Target Lima Besar MTQ Aceh, Bupati Aceh Barat Percepat MTQ Tingkat Kabupaten

Written by

in

acehtoday.id/ | Aceh Barat – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana mempercepat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) kabupaten yang sebelumnya dijadwalkan pada tahun 2027.

Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat pembinaan dan persiapan peserta agar mampu meraih hasil maksimal pada MTQ tingkat Provinsi Aceh.

Agar upaya tersebut berjalan, Bupati Aceh Barat, Tarmizi meminta Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Barat untuk terlebih dulu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MTQ di Pidie Jaya sebelumnya, mulai dari proses pembinaan, pelaksanaan kegiatan hingga capaian prestasi yang diraih kontingen Aceh Barat.

“Evaluasi harus dilakukan secara objektif agar kita mengetahui apa yang perlu diperbaiki. Pembinaan harus lebih terarah dan seleksi peserta dilakukan secara ketat mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten,” katanya, Kamis (25/6/2026).

Bupati menargetkan Aceh Barat mampu menembus peringkat lima besar di tingkat Provinsi Aceh serta melahirkan qari dan qariah terbaik yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Terlebih, Aceh akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada tahun 2028, sehingga pembinaan harus dipersiapkan sejak sekarang.

“Kita ingin Aceh Barat memiliki duta-duta Al-Qur’an yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Dengan pembinaan yang serius dan berkelanjutan, saya yakin target tersebut dapat kita capai,” sambungnya.

Di kesempatan yang sama, Bupati juga melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Aceh Barat untuk membahas strategi pembinaan generasi Qurani sekaligus upaya peningkatan prestasi Aceh Barat pada ajang MTQ.

Ia menegaskan agar LPTQ menjadi motor penggerak dalam membangun budaya cinta Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Menurut Tarmizi, pembinaan tidak boleh hanya berfokus pada persiapan menjelang MTQ, namun harus berkelanjutan sejak usia dini.

“Harus ada prestasi yang kita capai. Karena itu, pembinaan harus diperkuat dan melibatkan semua pihak, termasuk dayah-dayah yang menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi Qurani,” ujar Tarmizi.

Ia juga mendorong agar program pembinaan membaca Al-Qur’an secara intensif diperluas hingga ke lingkungan sekolah. Melalui program “LPTQ Masuk Sekolah”, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/MA.

“Kita tidak ingin ada lagi anak-anak Aceh Barat yang buta aksara Al-Qur’an atau tidak mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Pembinaan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, khususnya kalangan pelajar,” tegasnya.

Tarmizi menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelatihan bagi qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta cabang-cabang MTQ lainnya agar mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

Di kesempatan itu, bupati juga menerima berbagai masukan dari pengurus LPTQ terkait program pembinaan serta kondisi keuangan yang menjadi tantangan dalam pengembangan kegiatan keagamaan di daerah.

Laporan : Uci Setiawan

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *