Bulan: Juli 2026

  • Gerai Rest Area KM 37 Kosong, Janji Hutama Karya Dipertanyakan

    acehtoday.id/ | Aceh Besar – Tempat peristirahatan (rest area) kilometer (KM) 37 A rute Padang Tiji-Indrapuri terlihat lengang dan sepi pengunjung, Jumat (17/7/2026). Kondisi ini jauh dari rencana awal PT Hutama Karya yang mewacanakan rest area sebagai tempat istirahat pengguna tol sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

    Pantauan acehtoday.id/ menunjukkan, rest area yang difasilitasi toilet, musala, dan bangunan gerai usaha itu sepi tanpa aktivitas berarti. Sejumlah mobil pribadi terlihat terparkir di area musala, dengan beberapa penumpang turun sekadar menggunakan toilet maupun musala. Sementara itu, bangunan gerai usaha di sebelah toilet terlihat kosong tanpa aktivitas, hanya ada dua pemuda yang diduga pekerja tol sedang beristirahat. Kondisi serupa terlihat di rest area KM 37 B yang berada di seberangnya, sama-sama sepi dan lengang.

    Janji Gerai UMKM dan SPBU Belum Terealisasi

    Mengutip dari Antara, 10 Oktober 2023 silam, Kepala Cabang Jalan Tol Sibanceh PT Hutama Karya, Totok Masyadi, sempat menyebut bahwa gerai-gerai usaha di rest area akan diisi oleh UMKM dari area setempat. Pihaknya juga disebut akan berkoordinasi dengan pembina UMKM untuk mendapat rekomendasi daftar pelaku usaha yang akan mengisi gerai-gerai tersebut, termasuk rencana penambahan SPBU untuk melengkapi fasilitas rest area.

    Namun hingga kini, tempat istirahat bagi pemudik itu masih terlihat sepi dan lengang. Berdasarkan pantauan Serambi, rest area tersebut sempat hidup oleh aktivitas penjualan kopi dan mie pada momen libur Lebaran Idul Fitri, 8 April 2025. Di sisi lain, gerai-gerai UMKM oleh-oleh bahkan bengkel ban justru mulai tumbuh di sekitar pintu masuk tol kawasan Padang Tiji, bukan di dalam rest area itu sendiri.

    Kondisi tempat Peristirahatan (rest area) kilometer (KM) 37 A rute Padang Tiji-Indrapuri Jalan Tol Sibanceh. Sumber foto: Seputaraceh.id/Elza
    Kondisi tempat Peristirahatan (rest area) kilometer (KM) 37 A rute Padang Tiji-Indrapuri Jalan Tol Sibanceh.
    Sumber foto: acehtoday.id/Elza

    UMKM Saree Pindah Cabang Dekati Pintu Tol Padang Tiji

    Salah satu pelaku usaha yang beralih lokasi adalah Dapur Keripik Putra Seulawah 2. Seorang karyawannya, Silka, mengatakan toko tempatnya bekerja merupakan cabang yang dipindahkan dari Saree karena kondisi di lokasi lama sudah tidak lagi ramai.

    “Dari Saree pindah ke sini. Di sana sudah tutup karena sudah sepi,” kata Silka.

    Ia menjelaskan, cabang di lokasi baru mulai beroperasi sekitar tiga bulan lalu, tidak lama setelah arus kendaraan beralih ke jalan tol. Saat ini, usaha tersebut memiliki dua cabang di kawasan Indrapuri, yang dibuka agar usaha tetap berjalan seiring berkurangnya jumlah kendaraan yang melintas di Saree.

    Meski demikian, Silka mengaku kondisi penjualan di lokasi baru belum sepenuhnya stabil. Pembeli, katanya, cenderung ramai berdatangan pada akhir pekan maupun musim liburan saja.

    “Alhamdulillah masih ada rezeki, tapi belum ramai, ramai saat akhir pekan. Kalau orang sudah selesai liburan, agak sepi,” ungkapnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa pemilik usaha tetap merupakan warga Saree, sementara para karyawan hanya dipindahkan untuk melayani operasional di cabang baru. “Toke orang Saree. Kami hanya bekerja di sini,” tutup Silka.**

  • Mukhlis Nakata: Persiraja Butuh Leader Kuat di Lapangan

    acehtoday.id/ | Banda Aceh –  Mantan kapten Persiraja Banda Aceh, Mukhlis Nakata, menilai skuad Laskar Rencong saat ini kekurangan sosok pemimpin di lapangan. Kehadiran seorang leader dinilai penting untuk membakar semangat tim demi mewujudkan target promosi ke Liga 1 pada musim 2026-2027.

    Selain soal figur pemimpin, Nakata juga menyoroti komposisi pemain. Menurutnya, jumlah pemain asal Aceh di skuad Persiraja perlu lebih dominan karena ikatan emosional mereka terhadap klub dinilai mampu mendongkrak semangat juang tim di setiap laga.

    Nakata menegaskan bahwa performa kandang yang buruk musim lalu tidak boleh terulang. “Hal seperti itu tidak boleh terulang lagi musim depan. Bermain di kandang harus menjadi kekuatan bagi Persiraja,” ujarnya, Jumat (17/6/2026).

    Skuad Persiraja musim 2025-2026
    Skuad Persiraja musim 2025-2026. Foto Website Persiraja

    Setelah gantung sepatu, Nakata mengaku sudah tidak lagi berada di dalam tim sehingga tidak mengetahui detail situasi internal klub saat ini. Meski begitu, ia menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar Persiraja mampu bersaing di papan atas.

    Ia mengingatkan, Persiraja sudah dua kali nyaris meraih tiket promosi ke Liga 1, namun selalu gagal di laga-laga penentuan. Dari sisi permainan, para pemain sebenarnya sudah tampil maksimal, tetapi lawan dinilai lebih siap dalam berbagai aspek krusial.

    Dibandingkan era ketika dirinya masih membela tim, Nakata menilai kekompakan Persiraja belum kembali seperti dulu, terutama sejak pandemi COVID-19.

    Menyongsong musim baru, Nakata berharap manajemen merekrut pemain yang mencintai klub, bermental pantang menyerah, dan bertekad tidak kalah di hadapan pendukung sendiri. Kekompakan tim, baik di dalam maupun di luar lapangan, disebutnya sebagai modal utama untuk bersaing memperebutkan tiket promosi.

    Laporan: Fatih

     

  • Kolektif Hiburan SSJ dari Sydney Hadir di Luna Bar Canberra

    Kolektif Hiburan SSJ dari Sydney Hadir di Luna Bar Canberra

    Rakyat News – Luna Bar di Canberra akan menggelar acara menarik dengan menghadirkan kolektif hiburan dari Sydney, SSJ, pada 25 Juli 2026. Acara ini akan berlangsung mulai pukul 20.00 dan diharapkan menjadi malam yang penuh energi.

    SSJ bukanlah band penutup pub biasa. Mereka adalah kolektif hiburan berbasis Sydney yang menggabungkan penyanyi langsung, saxofon, perkusi, dan DJ. Pertunjukan mereka menawarkan pengalaman yang lebih mirip festival dibandingkan dengan malam biasa di pub.

    Pada malam acara, pengunjung dapat mengharapkan para penyanyi tampil di atas kursi, saxophonist bergerak di antara meja, serta DJ yang memutar lagu-lagu pesta populer. Penampilan ini akan dimulai pukul 22.00 dan akan menampilkan musik live serta suasana yang meriah.

    Tiket untuk acara ini sangat terjangkau, hanya seharga $15. Dengan harga ini, pengunjung sudah mendapatkan akses ke pertunjukan live serta koktail bertema Winter Heat saat masuk.

    Penting untuk dicatat bahwa tempat di Luna terbatas. Mengingat SSJ datang dari Sydney, pengunjung disarankan untuk memesan tiket lebih awal agar tidak ketinggalan acara spesial ini.

  • Tim Dosen USM dan USK Kembangkan Demplot TOGA Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Besar

    acehtoday.id/ | Aceh Besar – Tim dosen Universitas Serambi Mekkah (USM) dan Universitas Syiah Kuala (USK) memberdayakan ibu-ibu Posyandu serta kader kesehatan melalui pengembangan demplot percontohan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berbasis kearifan lokal di Gampong Blang Tingkeum, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (4/7/2026).

    Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemberdayaan Ibu-Ibu Kelompok Posyandu melalui Pengembangan Tanaman Obat Keluarga Berbasis Kearifan Lokal” itu diikuti sekitar 30 peserta. Program tersebut memadukan penyuluhan, diskusi, dan praktik langsung penanaman berbagai jenis tanaman obat pada lahan percontohan yang telah dipersiapkan bersama masyarakat.

    Ketua Tim PkM, Dr. Saudah, M.Si. dari Universitas Serambi Mekkah, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan tanaman obat keluarga, mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah, sekaligus melestarikan pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

    Tim pengabdian terdiri atas Dr. Saudah, M.Si., Dr. Masyudi, M.Kes. dari USM, serta Dr. Risa Nursanty, M.S. dari Universitas Syiah Kuala. Ketiganya berkolaborasi sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, pendampingan hingga evaluasi program sebagai bentuk sinergi antarperguruan tinggi dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Materi penyuluhan disampaikan oleh dosen USM, Dr. Elvrida Rosa, S.P., M.P. Ia menjelaskan pentingnya pemanfaatan TOGA untuk mendukung kesehatan keluarga sekaligus menjadikan pekarangan rumah lebih produktif.

    Dalam penyuluhan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai tanaman yang mudah dibudidayakan, seperti jahe, kunyit, temulawak, kencur, serai, daun sirih, daun mint, kemangi, bawang Dayak, dan jeruk kasturi.

    “Tanaman obat keluarga tidak hanya membuat pekarangan menjadi lebih hijau, tetapi juga dapat menjadi sumber pembelajaran dan pendukung pemeliharaan kesehatan keluarga. Pengembangannya sekaligus menjadi salah satu cara untuk menjaga pengetahuan lokal agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya,” ujar Dr. Elvrida Rosa.

    Dr. Saudah menambahkan, program tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah menjadi lebih produktif.

    “Kami berharap demplot ini menjadi contoh yang dapat dikembangkan oleh masyarakat. Pekarangan yang sebelumnya belum dimanfaatkan dapat ditanami tanaman obat sehingga memberikan manfaat bagi keluarga,” katanya.

    Tim dosen Universitas Serambi Mekkah (USM) dan Universitas Syiah Kuala (USK) memberdayakan ibu-ibu Posyandu serta kader kesehatan melalui pengembangan demplot percontohan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berbasis kearifan lokal di Gampong Blang Tingkeum, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (4/7/2026).

    Ia menegaskan bahwa pemanfaatan tanaman obat harus dilakukan secara tepat dan berdasarkan pengetahuan yang benar. Tanaman obat dapat dimanfaatkan untuk menunjang kesehatan, namun tidak menggantikan pemeriksaan maupun pengobatan oleh tenaga kesehatan apabila seseorang memerlukan penanganan medis.

    Usai penyuluhan, peserta bersama tim dosen dan aparatur gampong melakukan praktik penanaman bibit TOGA pada lahan percontohan yang telah dipersiapkan masyarakat beberapa hari sebelumnya.

    Bibit yang ditanam meliputi serai, kencur, jahe, temulawak, daun sirih, daun mint, kemangi, bawang Dayak, dan jeruk kasturi, serta beberapa jenis tanaman obat lain yang mudah dibudidayakan.

    Suasana gotong royong tampak mewarnai kegiatan. Ibu-ibu Posyandu, kader kesehatan, tim dosen, pemateri, dan aparatur gampong bersama-sama menata serta menanam bibit di setiap petak demplot. Peserta juga aktif berdiskusi mengenai teknik budidaya, perawatan tanaman, waktu panen, hingga cara memanfaatkan tanaman obat secara bijak.

    “Ilmu yang diberikan tidak boleh berhenti di ruang penyuluhan. Demplot ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran bersama dan mendorong masyarakat untuk mengembangkan kebun TOGA di pekarangan rumah masing-masing,” tambah Dr. Saudah.

    Demplot TOGA Berbasis Kearifan Lokal Mendapat Apresiasi

    Keuchik Gampong Blang Tingkeum, Zahrul Mubarak, mengapresiasi kolaborasi tim dosen USM dan USK tersebut. Menurutnya, program pengembangan TOGA memberikan manfaat nyata karena masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesempatan mempraktikkan langsung teknik budidaya tanaman obat.

    “Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus dilanjutkan. Demplot yang telah dibangun hendaknya dirawat bersama-sama sehingga menjadi tempat belajar dan contoh bagi masyarakat yang ingin mengembangkan tanaman obat di rumah,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, Tim PkM berharap masyarakat Gampong Blang Tingkeum semakin terampil memanfaatkan lahan pekarangan, mampu merawat dan mengembangkan kebun TOGA secara berkelanjutan, serta terus melestarikan pemanfaatan tanaman obat sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Aceh.

    Tim PkM juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026 berdasarkan Kontrak Induk Nomor 216/C3/DT.05.00/PM/2026 dan Kontrak Turunan Nomor 18/LL13/AL.04/AKA.PM/2026 melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Serambi Mekkah dengan Nomor Kontrak 020/LPPM-USM/IV/2026.

    Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat peran perguruan tinggi untuk menghadirkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan program pemberdayaan yang relevan serta mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

     

  • Pasar Mobil Bekas di Aceh Lesu, Dulu Bisa Jual 10 Unit Sebulan, Sekarang Kadang Nol

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Pasar mobil bekas di Aceh tengah mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir. Melemahnya daya beli masyarakat serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax disebut menjadi faktor utama yang membuat minat masyarakat membeli mobil bekas menurun.

    Owner showroom mobil bekas D Mobil ID yang berlokasi di Gampong Blang Cut, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Khalil.ia mengatakan, kondisi pasar saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa waktu lalu. Jika sebelumnya penjualan masih cukup stabil, kini jumlah transaksi mengalami penurunan yang cukup signifikan.

    “Ekonomi masyarakat sedang melemah, ditambah lagi kenaikan harga Pertamax ikut memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli mobil bekas,” ujarnya.

    Meski demikian, ia mengingat kembali bahwa pasar mobil bekas justru sempat mengalami lonjakan permintaan pasca banjir bandang yang melanda Aceh pada 2025. Menurutnya, banyak masyarakat yang kehilangan kendaraan akibat bencana tersebut sehingga memilih membeli mobil bekas sebagai alternatif.

    “Kenaikan penjualan waktu itu berlangsung cukup lama, bahkan sampai melewati dua momen Lebaran, yakni Idulfitri dan Idul Adha. Saat bulan Ramadhan, pembeli sering datang ke showroom seusai salat tarawih untuk melihat dan bertransaksi unit,” katanya.

    Penjualan mobil bekas Aceh terus melonjak, MPV jadi primadona konsumen
    Suasana tempaty penjualan mobil bekas di Batoh, Kota Banda Aceh. Foto acehtoday.id/Zaky

    Pasar Mobil Bekas di Aceh Tetap Bertahan

    Namun, setelah momen Lebaran berakhir, tren penjualan kembali menurun. Jika sebelumnya showroom mampu mencatat rata-rata penjualan sekitar 10 unit mobil setiap bulan, kini angkanya hanya berkisar lima unit. Bahkan, dalam beberapa periode, tidak ada satu pun transaksi yang berhasil ditutup.

    “Dulu bisa closing sekitar 10 unit per bulan, sekarang paling lima unit. Bahkan pernah tidak closing sama sekali,” ungkapnya.

    Di tengah lesunya pasar, mobil berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) masih menjadi segmen yang paling banyak dicari konsumen di Aceh. Sementara dari sisi merek, Toyota, Honda, dan Mitsubishi tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

    Menurutnya, ketiga merek tersebut memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan suku cadang yang melimpah serta jaringan bengkel resmi maupun bengkel umum yang mudah ditemukan di berbagai daerah di Aceh.

    Ia juga menilai membeli mobil bekas masih menjadi pilihan yang lebih rasional dibandingkan membeli mobil baru, terutama bagi konsumen yang ingin menghemat anggaran.

    “Harga mobil baru mengalami depresiasi cukup besar. Begitu keluar dari dealer pada hari pertama, nilainya bisa langsung turun hingga sekitar 30 persen. Sementara mobil bekas sudah melewati fase penyusutan harga terbesar, sehingga dari sisi nilai lebih menguntungkan,” jelasnya.

    Meski pasar sedang melambat, pelaku usaha berharap kondisi ekonomi masyarakat dapat segera membaik sehingga daya beli kembali meningkat dan pasar mobil bekas kembali bergairah dalam waktu mendatang.

    Laporan: Zaky dan Fatih

  • Persiraja Mulai Persiapan Musim 2026/2027, Bidik Promosi ke Liga 1

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Persiraja Banda Aceh mulai mempersiapkan skuad untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027 dengan menjadwalkan latihan perdana pada 1 Agustus 2026 serta menargetkan promosi ke Liga 1.

    Manajer Persiraja, Gidong, mengatakan komposisi tim musim ini akan memadukan pemain senior dengan pemain muda asal Aceh maupun luar daerah guna menciptakan keseimbangan pengalaman dan regenerasi dalam skuad.

    “Latihan perdana akan dimulai pada 1 Agustus. Kami memadukan pemain senior dengan pemain muda agar tim lebih kompetitif menghadapi musim ini,” kata Gidong dihubungi Seputar Aceh, Jumat (17/6/2026).

    Gidong menjelaskan komposisi pemain asing Persiraja hampir rampung. Manajemen hanya tinggal menunggu kepastian satu pemain asing lagi sebelum skuad dinyatakan lengkap.

    Manajer Persiraja, Gidong
    Manajer Persiraja, Gidong. Arsip Pribadi

    Terkait nama-nama pemain baru yang beredar di publik, termasuk rumor bergabungnya Daniel, Gidong enggan memberikan kepastian. Menurut dia, selama klub belum mengumumkannya secara resmi, segala kemungkinan masih dapat terjadi.

    “Kalau belum diumumkan secara resmi oleh klub, semua masih bisa terjadi. Jadi, kami minta masyarakat dan suporter menunggu pengumuman resmi dari Persiraja,” kata Gidong.

    Persiraja Rombak Separuh

    Menurut Gidong, sekitar 50 persen pemain musim lalu tetap dipertahankan, sedangkan separuh lainnya merupakan wajah baru yang direkrut untuk memperkuat tim menghadapi persaingan musim 2026/2027.

    Gidong mengatakan Persiraja memasang target untuk bersaing di papan atas klasemen pada tahap awal kompetisi musim 2026/2027.

    Menurut dia, perjalanan liga masih sangat panjang sehingga tim akan fokus menjalani setiap pertandingan secara bertahap.

    “Untuk tahap awal kami fokus bersaing di papan atas. Kompetisi masih panjang, jadi kami ingin menjalani musim ini selangkah demi selangkah,” kata Gidong.

    Hartono memperpanjang kontrak bersama Persiraja
    Hartono memperpanjang kontrak bersama Persiraja

    Ia mengakui persaingan menuju papan atas sekaligus perebutan tiket promosi musim ini tidak akan mudah. Sejumlah klub yang memiliki pengalaman panjang di Liga 1, termasuk Semen Padang, dipastikan menjadi pesaing kuat dalam perburuan posisi teratas.

    “Persaingan musim ini berat karena ada Semen Padang dan beberapa klub yang sudah lama melintang di Liga 1 juga ikut bermain. Karena itu kami harus mempersiapkan tim sebaik mungkin,” ujarnya.

    Persiraja terakhir kali tampil di kompetisi Liga 1 pada musim 2020 dan musim 2021/2022. Manajemen berharap persiapan yang dilakukan sejak awal dapat membawa tim kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim berikutnya.

    Laporan: Fatih

  • Omset Turun Drastis, Cikgu Kopi Saree Pilih Setia ke Karyawan

    acehtoday.id/ | Aceh Besar – Pemilik Cikgu Kopi Arabika Gayo di kawasan Saree memilih bertahan di tengah anjloknya omset sejak Jalan Tol Sigli-Banda Aceh mulai difungsikan. Meski pendapatan turun drastis, ia enggan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para karyawannya.

    Pemilik usaha yang akrab disapa Cikgu, bernama asli Bustami, mengatakan bahwa sebelum tol beroperasi, usahanya mempekerjakan sekitar 30 karyawan. Kini jumlah tersebut tinggal 16 orang, bukan karena dirumahkan, melainkan karena sebagian memilih mengundurkan diri akibat kondisi usaha yang terus menurun.

    "Saya tidak mau memberhentikan karyawan. Apa yang ada kami makan bersama di sini. Posisi kami sekarang bertahan, bukan menyerah," kata Cikgu saat ditemui acehtoday.id/, Jumat (17/7/2026).

    Omset Anjlok Sejak Tol Dibuka, Bukan Akibat Banjir

    Menurut Cikgu, penurunan omset terjadi tepat setelah jalan tol dibuka, bukan karena banjir yang sempat melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu. “Kalau kami penyebabnya adalah tol. Begitu tol dibuka, langsung turun. Seandainya tol dibuka sebelum banjir pun hasilnya tetap begini,” ucapnya.

    Ia menilai Jalan Tol Sigli-Banda Aceh telah mengalihkan arus kendaraan yang selama puluhan tahun menjadi sumber utama pelanggan bagi pelaku UMKM di Saree. Meski saat ini ruas Padang Tiji-Seulimeum masih digratiskan, Cikgu tidak yakin kondisi akan berubah signifikan ketika tarif mulai diberlakukan.

    “Mungkin nanti ada yang kembali lewat jalan lama karena mempertimbangkan biaya tol pulang-pergi. Tapi menurut saya persentasenya kecil, mungkin hanya sekitar lima persen,” tambahnya.

    Meski dihadapkan pada situasi sulit, Cikgu menegaskan tidak menolak keberadaan pembangunan jalan tol. Ia memahami bahwa infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk mempercepat mobilitas masyarakat. Namun, menurutnya, pembangunan seharusnya tetap disertai kebijakan yang melindungi pelaku usaha lokal.

    “Kami juga ingin Aceh maju. Kami juga ingin ada jalan tol. Tapi pemerintah harus memikirkan bagaimana UMKM di Saree tetap hidup,” ujarnya.

    Bagi Cikgu, mengembalikan Saree seperti sedia kala bukan hal yang mungkin dilakukan. Namun ia berharap pemerintah dapat memikirkan solusi konkret bagi UMKM yang terdampak. “Kalau ditanya bagaimana supaya kembali seperti dulu, ya tidak mungkin. Kecuali tol ditutup, tentu itu juga tidak mungkin. Yang kami harapkan sekarang adalah pemerintah benar-benar memikirkan solusi bagi UMKM yang terdampak,” pungkasnya.**

  • Jadi Kedai Hantu, Tol Gratis Bikin Saree Kehilangan Denyut Ekonomi

    acehtoday.id/ | Aceh Besar – Di balik ramainya arus kendaraan yang melintas di Jalan Tol Sigli-Banda Aceh, tersimpan cerita berbeda dari kawasan Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari lalu lintas jalan nasional, kehadiran jalan tol justru meninggalkan jejak sepi yang panjang.

    Karyawan Rumah Makan (RM) Harkat Sejahtera yang akrab disapa Kak Bit menjadi salah satu saksi perubahan itu. Ia menceritakan bagaimana kawasan yang dahulu menjadi tempat persinggahan utama kendaraan dari Banda Aceh menuju Takengon maupun Sigli, kini kehilangan denyut ekonominya.

    "Dampaknya karena jalan tol. Kendaraan sudah lewat jalan tol semua, tidak melintasi Saree lagi. Paling hanya satu dua kendaraan saja yang masih lewat. Nah, makanya kondisinya jadi seperti ini," kata Kak Bit kepada acehtoday.id/, Jumat (17/7/2026).

    Pantauan di lapangan menunjukkan kawasan rumah makan tersebut terlihat lengang tanpa pengunjung. Terpal berwarna oranye terbentang di pilar-pilar rumah makan sebagai tanda ditutupnya operasional usaha, sementara papan kios di sampingnya yang bertuliskan “24 jam buka” sudah berdebu dengan rak-rak toko kosong. “Sudah jadi kedai setan (hantu),” katanya sambil tertawa.

    Rumah Makan Terpaksa Pindah ke Lamtamot demi Bertahan

    Menurut Kak Bit, berkurangnya kendaraan yang melintas membuat banyak rumah makan dan usaha di sepanjang Jalan Nasional Banda Aceh-Medan kehilangan pelanggan. RM Harkat Sejahtera yang sebelumnya beroperasi di Saree bahkan terpaksa memindahkan aktivitas usahanya ke kawasan Lamtamot demi mempertahankan operasional.

    “Sekarang dapur untuk masak sudah dipindahkan ke Lamtamot, bukan disini lagi. Alhamdulillah di sana lebih ramai karena kendaraan masih banyak lewat,” ujarnya. Ia mengaku, sebelum pindah, rumah makan tersebut sempat bertahan melayani pelanggan di Saree, namun kondisi yang kian sulit membuat mereka akhirnya mencari lokasi baru.

    “Masih buka sebelumnya, tetapi tidak sanggup lagi bertahan. Saree sudah mati total. Sekarang kami pindah ke Lamtamot. Baru empat hari beroperasi di sana,” tutur Kak Bit.

    Meski berhasil pindah, mereka menghadapi tantangan lain yang tidak ringan. Jarak tempuh menjadi lebih jauh dan jam kerja karyawan pun ikut bertambah. “Sekarang kami pulang sampai jam 12 malam. Ya karena memang harus mencari rezeki,” tuturnya.

    Rumah Makan Harkat Sejahtera di kawasan Saree yang tutup. (Sumber foto: Seputaraceh.id/Elza)
    Rumah Makan Harkat Sejahtera di kawasan Saree yang tutup.
    (Sumber foto: acehtoday.id/Elza

    Pedagang Kecil Tanpa Modal Jadi yang Paling Terdampak

    Kak Bit menilai penurunan aktivitas ekonomi di Saree tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar, tetapi juga pedagang kecil hingga buruh harian. “Kasihan orang-orang sekarang. Banyak yang menganggur, buruh tani juga banyak yang tidak ada pekerjaan. Jadi bagaimana solusinya?” ujarnya.

    Ia mengenang masa ketika Saree menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi di Aceh, saat hampir seluruh kendaraan yang melintas berhenti untuk beristirahat, makan, maupun membeli oleh-oleh. “Dulu perputaran ekonomi di Aceh yang paling cepat ya di Saree. Sekarang sudah tidak ada lagi. Banyak yang pindah ke Padang Tiji, ada juga yang pindah ke Lamtamot,” ujarnya.

    Menurutnya, apabila sejak awal tersedia pintu keluar-masuk tol menuju Saree, kondisi tersebut kemungkinan tidak akan separah sekarang. “Kalau ada pintu tol Saree, mungkin tidak seperti ini. Orang tetap bisa keluar untuk beli oleh-oleh di Saree,” katanya.

    Ia juga menyoroti kebijakan tarif tol gratis dalam beberapa bulan terakhir yang membuat hampir seluruh kendaraan memilih melintas melalui jalan tol, sehingga jalan nasional semakin sepi. “Kalau gratis (kendaraan) selalu lewat situ. Kalau berbayar mungkin masih ada orang yang memilih lewat jalan sini,” tambahnya.

    Karyawan RM Makan Harkat Sejahtera, Kak Bit di dapur si kawasan Saree. (Sumber foto: Seputaraceh.id/Elza)
    Karyawan RM Makan Harkat Sejahtera, Kak Bit di dapur si kawasan Saree.
    (Sumber foto: acehtoday.id/Elza

    Kak Bit mengaku dirinya masih beruntung karena bekerja di rumah makan yang mampu membuka cabang di lokasi lain, berbeda dengan pedagang kecil yang tidak memiliki modal untuk berpindah tempat. “Kami masih beruntung karena bekerja di rumah makan yang bisa pindah. Tapi pedagang-pedagang kecil kasihan sekali. Mereka tidak punya modal untuk pindah ke tempat lain,” tuturnya.

    Ia berharap pemerintah dan pengelola jalan tol dapat mencari solusi agar kawasan Saree tidak semakin terpuruk. “Yang kami harapkan, jangan sampai Saree benar-benar mati. Cari solusi supaya masyarakat kecil tetap bisa mencari nafkah,” tutupnya.**

  • Investasi Batam Melonjak 72,83 Persen, Ini Faktor Pendorongnya

    Investasi Batam Melonjak 72,83 Persen, Ini Faktor Pendorongnya

     Batam semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia. Pada 2025, realisasi investasi di kota ini mencapai Rp44,01 triliun atau meningkat 72,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut menopang laju ekonomi Batam yang mencapai 6,76 persen.

    Wali kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, peningkatan investasi didorong oleh reformasi regulasi, percepatan layanan perizinan, penguatan infrastruktur, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam.

    Pernyataan itu disampaikan Amsakar saat menjadi narasumber dalam program PROFIT di CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).

    Menurut Amsakar, pemerintah daerah bersama Wakil Wali kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, terus melakukan pembenahan tata kelola investasi melalui berbagai regulasi yang memberikan kepastian hukum dan kemudahan berusaha.

    “Ekonomi Batam berjalan dengan baik dan investasi terus berkembang. Berbagai regulasi yang diterbitkan pemerintah menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing kawasan,” ujarnya.

    Salah satu reformasi yang dilakukan ialah mempercepat proses perizinan. Persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang sebelumnya membutuhkan waktu enam bulan hingga dua tahun kini rata-rata dapat diselesaikan dalam 38 hari. Sementara itu, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) kini dapat diproses sekitar dua bulan.

    Percepatan layanan tersebut berdampak langsung terhadap realisasi investasi. Pada 2024, investasi di Batam tercatat sebesar Rp25,46 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp44,01 triliun pada 2025 atau tumbuh 72,83 persen. Nilai tersebut juga melampaui target investasi sebesar Rp36,9 triliun dengan tingkat capaian 118,87 persen.

    “Kami diminta Presiden untuk menyederhanakan pelayanan kepada dunia usaha. Itu yang terus kami lakukan agar investor memperoleh kepastian dan kemudahan berusaha di Batam,” kata Amsakar.

    Layanan Digital Permudah Investasi

    Selain mempercepat perizinan, BP Batam mengembangkan sistem pemantauan layanan berbasis digital yang memungkinkan setiap permohonan dipantau secara real time. Sistem ini memudahkan pimpinan melakukan evaluasi apabila terdapat proses perizinan yang mengalami keterlambatan.

    BP Batam juga menghadirkan program Duta Investasi yang mendampingi investor sejak tahap awal hingga proyek terealisasi.

    “Investor tidak kami biarkan berjalan sendiri. Mereka didampingi sejak awal hingga investasi terealisasi sehingga seluruh proses menjadi lebih mudah dan pasti,” ujarnya.

    Logistik dan Pariwisata Tumbuh Bersama

    Aktivitas pelabuhan Batam juga terus meningkat seiring bertambahnya kapal direct call yang melakukan bongkar muat langsung di Batam. Kondisi tersebut turut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

    Jumlah wisatawan nusantara meningkat dari sekitar 1,7 juta menjadi hampir 2,1 juta orang. Sementara wisatawan mancanegara bertambah dari sekitar 1,2 juta menjadi 1,5 hingga 1,6 juta orang.

    Menurut Amsakar, pertumbuhan sektor logistik, pelabuhan, dan pariwisata menciptakan efek berganda bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM.

    Batam jadi Mitra Pertumbuhan Singapura

    Amsakar menegaskan Batam bukan sekadar lokasi relokasi investasi dari Singapura. Menurutnya, Batam, Singapura, dan Johor merupakan mitra pertumbuhan yang saling melengkapi.

    “Untuk maju tidak harus sendiri. Kita bisa tumbuh bersama. Batam hadir sebagai mitra yang saling melengkapi Singapura dan Johor, bukan sebagai pesaing ataupun sekadar menerima limpahan investasi,” tegasnya.

    Ia menilai posisi Batam yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka menjadi salah satu keunggulan strategis yang menarik minat investor domestik maupun asing.

    Data Center jadi Penggerak Baru Investasi

    Sektor data center kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Batam. Hingga pertengahan 2026, investasi di sektor tersebut mencapai sekitar Rp120 triliun dengan 20 proyek yang sedang dikembangkan.

    Batam juga didukung sejumlah landing station kabel bawah laut internasional di kawasan Nongsa, antara lain Indonesia Cable Express, Nongsa China Cable System, dan Singapore Cable System.

    Menurut Amsakar, ketersediaan lahan, infrastruktur digital, pasokan air bersih, serta kesiapan listrik menjadi faktor utama yang meningkatkan daya saing Batam sebagai pusat industri digital dan kecerdasan artifisial (AI).

    Presiden Minta Batam Pertahankan Daya Saing

    Amsakar mengungkapkan, Presiden RI meminta Batam terus menjaga daya saing melalui penyederhanaan perizinan, percepatan pelayanan, serta pengembangan pelabuhan berstandar internasional agar mampu memanfaatkan potensi Selat Malaka secara optimal.

    Selain itu, Batam diharapkan tetap menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.

    Amsakar juga menyampaikan sejumlah tantangan dalam transisi kewenangan perizinan dari kementerian dan lembaga. Pemerintah berharap implementasi PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025 dapat semakin mempercepat pelayanan kepada investor.

    “Perhatian Presiden menjadi energi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam. Ukuran keberhasilan kami adalah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” tambahnya.(Mc.Batam/Eyv)

  • Kisah Foto Legendaris Messi Memandikan Lamine Yamal

    Kisah Foto Legendaris Messi Memandikan Lamine Yamal

    Rakyat News – Menjelang final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol, foto legendaris Lionel Messi memandikan Lamine Yamal kembali viral. Foto ini diambil hampir dua dekade lalu dan menjadi perbincangan di seluruh dunia.

    Dalam foto tersebut, Messi yang saat itu berusia 20 tahun terlihat memandikan Lamine Yamal, bayi yang kini menjadi pemain muda sensasional Timnas Spanyol. Foto ini diabadikan oleh Joan Monfort pada akhir tahun 2007.

    Pengambilan gambar tersebut merupakan bagian dari kalender amal 2008 yang dibuat oleh yayasan FC Barcelona Foundation dan UNICEF. Kalender ini menampilkan bulanan pemain bintang Barcelona berpose dengan anak-anak dari Catalonia.

    Keluarga Lamine Yamal beruntung memenangkan undian untuk berpose dengan Messi. Mereka tinggal di Mataro, Barcelona, saat itu. Proyek ini bertujuan memberikan visibilitas terhadap masalah sosial anak-anak dan keluarga mereka.

    Joan Monfort, fotografer yang terlibat, mengatakan, “Kami ingin memancarkan sisi kemanusiaan, interaksi yang santai, dan tawa di antara pemain dan anak-anak.” Ide memandikan bayi diusulkan Monfort untuk menciptakan interaksi lebih dekat antara Messi dan Yamal.

    Ibu kandung Yamal juga membantu selama sesi pemotretan. Selain Messi, beberapa legenda Barcelona lainnya turut berpartisipasi dalam proyek amal ini, seperti Ronaldinho dan Xavi Hernandez. Foto ini menjadi salah satu momen bersejarah yang diingat banyak orang.

    Dengan momen viral ini, banyak yang mengingat kembali betapa dekatnya Messi dengan anak-anak. Ini mencerminkan sisi kemanusiaan dan dedikasi Messi dalam mendukung anak-anak melalui proyek UNICEF.