Waspadai Propaganda Digital, BBPOM Aceh Gandeng Densus 88

Written by

in

acehtoday.id/ | Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh bekerja sama dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi guna memperkuat pemahaman mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), termasuk pola penyebarannya melalui media digital. Kegiatan berlangsung di Aula BBPOM Aceh, Selasa (14/7/2026).

Sosialisasi tersebut diikuti seluruh pegawai BBPOM Aceh, anggota Dharma Wanita Persatuan BBPOM Aceh, serta anggota SAKA POM BBPOM Aceh.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran peserta dalam menjaga persatuan, memperkuat sikap toleransi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat maupun pelaksanaan tugas sebagai aparatur negara.

Pelaksana Harian Kepala Satuan Tugas Wilayah Densus 88 Wilayah Aceh, AKBP Wisnoe Goentoro Tjahjono, menjelaskan bahwa intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme merupakan rangkaian persoalan yang saling berkaitan sehingga membutuhkan langkah pencegahan secara berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan literasi, wawasan kebangsaan, serta penanaman nilai-nilai toleransi menjadi bagian penting dalam mencegah berkembangnya paham-paham tersebut di tengah masyarakat.

Dalam pemaparannya, peserta juga diberikan pemahaman mengenai perubahan pola penyebaran paham radikal yang kini semakin memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

Media sosial hingga permainan daring disebut menjadi salah satu sarana yang digunakan untuk menyebarkan propaganda, ideologi, maupun melakukan perekrutan.

Karena itu, masyarakat, khususnya aparatur pemerintah, diharapkan mampu memanfaatkan ruang digital secara bijak sekaligus memiliki kemampuan mengenali berbagai informasi yang berpotensi mengarah pada penyebaran intoleransi maupun radikalisme.

Sementara itu, Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menegaskan bahwa penguatan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas.

Menurutnya, BBPOM Aceh berkomitmen menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan secara profesional dengan mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat.

Untuk mendukung komitmen tersebut, lingkungan kerja yang aman, kondusif, serta bebas dari pengaruh paham radikal menjadi faktor yang sangat penting.

“Dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan, Balai Besar POM di Banda Aceh senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat. Oleh karena itu, lingkungan kerja yang aman, kondusif, serta bebas dari pengaruh paham radikal dan terorisme merupakan fondasi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas tersebut,” ujar Riyanto.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta membahas berbagai bentuk ancaman intoleransi dan radikalisme di era digital, termasuk langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun tempat kerja.

Melalui kegiatan ini, BBPOM Aceh berharap seluruh pegawai, keluarga besar BBPOM Aceh, serta generasi muda yang tergabung dalam SAKA POM semakin memahami pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat sikap toleransi.

Penguatan pemahaman tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja maupun lingkungan sosial yang aman, harmonis, dan bebas dari pengaruh intoleransi, radikalisme, ekstremisme, serta terorisme, sehingga pelaksanaan tugas pengawasan obat dan makanan dapat berjalan optimal dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.**

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *