Tradisi Melawat, Cara Warga Simeulue Merawat Keharmonisan

Written by

in

acehtoday.id/ | Simeulue – Tradisi melawat antar kampung di Simeulue masih lestari,  praktik kebudayaan ini menjadi tali untuk memperkuat silaturahmi masyarakat di pulau terluar Indonesia itu.

Tradisi “melawat” yang masih terjaga hingga saat ini, juga sama dengan menjaga kearifan lokal tentang "smong" yang turun temurun terjaga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pulau Simeulue.

"Tradisi melawat antar kampung ini, sudah berlangsung lama di daerah kita. Mungkin sama usianya dengan kearifan lokal smong. Sebab dengan usia saya sudah 67 tahun, masih sering mengikuti acara melawat," kata Agusri (67) warga Kecamatan Simeulue Tengah, kepada acehtoday.id/.

Hal senada juga diperkuat Camat Simeulue Cut, Feri Puput Hidayat, "Melawat antar kampung itu, salah satu wujud nyata dari bentuk persatuan, kekompakan, keharmonisan dan silatrurtahmi masyarakat di era modren ini. Tradisi melawat sudah sangat lama berangsung dalam masyarakat," katanya, kepada acehtoday.id/ Minggu (19/7/2026).

Agusri dan Camat Simeulue Cut, memaparkan bukti nyata dari tradisi "melawat" antar kampung itu, selain terjalin silaturrahmi, memperkuat persatuan, terjaga budaya dan adat istiadat serta semakin kokoh kekompakan, keharmonisan sesama masyarakat antar kampung.

Keduanya merincikan tradisi "melawat" yakni masyarakat dalam jumlah banyak dari salah satu kampung berkunjung (melawat) ke kampung lainnnya, dalam bentuk misi dunia olahraga, misi kesenian, misi adat istiadat, misi budaya yang bernuansa islami.

Makna dan Bentuk Tradisi Melawat Antar Kampung

Tradisi Melawat, Cara Warga Simeulue Merawat Keharmonisan
Memuliakan dan menghormati rombongan tamu yang "melawat", warga kampung setempat sambut dengan kemeriahan yang disertai antraksi silat. Sabtu (25/72026). Ahmadi – acehtoday.id/

Biasanya jadwal kunjungan atau melawat antar kampung itu, diawali dengan komunikasi dan kesepakatan resmi antar pemerintahan dalam kampung, sehingga durasi kunjungan itu ada jadwal kunjungan menginap juga ada hanya kunjungan melawat sehari.

Dari pihak kampung penerima kunjungan (melawat), menyebut "tamu", sehingga dilakukan penyambutan yang terbaik dan resmi yang terbaik, bahkan tak semeriah menyambut tamu pejabat tingkat Kecamatan, pejabat Kabupaten, pejabat provinsi atau pejabat pusat.

Masyarakat tanpa batasan usia dan jenis kelamin, tumpah ruah dan antusias meramaikan, menyambut tamu melawat itu, serta telah mempersiapkan beragam suguhan antraksi adat istiadat, budaya serta jamuan makanan dan buah-buahan terbaik.

Tidak hanya jamuan makanan, bahkan masyarakat kompak dan bertanggjawab untuk memuliakan tamu melawat, dengan menyediakan tempat menginap kepada tamu melawat yang dipisahkan tempat antara laki-laki dan perempuan.

"Saking memuliakan tamu melawat itu, masyarakat kompak bahu membahu dan bertanggungjawab memberikan yang terbaik kepada tamu melawat kekampungnya, karena nantinya ada balasan kunjungan melawat. Dari tradisi melawat ini semakin kokoh persatuan dan keharmonisan," tutur Camat Simeulue Cut.

Musim tradisi melawat itu biasanya sebut Feri Puput Hidayat, setelah musim panen padi maupun setelah musim panen cengkeh serta menjelang bakal diadakan event besar bidang olahraga ditingkat kecamatan atau tingkat Kabupaten.

Menjelang akan diadakan salah satu event besar bidang olahraga ditingkat kecamatan atau tingkat Kabupaten itu, maka tradisi melawat itu, dimamfaatkan sebagai uji tanding persahabatan oleh klub bola kaki maupun klub bola volly antara kedua kampung.

Dampak positif dari tradisi melawat itu, selain mampu menumbuhkan ikatan persaudaraan, juga dapat mengadopsi kemajuan diberbagai sektor bidang yang ada di kampung yang dikunjungi itu, nantinya setelah selesai melawat akan diaplikasikan untuk pembangunan dalam kampungnya sendiri.

"Dampak positif dari tradisi melawat ini sangat banyak, salah satunya masing-masing kampung dapat menilai kemajuan di kampung yang dikunjungi dan kemudian diaplikasikan dalam kampungnya. Namun kita berharap kedepannya tradisi melawat ini tetap terjaga sesuai norma-norma syariat islam," tutup Camat Simeulue Cut.

Pengakuan dari sejumlah narasumber acehtoday.id/, yang juga mengaku iri karena tidak perna ikut acara tradisi melawat, disebabkan karena tuntutan pendidikan diluar daerah dan kemudian setelah selesai pendidikan, harus aktif bekerja disektor Pemerintahan.

"Sebenarnya saya iri, ketika teman-teman berbicara tradisi melawat antar kampung, sebab saya tidak perna merasakan kebahagian dan kesuksesan dari acara melawat itu. Sejak kecil saya sekolah diluar daerah dan setelah sekolah, pulang kampung bekerja di pemerintahan," kata Helmi (57) warga Kota Sinabang.

Simeulue Usulkan 1 Juta Bibit Cengkeh untuk Kembalikan Kejayaan "Petrodollar"

Sedangkan Efendi (62) yang kini menetap di Kota Sinabang, mengaku kepada acehtoday.id/, Minggu (19/7/2026), pada masa mudanya perna mengikuti acara melawat hampir satu bulan dari kampung ke kampung di 10 Kecamatan dalam Kabupaten Simeulue.

"Dulu hampir satu bulan saya mengikuti acara melawat ke berbagai kampung. Banyak pengalaman dan ilmu yang kita dapatkan serta juga kita dapat mengetahui bahwa dikampung yang kita kunjungi itu ternyata ada famili, juga menambah teman," kata Efendi.

Efendi juga menilai meskipun tradisi melawat itu sangat familiar di kalangan masyarakat lokal, namun khususnya di pusat ibukota Kabupaten Simeulue, terlihat jarang digelar tradisi melawat karena kesibukan profesi serta penduduknya yang beragam etnis dari luar daerah.

"Tidak bisa kita pungkiri, di pusat kota Kabupaten Simeulue terlihat jarang acara melawat, mungkin faktor kesibukan, profesi dan karena penduduknya beragam etnis dari luar daerah, yang mungkin tidak ada acara tradisi melawat di daerah asalnya," imbuh Efendi.

Efendi juga meminta pihak jajaran Pemerintah Kabupaten Simeulue maupun pihak Lembaga Vertikal, harus hadir untuk peduli, menjaga dan merawat budaya tradisi melawat salah satu cara merawat keharmonisan dalam daerah. Sebab tradisi "melawat" mungkin sama usianya dengan kearifan lokal turun temurun tentang "smong".

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *