Spanyol juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina 1-0 pada laga final di New Jersey, Amerika Serikat, Minggu waktu setempat. Satu-satunya gol pada laga tersebut lahir dari kaki Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu, memastikan tim asuhan Luis de la Fuente ini mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya, sekaligus melengkapi koleksi gelar juara Eropa 2024 yang telah mereka genggam sebelumnya.
Gol semata wayang itu berawal dari umpan Pedri ke kotak penalti, disundul oleh Nico Williams, sebelum Ferran Torres menuntaskannya dengan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Argentina, Emiliano “Dibu” Martínez.
Momen itu langsung disandingkan publik Spanyol dengan gol legendaris Andrés Iniesta di final 2010, mengingat keduanya sama-sama tercipta di menit-menit akhir perpanjangan waktu.
Sepanjang laga, Argentina yang diperkuat Lionel Messi tampil dominan bertahan namun minim penetrasi. Tim asuhan Lionel Scaloni itu bahkan tidak melepaskan satu pun tembakan ke gawang hingga menit ke-117, sebuah catatan yang belum pernah terjadi pada laga final Piala Dunia sebelumnya.
Situasi Argentina semakin sulit setelah Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua, memaksa mereka bermain dengan sepuluh orang di babak perpanjangan waktu.
Di luar gelar tim, gelandang sekaligus kapten Rodrigo Hernández dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen. Ditemui di radio SER, Rodri mengaku pencapaian individu bukan prioritas utamanya.
“Gelar individu adalah hal sekunder bagi saya. Dua tahun terakhir ini berat, masa pertumbuhan dan kepercayaan diri. Saya mampu mengeluarkan potensi penuh saya, mengingat kondisi fisik saya,” ujarnya, merujuk pada cedera lutut serius yang sempat ia alami dua tahun sebelumnya.
Selain Rodri, penghargaan pencetak gol terbanyak turnamen jatuh ke tangan Kylian Mbappé. Wasit asal Slovenia, Slavko Vinčić, memimpin laga final yang berakhir dengan euforia di sisi tribun Spanyol dan keheningan di sisi pendukung Argentina.
Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Lionel Messi. Kapten Argentina tersebut terlihat menangis saat meninggalkan podium usai menerima medali runner-up dari Presiden AS Donald Trump.
Sepanjang laga, Messi menjadi ancaman utama lini serang Argentina meski tak tampil dalam performa terbaiknya, dengan peluang paling berbahaya datang dari sepak pojok yang ia eksekusi sendiri untuk disundul Giuliano Simeone.

Kekalahan di final ini turut menandai edisi keenam sekaligus diperkirakan menjadi Piala Dunia terakhir bagi Messi, dengan torehan 21 gol dan 12 assist sepanjang kariernya di ajang tersebut.
Bagi Spanyol, gelar ini melengkapi perjalanan dari generasi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan hingga skuad saat ini yang tetap konsisten menjaga filosofi permainan penguasaan bola.
“Kami adalah juara dunia, tetapi dalam pertandingan pertama melawan Tanjung Verde, penting untuk mengelola emosi di pertandingan pembuka. Kami kesulitan dalam hal itu, tetapi kemudian kami mulai rileks,” kata kiper Unai Simón menutup rangkaian pertandingan yang mengantarkan Spanyol juara Piala Dunia 2026.
Tinggalkan Balasan