Tag: Demokrat

  • AMPD Ingatkan Kader Demokrat Aceh Jaga Etika Politik

    AMPD Ingatkan Kader Demokrat Aceh Jaga Etika Politik

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Sekretaris Angkatan Muda Partai Demokrat (AMPD) Aceh yang juga menjabat Sekretaris BPOKK-DA DPD Partai Demokrat Aceh, Riandani, mengajak seluruh kader partai untuk menyikapi isu dugaan intervensi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh secara tenang dan arif. Ia meminta kader tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memecah soliditas partai, Sabtu (18/7/2026).

    Menurut Riandani, Musda Partai Demokrat sudah memiliki mekanisme yang jelas sebagaimana diatur dalam AD/ART partai. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Dewan Pimpinan Pusat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan mengambil keputusan secara objektif dengan mempertimbangkan aturan organisasi, aspirasi kader, serta kepentingan terbaik bagi partai.

    Ia menilai dinamika dukungan yang muncul menjelang Musda merupakan hal yang lumrah terjadi dalam organisasi politik mana pun. Meski demikian, Riandani mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak dijadikan alasan untuk saling menyalahkan atau membangun opini negatif terhadap sesama kader.

    Ia secara khusus menyoroti sikap sejumlah pihak yang disebutnya mencari-cari kesalahan pihak lain hanya karena ada DPC yang mengalihkan dukungan, bahkan sampai melontarkan tuduhan melalui media massa terhadap Plt Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Menurutnya, langkah semacam itu hanya akan memperkeruh suasana dan tidak memberi manfaat apa pun bagi partai.

    Singgung Komentar Bacalon Ketua DPD, Riandani Serukan Etika Politik

    Riandani mengaku pernyataannya kali ini muncul lantaran menilai komentar salah satu bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh di media massa sudah mulai berlebihan dan berpotensi memicu perpecahan di internal partai.

    Ia mengatakan sebenarnya enggan ikut larut dalam polemik, namun merasa perlu menyampaikan pandangannya karena pernyataan yang berkembang di media dinilai sudah agak kelewatan.

    Ia pun mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga etika politik, menghormati proses demokrasi internal partai, serta tidak menggiring opini yang berpotensi merugikan Partai Demokrat.

    Riandani menegaskan pentingnya mengedepankan politik yang santun, dewasa, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan di antara sesama kader.

    Sebagai penutup, Riandani menyampaikan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh melalui mekanisme organisasi merupakan keputusan yang harus dihormati bersama. Menurutnya, hal terpenting saat ini adalah menjaga soliditas, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membesarkan Partai Demokrat demi masa depan yang lebih baik.**

  • Jelang Musda Demokrat, Nurdiansyah Alasta Mulai Panaskan Mesin

    Jelang Musda Demokrat, Nurdiansyah Alasta Mulai Panaskan Mesin

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh mulai memanas jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat. Nama Nurdiansyah Alasta kini muncul sebagai figur terkuat setelah mengantongi dukungan dari 18 dari 23 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Aceh.

    Dukungan mayoritas ini otomatis menjadikan modal politik Nurdiansyah jauh lebih kuat dibanding kandidat lain untuk bertarung dalam kontestasi Musda Demokrat Aceh mendatang.

    Sejumlah pengurus DPC menilai sosok Nurdiansyah lahir dari jalur kaderisasi partai secara berjenjang, sehingga dianggap paham betul dinamika organisasi.

    Selain itu, komitmennya dalam menjaga soliditas internal dinilai menjadi kunci untuk memperkuat eksistensi partai berlambang bintang mercy tersebut di kancah politik Aceh.

    Menanggapi dukungan tersebut, Nurdiansyah yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRA ini menyampaikan rasa syukur kepada seluruh DPC dan kader yang telah memberikan kepercayaan kepadanya, Rabu (8/7/2026).

    Ia menegaskan, dukungan besar ini bukan sekadar angka, melainkan amanah yang harus ia jawab dengan kerja nyata serta semangat kebersamaan untuk membesarkan partai di Aceh.

    Ke depan, jika benar-benar maju dan terpilih, Nurdiansyah menyebut fokus utamanya adalah memperkuat organisasi, menjaga soliditas antarkader, sekaligus menghadirkan Partai Demokrat yang lebih dekat dengan masyarakat Aceh.

    Menariknya, Nurdiansyah justru menekankan bahwa Musda partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu semestinya tidak dimaknai semata sebagai ajang perebutan kursi ketua.

    Baginya, forum tersebut adalah momentum konsolidasi untuk mempererat hubungan antarkader sekaligus menyusun strategi mengembalikan kejayaan Demokrat di Aceh.

    Ia pun mengajak seluruh kader menjaga suasana Musda tetap sejuk dan santun, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai demokrasi di setiap tahapannya.

    Menurutnya, membangun budaya politik yang sehat di internal partai sama pentingnya dengan hasil akhir kontestasi itu sendiri.

    Nurdiansyah menutup dengan menegaskan bahwa setiap kader punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga marwah organisasi, sekaligus memastikan Musda sebagai forum tertinggi partai di tingkat provinsi berjalan kondusif hingga akhir.**