acehtoday.id/ | Banda Aceh – Nilai tukar mata uang rupiah melemah terhadap mata uang asing terutama dollar Amerika Serikat (AS). Menguatnya mata uang dollar AS terhadap rupiah hingga Rp18.000 ribu berdampak pada peningkatan pertukaran valuta asing (valas) di sejumlah bisnis pertukaran uang (money changer) di sejumlah wilayah Indonesia.
Sementara itu, sejumlah money changer di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, mengalami hal yang berbeda.
Direktur Utama PT Sotek Tuka Peng di Peunayong, Syarifah Salwa, mengatakan jual beli hampir seluruh mata uang termasuk dolar Amerika Serikat menurun hampir 50 persen, Jumat (5/6/2026).
Syarifah mengungkapkan kondisi ini sudah terasa sejak September tahun 2025. Puncaknya jual beli mata uang semakin lemah sejak menyentuh angka Rp18.000 ribu.
Menurut Syarifah, kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya usai lebaran penukaran valas terutama pembelian mata uang Ringgit Malaysia akan meninggi karena banyak masyarakat yang pergi berobat maupun bersekolah ke Negeri Jiran tersebut
“Bagi yang mau berobat atau ada kebutuhan lain tetap harus beli kan. Tapi memang saat ini transaksi menurun,” kata Syarifah.
Syarifah menuturkan kondisi melemahnya transaksi penukaran valas saat ini merupakan kedua terparah setelah periode Covid tahun 2019 lalu.
“Saat itu sampai tutup toko. Kali ini kedua terparah,” ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pemilik Kutaraja Money Changer di Peunayong, Bahrumsyah. Ia mengatakan transaksi penukaran mata uang melemah hingga 50 persen.
“Daya beli dan jual saat ini kurang tidak hanya dolar Amerika Serikat tapi, sampai 50 persen,” ucap Bahrum.
Menurut Bahrum, penurunan aktivitas penukaran valas di tokonya mulai terasa sejak akhir bulan Mei 2026. Ia menduga penurunan transaksi valas dipicu oleh perubahan geopolitik dunia dan perang Teluk.
Sementara itu mata uang yang mendominasi transaksi penukaran valas di tokonya adalah ringgit Malaysia, dollar Singapura, dan baht Thailand.
Meski tren transaksi valas di Kota Banda Aceh menurun, Bahrum optimis transaksi jual beli mata uang akan kembali naik menjelang liburan akhir bulan Juli 2026.
“Mungkin liburan akhir bulan tujuh akan naik. Sebentar lagi juga ada masyarakat yang pulang dari ibadah haji biasanya menukar riyal Arab Saudi,” Tutup Bahrum.

Tinggalkan Balasan