Kategori: News

  • ASDP Tambah 1 Trip KMP BRR Usai Ledakan Kapal Aceh Hebat 2

    ASDP Tambah 1 Trip KMP BRR Usai Ledakan Kapal Aceh Hebat 2

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – PT ASDP Cabang Banda Aceh akan memberikan kompensasi kepada penumpang yang terlambat diangkut oleh kapal KMP Aceh Hebat 2 setelah terjadi peristiwa ledakan mesin kapal yang melukai 15 orang, Jumat (12/6/2026).

    “Untuk penumpang dan kendaraan yang telat diangkut, kami akan memberikan service meal berupa makanan dan minuman,” kata General Manager PT ASDP Cabang Banda Aceh, Andre Setiawan di depan RSUDZA.

    Berkoordinasi dengan KSOP Kelas IV Malahayati, pihaknya juga akan menyediakan keberangkatan tambahan menggunakan kapal KMP BRR bagi penumpang dan kendaraan yang tetap ingin menyeberang ke pulau Sabang.

    “Biasanya KMP BRR hanya ada 3 trip, tapi kami akan sediakan 4 trip kali ini bagi penumpang dan kendaraan yang ingin menyeberang,” pungkas Andre.

    Sebelumnya, sebanyak 15 orang terluka dalam peristiwa diduga ledakan mesin di KMP Aceh Hebat 2 saat di Pelabuhan Ulee Lheue. Korban yang mengalami luka diantaranya 14 taruna Politeknik Pelayaran serta satu instruktur sekaligus Kepala Kamar Mesin (KKM).

    Akibat ledakan mesin tersebut, para korban dievakuasi dan sedang mendapat perawatan di RSUDZA Banda Aceh.

    Adapun pihak ASDP Cabang Banda Aceh telah menyatakan komitmen untuk menanggung seluruh biaya pengobatan dan kebutuhan korban serta keluarga korban selama di Banda Aceh.

    Sementara itu, polisi masih menyelidiki penyebab diduga mesin kapal yang tiba-tiba meledak saat kegiatan belajar mengajar lapangan ini.

    ASDP Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan

    PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh mengatakan akan mengakomodasi seluruh biaya perawatan 15 korban terluka akibat ledakan di mesin kapal KMP Aceh Hebat 2, Jumat (12/6/2026).

    “Kami akan mengakomodir seluruh biaya pengobatan rumah sakit korban, termasuk keluarga yang datang dari luar daerah. Juga biaya kebutuhan korban dan keluarga selama di Banda Aceh,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Andre Setiawan di depan IGD RSUDZA.

    Andre menuturkan besaran biaya yang ditanggung pihaknya tidak akan dibatasi dan akan menyesuaikan kebutuhan korban dan keluarga korban, termasuk biaya transportasi selama di Banda Aceh.

    Pihaknya juga membuka posko pelayanan untuk membantu keluarga korban mendapatkan informasi dan kebutuhan biaya.

    PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh mengatakan akan mengakomodasi seluruh biaya perawatan 15 korban terluka akibat ledakan di mesin kapal KMP Aceh Hebat 2, Jumat (12/6/2026). 
    Suasana Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Banda Aceh Foto : acehtoday.id/Elza
  • ASDP Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Korban Ledakan Mesin KMP Aceh Hebat 2

    ASDP Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Korban Ledakan Mesin KMP Aceh Hebat 2

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh mengatakan akan mengakomodasi seluruh biaya perawatan 15 korban terluka akibat ledakan di mesin kapal KMP Aceh Hebat 2, Jumat (12/6/2026).

    “Kami akan mengakomodir seluruh biaya pengobatan rumah sakit korban, termasuk keluarga yang datang dari luar daerah. Juga biaya kebutuhan korban dan keluarga selama di Banda Aceh,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Andre Setiawan di depan IGD RSUDZA.

    Andre menuturkan besaran biaya yang ditanggung pihaknya tidak akan dibatasi dan akan menyesuaikan kebutuhan korban dan keluarga korban, termasuk biaya transportasi selama di Banda Aceh.

    Pihaknya juga membuka posko pelayanan untuk membantu keluarga korban mendapatkan informasi dan kebutuhan biaya.

    “Kami sudah membuka posko kantor cabang lainnya dan menyiapkan nomor yang bisa dihubungi agar keluarga mendapat informasi serta biaya kebutuhan selama di Banda Aceh,” tambahnya.

    Sementara itu, pihak ASDP Cabang Banda Aceh belum mengetahui kondisi terkini korban dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

    “Kami belum tau kondisi luka korban. Jadi kami menyerahkannya pada pihak medis. Namun seluruh korban sudah mendapat penanganan,” tutup Andre.

    General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Andre Setiawan di depan IGD RSUDZA, Jumat (12/6/2026) acehtoday.id/Elza

    ASDP Tanggung Biaya Pengobatan dan Jumlah Korban

    Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha mengungkapkan sebanyak 15 orang terluka dalam kejadian diduga mesin kapal KMP Aceh Hebat 2 meledak saat merapat di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).

    “Korban ada 15 orang. Masih diidentifikasi identitas dan saat ini masih ditangani pihak medis,” kata Miftahuda di depan RSUDZA tempat para korban dirawat.

    Ia menyebut kejadian tersebut bermula dari diduga adanya ledakan mesin kapal di dek KMP Aceh Hebat 2 saat kegiatan pembelajaran dilakukan bersama taruna Politeknik Pelayaran.

    Adapun kegiatan pembelajaran ini dilakukan di dalam kamar mesin kapal yang menjadi lokasi kejadian. Saat itu, kapal telah bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh.

    Adapun penyebab kejadian ledakan mesin di tengah pembelajaran ini masih diselidiki oleh pihak Polresta Banda Aceh dan Polda Aceh.

    “Saat ini Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh masih melakukan olah TKP mencari sumber pemicu peristiwa ini,” ujarnya.

    Menurutnya beberapa korban akibat ledakan mesin mengalami luka ringan, sedang maupun luka berat. Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis RSUDZA.

    “Kondisi luka korban bervariasi. Ada yang parah, ada yang sedang dan ringan, tapi kita masih menunggu hasil dari tim medis,” pungkasnya.

  • Terungkap! Pompa Hidrolik Diduga Jadi Sumber Ledakan di KMP Aceh Hebat 2

    Terungkap! Pompa Hidrolik Diduga Jadi Sumber Ledakan di KMP Aceh Hebat 2

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Pompa hidrolik meletup menjadi penyebab terbakarnya mesin kapal KMP Aceh Hebat 2 yang menyebabkan 15 orang terluka hingga dievakuasi ke RSUDZA, hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor KSOP IV Malahayati, Jumat (12/6/2026).

    “Salah satu pompa hidrolik di kamar mesin kapal itu meletup saat para taruna Politeknik Pelayaran sedang belajar di sana,” kata Amfami di depan IGD RSUDZA.

    Amfami memastikan bahwa ledakan yang terjadi bukan pada mesin utama kapal, melainkan salah satu pompa hidronik yang sedang dalam perawatan dan sedang diuji untuk diajarkan ke taruna.

    Ia juga memastikan pembelajaran dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan diawasi oleh awak kapal dan Kepala Kamar Mesin (KKM). Amfami menyebut sebanyak 14 orang menjadi korban atas kejadian ledakan mesin tersebut.

    Kamar mesin kapal KMP Aceh Hebat 2 diduga kebakaran saat kapal tersebut hendak merapat di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026) menjelang pukul 12.00 WIB.
    Korban terluka akibat kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 sedang dievakuasi di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).
    Sumber foto: Tim SAR Aceh.

    Menurut Amfami, peristiwa ini terjadi setelah para penumpang KMP Aceh Hebat 2 serta kendaraan telah turun ke dermaga. Kemudian taruna Politeknik Pelayaran masuk ke dalam kamar mesin kapal untuk belajar bersama instruktur yang merupakan Kepala Kamar Mesin sendiri.

    “Kepala Kamar Mesin ini juga menjadi korban dalam kejadian ini,” ujarnya.

    Penyebab Pompa Hidrolik  Meletup

    Sementara itu, penyebab salah satu pompa hidrolik meletup tersebut masih belum diketahui penyebabnya. Ia menegaskan kapal KMP Aceh Hebat 2 masih dapat berlayar namun menunggu proses penyelidikan oleh pihak berwenang selesai.

    “Kapal sudah digeser dari tempat sandar ke dermaga samping. Jadi kapalnya masih bisa jalan. Masalahnya bukan di mesin utama, tetapi di salah satu pompa hidrolik. Kita masih tunggu hasil investigasi polisi untuk mengetahui meletup mesin ini,” pungkas Amfami.

    untuk diketahui sebelumnya Kamar mesin kapal KMP Aceh Hebat 2 diduga kebakaran saat kapal tersebut hendak merapat di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026) menjelang pukul 12.00 WIB.

    @acehtoday.id/ 🚢 ASDP memastikan seluruh biaya pengobatan 14 korban insiden KMP Aceh Hebat 2 akan ditanggung penuh. Selain biaya perawatan, kebutuhan keluarga korban yang datang dari luar daerah juga akan difasilitasi selama berada di Banda Aceh. Simak kronologi lengkap insiden yang terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue. #SeputarAceh #Aceh #BandaAceh #BeritaAceh #infoaceh ♬ suara asli – Seputar Aceh

    Informasi tersebut disampaikan Komandan KN SAR Kresna, Kapten Kresna Supriadi, melalui grup komunikasi SAR Aceh. Dalam kejadian itu, sebanyak 14 orang dilaporkan menjadi korban.

    “Kamar mesin kapal meledak atau terbakar. Korban 14 orang, mayoritas sedang praktik. Mereka taruna Politeknik Pelayaran,” kata Kresna.

    Tim SAR kemudian melakukan evakuasi terhadap para korban dan membawa mereka ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA). Sejumlah personel KN Kresna yang bersiaga di lokasi turut membantu proses evakuasi di area pelabuhan.

    Pantauan di lokasi, satu unit mobil Inafis Polresta Banda Aceh terlihat berada di sekitar area pembatas kapal dan pelabuhan. Petugas Inafis serta sejumlah pihak berwenang juga tampak melakukan pemeriksaan di sekitar dek kapal.

     

     

  • Mesin KMP Aceh Hebat 2 Meledak, 14 Orang Dievakuasi

    Mesin KMP Aceh Hebat 2 Meledak, 14 Orang Dievakuasi

    acehtoday.id/ | Banda Aceh — Kamar mesin kapal KMP Aceh Hebat 2 diduga kebakaran saat kapal tersebut hendak merapat di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026) menjelang pukul 12.00 WIB.

    Informasi tersebut disampaikan Komandan KN SAR Kresna, Kapten Kresna Supriadi, melalui grup komunikasi SAR Aceh. Dalam kejadian itu, sebanyak 14 orang dilaporkan menjadi korban.

    “Kamar mesin kapal meledak atau terbakar. Korban 14 orang, mayoritas sedang praktik. Mereka taruna Politeknik Pelayaran,” kata Kresna.

    Tim SAR kemudian melakukan evakuasi terhadap para korban dan membawa mereka ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA). Sejumlah personel KN Kresna yang bersiaga di lokasi turut membantu proses evakuasi di area pelabuhan.

    Pantauan di lokasi, satu unit mobil Inafis Polresta Banda Aceh terlihat berada di sekitar area pembatas kapal dan pelabuhan. Petugas Inafis serta sejumlah pihak berwenang juga tampak melakukan pemeriksaan di sekitar dek kapal.

    Sementara itu, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang keluar dari KMP Aceh Hebat 2 belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut saat dikonfirmasi wartawan.

    Hingga berita ini diterbitkan, penyebab dugaan ledakan dan kebakaran di kamar mesin kapal masih belum diketahui. Petugas masih melakukan pendataan serta menghimpun kronologi lengkap kejadian.

    @acehtoday.id/ 🚢 ASDP memastikan seluruh biaya pengobatan 14 korban insiden KMP Aceh Hebat 2 akan ditanggung penuh. Selain biaya perawatan, kebutuhan keluarga korban yang datang dari luar daerah juga akan difasilitasi selama berada di Banda Aceh. Simak kronologi lengkap insiden yang terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue. #SeputarAceh #Aceh #BandaAceh #BeritaAceh #infoaceh ♬ suara asli – Seputar Aceh

  • Bantah Terlibat Dugaan Korupsi MBG, Dek Gam : Untuk Apa Saya Urus Dapur

    Bantah Terlibat Dugaan Korupsi MBG, Dek Gam : Untuk Apa Saya Urus Dapur

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, membantah tegas keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah diusut aparat penegak hukum.

    Melalui siaran pers yang diterima acehtoday.id/, Dek Gam menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam pengelolaan maupun pelaksanaan program tersebut.

    Ia menyebut pencantuman namanya dalam daftar yang beredar luas di media sosial sebagai informasi yang tidak benar, beredarnya daftar nama yang dikaitkan dengan tersangka kasus dugaan korupsi Program MBG di Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya. Dalam daftar yang beredar luas di media sosial itu, nama Nazaruddin Dek Gam turut disebut-sebut.

    “Tidak benar, untuk apa saya urus dapur MBG,” kata Dek Gam, Kamis (11/6/2026).

    Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku awalnya memilih tidak menanggapi isu yang beredar, namun karena informasi tersebut semakin luas tersebar dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat, ia merasa perlu memberikan klarifikasi secara terbuka.

    “Saya awalnya tidak mau menanggapi persoalan ini, tapi karena saya lihat informasi yang beredar sudah tidak terkontrol lagi, maka saya perlu memberikan penjelasan,” ujarnya.

    Dek Gam Bantah, dan Ajak Masyarakat Bijak

    Dek Gam menegaskan dirinya tidak memiliki hubungan maupun keterlibatan dalam pengelolaan dan pelaksanaan Program MBG yang berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional.

    “Saya juga kaget, kok bisa tiba-tiba muncul nama saya,” ujar Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI tersebut.

    Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang beredar melalui media sosial dan belum terverifikasi kebenarannya.

    Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kesalahpahaman serta merugikan pihak-pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan suatu perkara.

    Dek Gam juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan penanganan kasus tersebut sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

    “Serahkan kepada Kejaksaan Agung, biarkan penyidik bekerja. Mari kita kawal bersama kasus ini agar bisa diusut secara transparan,” pungkasnya.

  • Rem Blong, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Truk Fuso Bermuatan Semen

    Rem Blong, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Truk Fuso Bermuatan Semen

    acehtoday.id/ | Redelong – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah truk Mitsubishi Fuso dan seorang pejalan kaki terjadi di Jalan Takengon–Bireuen, tepatnya di Desa Timang Gajah, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (11/6/2026) pagi.

    Akibat peristiwa tersebut, seorang perempuan lanjut usia meninggal dunia di lokasi kejadian.

    Kasat Lantas Polres Bener Meriah, AKP Safarudin kepada seputarAceh mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Kendaraan yang terlibat adalah satu unit mobil Mitsubishi Fuso nomor polisi BL 8560 ZK yang dikemudikan Agus Cahyono (48), warga Desa Sejahtera, Kecamatan Glanggang Baro, Kabupaten Bireuen.

    Diduga Rem Blong

    Saat kejadian, truk tersebut melaju dari arah Bireuen menuju Takengon dengan membawa muatan semen serta satu orang penumpang bernama M. Danuarta (14), seorang pelajar.

    “Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan diduga mengalami rem blong dan hilang kendali sehingga bergerak ke sisi kiri jalan dan menabrak seorang pejalan kaki yang berada di pekarangan kios bambu di pinggir jalan,” ujar AKP Safarudin.

    Korban diketahui bernama Suwarni (59), seorang petani asal Desa Timang Gajah, Kecamatan Gajah Putih. Akibat benturan keras yang terjadi, korban meninggal dunia.

    Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kondisi cuaca saat itu cerah dengan arus lalu lintas relatif sepi. Ruas jalan di lokasi kejadian beraspal, lurus, dan menurun.

    Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

    Petugas Satlantas Polres Bener Meriah yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, memeriksa kondisi korban, mencari keterangan saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti berupa satu unit Mitsubishi Fuso BL 8560 ZK dan satu lembar SIM B II Umum milik pengemudi.

    Saat ini, kata kasat lantas, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polres Bener Meriah untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

  • Pameran Arsip Tsunami “PIJAR” Hadirkan Kisah Ketangguhan Penyintas di Ruang Publik

    Pameran Arsip Tsunami “PIJAR” Hadirkan Kisah Ketangguhan Penyintas di Ruang Publik

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Pameran Arsip Tsunami bertajuk “PIJAR: Cahaya Keteguhan, Kompas Masa Depan” digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Banda oleh Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST). Pameran ini berlangsung di Lantai 3 Gedung Pasar Aceh dari tanggal 8-12 Juni 2026.

    Masyarakat yang sedang mengurus berbagai layanan publik di MPP Banda Aceh kini dapat menyaksikan rekam jejak perjalanan Aceh pascatsunami melalui Pameran Arsip Tsunami yang dihadirkan Balai Arsip Statis dan Tsunami Aceh tersebut.

    Berbeda dari pameran tsunami yang umumnya menampilkan dampak kehancuran akibat bencana, pameran yang diselenggarakan Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) ini justru mengangkat kisah-kisah ketangguhan manusia di balik proses pemulihan Aceh. Arsip-arsip foto yang ditampilkan merekam bagaimana para penyintas, relawan, dan masyarakat saling bergandengan tangan untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan setelah tragedi tsunami 2004.

    Plt. Kepala Balai Arsip Statis dan Tsunami, Renny Setyo Lestari, S.Sos., mengatakan bahwa pameran ini ingin menunjukkan bahwa arsip tidak hanya menyimpan memori tentang sebuah bencana, tetapi juga merekam nilai-nilai kemanusiaan yang lahir setelahnya. Melalui arsip, masyarakat dapat melihat bagaimana semangat gotong royong, solidaritas, dan ketangguhan menjadi modal penting dalam proses pemulihan Aceh.

    Pameran ini merupakan bagian dari peran BAST sebagai unit pelaksana teknis Arsip Nasional Republik Indonesia yang bertugas menyelamatkan, merawat, dan membuka akses terhadap arsip statis kebencanaan, khususnya arsip tsunami Samudera Hindia 2004 yang telah diakui UNESCO sebagai Memory of the World. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kearsipan ke-55 yang mengusung tema nasional “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045.”

    Pameran “PIJAR” resmi dibuka pada Senin (8/6/2026) oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banda Aceh, Moch. Ichsan, S.STP., M.Si., bersama Plt. Kepala Balai Arsip Statis dan Tsunami, Renny Setyo Lestari, S.Sos. Pemilihan MPP Kota Banda Aceh sebagai lokasi penyelenggaraan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap arsip kebencanaan dengan menghadirkannya langsung di tengah ruang pelayanan publik yang ramai dikunjungi warga.

    Kepala DPMPTSP Kota Banda Aceh, Moch. Ichsan, S.STP., M.Si., menyambut baik penyelenggaraan pameran tersebut di lingkungan MPP Kota Banda Aceh. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah positif dalam menghadirkan ruang edukasi bagi masyarakat baik dari informasi tentang tsunami maupun informasi tentang kearsipan.

    Ia juga berharap sinergi antara MPP Kota Banda Aceh dan Balai Arsip Statis dan Tsunami dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Selain pameran arsip, BAST juga menghadirkan LARASKA (Layanan Restorasi Arsip Keluarga) yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis selama kegiatan berlangsung. Melalui layanan ini, masyarakat dapat berkonsultasi mengenai perawatan arsip keluarga, memperoleh edukasi tentang pencegahan kerusakan arsip, serta mendapatkan bantuan restorasi sederhana terhadap dokumen yang mengalami kerusakan.

    Masyarakat dapat mengunjungi pameran dan memanfaatkan layanan LARASKA setiap hari selama kegiatan berlangsung di Mal Pelayanan Publik Kota Banda Aceh.**

  • Anjing Gila Mengamuk di Silih Nara, Tujuh Warga Jadi Korban Gigitan

    Anjing Gila Mengamuk di Silih Nara, Tujuh Warga Jadi Korban Gigitan

    acehtoday.id/ | Takengon – Warga Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, dibuat resah setelah seekor anjing yang diduga terinfeksi rabies mengamuk dan menggigit sejumlah warga di beberapa kampung, insiden tersebut terjadi di kawasan Kampung Burni Bius, Remesen, dan Arul Gele pada Minggu 7 Juni 2026.

    Warga tiga kampung mencari anjing tersebut dan berhasil dibunuh oleh masyarakat setempat untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

    Andy warga Takengon, Senin 8 Juni 2026 mengatakan, tiga ekor anjing gila telah di bunuh warga, Namun informasi dari masyarakat menyebutkan masih ada anjing lain yang menunjukkan gejala serupa dan berkeliaran di kawasan Kampung Arul Gele serta daerah sekitarnya.

    Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati anjing yang berperilaku agresif, berkeliaran tanpa arah, atau menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa.

    Takengon - Warga Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, dibuat resah setelah seekor anjing yang diduga terinfeksi rabies mengamuk dan menggigit sejumlah warga di beberapa kampung, insiden tersebut terjadi di kawasan Kampung Burni Bius, Remesen, dan Arul Gele pada Minggu 7 Juni 2026.
    Puluhan warga tampak terlihat mencari anjing gila yang menggigit warga. (Ist)

    Anjing Gila Mengamuk Dinas Kesehatan Aceh Tengah Ungkap Fakta

    Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah, Miftahuddin kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut.

    Menurutnya, ada tujuh warga yang menjadi korban gigitan telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.

    “Yang telah mendapatkan penanganan sesuai operasional prosedur tujuh orang dan diberikan suntikan VAR (Vaksin Anti Rabies),” kata Miftahuddin.

    Ia menjelaskan, pemberian vaksin dilakukan segera sebagai langkah pencegahan mengingat anjing yang menggigit telah dibunuh oleh warga dan diduga kuat terinfeksi rabies.

    Selain menangani para korban yang telah terdata, petugas kesehatan dari puskesmas setempat juga masih melakukan penelusuran dan pemantauan untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum melapor atau mendapatkan penanganan.

    “Kami masih mencari, mendata, dan memantau kemungkinan adanya korban lain. Masyarakat yang merasa pernah tergigit atau kontak dengan anjing tersebut diminta segera melapor ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan,” tutup kadis kesehatan.

  • BMKG: 28,6 Persen Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau

    BMKG: 28,6 Persen Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa musim kemarau 2026 mulai berkembang secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Hingga awal Juni 2026, sebanyak 28,6 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau, meskipun potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem masih terjadi di sejumlah daerah.

    Dalam prakiraan cuaca mingguan yang disampaikan BMKG, wilayah yang telah memasuki musim kemarau didominasi kawasan Indonesia bagian selatan. Kondisi tersebut dipengaruhi aktifnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering ke sebagian wilayah Indonesia sehingga mengurangi pembentukan awan hujan.

    BMKG sebelumnya mencatat suhu maksimum lebih dari 35 derajat Celsius pada periode 1–3 Juni 2026 terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Sumatra Utara, Riau, Lampung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Papua Selatan.

    Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat masih terjadi di berbagai daerah, terutama di wilayah Indonesia bagian utara. Curah hujan tertinggi tercatat di Sumatra Utara sebesar 73,3 milimeter per hari, Papua Tengah 72,8 milimeter per hari, Kalimantan Tengah 61,6 milimeter per hari, Kepulauan Bangka Belitung 60 milimeter per hari, Kalimantan Utara 57,4 milimeter per hari, dan Papua Barat 57,1 milimeter per hari.

    BMKG juga menjelaskan bahwa kondisi atmosfer global dan regional masih memberikan pengaruh terhadap pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

    Fenomena La Nina Condition di Samudra Pasifik terpantau melalui nilai indeks Nino 3.4 sebesar +0,69 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -16. Kondisi tersebut umumnya berpengaruh terhadap berkurangnya potensi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.

    Sementara itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan berada pada fase 7 hingga 8 dan masih aktif secara spasial di wilayah Papua bagian tengah hingga timur. Selain itu, gelombang Kelvin diprediksi aktif di sebagian besar wilayah Indonesia dengan pergerakan dari barat ke timur. Adapun gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di wilayah Sumatra bagian utara.

    BMKG juga mengidentifikasi potensi terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua yang memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di sekitar wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, dan perairan sekitarnya. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan cuaca ekstrem.

    Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Hujan Ringan hingga Lebat 

    Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG memprakirakan cuaca pada periode 5–7 Juni 2026 umumnya didominasi hujan ringan hingga hujan lebat.

    Namun, potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang dengan kategori peringatan dini Siaga berpotensi terjadi di Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

    Sementara itu, pada periode 8–11 Juni 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat. Peringatan dini kategori Siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di Papua Pegunungan.

    BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas transportasi.

    Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi BMKG melalui kanal informasi resmi guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem serta mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari.

  • 4 Hari Hilang di Gunung Seulawah, Pendaki Ditemukan Selamat

    4 Hari Hilang di Gunung Seulawah, Pendaki Ditemukan Selamat

    acehtoday.id/ | Aceh Besar — Tim SAR gabungan yag di pimpin Basarnas Banda Aceh berhasil menemukan seorang pendaki asal Aceh Utara yang sempat dilaporkan menghilang di kawasan Gunung Seulawah Agam telah usai empat hari pencarian, Jumat (5/6/2026). Saat evakuasi, pendaki ditemukan dalam keadaan selamat.

    Korban bernama Faiz Hidayat (23), ia semula mendaki Gunung Seulawah Agam bersama sejulah rekan pada Minggu (31/5/2026), sekitar pukul 09.00 WIB saat mulai melakukan pendakian dan tiba di puncak pada 12.30 WIB.

    Rekan pendakian baru mulai menyadari bahwa Faiz tidak dapat ditemukan saat mereka hendak menuruni puncak. Dia terakhir kali terlihat di puncak Gunung Seulawah Agam, Desa Saree, Kecamatan Lebah Seulawah.

    Pendaki Ditemukan Dalam Kondisi Kelelahan

    Berdasarkan keterangan dari Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, kabar mengenai ditemukannya korban baru diterima oleh tim SAR gabungan pada pukul 17.00 WIB.Ridwan Jamil mengungkapkan bahwa Faiz ditemukan dalam kondisi hidup oleh warga yang tengah berkebun di kawasan Lam Teuba Dro.

    “Saat ditemukan dalam keadaan sehat, namun fisiknya kelelahan dan lemah,” Ungkap Ridwan.

    Dalam misi penyelamatan ini, tim SAR gabungan bergerak bersama sejumlah unsur lintas sektor. Pencarian tersebut melibatkan personel Basarnas Banda Aceh, petugas Damkar BPBD Aceh Besar Pos Saree, serta aparat keamanan dari Polsek, Brimob Saree, dan Koramil setempat. Selain itu, jalannya operasi juga dibantu penuh oleh anggota RAPI Aceh Besar, rekan-rekan korban, hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu menyisir lokasi.