acehtoday.id/ | Banda Aceh – Bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh mulai memanas jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat. Nama Nurdiansyah Alasta kini muncul sebagai figur terkuat setelah mengantongi dukungan dari 18 dari 23 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Aceh.
Dukungan mayoritas ini otomatis menjadikan modal politik Nurdiansyah jauh lebih kuat dibanding kandidat lain untuk bertarung dalam kontestasi Musda Demokrat Aceh mendatang.
Sejumlah pengurus DPC menilai sosok Nurdiansyah lahir dari jalur kaderisasi partai secara berjenjang, sehingga dianggap paham betul dinamika organisasi.
Selain itu, komitmennya dalam menjaga soliditas internal dinilai menjadi kunci untuk memperkuat eksistensi partai berlambang bintang mercy tersebut di kancah politik Aceh.
Menanggapi dukungan tersebut, Nurdiansyah yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRA ini menyampaikan rasa syukur kepada seluruh DPC dan kader yang telah memberikan kepercayaan kepadanya, Rabu (8/7/2026).
Ia menegaskan, dukungan besar ini bukan sekadar angka, melainkan amanah yang harus ia jawab dengan kerja nyata serta semangat kebersamaan untuk membesarkan partai di Aceh.
Ke depan, jika benar-benar maju dan terpilih, Nurdiansyah menyebut fokus utamanya adalah memperkuat organisasi, menjaga soliditas antarkader, sekaligus menghadirkan Partai Demokrat yang lebih dekat dengan masyarakat Aceh.
Menariknya, Nurdiansyah justru menekankan bahwa Musda partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu semestinya tidak dimaknai semata sebagai ajang perebutan kursi ketua.
Baginya, forum tersebut adalah momentum konsolidasi untuk mempererat hubungan antarkader sekaligus menyusun strategi mengembalikan kejayaan Demokrat di Aceh.
Ia pun mengajak seluruh kader menjaga suasana Musda tetap sejuk dan santun, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai demokrasi di setiap tahapannya.
Menurutnya, membangun budaya politik yang sehat di internal partai sama pentingnya dengan hasil akhir kontestasi itu sendiri.
Nurdiansyah menutup dengan menegaskan bahwa setiap kader punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga marwah organisasi, sekaligus memastikan Musda sebagai forum tertinggi partai di tingkat provinsi berjalan kondusif hingga akhir.**

Tinggalkan Balasan