acehtoday.id/ | Banda Aceh — Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, mengusulkan agar Kota Banda Aceh ditetapkan sebagai zona listrik prioritas di Aceh dengan standar keandalan dan sistem proteksi yang lebih tinggi.
Usulan itu disampaikan langsung melalui surat resmi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, menyusul pemadaman listrik yang kerap terjadi dan mengganggu berbagai sektor vital di ibu kota provinsi.
Surat itu diserahkan langsung oleh Daniel bersama Ketua Fraksi Nasdem DPRK Banda Aceh, Abdul Rafur, kepada Anggota Pemangku Kepentingan Bidang Industri Dewan Energi Nasional (DEN), Sripeni Inten Cahyani, Selasa (7/7/2026).
“Kita meminta kepada Kementerian ESDM agar ke depan jangan sampai ketika terjadi gangguan kelistrikan di wilayah lain yang jauh dari Banda Aceh, justru Banda Aceh ikut mengalami pemadaman total. Kondisi itu sangat merugikan,” ujar Daniel.
Menurut Daniel, sistem kelistrikan Banda Aceh selama ini masih terlalu bergantung pada interkoneksi regional Aceh, sehingga gangguan di wilayah lain ikut berdampak pada kota ini yang minim mekanisme proteksi mandiri.

Sebagai solusi, Daniel mengusulkan tiga langkah konkret penetapan Banda Aceh sebagai zona kelistrikan prioritas, penerapan skema islanding system oleh PT PLN (Persero) agar pasokan tetap berjalan saat sistem interkoneksi terganggu, serta pembangunan pembangkit listrik siaga permanen untuk menjaga layanan publik vital.
Ia juga meminta dilakukan audit teknis menyeluruh terhadap kapasitas beban, keandalan jaringan, dan sistem proteksi kelistrikan di Banda Aceh sebagai dasar penyusunan rencana penguatan jangka panjang.
Daniel menegaskan, pemadaman yang terus berulang berisiko menurunkan kepercayaan publik sekaligus minat investor menanamkan modal di Aceh, sehingga penguatan sistem kelistrikan dinilai mendesak dilakukan.
Menanggapi hal tersebut, Sripeni Inten Cahyani menyambut baik usulan DPRK Banda Aceh dan menyatakan akan meneruskan surat itu kepada Menteri ESDM. “Surat ini akan kami sampaikan kepada Menteri ESDM dan kepada para pemangku kepentingan lainnya,” tegas Sripeni.
DEN turut menyatakan akan menjadwalkan kunjungan kerja ke Aceh guna meninjau langsung kondisi kelistrikan sebelum menyusun rekomendasi kebijakan. Sementara itu, Abdul Rafur menilai sudah saatnya Banda Aceh sebagai kota yang terus berkembang memiliki kemandirian listrik demi menopang pertumbuhan kota ke depan.
Tinggalkan Balasan