Bulan: Juli 2026

  • [Siaran Pers] Kemkomdigi Pertahankan WTP Dua Tahun Berturut-Turut di Era Menkomdigi Meutya Hafid

    [Siaran Pers] Kemkomdigi Pertahankan WTP Dua Tahun Berturut-Turut di Era Menkomdigi Meutya Hafid

    Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025.
    Capaian ini menjadi opini WTP kedua yang diraih Kemkomdigi secara berturut-turut di bawah kepemimpinan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Sebelumnya, kementerian ini sempat menerima opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada tahun 2015, 2022, dan 2023.
    Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diserahkan langsung oleh Anggota III BPK RI Akhsanul Khaq kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid di Auditorium Badiklat PKN BPK RI, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2026).
    Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan capaian ini mencerminkan komitmen seluruh jajaran Kemkomdigi dalam membangun tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
    Menurut Meutya, keberhasilan mempertahankan WTP menunjukkan bahwa reformasi birokrasi dan penguatan pengelolaan keuangan berjalan seiring dengan agenda transformasi digital nasional yang tengah dipercepat pemerintah.
    Sepanjang tahun 2025, Kemkomdigi juga mencatat realisasi penyerapan anggaran sebesar 94 persen yang diarahkan untuk mendukung perluasan konektivitas, penguatan infrastruktur digital, dan peningkatan layanan digital bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
    Anggota III BPK RI Akhsanul Khaq menjelaskan bahwa opini WTP diberikan berdasarkan empat kriteria utama, yakni kesesuaian dengan SAP, kecukupan pengungkapan, efektivitas sistem pengendalian intern, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
    Dengan raihan WTP dua tahun berturut-turut, Kemkomdigi menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas tata kelola keuangan negara sekaligus memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat nyata bagi percepatan transformasi digital Indonesia.
  • Pemkab Aceh Besar Ungkap Nasib Pedagang Saree dan Rest Area Tol Sibanceh

    Pemkab Aceh Besar Ungkap Nasib Pedagang Saree dan Rest Area Tol Sibanceh

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Rencana relokasi pedagang ke kawasan rest area di ruas Jalan Tol Sigli–Banda Aceh masih memerlukan pembahasan lebih lanjut antara pemerintah daerah dengan PT Hutama Karya selaku pengelola jalan tol. Kepastian mengenai keterlibatan pelaku UMKM lokal di kawasan tersebut hingga kini belum final.

    Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan, Drs. H. Sulaimi, M.Si., menjelaskan bahwa instansinya hanya memiliki kewenangan dalam pembinaan pedagang, bukan menentukan lokasi maupun kebijakan operasional rest area di jalan tol tersebut. Menurutnya, keputusan terkait titik lokasi dan alokasi ruang sepenuhnya berada di ranah pengelola jalan tol.

    Belum Ada Kepastian Jumlah Titik dan Alokasi Ruang

    Sulaimi mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pembahasan secara rinci mengenai jumlah titik rest area maupun alokasi ruang yang akan disediakan khusus bagi pelaku UMKM lokal. "Kita masih menunggu waktu yang tepat untuk bicara khusus itu dengan PT. Hutama Karya," katanya kepada acehtoday.id/, Jumat (17/7/2026).

    Kondisi ini membuat pemerintah daerah belum bisa memastikan skema penempatan pedagang, termasuk pelaku usaha di kawasan Saree yang selama ini menggantungkan penghasilan dari jalur tersebut.

    Ia menyebut, dalam waktu dekat pemerintah daerah berencana menggelar pertemuan koordinasi dengan PT Hutama Karya untuk membahas peluang keterlibatan UMKM dan pedagang lokal di kawasan rest area.

    Pembahasan itu, kata Sulaimi, harus dilakukan melalui forum resmi karena menyangkut hak dan kewajiban masing-masing pihak, sehingga seluruh prosesnya perlu dilakukan secara hati-hati.

    Pemerintah daerah berharap masyarakat, khususnya pelaku usaha di kawasan Saree, dapat memperoleh kesempatan menjalankan usaha di rest area apabila nantinya tersedia ruang yang memungkinkan.

    Namun, Sulaimi juga mengingatkan bahwa ketersediaan lahan di rest area dinilai terbatas, sehingga mekanisme penempatan pedagang perlu dibahas secara matang agar sesuai dengan kapasitas yang ada.

    Pemda Cari Solusi yang Akomodatif tanpa Langgar Aturan Tol

    Menurut Sulaimi, pemerintah daerah akan berupaya mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat tanpa mengabaikan aturan dan kebijakan pengelola jalan tol.

    Program pengembangan UMKM yang dijalankan pemerintah daerah, lanjutnya, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor UMKM, namun implementasinya di kawasan rest area tetap membutuhkan kajian serta koordinasi lintas instansi.

    Ia memastikan ada komitmen untuk membahas peluang pemberdayaan UMKM di kawasan rest area. Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh keputusan baru dapat diambil setelah melalui pembahasan bersama seluruh pihak terkait, termasuk PT Hutama Karya sebagai pengelola jalan tol.**

  • Berdayakan UMKM Aceh, Maxim Dukung Lewat Program Pendampingan Usaha

    Berdayakan UMKM Aceh, Maxim Dukung Lewat Program Pendampingan Usaha

    acehtoday.id/ | Banda AcehMaxim terus mendukung pelaku usaha lokal melalui program pendampingan usaha kecil yang bertujuan meningkatkan kualitas ruang publik serta standar kebersihan di pasar-pasar tradisional. Melalui penyediaan perlengkapan usaha yang dibutuhkan dan konsultasi gratis, program ini membantu menekan biaya operasional sekaligus menciptakan lingkungan usaha yang lebih bersih, tertata, dan aman bagi pemilik usaha, pelanggan, serta masyarakat sekitar.

    Program ini pertama kali diluncurkan di Banda Aceh pada 2018, bersamaan dengan hadirnya layanan Maxim di provinsi tersebut. Sebagai wilayah pertama yang menjalankan inisiatif ini, Aceh terus menjadi salah satu area penting dalam upaya Maxim mendukung masyarakat.

    Sejak saat itu, ratusan restoran, hotel, penyedia layanan, institusi pendidikan, serta pedagang di pasar makanan dan pakaian di Banda Aceh terus berpartisipasi dalam program tersebut.

    Sediakan Perlengkapan Usaha hingga Perkuat Kebersihan Pasar

    Sebagai bagian dari inisiatif ini, Maxim bekerja sama secara langsung dengan para pelaku usaha untuk memahami kebutuhan mereka dan menyesuaikan dukungan yang diberikan sesuai karakteristik masing-masing bisnis. Program ini dapat diikuti secara gratis oleh pelaku usaha dari berbagai skala.

    Maxim menyediakan berbagai perlengkapan usaha yang dibutuhkan, seperti celemek, payung pasar, papan bertuliskan “Buka/Tutup”, papan informasi, papan penanda dinding, serta perlengkapan lainnya. Berbagai perlengkapan ini membantu mendukung kegiatan operasional sehari-hari sekaligus membuat tempat usaha terlihat lebih rapi dan menarik.

    Perusahaan juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan standar kebersihan di area publik yang ramai, seperti pasar dan pusat kuliner, salah satunya dengan menyediakan celemek bagi para pedagang.

    Celemek ini membantu menjaga kebersihan selama proses menyiapkan dan menjual makanan, mengurangi risiko kontaminasi, serta meningkatkan kepercayaan konsumen. Bantuan tersebut juga meringankan biaya yang perlu dikeluarkan pelaku usaha untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan, sehingga mereka bisa mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk mengembangkan bisnis.

    Lebih lanjut, Maxim turut membantu menciptakan aktivitas perdagangan yang lebih tertata, khususnya di area dengan tingkat mobilitas tinggi seperti pasar dan pusat kuliner. Pemanfaatan layanan logistik yang lebih efisien membantu mempercepat distribusi barang, mengurangi risiko kerusakan produk, serta mendukung kelancaran aktivitas jual beli.

    Dampak Positif Dirasakan Pelaku Usaha di Berbagai Daerah

    Sejumlah pelaku usaha di berbagai daerah telah merasakan manfaat dari dukungan tersebut. Di Tasikmalaya, Stevia Kitchen Cake and Bakery berhasil berkembang dari usaha rumahan menjadi bisnis yang melayani ratusan pesanan setiap hari berkat dukungan layanan pengantaran yang andal dari Maxim.

    Di Sukabumi, Dapur Widhy yang menyajikan aneka kuliner khas Jawa Barat berhasil memperluas jangkauan pelanggannya tanpa harus meningkatkan biaya operasional secara signifikan.

    Sementara di Yogyakarta, Babyva Rent, usaha penyewaan perlengkapan anak, mengandalkan layanan Maxim untuk memastikan produk yang disewakan sampai kepada pelanggan tepat waktu dan dalam kondisi baik.

    Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyam, mengatakan pihaknya percaya bahwa mendukung pelaku usaha lokal merupakan salah satu cara memberikan dampak positif bagi masyarakat.

    “Kami percaya bahwa mendukung pelaku usaha lokal merupakan salah satu cara untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ketika usaha-usaha lokal berkembang, manfaatnya juga akan dirasakan oleh lingkungan sekitar. Melalui berbagai layanan yang kami miliki, termasuk Food & Shop dan Food & Goods, kami ingin membantu UMKM menjangkau lebih banyak pelanggan, meningkatkan efisiensi usaha, dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Dirhamsyam, Jumat (17/7/2026).

    Selain menjalankan berbagai program yang mendukung pelaku usaha, Maxim juga aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Perhubungan, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, serta komunitas di berbagai kota di Indonesia.

    Melalui kerja sama jangka panjang tersebut, Maxim berharap dapat terus berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat perekonomian daerah, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.**

  • Zeki Çelik Resmi Gabung Juventus Setelah Takut Perpanjangan Kontrak

    Zeki Çelik Resmi Gabung Juventus Setelah Takut Perpanjangan Kontrak

    Rakyat News – AS Roma gagal memperpanjang kontrak Zeki Çelik yang akan bergabung dengan Juventus. Pemain asal Turki ini memilih meninggalkan Roma untuk bermain di klub Serie A tersebut. Juventus telah mengkonfirmasi transfer ini dengan cepat.

    Banyak spekulasi menyelimuti masa depan Çelik di Roma setelah kontraknya berakhir. Meski ada kemungkinan untuk memperpanjang kontrak, Juventus sering kali dikaitkan dengan mantan pemain Lille OSC ini.

    Sebelumnya, Juventus memiliki Emil Holm sebagai alternatif, yang dipinjam dari Bologna. Namun, mereka akhirnya memutuskan untuk tidak menggunakan opsi membeli Holm.

    Çelik sebenarnya dekat untuk mencapai kesepakatan baru dengan Roma, tetapi penundaan dalam negosiasi menyebabkan ia memilih untuk pergi. Juventus memberikan tawaran kontrak tiga tahun kepada Çelik, yang diterima setelah menjalani pemeriksaan kesehatan yang berhasil.

    Perpindahan ini juga menandai kembalinya Çelik ke Stadio Olimpico, tetapi kali ini sebagai pemain Juventus. Di musim depan, ia akan berkompetisi di Liga Europa, sedangkan Roma akan bersaing di Liga Champions.

    Zeki Çelik memulai karirnya di Bursaspor sebelum pindah ke Lille OSC melalui İstanbulspor pada tahun 2018. Setelah empat tahun di Prancis, ia bergabung dengan AS Roma pada tahun 2022 dengan biaya sekitar 7,5 juta euro dan telah tampil dalam 151 pertandingan untuk klub tersebut.

  • Dilraba Dilmurat Ceritakan Persiapan di Kung Fu Soccer

    Dilraba Dilmurat Ceritakan Persiapan di Kung Fu Soccer

    Rakyat News – Jakarta, CNN Indonesia – Dilraba Dilmurat membagikan cerita persiapannya membintangi Kung Fu Soccer, film terbaru Stephen Chow. Ia hadir dalam acara bersama jajaran pemain film di Tianjin.

    Dalam acara tersebut, Dilraba meluruskan rumor mengenai proses produksi film tersebut. Ia menegaskan bahwa isu kenaikan berat badannya tidak benar.

    “Baru-baru ini saya melihat sebuah wawancara yang mengatakan berat badan saya naik 7 kg, dan saya takut berat badan (rumor) saya malah akan naik menjadi 14 kg dalam beberapa hari,” ungkap Dilraba.

    Ia menambahkan, “Saya tidak mengalami kenaikan berat badan. Saya hanya melakukan beberapa latihan pembentukan otot untuk meningkatkan koordinasi tubuh.” Menurutnya, fokus utama selama persiapan adalah aspek kebugaran.

    Selanjutnya, Dilraba juga menepis spekulasi mengenai pergelangan kakinya yang dikabarkan mengalami pembengkakan saat syuting. Ia menjelaskan bahwa kondisi seperti itu akan menyulitkan proses pengambilan gambar.

    “Kondisi pembengkakan seperti itu pasti sangat menyulitkan kelancaran proses pengambilan gambar di lokasi syuting jika memang benar terjadi,” katanya.

    Ia memberikan pujian kepada tim produksi yang sangat memperhatikan aspek keselamatan para pemeran. Dilraba menekankan profesionalisme seluruh kru selama proses syuting.

    Dalam film Kung Fu Soccer, Dilraba berperan sebagai Yu Long, striker bernomor punggung 8 untuk tim sepak bola putri Emei. Ia beradu akting dengan Zhang Xiaofei sebagai Shuangshuang, penopang tim yang diunggulkan dalam kejuaraan.

    Film ini menandai kembalinya Stephen Chow ke kursi sutradara setelah absen selama tujuh tahun. Film terakhirnya adalah The New King of Comedy.

  • Perusahaan Mitra MagangHub 2026 Wajib Terdaftar WLKP

    Perusahaan Mitra MagangHub 2026 Wajib Terdaftar WLKP

    Rakyat News – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengharuskan perusahaan yang ingin menjadi mitra Program Magang Nasional MagangHub 2026 untuk terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP). Hal ini menjadi syarat utama dalam proses verifikasi calon perusahaan mitra.

    Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Binalavotas Kemnaker, Darmawansyah, menekankan pentingnya pembaruan data dalam sistem WLKP sebelum mendaftarkan diri. ‘Perusahaan yang ingin bergabung sebagai mitra penyelenggara perlu memastikan telah terdaftar dalam WLKP, memperbarui data perusahaan, serta memastikan seluruh informasi perusahaan aktif dan valid,’ ujar Darmawansyah melalui siaran pers pada Jumat (10/7/2026).

    Pemenuhan persyaratan tersebut adalah upaya Kemnaker untuk menjaga kualitas penyelenggaraan Program MagangHub. Dengan proses verifikasi, Kemnaker dapat memastikan perusahaan mitra memiliki identitas dan legalitas yang jelas.

    Darmawansyah menjelaskan perusahaan dapat mengecek dan memperbarui data melalui laman http://wajiblapor.kemnaker.go.id sebelum mengajukan pendaftaran. Data perusahaan yang valid juga akan memudahkan proses seleksi dan administrasi.

    Kemnaker mengajak berbagai perusahaan untuk berpartisipasi sebagai mitra penyelenggara Program MagangHub 2026. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas kesempatan belajar di dunia kerja dan mencetak talenta muda yang kompeten.

    Program MagangHub menjadi salah satu program strategis Kemnaker untuk menjembatani lulusan vokasi dan pencari kerja dengan kebutuhan industri. Dengan keterlibatan perusahaan yang memiliki data ketenagakerjaan valid, pemerintah menargetkan penyelenggaraan program dapat berjalan lancar dan transparan.

  • Mahasiswa UTU Dampingi Keluarga Cegah Gizi Buruk Balita

    acehtoday.id/ | Aceh Selatan – Mahasiswa UTU dampingi 7 keluarga pantau gizi balita di Aceh Selatan lewat home visit dan edukasi Isi Piringku.

    Tujuh keluarga yang memiliki balita dengan masalah gizi di Desa Ujung Kampung, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, kini mendapat pendampingan khusus dari mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar (UTU).

    Pendampingan ini dilakukan lewat kunjungan rumah atau home visit guna memantau perkembangan gizi anak berbasis keluarga.

    Koordinator Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) II, Afrihal Dwi Andika, mengungkapkan bahwa intervensi ini dirancang agar orang tua mampu memantau tumbuh kembang anak secara mandiri.

    Mengutip laman resmi Universitas Teuku Umar, kegiatan ini merupakan bagian dari program PBL II mahasiswa FIK UTU yang menyasar wilayah dengan permasalahan gizi anak.

    “Intervensi ini lebih menitikberatkan pada pemberdayaan keluarga, khususnya orang tua, agar mampu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara mandiri di rumah. Pembekalan yang kami berikan meliputi cara mengukur lingkar lengan atas (LiLA), lingkar kepala, berat badan, serta memahami indikator pertumbuhan anak,” ujar Andika.

    Mahasiswa UTU Dampingi Keluarga Cegah Gizi Buruk Balita
    Mahasiswa PBL II FIK Universitas Teuku Umar melakukan kunjungan rumah (home visit) untuk memantau perkembangan gizi balita di Desa Ujung Kampung, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, belum lama ini. Foto Dok UTU

    Sebelum turun ke lapangan, mahasiswa lebih dulu menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Puskesmas Samadua, bidan desa, kader Posyandu, aparatur desa, dan warga setempat untuk memetakan kondisi kesehatan di desa tersebut. Hasil diskusi ini menjadi acuan dalam menentukan sasaran dan bentuk intervensi.

    Selain mengajarkan cara mengukur status gizi, mahasiswa juga membekali orang tua dengan edukasi kebutuhan gizi anak sesuai usia serta penerapan pedoman “Isi Piringku” dalam menyiapkan menu sehat harian.

    Keuchik Desa Ujung Kampung, Nurzal, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap mahasiswa terus mendampingi warga, termasuk memberi inovasi menu bergizi yang disukai anak-anak agar upaya perbaikan gizi berjalan lebih optimal.

    Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian keluarga dalam mencegah stunting dan memperbaiki status gizi balita di desa tersebut.

  • BWI Aceh Peringkat 5 Indeks Wakaf Nasional 2026

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Provinsi Aceh menempati peringkat kelima nasional dalam Indeks Wakaf Nasional (IWN) dengan skor 0,476, hasil penilaian yang mencerminkan membaiknya tata kelola perwakafan di provinsi ujung barat Indonesia ini.

    Posisi Aceh berada satu tingkat di bawah Kalimantan Barat (skor 0,497), sementara tiga besar nasional ditempati Jawa Tengah (0,588), Riau (0,549), dan Sumatera Barat (0,512). Seluruh provinsi ini masuk kategori “Baik” dalam penilaian IWN.

    Capaian ini diumumkan BWI melalui rapat virtual bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama dan sejumlah mitra kerja, mengutip keterangan Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh. Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, bersama Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Pemberdayaan Zakat Wakaf, Zulfikar, menyampaikan apresiasi atas hasil tersebut.

    Dari sisi jumlah aset, Aceh juga menduduki peringkat kelima nasional untuk jumlah tanah wakaf terbanyak, dengan catatan lebih dari 24.000 persil tanah wakaf. Dari jumlah itu, baru lebih dari 13.000 persil yang telah memiliki sertifikat resmi, menyisakan pekerjaan rumah dalam percepatan legalisasi aset umat.

    Upaya percepatan sertifikasi itu terlihat di lapangan. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf, bersama Kejaksaan Negeri dan Kantor ATR/BPN setempat, melaksanakan pengukuran lima persil tanah wakaf di tiga kecamatan pada Kamis (16/7/2026), yakni Tapaktuan, Samadua, dan Kluet Selatan.

    Penyelenggara Zawa Kemenag Aceh Selatan, Maulida Wita, mengatakan kegiatan pengukuran merupakan bentuk sinergi lintas instansi untuk mendukung percepatan sertifikasi sekaligus memperkuat perlindungan hukum atas aset wakaf.

    “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh tanah wakaf dapat terdokumentasi dengan baik, memiliki kepastian hukum, serta memberikan rasa aman bagi nazir dan masyarakat dalam mengelola aset wakaf untuk kepentingan umat,” ujarnya.

    Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, Muhammad Ridho, yang turut mendampingi pengukuran, menegaskan kehadiran kejaksaan merupakan bagian dari komitmen mencegah sengketa tanah wakaf di kemudian hari. Asisten Penata Kadastral ATR/BPN Aceh Selatan, Muhammad Anugerah, turut mengimbau masyarakat memasang papan tanda pada tanah wakaf yang telah bersertifikat sebagai bentuk identifikasi aset.

    Penguatan tata kelola juga menjadi sorotan di level provinsi. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta Baitul Mal Aceh (BMA) mengedepankan transparansi dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf saat membuka Rapat Koordinasi Baitul Mal se-Aceh di Banda Aceh, Rabu (15/7/2026).

    “Dalam pengelolaan zakat, sedekah dan wakaf, transparansi adalah hal yang paling penting. Insya Allah kalau transparan, rakyat pasti percaya kepada Baitul Mal,” katanya, seraya mencontohkan konsistensi pengelolaan Wakaf Baitul Asyi di Arab Saudi yang tetap menyalurkan manfaat khusus bagi masyarakat Aceh sesuai ikrar wakaf.

    Fadhlullah menambahkan, Pemerintah Aceh telah mengusulkan ketentuan zakat sebagai pengurang pajak dalam revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh, guna mendorong lebih banyak perusahaan menyalurkan zakat melalui Baitul Mal.

    Ketua Baitul Mal Aceh, Muhammad Yunus, mengungkapkan sumber pendapatan lembaganya masih didominasi zakat profesi dari pemotongan gaji ASN. Ia berharap pemerintah dapat mendorong perusahaan-perusahaan di Aceh menyalurkan zakat melalui Baitul Mal untuk memperbesar manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

  • Kepala MIN 14 Pidie Jaya Apresiasi Mahasiswa KKN USK, MPLS Dinilai Lebih Edukatif dan Interaktif

    Kepala MIN 14 Pidie Jaya Apresiasi Mahasiswa KKN USK, MPLS Dinilai Lebih Edukatif dan Interaktif

    acehtoday.id/ | Pidie Jaya – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di MIN 14 Pidie Jaya mendapat apresiasi dari pihak sekolah setelah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok 104 Gampong Peulakan Tambo turut mendampingi siswa baru selama tiga hari kegiatan berlangsung.

    Kepala MIN 14 Pidie Jaya menilai keterlibatan mahasiswa KKN memberikan kontribusi positif dalam menciptakan suasana MPLS yang lebih tertib, interaktif, dan menyenangkan. Kehadiran mahasiswa juga dinilai membantu guru mendampingi peserta didik yang masih berada pada tahap awal penyesuaian dengan lingkungan sekolah.

    Sekolah Nilai Pendampingan Mahasiswa Sangat Membantu

    Selama pelaksanaan MPLS yang berakhir pada Jumat (17/7/2026), mahasiswa KKN mendukung berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah melalui metode belajar sambil bermain, diskusi, praktik langsung, serta pendampingan kelompok.

    Materi yang diberikan meliputi edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), literasi dasar, praktik enam langkah mencuci tangan yang benar, edukasi gizi seimbang, hingga penanaman nilai-nilai karakter.

    Mahasiswa juga mengenalkan empat kata ajaib, yakni “tolong”, “maaf”, “permisi”, dan “terima kasih”, sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa sejak hari pertama memasuki bangku sekolah.

    Pendekatan tersebut membuat suasana belajar lebih hidup sehingga siswa baru terlihat lebih percaya diri berinteraksi dengan guru maupun teman sekelas.

    Apresiasi terhadap kegiatan itu juga disampaikan Wali Kelas I MIN 14 Pidie Jaya, Maulida, S.Pd., yang merasakan langsung manfaat kehadiran mahasiswa KKN dalam mendampingi siswa baru.

    “Cukup terbantu dengan adanya mahasiswa KKN Kelompok 104 Desa Peulakan Tambo. Tugas wali kelas 1 jadi lebih ringan dalam menghadapi siswa kelas 1 yang sangat amat chaos,” ujar Maulida.

    Kolaborasi Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat

    Pihak sekolah berharap kolaborasi bersama mahasiswa Universitas Syiah Kuala dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi peserta didik.

    Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa KKN untuk mengimplementasikan program pengabdian kepada masyarakat melalui sektor pendidikan.

    Ketua Kelompok KKN-R 104 berharap kegiatan pendampingan selama MPLS dapat memberikan manfaat bagi sekolah maupun siswa, sekaligus memperkuat sinergi antara Universitas Syiah Kuala dengan MIN 14 Pidie Jaya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Gampong Peulakan Tambo dan wilayah sekitarnya.

    Melalui kolaborasi tersebut, pelaksanaan MPLS tidak hanya membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan kebiasaan hidup sehat, membangun karakter positif, dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sejak hari pertama masuk sekolah.**

  • DPR Soroti Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun

    DPR Soroti Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun

    Rakyat News – Dalam rapat kerja pada Rabu (15/7), Komisi VI DPR RI membahas program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dengan total anggaran Rp1,8 triliun. Isu ini menarik perhatian publik dan anggota DPR karena informasi mengenai pengadaan tersebut tidak jelas.

    Mufti Anam, anggota Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, menegaskan bahwa mereka tidak mendapatkan informasi mengenai pengadaan tersebut dari pemerintah. Ia mempertanyakan kejelasan nilai anggaran yang terlalu tinggi dibandingkan dengan harga kipas angin di pasar e-commerce yang berkisar Rp300-338 ribu per unit.

    Mufti juga meminta pemerintah lebih transparan terkait anggaran Kopdes Merah Putih. Ia menyarankan agar data operasi setiap unit usaha ditampilkan dalam satu sistem dashboard. Menanggapi hal ini, Menkop Ferry Juliantono mengaku tidak memiliki rincian detail terkait pengadaan kipas angin.

    Ferry mengatakan, pengadaan bukan tanggung jawab kementeriannya dan menyebutkan bahwa Kementerian Koperasi telah menyiapkan Sistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes). Sistem ini berfungsi untuk meningkatkan transparansi pelaksanaan program Kopdes Merah Putih.

    Data dari Simkopdes menunjukkan bahwa saat ini terdapat 83.380 unit Kopdes Merah Putih. Dari jumlah tersebut, 16.306 unit telah menyelesaikan pembangunan gerai fisik. Sejak awal 2026, jumlah transaksi yang tercatat mencapai 54.134 kali dengan total nilai transaksi Rp56,77 miliar.