acehtoday.id/ | Jakarta β Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) belum sepenuhnya terkontrak. Dari total kebutuhan tahunan sebanyak 154 juta ton, baru 134 juta ton yang sudah mendapatkan kontrak.
Sebagaimana dilaporkan oleh detikFinance, Bahlil menyatakan bahwa masih ada sekitar 20 juta ton batu bara yang belum terkontrak. Hal ini menjadi sorotan, mengingat pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang untuk memenuhi kebutuhan PLN dengan suplai mencapai sekitar 190 juta ton.
Bahlil menjelaskan bahwa saat ini PLN membutuhkan batu bara dengan kalori medium untuk operasional pembangkit listrik. Namun, kualitas batu bara tersebut semakin sulit didapatkan. Ia menegaskan pentingnya kepastian pasokan untuk menghindari masalah di masa depan.
Bahlil juga menyebutkan bahwa dirinya telah melakukan rapat dengan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, serta jajaran direksi selama kurang lebih 5,5 jam. Tujuan rapat ini adalah untuk memastikan pasokan batu bara dan mencegah kesalahpahaman atau disinformasi terkait kebutuhan batu bara.
Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan untuk memperkuat pengawasan pengadaan energi primer PLN. Dalam rangka itu, telah diputuskan untuk membentuk tim pengadaan yang terdiri dari Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP.
βTim ini bertujuan untuk memastikan tidak ada kebohongan dalam pengadaan batu bara. Kita tidak bisa hanya bekerja tanpa transparansi,β ujar Bahlil. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dalam proses pengadaan batu bara untuk PLN.

Pentingnya Kualitas Batu Bara untuk PLN
Pentingnya kualitas batu bara berkalori medium menjadi sorotan utama dalam diskusi ini. Kualitas batu bara yang lebih baik diperlukan untuk menjaga efisiensi pembangkit listrik PLN. Namun, Bahlil mengakui bahwa pasokan batu bara dengan kualitas tersebut semakin menipis di pasar.
Dengan adanya pembentukan tim pengadaan, diharapkan PLN dapat lebih baik dalam merencanakan kebutuhan batu bara, yang tidak hanya mencakup kuantitas tetapi juga kualitas. Ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di seluruh Indonesia.