Iran dan AS Hampir Teken MoU Damai, Jenewa Jadi Lokasi Penandatanganan

Written by

in

acehtoday.id/ | Iran dan AS berpeluang menandatangani nota kesepahaman Iran AS yang mengakhiri konflik kawasan, paling cepat Minggu (14/6/2026), dengan Jenewa sebagai lokasi yang paling memungkinkan untuk penandatanganan kesepakatan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan televisi pemerintah IRIB, Sabtu (13/6/2026). Ia menyebut dokumen yang dikenal sebagai Memorandum Kesepahaman Islamabad itu akan secara resmi mengakhiri perang di semua front, termasuk Lebanon, sekaligus membuka jalan bagi perundingan soal sanksi, program nuklir, dan tatanan keamanan kawasan.

Araghchi mengatakan negosiasi akan berjalan dalam dua fase. Fase pertama adalah penandatanganan nota kesepahaman, sedangkan fase kedua berisi perundingan menuju kesepakatan akhir yang mencakup pencabutan sanksi, pengayaan uranium, cadangan uranium diperkaya Iran, serta dana rekonstruksi.

Fase kedua diperkirakan berlangsung 60 hari dan bisa diperpanjang jika kemajuan perundingan memuaskan kedua pihak.

Dokumen tersebut memuat komitmen untuk tidak memulai perang, tidak mengancam penggunaan kekerasan, dan tidak mencampuri urusan internal masing-masing negara.

Araghchi menegaskan ini adalah pertama kalinya dalam 47 tahun AS secara eksplisit mengakui kedaulatan Republik Islam Iran.

Soal Selat Hormuz, Araghchi menyatakan pengelolaan jalur air strategis itu akan berubah sesuai rencana Iran, mengingat selat tersebut berada di bawah kedaulatan Iran dan Oman.

Fakta Wawancara Trump: Salah Klaim tentang Iran dan Nuklir
Donald Trump

Iran dan AS Damai, Kabar Baik Buat Dunia

Ia memastikan Iran tidak akan memungut bea transit, namun akan mengenakan biaya layanan. Iran juga tengah berkonsultasi dengan China dan Oman terkait pengelolaan lalu lintas maritim di selat itu.

Berdasarkan nota kesepahaman yang diusulkan, blokade maritim terhadap Iran harus sepenuhnya dicabut dan seluruh aset Iran yang dibekukan akan dilepaskan serta tidak bisa diblokir kembali.

Araghchi menegaskan posisi Teheran soal uranium tetap tidak berubah — pengenceran uranium pengayaan tinggi hanya boleh dilakukan di dalam Iran.

Di Washington, Presiden Donald Trump pada Kamis (11/6) mengumumkan pembatalan rencana serangan baru ke Iran karena kesepakatan damai dinilai hampir rampung.

Pernyataan tersebut mendorong penguatan pasar saham global dan penurunan harga minyak Brent lebih dari 2% pada perdagangan Jumat pagi di Eropa.

Sumber Barat yang dikutip Reuters menyebut isi nota kesepahaman masih dalam proses finalisasi. Kedua pihak menargetkan dokumen rampung Sabtu (13/6) agar dapat ditandatangani secara digital oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Meski negosiasi terus berjalan, ketegangan di sekitar Selat Hormuz belum mereda. Militer AS dikabarkan menembak jatuh dua drone bunuh diri Iran setelah Teheran mencoba menyerang kapal komersial di selat itu.

Militer Iran juga sempat menghentikan sebuah kapal tanker, sementara suara ledakan terdengar pada Jumat (12/6) dini hari.

Di sisi lain, Israel menegaskan tidak terlibat dalam perundingan ini. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan Israel bukan pihak dalam nota kesepahaman apa pun yang sedang dibahas AS dengan Iran.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *