat bahwa kawasan ini pernah memiliki peran penting dalam perjalanan jamaah haji Nusantara.

    Pada masanya, Pulau Rubiah menjadi salah satu lokasi persinggahan dan karantina bagi calon jamaah haji sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci. Keberadaan fasilitas ini mencerminkan posisi strategis Sabang sebagai jalur pelayaran internasional sekaligus salah satu pintu penting perjalanan manusia dari Nusantara.

    Untuk mencapai situs bersejarah ini, wisatawan dapat memulai perjalanan dari pusat Kota Sabang menuju kawasan Pantai Iboih dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Dari Iboih, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu motor menuju Pulau Rubiah.

    Setelah tiba di dermaga Pulau Rubiah, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar tujuh menit melewati jalur pulau sebelum menemukan kawasan situs Karantina Haji. Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari pengalaman tersendiri karena wisatawan akan melewati suasana alami Pulau Rubiah yang masih asri.

    Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hingga siang hari. Selain pencahayaan yang lebih baik untuk menikmati bangunan bersejarah, suasana pulau juga lebih nyaman untuk dijelajahi. Pengunjung tetap perlu memperhatikan kondisi jalur karena beberapa area masih berada di tengah vegetasi alami.

    Sesampainya di lokasi, pengunjung akan menemukan karakter arsitektur kolonial Belanda yang menunjukkan kemajuan konstruksi pada masanya. Bangunan ini memiliki ciri khas berupa langit-langit tinggi, pintu dan jendela berukuran besar, serta sistem ventilasi alami yang dirancang menyesuaikan kondisi iklim tropis.

    Berjalan di antara sisa bangunan tersebut seperti membuka kembali halaman sejarah. Beberapa bangunan administrasi masih tampak berdiri, sementara area barak atau asrama jamaah kini lebih banyak menyisakan fondasi dan deretan tiang yang menjadi penanda keberadaan bangunan masa lalu.

    Bagi wisatawan, mengunjungi Karantina Haji Pulau Rubiah menawarkan pengalaman yang berbeda. Perjalanan ke tempat ini bukan hanya tentang melihat peninggalan fisik, tetapi juga memahami kisah perjuangan, perjalanan, dan perubahan zaman yang pernah terjadi di kawasan tersebut.

    Duta Wisata Kota Sabang, Cut Adek Humaira, menyebut situs Karantina Haji Pulau Rubiah sebagai bagian penting dari kekayaan wisata sejarah Sabang.

    “Wisata ke situs Karantina Haji Pulau Rubiah ini adalah cara terbaik untuk mengenal kembali sejarah dan merasakan bagaimana perjuangan proses keberangkatan haji masyarakat Indonesia pada zaman dahulu. Perlu diingat, fasilitas karantina haji bersejarah seperti ini hanya ada dua di Indonesia, yaitu di Kepulauan Seribu dan di Pulau Rubiah, Kota Sabang. Sungguh sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja tanpa ditelusuri,” jelas Humaira.

    Keberadaan situs ini memperlihatkan bahwa Sabang bukan hanya tempat untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga ruang yang menyimpan cerita perjalanan manusia. Perpaduan antara wisata bahari dan sejarah menjadikan Pulau Rubiah memiliki daya tarik yang semakin lengkap.

    Selain kaya akan nilai edukasi, sisa-sisa bangunan karantina haji pertama di Indonesia ini juga menjadi lokasi yang sangat eksotis untuk berburu foto bertema vintage. Kilatan cahaya matahari pagi yang menerobos di sela-sela tiang tua dan rimbunnya pepohonan akan menghasilkan perpaduan bayangan yang sangat estetik.

    Menjelajahi Pulau Rubiah bukan lagi sekadar tentang bermain dengan ikan-ikan karang, melainkan tentang menghormati jejak langkah spiritual bangsa yang abadi di atas pulau ini. Jadi, siapkah Anda melangkah melintasi waktu di Pulau Rubiah?

    Caption: Duta Wisata Kota Sabang, Cut Adek Humaira mengunjungi sisa-sisa bangunan Karantina Haji yang menjadi saksi perjalanan panjang sejarah ibadah haji masyarakat Indonesia pada masa lampau. Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari pengalaman tersendiri karena wisatawan akan melewati suasana alami Pulau Rubiah yang masih asri.(Adv)

  • Indonesia vs Myanmar U-19: Garuda Muda Menang Telak 3-0 di Piala AFF U-19 2026

    Indonesia vs Myanmar U-19: Garuda Muda Menang Telak 3-0 di Piala AFF U-19 2026

    acehtoday.id/ |DELI SERDANG – Indonesia vs Myanmar U-19 menjadi awal yang sempurna bagi Garuda Muda di ajang Piala AFF U-19 2026. Timnas Indonesia U-19 sukses mengalahkan Myanmar U-19 dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga perdana Grup A yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Selatan, Deli Serdang, Senin (1/6/2026).

    Kemenangan tersebut membawa Indonesia langsung mengamankan tiga poin sekaligus menempati puncak klasemen sementara Grup A. Hasil positif ini juga menjadi modal penting bagi Garuda Muda untuk menghadapi pertandingan berikutnya di turnamen usia muda paling bergengsi di Asia Tenggara tersebut.

    Sejak peluit kick-off dibunyikan, Indonesia tampil percaya diri dengan mengambil inisiatif serangan. Anak asuh pelatih Garuda Muda berusaha menekan pertahanan Myanmar melalui kombinasi umpan pendek dan serangan dari kedua sisi lapangan.

    Myanmar mencoba memberikan perlawanan dengan bermain disiplin di area pertahanan. Namun, dominasi penguasaan bola lebih banyak berada di tangan Indonesia yang terus mencari celah untuk mencetak gol pembuka.

    Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-38. Dalam pertandingan Indonesia vs Myanmar U-19, Arkhan Kaka berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan peluang di depan gawang lawan. Gol itu membuat Indonesia unggul 1-0 hingga turun minum.

    Indonesia vs Myanmar U-19 Berakhir 3-0, Dimas Wicaksono Jadi Pembeda

    Memasuki babak kedua, Indonesia tidak menurunkan intensitas permainan. Garuda Muda tetap tampil menyerang untuk mengamankan kemenangan dan menghindari kebangkitan Myanmar.

    Dalam laga Indonesia vs Myanmar U-19, sejumlah peluang sempat tercipta. Namun, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat skor tetap bertahan 1-0 hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.

    Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-78. Dimas Wicaksono sukses memperbesar keunggulan Indonesia menjadi 2-0 setelah memanfaatkan peluang yang didapatkan di kotak penalti Myanmar.

    Gol tersebut membuat permainan Indonesia semakin berkembang. Myanmar yang berusaha mengejar ketertinggalan justru kesulitan menembus pertahanan Garuda Muda yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.

    Saat laga memasuki menit ke-86, Dimas Wicaksono kembali menunjukkan ketajamannya. Pemain muda tersebut mencetak gol keduanya pada pertandingan Indonesia vs Myanmar U-19 sekaligus memastikan kemenangan Indonesia dengan skor telak 3-0.

    Brace yang dicetak Dimas Wicaksono membuat dirinya menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam pertandingan ini. Sementara Arkhan Kaka layak mendapat apresiasi setelah membuka jalan kemenangan Indonesia melalui gol penting pada babak pertama.

    Hasil Indonesia vs Myanmar U-19 ini menempatkan Indonesia di posisi teratas klasemen sementara Grup A dengan koleksi tiga poin dan selisih gol positif. Garuda Muda kini sejajar dengan Vietnam yang juga meraih kemenangan 3-0 atas Timor Leste pada laga pembuka grup.

    Kemenangan besar ini menjadi sinyal positif bagi perjalanan Indonesia di Piala AFF U-19 2026. Selain produktif dalam mencetak gol, lini pertahanan Indonesia juga tampil solid dengan menjaga gawang tetap bersih dari kebobolan.

    Kemenangan pada laga Indonesia vs Myanmar U-19 tidak hanya menghadirkan tiga poin, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri para pemain untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Jika mampu mempertahankan performa seperti ini, peluang Garuda Muda untuk melangkah ke fase berikutnya dan bersaing memperebutkan gelar juara akan semakin terbuka.

    Daftar Susunan Pemain Indonesia U-19 vs Myanmar:

    Indonesia U-19: Dafa Al Gasemi; Fabio Azka Irawan, Al Gazani Dwi, I Putu Panji, Ibrah Ohorella, Eizar Jacob, Nazriel Alfaro, Zinadein Ardyansyah, Theodore Evan; Reno Salampessy, Arkhan Kaka