Keluarga Korban Ledakan Mesin KMP Aceh Hebat 2: Sudah Respon Ketika Dipanggil

Written by

in

acehtoday.id/ | Banda Aceh – Mata Erna, ibu dari Fahri Edi Eko korban luka bakar akibat ledakan mesin kapal KMP Aceh Hebat 2 terlihat berkaca-kaca saat menerima kunjungan PT ASDP Ferry Indonesia pusat di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh.

Beberapa keluarga korban terlihat menggelar tikar di depan ruang tunggu ICU 2. Disana, Direktur SDM & Layanan Korporasi PT ASDP Ferry Indonesia, Ardhi Ekapaty bersama dan General Manager Cabang Banda Aceh, Andre Setiawan melakukan dialog dengan keluarga korban.

Kepada awak media, Erna menceritakan kondisi terkini Fahri yang merupakan taruna Politeknik Pelayaran usai peristiwa mengejutkan itu. Erna menyampaikan bahwa Fahri telah merespon panggilan ibunya saat dirawat di ruang perawatan intensif.

“Alhamdulillah sudah merespon saya panggil tadi,” kata Erna, Senin (15/6/2026).

Lebih lanjut, Erna menyebut Fahri mengalami infeksi di bagian leher sehingga memerlukan bantuan saat menelan makanan.

“Infeksi, jadi makan harus pakai selang,” ujar Erna.

Ia juga mengaku baru saja tiba dari Medan setelah mendengar insiden yang menimpa anaknya saat kegiatan pembelajaran di kamar mesin kapal.

Erna mengungkapkan, sebelum Fahri mengikuti belajar langsung di kapal KMP Aceh Hebat 2 bersama 14 orang lainnya, Fahri sempat melakukan panggilan video dengan sang ayah setengah jam sebelum peristiwa ledakan terjadi.

“Iya, setengah jam sebelum itu ada video call dengan ayahnya,” tutur Erna.

Erna juga menyampaikan rasa syukur terhadap pihak Politeknik Pelayaran dan PT ASDP Ferry Indonesia yang segera bertindak cepat dan menanggung segala biaya kebutuhan dan perawatan keluarga serta korban selama di Banda Aceh.

Terakhir, Erna meminta kepada banyak pihak agar mendoakan anaknya segera pulih dan dapat beraktivitas.

“Alhamdulillah, kami minta doanya agar anak-anak kami segera pulih,” tutup Erna.

Pada Jumat (12/6/2026) lalu, terjadi ledakan mesin hidrolik di KMP Aceh Hebat 2 yang melukai 14 taruna Politeknik Pelayaran dan seorang instruktur sekaligus Kepala Kamar Mesin (KKM). Akibatnya 15 korban mengalami luka bakar dan dievakuasi ke RSUDZA Banda Aceh.

Lima belas korban kemudian mendapatkan penanganan operasi cito (darurat). Sebanyak empat korban masih dirawat di ruang ICU, delapan korban dirawat di HCU dan tiga orang lainnya telah di ruang rawat inap.

PT ASDP Ferry Indonesia berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya dan kebutuhan korban dan keluarga korban selama di Banda Aceh. Sementara itu pihak berwajib masih menyelidiki penyebab dugaan ledakan mesin kapal KMP Aceh Hebat 2.

Selain itu operasional pelayaran KMP Aceh Hebat 2 terpaksa dihentikan sementara waktu selama dalam investigasi oleh pihak berwenang dan akan digantikan dengan KMP BRR untuk melayani penumpang rute Banda Aceh – Sabang.

Ledakan Mesin dan Korban

Peristiwa ledakan mesin kapal tersbut mengakibatkan Sebanyak 12 mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh menjadi korban ledakan mesin Kapal Aceh Hebat 2, Jumat (12/6/2026).

Ke 12 mahasiswa naas tersebut mengalami luka bakar bersama 2 orang Anak Buah Kapal (ABK). Para korban saat ini sudah dilarikan ke ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapat perawatan medis.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Aceh Hebat 2 mengalami ledakan pada Jumat (12/6) sekitar pukul 10.45 WIB saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Kapal tersebut baru tiba di Pelabuhan Ulee Lheue dari Sabang pukul 10.00 WIB. Namun sekitar pukul 10.45 WIB terjadi ledakan di ruang mesin kapal yang mengakibatkan belasan orang mengalami luka bakar.

Berdasarkan informasi awal, terdapat sekitar 14 korban luka bakar yang terdiri dari 2 orang Anak Buah Kapal (ABK) dan 12 orang mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati yang tengah menjalani tugas praktik.

Tim Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Banda Aceh segera melakukan assessment cepat dan penanganan awal terhadap korban di lokasi kejadian. Hasil assessment menunjukkan korban memerlukan penanganan medis lanjutan sehingga dilakukan rujukan ke RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh menyebut 13 korban luka bakar akibat diduga ledakan mesin kapal KMP Aceh Hebat 2 telah menjalani cito (darurat), sementara dua korban lainnya masih menunggu giliran operasi. 
Tangkapan layar korban luka akibat ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 dirawat di IGD RSUDZA Banda Aceh, Jumat (12/6/2026). Foto: Video acehtoday.id/Elza

 

@seputaraceh.id

🚢 ASDP memastikan seluruh biaya pengobatan 14 korban insiden KMP Aceh Hebat 2 akan ditanggung penuh. Selain biaya perawatan, kebutuhan keluarga korban yang datang dari luar daerah juga akan difasilitasi selama berada di Banda Aceh. Simak kronologi lengkap insiden yang terjadi di Pelabuhan Ulee Lheue. #SeputarAceh #Aceh #BandaAceh #BeritaAceh #infoaceh

♬ suara asli – Seputar Aceh – Seputar Aceh

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *