acehtoday.id/ | Banda Aceh – Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Aliasuddin, menilai Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong hilirisasi industri di Aceh. Data hasil sensus dinilai dapat memetakan potensi riil perekonomian daerah sekaligus menjadi dasar transformasi ekonomi dari sektor hulu menuju industri pengolahan.
Hal itu disampaikan Aliasuddin saat menjadi narasumber dalam Workshop Wartawan Tantangan Besar Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh di Banda Aceh, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, data sensus jauh lebih akurat dibandingkan survei berbasis sampel karena mampu menggambarkan kondisi ekonomi secara menyeluruh. Menurutnya, hasil sensus nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan arah pembangunan ekonomi, menarik investasi, hingga membuka lapangan kerja yang sesuai dengan potensi daerah.
Ekonomi Aceh Masih Bergantung pada Bahan Mentah
Aliasuddin menilai struktur ekonomi Aceh saat ini masih terlalu bergantung pada sektor pertanian yang sebagian besar menjual komoditas dalam bentuk bahan mentah. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat nilai tambah ekonomi yang dinikmati masyarakat masih rendah.
Ia mencontohkan komoditas kelapa sawit yang hingga kini mayoritas masih dijual dalam bentuk crude palm oil (CPO), padahal berpotensi diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi seperti kosmetik, deterjen, obat-obatan, hingga produk industri lainnya.
“Kita masih menjual CPO. Padahal kalau diolah menjadi produk turunannya, nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Di sinilah pentingnya investasi dan data yang akurat,” ujarnya.
Selain sawit, Aliasuddin juga menyinggung komoditas kakao Aceh yang menurutnya masih lebih banyak dipasarkan sebagai bahan baku dibandingkan diolah menjadi produk premium. Kondisi ini, menurut Aliasuddin, menunjukkan Aceh masih kehilangan banyak potensi nilai ekonomi dari dua komoditas unggulannya.
Data Sensus Jadi Acuan Investasi dan Kebijakan Daerah
Aliasuddin menegaskan pentingnya keakuratan data dalam menentukan arah kebijakan. “Statistik tidak pernah bohong, tetapi pembohong bisa menggunakan statistik. Karena itu sensus sangat penting untuk memberikan gambaran ekonomi yang sebenarnya,” katanya.
Ia menambahkan, tanpa data ekonomi yang lengkap, pemerintah akan kesulitan menentukan sektor mana yang layak dikembangkan menjadi industri pengolahan. Sensus Ekonomi, menurutnya, juga dapat menunjukkan persebaran potensi ekonomi di setiap wilayah sehingga menjadi acuan bagi investor maupun pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan.
“Kalau potensi ekonominya tergambar dengan baik, kita bisa mengetahui industri apa yang cocok dikembangkan dan di mana lokasi yang paling potensial,” pungkas Aliasuddin.**
Tinggalkan Balasan