acehtoday.id/ | Banda Aceh – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Irmawan, mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mengambil langkah cepat untuk memberikan penanganan medis terbaik serta menanggung penuh biaya pengobatan korban ledakan mesin Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh.
Insiden nahas tersebut terjadi pada Jumat (12/6/2026) dan menyebabkan empat mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati meninggal dunia, sementara sembilan lainnya mengalami luka berat.
“Kami sangat berduka atas meninggalnya empat mahasiswa Poltekpel yang menjadi korban ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2. Kemenhub harus memberikan perhatian khusus kepada seluruh korban yang masih dirawat,” ujar Irmawan di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Peristiwa maut ini terjadi ketika kapal baru saja bersandar usai berlayar dari Sabang. Sebanyak 15 taruna Poltekpel Malahayati tengah menjalani praktik lapangan di ruang mesin bersama seorang instruktur, sebelum ledakan hebat yang diduga bersumber dari salah satu pompa mesin kapal menghantam mereka.
Hingga kini, sembilan korban luka masih menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin, Aceh.
Irmawan menegaskan, apabila kondisi medis para korban mengharuskan rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas lebih memadai, maka proses tersebut harus segera direalisasikan tanpa penundaan.

Sumber foto: acehtoday.id/Elza
Kemenhub Diminta Tanggung Jawab Penuh
Legislator PKB itu menegaskan bahwa Kemenhub memiliki tanggung jawab moral dan institusional penuh atas insiden ini, mengingat Poltekpel merupakan perguruan tinggi vokasi yang berada langsung di bawah naungan kementerian tersebut.
Komisi V DPR RI menuntut agar pembiayaan pengobatan dan rehabilitasi korban dikawal ketat hingga tuntas, sehingga para taruna tidak kehilangan masa depan mereka.
“Jangan sampai para korban harus menanggung beban pengobatan sendiri atau kehilangan kesempatan menyelesaikan pendidikannya akibat musibah ini. Negara melalui Kementerian Perhubungan harus hadir memberikan pendampingan penuh sampai mereka benar-benar sembuh dan dapat kembali berkuliah,” tegas Irmawan.
Selain mendesak pemulihan korban, Komisi V DPR RI juga meminta Kemenhub bersama pihak berwenang segera menginvestigasi kelayakan operasional mesin KMP Aceh Hebat 2. Langkah ini dinilai penting untuk mengungkap penyebab pasti ledakan sekaligus mencegah kecelakaan serupa terulang di masa mendatang.
“Kami mendorong agar ada investigasi penuh pemicu ledakan, apakah faktor kelalaian atau kegagalan mesin sehingga kita bisa tahu siapa yang harus bertanggung jawab dan memastikan agar peristiwa serupa tidak terjadi di masa depan,” pungkasnya.**
Tinggalkan Balasan