acehtoday.id/ | Aceh Besar – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menyambangi Sekolah Rakyat Menengah Atas Satu Darussa’adah, Aceh Besar, Senin (8/6/2026). Dalam kunjungan ini, Saifullah didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Besar Muharam Idris, dan Ketua MPU Aceh, Faisal Ali.
Setibanya di lokasi, Gus Ipul disambut oleh kegiatan baris-berbaris, tarian Ranup Lampuan, penampilan pidato empat bahasa (Inggris, Arab, Mandarin dan Jerman), penampilan paduan suara hingga pembacaan puisi dari peserta didik.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh calon siswa serta orang tua siswa dengan tujuan membuka dialog serta melihat sistem pembelajaran serta perkembangan yang dicapai siswa yang telah bersekolah di Sekolah Rakyat selama 10 bulan lebih di Aceh Besar.
“Hari ini kita bisa melakukan open house beserta seluruh keluarga besar Sekolah Rakyat dan calon-calon siswa dan orang tua siswa di Aceh Besar ini yang kita harapkan tentu pembelajarannya bisa berjalan lebih baik ke depan,” kata Saifullah.

400 Lebih Calon Siswa Sudah Diverifikasi
Saifullah menyebut sebanyak 400 calon siswa Sekolah Rakyat telah dijangkau oleh pemerintah setempat melalui kunjungan dan verifikasi langsung ke rumah calon peserta didik.
“Jadi yang sudah dijangkau bersama pemerintah daerah ada sekitar 400 keluarga lebih. Keluarga-keluarga yang sudah didatangi rumahnya dan memenuhi kriteria nanti akan coba didalami lebih lanjut setelah itu akan kita tetapkan sebagai siswa sekolah rakyat,” ujar Saifullah.
Saifullah mengungkapkan sebanyak 166 Sekolah Rakyat di kabupaten/kota telah berjalan dengan baik, meski pada tahapan awal ini menemukan tantangan yang perlu diatasi di lapangan.
Saifullah mengatakan alokasi penerimaan siswa baru di Sekolah Rakyat akan terus ditingkatkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Mensos menargetkan penerimaan siswa baru tahun ini menjadi 36 ribu lebih dibanding sebelumnya yakni 15 ribu siswa.
Ia juga menyoroti lima fasilitas permanen Sekolah Rakyat yang sedang dibangun di Aceh diantaranya Aceh Besar, Nagan Raya, Lhokseumawe, Bireuen dan Subulussalam.
Tidak Ada Siswa Titipan
Saifullah menjelaskan seluruh murid Sekolah Rakyat didampingi guru-guru profesional yang akan membimbing anak-anak mengembangkan diri sesuai bakat dan kemampuan mereka.
“Sistem pembelajarannya fleksibel, tidak ada jurusan khusus. Ada pelajaran bahasa Inggris dan Arab juga,” tuturnya.
Sementara itu, sistem perekrutan siswa Sekolah Siswa tidak terbuka secara umum. Menurutnya, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dan keluarga kurang mampu yang dijangkau melalui pendataan pemerintah setempat dan Kementerian Sosial.
“Jadi tidak ada titip menitip dan suap-menyuap dalam Sekolah Rakyat. Kita ingin benar-benar anak-anak kurang mampu yang mendapat pendidikan yang layak melalui sekolah ini sehingga membuka peluang masa depan yang baik untuk mereka,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan