acehtoday.id/ | Banda Aceh –Seorang ABK KM Emirates, Zulkifli Dendeh (59), meninggal saat melaut di perairan Aceh. Ditpolairud Polda Aceh evakuasi jenazah di Pelabuhan TPI Lampulo.
Seorang nelayan asal Aceh Timur ditemukan tak bernyawa di atas kapal penangkap ikan GT 60, KM Emirates, saat masih berada di tengah perairan Aceh. Ditpolairud Polda Aceh langsung bergerak menangani evakuasi jenazah begitu kapal merapat di Pelabuhan TPI Lampulo, Banda Aceh, Selasa (23/6/2026).
Korban diidentifikasi sebagai Zulkifli Dendeh, 59 tahun, warga Dusun Matang Beureuhoi, Desa Seuneubok Peusangan, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Insiden berawal pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, ketika korban tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri di area buritan kapal.
Nahkoda KM Emirates, Irwan, menyatakan korban sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda sakit sebelum kejadian. Rekan-rekan sesama ABK sempat memberikan pertolongan, namun nyawa Zulkifli tidak terselamatkan.
Informasi kematian ABK KM Emirates pertama kali diterima petugas Pamopstib Pelabuhan TPI Lampulo, Aipda M. Nuruzzahri, pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB dari sejumlah nelayan. Saat laporan masuk, kapal masih dalam perjalanan pulang menuju Banda Aceh.
KM Emirates sendiri telah bertolak dari Dermaga TPI Kuala Idi, Aceh Timur, pada Minggu 7 Juni 2026 pukul 14.30 WIB—menjadikan pelayaran tersebut berlangsung selama sekitar 16 hari sebelum akhirnya kembali bersandar di Lampulo pada Selasa (23/6/2026) pukul 09.30 WIB.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, memastikan tim medis dan personel Ditpolairud langsung memeriksa jenazah setibanya kapal di dermaga. Jenazah Zulkifli selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju kediaman keluarga di Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, untuk disemayamkan dan dimakamkan.
acehtoday.id/ | Lhokseumawe – Musibah kebakaran melanda sebuah rumah warga di kawasan Tanoh Lapang, Desa Ujong Blang, Kota Lhokseumawe, Rabu (17/06/2026) pagi.
Rumah yangberkontruksi kayu tersebut dilaporkan hangus terbakar setelah api dengan cepat membesar dan melahap bangunan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB dan sempat menggegerkan warga sekitar yang baru memulai aktivitas pagi.
Asap tebal terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian, sehingga mengundang perhatian masyarakat yang berusaha memberikan bantuan sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Salah seorang saksi mata, Syarifah Yuliana, mengatakan bahwa api pertama kali terlihat dari bagian rumah yang digunakan untuk aktivitas pengolahan kelapa.
Menurutnya, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada mesin parut kelapa yang berada di dalam rumah tersebut.
“Sekitar pukul 06.00 WIB kami melihat asap dan api mulai muncul, dugaan sementara berasal dari mesin parut kelapa yang mengalami korsleting listrik,” ujar Syarifah Yuliana saat ditemui di lokasi kejadian.
Karena bangunan rumah didominasi material kayu, api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya, namun besarnya api membuat usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
Mendapat laporan dari masyarakat, petugas pemadam kebakaran segera mengerahkan satu unit armada ke lokasi kejadian, petugas akhirnya berhasil menjinakkan api dan mencegah kobaran merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, rumah beserta sejumlah barang berharga milik penghuni dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat dilalap si jago merah. Hingga berita ini diturunkan, nilai kerugian material masih dalam pendataan oleh pihak terkait.
Warga setempat berharap adanya perhatian dan bantuan bagi keluarga yang terdampak musibah tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang, meskipun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik dari mesin parut kelapa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi instalasi listrik dan peralatan elektronik yang digunakan sehari-hari guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian besar.
acehtoday.id/ | Banda Aceh – Mata Erna, ibu dari Fahri Edi Eko korban luka bakar akibat ledakan mesin kapal KMP Aceh Hebat 2 terlihat berkaca-kaca saat menerima kunjungan PT ASDP Ferry Indonesia pusat di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh.
Beberapa keluarga korban terlihat menggelar tikar di depan ruang tunggu ICU 2. Disana, Direktur SDM & Layanan Korporasi PT ASDP Ferry Indonesia, Ardhi Ekapaty bersama dan General Manager Cabang Banda Aceh, Andre Setiawan melakukan dialog dengan keluarga korban.
Kepada awak media, Erna menceritakan kondisi terkini Fahri yang merupakan taruna Politeknik Pelayaran usai peristiwa mengejutkan itu. Erna menyampaikan bahwa Fahri telah merespon panggilan ibunya saat dirawat di ruang perawatan intensif.
“Alhamdulillah sudah merespon saya panggil tadi,” kata Erna, Senin (15/6/2026).
Lebih lanjut, Erna menyebut Fahri mengalami infeksi di bagian leher sehingga memerlukan bantuan saat menelan makanan.
“Infeksi, jadi makan harus pakai selang,” ujar Erna.
Ia juga mengaku baru saja tiba dari Medan setelah mendengar insiden yang menimpa anaknya saat kegiatan pembelajaran di kamar mesin kapal.
Erna mengungkapkan, sebelum Fahri mengikuti belajar langsung di kapal KMP Aceh Hebat 2 bersama 14 orang lainnya, Fahri sempat melakukan panggilan video dengan sang ayah setengah jam sebelum peristiwa ledakan terjadi.
“Iya, setengah jam sebelum itu ada video call dengan ayahnya,” tutur Erna.
Erna juga menyampaikan rasa syukur terhadap pihak Politeknik Pelayaran dan PT ASDP Ferry Indonesia yang segera bertindak cepat dan menanggung segala biaya kebutuhan dan perawatan keluarga serta korban selama di Banda Aceh.
Terakhir, Erna meminta kepada banyak pihak agar mendoakan anaknya segera pulih dan dapat beraktivitas.
“Alhamdulillah, kami minta doanya agar anak-anak kami segera pulih,” tutup Erna.
Pada Jumat (12/6/2026) lalu, terjadi ledakan mesin hidrolik di KMP Aceh Hebat 2 yang melukai 14 taruna Politeknik Pelayaran dan seorang instruktur sekaligus Kepala Kamar Mesin (KKM). Akibatnya 15 korban mengalami luka bakar dan dievakuasi ke RSUDZA Banda Aceh.
Lima belas korban kemudian mendapatkan penanganan operasi cito (darurat). Sebanyak empat korban masih dirawat di ruang ICU, delapan korban dirawat di HCU dan tiga orang lainnya telah di ruang rawat inap.
PT ASDP Ferry Indonesia berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya dan kebutuhan korban dan keluarga korban selama di Banda Aceh. Sementara itu pihak berwajib masih menyelidiki penyebab dugaan ledakan mesin kapal KMP Aceh Hebat 2.
Selain itu operasional pelayaran KMP Aceh Hebat 2 terpaksa dihentikan sementara waktu selama dalam investigasi oleh pihak berwenang dan akan digantikan dengan KMP BRR untuk melayani penumpang rute Banda Aceh – Sabang.
Ledakan Mesin dan Korban
Peristiwa ledakan mesin kapal tersbut mengakibatkan Sebanyak 12 mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh menjadi korban ledakan mesin Kapal Aceh Hebat 2, Jumat (12/6/2026).
Ke 12 mahasiswa naas tersebut mengalami luka bakar bersama 2 orang Anak Buah Kapal (ABK). Para korban saat ini sudah dilarikan ke ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapat perawatan medis.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Aceh Hebat 2 mengalami ledakan pada Jumat (12/6) sekitar pukul 10.45 WIB saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Kapal tersebut baru tiba di Pelabuhan Ulee Lheue dari Sabang pukul 10.00 WIB. Namun sekitar pukul 10.45 WIB terjadi ledakan di ruang mesin kapal yang mengakibatkan belasan orang mengalami luka bakar.
Berdasarkan informasi awal, terdapat sekitar 14 korban luka bakar yang terdiri dari 2 orang Anak Buah Kapal (ABK) dan 12 orang mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati yang tengah menjalani tugas praktik.
Tim Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Banda Aceh segera melakukan assessment cepat dan penanganan awal terhadap korban di lokasi kejadian. Hasil assessment menunjukkan korban memerlukan penanganan medis lanjutan sehingga dilakukan rujukan ke RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
Tangkapan layar korban luka akibat ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 dirawat di IGD RSUDZA Banda Aceh, Jumat (12/6/2026). Foto: Video acehtoday.id/Elza
🚢 ASDP memastikan seluruh biaya pengobatan 14 korban insiden KMP Aceh Hebat 2 akan ditanggung penuh. Selain biaya perawatan, kebutuhan keluarga korban yang datang dari luar daerah juga akan difasilitasi selama berada di Banda Aceh. Simak kronologi lengkap insiden yang terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue. #SeputarAceh#Aceh#BandaAceh#BeritaAceh#infoaceh
acehtoday.id/ | Banda Aceh – Seorang lelaki paruh baya diduga pelaku pencurian tertangkap oleh warga Kajhu, Aceh Besar. Video penangkapan tersebut beredar di media sosial. Dalam video, pelaku terduduk di atas tanah dan ditanyai oleh warga, sementara terlihat tangan pelaku dalam keadaan putus.
Keuchik Kajhu, Khairizal menjelaskan kronologi kejadian dramatis tersebut. Ia mengatakan peristiwa ini bermula saat seorang pria masuk ke dalam rumah warga pada dini hari. Pemilik rumah yang kaget mengetahui ada seseorang tidak dikenal masuk kemudian berteriak meminta pertolongan.
“Pemilik rumah berteriak maling, lalu warga dan pemuda sekitar keluar dan mengejar pelaku,” kata Khairizal, Senin (15/6/2026).
Menurut Khairizal, situasi menjadi menegangkan saat terduga pelaku mengeluarkan pisau dan mengancam akan menyerang siapa saja yang berusaha menghentikannya.
“Setiap orang yang mencoba menghadang diserang menggunakan pisau. Warga beberapa kali nyaris terkena tusukan,” ujarnya.
Saat pengejaran, warga hanya memiliki kayu untuk melindungi diri dari ayunan pisau terduga pelaku. Selain itu, warga berulang kali meminta pelaku untuk menjatuhkan senjata tajam tersebut.
“Sudah berulang kali diminta menjatuhkan pisau, tapi dia tidak mengindahkan dan tetap menyerang warga,” ucap Khairizal.
Dalam kondisi tersebut, warga akhirnya berusaha melumpuhkan pelaku untuk mencegah jatuhnya korban. Akibatnya, salah satu tangan terduga pelaku mengalami putus.
Setelah melumpuhkan terduga pelaku, warga tidak melakukan tindakan lanjutan dan segera menghubungi polisi. Terduga pelaku kemudian ditangani oleh polisi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.
Khairizal menegaskan bahwa terduga pelaku bukan mencari buah mangga di lokasi tersebut, seperti yang beredar di media sosial.
“Terduga mencari buah mangga itu tidak benar, karena pohon mangganya tidak berbuah saat itu. Tapi patut dipertanyakan untuk apa masuk ke rumah warga pukul 04.00 WIB,” tuturnya.
Khairizal mengungkapkan bahwa masyarakat Kajhu dibuat khawatir karena maraknya kasus pencurian yang terjadi belakangan ini. Dalam kasus terbaru, terduga pelaku tidak sempat membawa kabur barang, namun sebelumnya seorang warga dilaporkan kehilangan harta benda berupa satu unit sepeda motor.
Maraknya kasus pencurian di Kajhu belakangan ini juga membuat pemerintah gampong mengingatkan warga untuk tetap waspada dan memasang kamera pengawas untuk memantau lingkungan sekitar.
“Kami sudah mengingatkan warga agar tetap waspada dan memasang CCTV karena maraknya kasus pencurian,” tambahnya.
Keuchik Kajhu Menghimbau
Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap persoalan hukum tetap harus diselesaikan sesuai prosedur yang berlaku dan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Kami berharap masyarakat tetap menjaga keamanan lingkungan dan segera melapor kepada aparat jika terjadi hal-hal mencurigakan. Jangan sampai ada korban dari pihak mana pun,” pungkasnya.
acehtoday.id/ | Sigli – Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di kawasan Gampong Dayah Caleue, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie. Bus Jasa Rahayu Geumpueng (JRG) bernomor polisi BL 7525 PB menghantam dua sepeda motor hingga menyebabkan empat orang meninggal dunia.
Empat korban yang meninggal dalam insiden tersebut masing-masing Cut Raisya Naisyira (13) dan Zurratul Wilza (13), warga Gampong Krueng Seumideun, Kecamatan Peukan Baro. Dua korban lainnya yakni Anadia (33) dan Rustina (57), warga Gampong Seukee, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie.
“Dalam kecelakaan semalam ada empat korban meninggal dunia,” kata Kasat Lantas Polres Pidie AKP Aiyub Sami, Senin (15/6/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam (14/6/2026) sekitar pukul 21.20 WIB. Saat kejadian, bus JRG yang dikemudikan M. Isa Yunus (58), warga Gampong Ukee, Kecamatan Titeue, Pidie, melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan.
Kronologis Bus JRG Tabrak Dua Motor
Menurut kepolisian, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Scoopy BL 5653 PAW keluar dari sisi kiri jalan dan hendak berbelok ke kanan. Karena jarak bus dengan kendaraan tersebut sudah terlalu dekat, sopir bus tidak sempat menghindari tabrakan.
Usai menghantam sepeda motor Scoopy, pengemudi bus berusaha mengendalikan kendaraan dengan membanting setir ke arah kanan. Namun, bus kembali menabrak sepeda motor Honda Beat BL 4344 PAJ yang datang dari arah berlawanan.
“Jarak antara bus dan pengendara sangat dekat sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari,” ujar AKP Aiyub.
Akibat kejadian itu, kedua sepeda motor korban mengalami kerusakan berat dan telah diamankan di Mapolres Pidie untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Keempat korban sempat mendapat penanganan medis di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Terkait informasi yang beredar bahwa sopir bus melarikan diri setelah kecelakaan, Kasat Lantas Polres Pidie memastikan kabar tersebut tidak benar.
“Sopir sudah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Polres Pidie,” jelasnya.
🚨 BREAKING NEWS Empat orang dilaporkan meninggal dunia di tempat setelah sepeda motor yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan dengan Bus JRG di Simpang Caleu, Kecamatan Peukan Baro/Indrajaya, Kabupaten Pidie, Minggu (14/6/2026). Saat ini, informasi lebih lanjut mengenai identitas korban maupun kronologi lengkap kejadian masih dalam proses pengumpulan dan verifikasi. Kami akan terus memperbarui perkembangan informasi terkait peristiwa ini. #Pidie#KecelakaanMaut#BusJRG#BeritaAceh#InfoAceh
acehtoday.id/ | Banda Aceh – Ketua Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN), Nazaruddin Dek Gam menegaskan tidak terlibat dalam dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis di Badan Gizi Nasional (BGN), Sabtu (13/6/2026).
Hal tersebut ia sampaikan usai pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Aceh secara langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan di Balai Meuseuraya Aceh (BMA) di Banda Aceh.
“Saya BDG, Bang Dek Gam, bukan MBG,” kata Dek Gam sambil berkelakar dengan wartawan.
Dek Gam menambahkan bahwa ia tidak memiliki keterlibatan apapun dan tidak memiliki dapur MBG yang juga menjadi salah satu program unggulan presiden tersebut.
“Tidak ada urusan sama saya, itu hak semua. Saya tidak ada dapur (MBG),” ujarnya.
Mengakhiri sesi doorstop singkat, sekali lagi Dek Gam menekankan dirinya tidak terlibat di dalam program MBG dengan menegaskan singkatan BDG.
“Saya BDG, bukan MBG. Bang Dek Gam,” tutup Nazaruddin.
Dikaitkan Korupsi Kasus MBG
Sebelumnya, Nazaruddin Dek Gam yang merupakan anggota Komisi III DPR RI asal Aceh dikaitkan dalam korupsi program MBG. Dugaan tersebut muncul setelah daftar nama yang dikaitkan dengan tersangka kasus korupsi MBG, Sony Sanjaya mencuat di media sosial. Nama Nazaruddin Dek Gam disebut-sebut tercantum dalam daftar tersebut.
Setelah daftar dugaan orang-orang yang terlibat MBG tersebut menyebar di media sosial, Dek Gam memberi klarifikasi dan membantah tudingan tersebut. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak benar di media sosial.
acehtoday.id/ | Banda Aceh – PT ASDP Indonesia Ferry pusat mengunjungi korban luka bakar akibat ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Direktur SDM & Layanan Korporasi PT ASDP Indonesia Ferry, Ardhi Ekapaty sekaligus General Manager Cabang Banda Aceh, Andre Setiawan dan sejumlah pihak terkait lainnya.
Amatan acehtoday.id/, Ardhi Ekapaty sekaligus Andre Setiawan mengunjungi para korban di ruang perawatan intensif sekaligus berbincang dengan keluarga korban yang terdampak.
Pada kesempatan ini, Ardhi mengungkapkan perkembangan terbaru kondisi korban yang masih menjalani perawatan di RSUDZA.
Berdasarkan data yang diterimanya, empat korban masih dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU), delapan korban dirawat di High Care Unit (HCU), sementara tiga korban lainnya telah dipindahkan ke ruang rawat inap.
“Saya melihat dari korban itu ada 14 taruna dan satu Kepala Kamar Mesin (KKM) kami sendiri. Rinciannya saat ini empat orang di ICU, delapan orang di HCU, dan tiga lainnya sudah masuk ke ruang rawat inap,” kata Ardhi.
Ardhi juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa para taruna Politeknik Pelayaran dan seorang Kepala Kamar Mesin (KKM) saat kegiatan pembelajaran di kamar mesin kapal.
“Atas nama Direksi PT ASDP Indonesia Ferry, kami menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam atas insiden yang terjadi pada KMP Aceh Hebat 2. Pikiran dan perhatian kami saat ini tertuju kepada para korban yang sedang menjalani perawatan serta keluarga yang mendampingi mereka,” kata Ardhi.
Terkait penanganan korban, Ardhi memastikan seluruh proses pengobatan akan didukung secara maksimal oleh perusahaan.
“Proses kesehatan atau kesembuhan adik-adik dan anak-anak kita yang menjadi korban akan kami dukung secara optimal dan maksimal,” ujarnya.
Tidak hanya biaya pengobatan, ASDP juga memastikan kebutuhan keluarga korban yang datang dari berbagai daerah akan difasilitasi selama berada di Banda Aceh.
“Kami sudah membentuk tim posko. Segala kebutuhan yang diperlukan oleh keluarga bisa menghubungi posko yang sudah dibentuk,” ucap Ardhi.
Direktur ASDP Serahkan Proses Penyelidikan
Sementara itu, terkait penyebab insiden, Ardhi menegaskan pihaknya menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada aparat yang berwenang dan belum menerima hasil investigasi resmi.
“Kalau proses itu bukan dari pihak ASDP. Kita menghormati dan menghargai aparat yang berwenang yang saat ini melakukan investigasi atas kejadian tersebut,” tambah Ardhi.
Saat ditanya apakah sudah ada informasi lanjutan mengenai penyebab ledakan, Ardhi menjawab pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan.
Selain itu, ia juga memastikan KMP Aceh Hebat 2 untuk sementara tidak beroperasi selama proses investigasi masih berlangsung.
“Untuk sementara kapal memang masih dihentikan karena masih dalam proses investigasi. Nantinya ada kapal KMP BRR yang menggantikan untuk sementara waktu,” tutup Ardhi.
acehtoday.id/ | Banda Aceh – Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh. Mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, Zaini Abdullah, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026).
Tokoh yang akrab disapa Abu Doto itu mengembuskan napas terakhir di Ruang ICU 2 RSUDZA sekitar pukul 12.24 WIB setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi sejumlah penyakit yang dideritanya.
Kabar wafatnya Zaini Abdullah dikonfirmasi oleh asistennya, Muzakir Abdul Hamid. Menurut Muzakir, almarhum telah menjalani perawatan medis di RSUDZA sejak 4 Juni 2026.
“Innalillahi wa innailaihi raji’un. Doktor Zaini Abdullah telah meninggal dunia di ICU 2 sekitar pukul 12.24 WIB,” kata Muzakir.
Ia menjelaskan, kondisi kesehatan mantan orang nomor satu di Aceh tersebut sebelumnya sempat ditangani melalui rawat jalan. Namun, kesehatannya kembali menurun dan harus mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
“Memang beliau sudah berusia lanjut dan memiliki beberapa penyakit komplikasi,” ujarnya.
Kepergian Zaini Abdullah menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan politik Aceh pascaperdamaian.
Selain pernah menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2012–2017, Zaini Abdullah juga merupakan figur sentral dalam perjuangan dan proses transisi politik Aceh setelah penandatanganan perdamaian.
Mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, Zaini saat dirawat foto :Ist
Mantan Gubernur Aceh Abu Doto Dimakamkan Di Pidie
Berdasarkan informasi yang diperoleh, jenazah almarhum rencananya akan dimakamkan di Beureunuen, Kabupaten Pidie.
Kepergian Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta masyarakat Aceh yang mengenalnya sebagai sosok ulama, pemimpin, dan tokoh perdamaian yang memiliki peran besar dalam sejarah Aceh modern.
acehtoday.id/ | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menilai penting dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti insiden yang menimpa KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6), sekaligus menjadi dasar penguatan standar keselamatan dan prosedur operasional agar kejadian serupa tidak terulang.
Hal itu disampaikan oleh dalam siaran tertulis kepada media, Jumat (12/6/2026) usai kejadikan meledaknya mesin KMP Aceh Hebat 2. Nurlis mengatakan Pemerintah Aceh terus memantau perkembangan penanganan para korban dan memastikan seluruh pihak terkait memberikan layanan terbaik bagi mereka yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Korban ledakan Kapal Aceh Hebat 2.
“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan rasa prihatin dan duka atas musibah yang menimpa para taruna Politeknik Pelayaran Malahayati dan kru kapal. Keselamatan dan pemulihan kondisi korban menjadi prioritas utama saat ini,” kata Nurlis.
Prioritaskan Korban Insiden KMP Aceh Hebat 2
Pemerintah Aceh, lanjut Nurlis, telah meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait untuk berkoordinasi secara intensif dengan pihak rumah sakit, operator kapal, serta instansi pelabuhan guna memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis yang optimal hingga proses pemulihan selesai.
“Kami mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Dinas Perhubungan Aceh, PT ASDP Indonesia Ferry, KSOP Malahayati, Kantor Kesehatan Pelabuhan, tenaga medis dan semua pihak yang sejak awal kejadian bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan terhadap para korban,” ujarnya.
@acehtoday.id/ 🚢 ASDP memastikan seluruh biaya pengobatan 14 korban insiden KMP Aceh Hebat 2 akan ditanggung penuh. Selain biaya perawatan, kebutuhan keluarga korban yang datang dari luar daerah juga akan difasilitasi selama berada di Banda Aceh. Simak kronologi lengkap insiden yang terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue. #SeputarAceh#Aceh#BandaAceh#BeritaAceh#infoaceh♬ suara asli – Seputar Aceh
Selain fokus pada penanganan korban, Pemerintah Aceh juga menilai penting dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya insiden tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperkuat standar keselamatan dan prosedur operasional guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
“Pemerintah Aceh mendukung proses pemeriksaan yang sedang dilakukan oleh pihak berwenang. Penyebab kejadian harus diketahui secara jelas agar langkah-langkah perbaikan dan mitigasi dapat dilakukan secara tepat,” kata Nurlis.
acehtoday.id/ | Banda Aceh — Seleksi JPT Pratama Aceh diperpanjang hingga 21 Juni 2026. Perpanjangan pendaftaran untuk enam jabatan eselon II dalam seleksi terbuka JPT Pratama Aceh 2026. Perpanjangan kedua ini berlaku mulai 15 hingga 21 Juni 2026 dan dapat diakses melalui portal ASN Karier di asnkarier.bkn.go.id.
Keputusan tersebut tertuang dalam Berita Acara Rapat Panitia Nomor 4/Pansel-JPTP/VI/2026 tertanggal 11 Juni 2026.
Mengutip laman resmi bka.acehprov.go.id, enam jabatan yang dibuka meliputi Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh (Eselon II.a), Kepala Biro Organisasi, Kepala Biro Administrasi Pembangunan, serta Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Aceh (masing-masing Eselon II.b). Selain itu, posisi Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak serta Wakil Direktur Penunjang RSUD dr. Zainoel Abidin (Eselon II.b) turut masuk dalam daftar jabatan yang diseleksi.
Pendaftaran dilakukan secara daring menggunakan akun MyASN masing-masing peserta. Namun demikian, peserta juga wajib menyerahkan dokumen fisik (hardcopy) ke Sekretariat Panitia di Badan Kepegawaian Aceh pada periode yang sama, setiap hari pukul 09.00–16.30 WIB, kecuali 16 Juni 2026.
Adapun tahapan seleksi yang dijadwalkan setelah pendaftaran adalah verifikasi administrasi, rekam jejak jabatan, serta penilaian moralitas dan integritas yang berlangsung pada 16–22 Juni 2026. Hasilnya akan diumumkan pada 23 Juni 2026.
Panitia menegaskan, peserta yang tidak mengikuti salah satu tahapan seleksi secara otomatis dinyatakan gugur. Persyaratan lengkap mengacu pada Pengumuman Nomor 1/Pansel-JPTP/V/2026 tanggal 11 Mei 2026.