acehtoday.id/ | Aceh Selatan – Mahasiswa UTU dampingi 7 keluarga pantau gizi balita di Aceh Selatan lewat home visit dan edukasi Isi Piringku.
Tujuh keluarga yang memiliki balita dengan masalah gizi di Desa Ujung Kampung, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, kini mendapat pendampingan khusus dari mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar (UTU).
Pendampingan ini dilakukan lewat kunjungan rumah atau home visit guna memantau perkembangan gizi anak berbasis keluarga.
Koordinator Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) II, Afrihal Dwi Andika, mengungkapkan bahwa intervensi ini dirancang agar orang tua mampu memantau tumbuh kembang anak secara mandiri.
Mengutip laman resmi Universitas Teuku Umar, kegiatan ini merupakan bagian dari program PBL II mahasiswa FIK UTU yang menyasar wilayah dengan permasalahan gizi anak.
“Intervensi ini lebih menitikberatkan pada pemberdayaan keluarga, khususnya orang tua, agar mampu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara mandiri di rumah. Pembekalan yang kami berikan meliputi cara mengukur lingkar lengan atas (LiLA), lingkar kepala, berat badan, serta memahami indikator pertumbuhan anak,” ujar Andika.

Sebelum turun ke lapangan, mahasiswa lebih dulu menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Puskesmas Samadua, bidan desa, kader Posyandu, aparatur desa, dan warga setempat untuk memetakan kondisi kesehatan di desa tersebut. Hasil diskusi ini menjadi acuan dalam menentukan sasaran dan bentuk intervensi.
Selain mengajarkan cara mengukur status gizi, mahasiswa juga membekali orang tua dengan edukasi kebutuhan gizi anak sesuai usia serta penerapan pedoman “Isi Piringku” dalam menyiapkan menu sehat harian.
Keuchik Desa Ujung Kampung, Nurzal, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap mahasiswa terus mendampingi warga, termasuk memberi inovasi menu bergizi yang disukai anak-anak agar upaya perbaikan gizi berjalan lebih optimal.
Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian keluarga dalam mencegah stunting dan memperbaiki status gizi balita di desa tersebut.
Tinggalkan Balasan