acehtoday.id/ | Banda Aceh – Harga cabai rawit di Pasar Al-Mahirah, Kota Banda Aceh, melonjak tajam hingga menyentuh Rp60 ribu per kilogram. Lonjakan harga ini dipicu oleh terganggunya pasokan dari sejumlah daerah penghasil cabai yang tengah dilanda banjir, sehingga suplai ke pasar ikut menyusut.
Kondisi ini terungkap dari pemantauan harga bahan pokok di pasar tersebut pada Selasa (14/7/2026), yang menunjukkan fluktuasi cukup signifikan pada beberapa komoditas hortikultura, terutama jenis-jenis cabai.
Cabai Rawit Naik Signifikan, Cabai Merah dan Hijau Justru Melandai
Muhammad Yusuf, salah seorang pedagang bawang dan cabai di Pasar Al-Mahirah, menjelaskan bahwa lonjakan harga cabai rawit terjadi karena wilayah pemasok utama terdampak bencana banjir. Berkurangnya volume pasokan itu membuat harga di tingkat pedagang ikut terkerek naik secara tajam.
Berbeda dengan cabai rawit, harga cabai merah dan cabai hijau justru menunjukkan tren penurunan setelah sebelumnya sempat bertahan tinggi dalam waktu cukup lama. Saat ini, kedua jenis cabai tersebut sama-sama dijual pada kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Yusuf mengungkapkan, tren kenaikan harga cabai merah dan hijau yang berlangsung lama itu kini mulai mereda, meski belum kembali ke harga normal sebelumnya.
Harga Bawang dan Komoditas Lain Turut Bergerak
Selain cabai, harga bawang merah asal Aceh juga tercatat berada di level Rp40 ribu per kilogram, sementara bawang merah asal Medan relatif lebih murah, yakni berkisar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Perbedaan harga antar daerah asal ini turut memengaruhi pilihan pembeli di pasar.
Untuk bawang putih, harga jualnya kini mencapai Rp50 ribu per kilogram, sedangkan bawang bombay dilepas dengan harga Rp40 ribu per kilogram. Adapun kentang masih stabil di angka Rp14 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga tomat mengalami penurunan menjadi Rp22 ribu per kilogram, setelah sempat naik hingga Rp25 ribu per kilogram pada masa meugang beberapa waktu lalu. Untuk komoditas daun sop, harga jualnya berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram.
Di tengah fluktuasi harga tersebut, Yusuf menyoroti kondisi daya beli masyarakat yang menurutnya belum menunjukkan perbaikan berarti. Ia menyebut, meski aktivitas jual beli tetap berjalan, jumlah pembeli yang datang ke lapaknya tidak seramai biasanya.
Kondisi ini menggambarkan bahwa kenaikan harga sejumlah bahan pokok, khususnya cabai rawit, belum diimbangi dengan peningkatan minat belanja masyarakat. Para pedagang di Pasar Al-Mahirah pun berharap pasokan cabai rawit segera pulih agar harga dapat kembali stabil dalam waktu dekat.**
Tinggalkan Balasan