Kategori: Dunia

  • Kebakaran Hutan Spanyol Tewaskan 11 Orang, Tragedi Terparah di Almeria

    SpanyolKebakaran hutan Spanyol yang melanda Provinsi Almería, di kawasan selatan negara itu, menewaskan sedikitnya 11 orang dan menjadi salah satu bencana kebakaran paling mematikan dalam sejarah Spanyol modern. Api mulai membakar vegetasi kering di kawasan pegunungan Sierra de Los Filabres sejak Kamis sore, bertepatan dengan gelombang panas ekstrem yang menyelimuti hampir seluruh wilayah negeri itu.

    Jumlah korban sempat simpang siur. Pemerintah daerah Andalusia awalnya menaikkan angka kematian dari enam menjadi 12 setelah konfirmasi tambahan di lokasi kebakaran, sebelum layanan darurat mengoreksinya kembali menjadi 11.

    Sebagian jenazah, termasuk di kawasan Bedar, ditemukan di dalam kendaraan yang hangus terbakar. Otoritas setempat menduga sebagian besar korban adalah wisatawan asing, mengingat empat di antaranya ditemukan dalam mobil berkemudi kanan yang lazim digunakan warga Inggris.

    Menteri Urusan Darurat Andalusia, Antonio Sanz, menjelaskan bahwa mayoritas korban tewas saat berusaha melarikan diri dan mengabaikan instruksi untuk berlindung di tempat. “Semua indikasi menunjukkan bahwa sebagian besar atau seluruhnya korban meninggal adalah warga negara asing,” ujar Sanz.

    Ia menambahkan bahwa kematian akibat kebakaran hutan Spanyol kali ini merupakan “tragedi yang belum pernah terjadi sebelumnya”, seraya menegaskan bahwa “rasa sakitnya sangat besar”.

    Selain korban jiwa, delapan orang lainnya mengalami luka-luka, empat di antaranya serius, termasuk kasus luka bakar dan keracunan asap yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Hingga kini, 19 orang masih dinyatakan hilang sejak api pertama kali membesar.

    Kebakaran itu sendiri telah melahap sekitar 3.150 hektare lahan, memaksa penutupan sejumlah ruas jalan dan evakuasi massal warga, dengan sekitar 50 orang mengungsi di sebuah pusat kebudayaan setempat.

    Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez turut menyampaikan belasungkawa melalui akun X pribadinya, menyebut peristiwa itu sebagai duka mendalam bagi keluarga korban kebakaran hutan Los Gallardos.

    Untuk memadamkan api, Unit Darurat Militer Spanyol mengerahkan 150 personel yang bekerja sama dengan pemadam kebakaran daerah, sehingga total kekuatan yang diturunkan mencapai sekitar 400 petugas gabungan. Saksi mata menduga api dipicu oleh kabel listrik yang putus dan menyulut semak kering, meski penyebab pasti masih diselidiki otoritas berwenang.

  • Gelombang Panas Eropa Terparah dalam Sejarah

    acehtoday.id/ | Eropa  – Gelombang panas Eropa mencetak rekor baru. Benua yang dikenal paling cepat memanas di dunia itu baru saja mencatatkan bulan Juni terpanas sepanjang sejarah pengamatan iklim khusus di kawasan barat.

    Data yang dirilis Layanan Perubahan Iklim Copernicus milik Uni Eropa, Kamis lalu, menunjukkan suhu rata-rata Eropa Barat sepanjang Juni mencapai 20,74 derajat Celcius. Angka itu melampaui rata-rata periode 1991-2020 hingga lebih dari 3 derajat Celcius, sekaligus mematahkan rekor yang baru saja tercipta pada Juni tahun lalu.

    Penyebab utamanya adalah fenomena “kubah panas”, sebuah sistem tekanan tinggi yang menjebak udara panas layaknya tutup panci mendidih. Kondisi ini memicu rekor suhu harian maupun bulanan di sejumlah negara Eropa sepanjang paruh kedua Juni.

    Efeknya tak main-main. Analisis menyebutkan lebih dari 410 juta warga Eropa, atau sekitar dua pertiga populasi benua itu, merasakan suhu di atas 35 derajat Celcius selama periode 15-30 Juni. Ribuan kematian pun dikaitkan dengan panas ekstrem ini, dengan korban terbanyak tercatat di Prancis, Spanyol, dan Belgia.

    Kepala bidang iklim strategis di Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa (ECMWF), Samantha Burgess, menjelaskan tingginya kelembapan udara turut memperparah situasi. “Kelembapan udaranya sangat tinggi, yang berarti kami tidak mendapatkan kelegaan di malam hari,” ujarnya.

    Laut Mediterania bahkan mengalami gelombang panas laut yang memecahkan rekor, sementara kondisi kering meningkatkan risiko kebakaran hutan di Semenanjung Iberia dan Prancis selatan.

    Secara global, Juni tahun ini menjadi Juni terpanas kedua yang pernah tercatat, dengan suhu 1,39 derajat Celcius lebih tinggi dibanding rata-rata masa pra-industri (1850-1900). World Weather Attribution bahkan menyebut gelombang panas ini hampir mustahil terjadi tanpa pengaruh perubahan iklim akibat ulah manusia.

    Burgess mengingatkan Eropa perlu segera menyiapkan rencana adaptasi. “Banyak bangunan menakjubkan di seluruh Eropa dibangun ratusan tahun yang lalu, dan iklim seperti itu sudah tidak ada lagi,” katanya, sembari menekankan pentingnya percepatan menuju emisi nol bersih dari bahan bakar fosil.

    Dengan tren pemanasan yang terus berlanjut, gelombang panas Eropa diproyeksikan akan semakin sering, semakin intens, dan berlangsung lebih lama di tahun-tahun mendatang.

  • Presiden AS dan Iran Teken MoU Perdamaian, Perang Resmi Berakhir

    acehtoday.id/ | Presiden Amerika serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara elektronik untuk mengakhiri perang. Mou diteken pada Rabu (17/6/2026).

    Penandatanganan langsung MoU Perdamaian antara delegasi AS dan Iran yang dilaporkan sebelumnya akan berlangsung di Swiss pada hari Jumat besok.

    Meski demikian, penandatangan MoU elektronik oleh Preside AS dan Iran juga sudah resmi mengakhiri perang terbuka antara kedua negara yang dimulai sejak koalisi gabungan AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

    Pakistan selaku mediator mengatakan “MoU Islamabad” telah berlaku, dan para pejabat AS mengatakan bahwa nota kesepahaman tersebut mencakup larangan bagi Iran untuk mengembangkan atau membeli senjata nuklir, mengakhiri perang di semua lini, dan membuka kembali Selat Hormuz.

    Selain itu, Iran akan mendapat investasi ratusa miliar dolar AS serta pencairan aset puluhan miliar dolar untuk memperbaiki ekonomi dan infrastruktur.

    Selai itu AS akan mencabut blokade Angkatan laut terhadap kapal-kapal dagang Iran, serta menarik pasukan di wilayah perbatasan negara Persia itu.

    Pemimpin Hezbollah, Naim Qassem, memuji kesepakatan itu sebagai “kemenangan besar” dan mengatakan bahwa negosiasi Lebanon dengan Israel harus dibatasi pada “keamanan bersama” dan bukan pada pelucutan senjata kelompok bersenjata tersebut.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengumumkan bahwa nota kesepahaman dengan Amerika Serikat telah diselesaikan dan ditandatangani secara elektronik oleh kedua belah pihak. Dia menambahkan bahwa perjanjian tersebut telah mulai berlaku.

    “Teks Nota Kesepahaman Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden,” kata Baghaei kepada kantor berita IRNA. “Sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut,” kata Baghaei sebagaimana dikutip dari Al-Jazeera, Kamis (18/6).

    Pernyataan hari Rabu tampaknya mengkonfirmasi bahwa AS dan Iran telah sepakat untuk menangguhkan operasi militer, membuka jalan bagi negosiasi lebih lanjut.

    Mengingat kedua belah pihak menandatangani perjanjian secara elektronik, Baghaei mencatat bahwa tidak akan ada upacara penandatanganan pada hari Jumat di Jenewa, Swiss, seperti yang sebelumnya diharapkan.

    Namun, tim negosiasi masih berencana untuk berada di kota Swiss tersebut. Keputusan tentang kemungkinan pertemuan tatap muka antara mereka diharapkan dalam beberapa jam mendatang, meskipun untuk saat ini rencana tersebut ditunda, menurut Baghaei.

    Meskipun kantor Presiden AS Donald Trump belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penandatanganan tersebut, koresponden Al Jazeera, Mike Hanna, menjelaskan bahwa juru bicara Gedung Putih telah mengkonfirmasi hal itu pada hari itu.

    Namun Hanna memperingatkan bahwa memorandum tersebut kemungkinan akan menghadapi reaksi negatif di dalam negeri AS, di mana Trump berada di bawah tekanan sayap kanan untuk mengambil sikap keras terhadap Iran.

    “Ada banyak ketidakpuasan terhadap nota kesepahaman, sebagaimana telah diuraikan kepada publik pada saat ini, bahkan di antara beberapa anggota Partai Republik yang telah menyatakan keprihatinan bahwa Iran diperlakukan dengan lunak,” kata Hanna.

  • Iran dan AS Hampir Teken MoU Damai, Jenewa Jadi Lokasi Penandatanganan

    acehtoday.id/ | Iran dan AS berpeluang menandatangani nota kesepahaman Iran AS yang mengakhiri konflik kawasan, paling cepat Minggu (14/6/2026), dengan Jenewa sebagai lokasi yang paling memungkinkan untuk penandatanganan kesepakatan tersebut.

    Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan televisi pemerintah IRIB, Sabtu (13/6/2026). Ia menyebut dokumen yang dikenal sebagai Memorandum Kesepahaman Islamabad itu akan secara resmi mengakhiri perang di semua front, termasuk Lebanon, sekaligus membuka jalan bagi perundingan soal sanksi, program nuklir, dan tatanan keamanan kawasan.

    Araghchi mengatakan negosiasi akan berjalan dalam dua fase. Fase pertama adalah penandatanganan nota kesepahaman, sedangkan fase kedua berisi perundingan menuju kesepakatan akhir yang mencakup pencabutan sanksi, pengayaan uranium, cadangan uranium diperkaya Iran, serta dana rekonstruksi.

    Fase kedua diperkirakan berlangsung 60 hari dan bisa diperpanjang jika kemajuan perundingan memuaskan kedua pihak.

    Dokumen tersebut memuat komitmen untuk tidak memulai perang, tidak mengancam penggunaan kekerasan, dan tidak mencampuri urusan internal masing-masing negara.

    Araghchi menegaskan ini adalah pertama kalinya dalam 47 tahun AS secara eksplisit mengakui kedaulatan Republik Islam Iran.

    Soal Selat Hormuz, Araghchi menyatakan pengelolaan jalur air strategis itu akan berubah sesuai rencana Iran, mengingat selat tersebut berada di bawah kedaulatan Iran dan Oman.

    Fakta Wawancara Trump: Salah Klaim tentang Iran dan Nuklir
    Donald Trump

    Iran dan AS Damai, Kabar Baik Buat Dunia

    Ia memastikan Iran tidak akan memungut bea transit, namun akan mengenakan biaya layanan. Iran juga tengah berkonsultasi dengan China dan Oman terkait pengelolaan lalu lintas maritim di selat itu.

    Berdasarkan nota kesepahaman yang diusulkan, blokade maritim terhadap Iran harus sepenuhnya dicabut dan seluruh aset Iran yang dibekukan akan dilepaskan serta tidak bisa diblokir kembali.

    Araghchi menegaskan posisi Teheran soal uranium tetap tidak berubah — pengenceran uranium pengayaan tinggi hanya boleh dilakukan di dalam Iran.

    Di Washington, Presiden Donald Trump pada Kamis (11/6) mengumumkan pembatalan rencana serangan baru ke Iran karena kesepakatan damai dinilai hampir rampung.

    Pernyataan tersebut mendorong penguatan pasar saham global dan penurunan harga minyak Brent lebih dari 2% pada perdagangan Jumat pagi di Eropa.

    Sumber Barat yang dikutip Reuters menyebut isi nota kesepahaman masih dalam proses finalisasi. Kedua pihak menargetkan dokumen rampung Sabtu (13/6) agar dapat ditandatangani secara digital oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

    Meski negosiasi terus berjalan, ketegangan di sekitar Selat Hormuz belum mereda. Militer AS dikabarkan menembak jatuh dua drone bunuh diri Iran setelah Teheran mencoba menyerang kapal komersial di selat itu.

    Militer Iran juga sempat menghentikan sebuah kapal tanker, sementara suara ledakan terdengar pada Jumat (12/6) dini hari.

    Di sisi lain, Israel menegaskan tidak terlibat dalam perundingan ini. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan Israel bukan pihak dalam nota kesepahaman apa pun yang sedang dibahas AS dengan Iran.

  • Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Pewaris Takhta Thailand Tutup Usia 47 Tahun

    Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Pewaris Takhta Thailand Tutup Usia 47 Tahun

    acehtoday.id/ | Banda Aceh — Putri Bajrakitiyabha Narendira Debyavati, putri sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026) malam di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok. Kabar duka itu diumumkan resmi oleh Istana Kerajaan Thailand pada Jumat (12/6/2026).

    Perempuan yang akrab disapa “Putri Bha” atau “Putri Pa” itu mengembuskan napas terakhir pada pukul 19.48 waktu setempat. Ia wafat dalam usia 47 tahun setelah lebih dari tiga tahun menjalani perawatan intensif.

    Kondisi kesehatan Putri Bha mulai memburuk sejak Desember 2022, ketika ia mendadak kehilangan kesadaran saat melatih anjing peliharaannya di Provinsi Nakhon Ratchasima. Ia langsung diterbangkan ke Bangkok untuk penanganan lebih lanjut.

    “Dia menderita infeksi perut dan kondisinya terus memburuk. Dia meninggal dengan damai pada Kamis malam,” demikian pernyataan Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand, dikutip AFP.

    Pihak keluarga kerajaan menyebutkan, sang putri mengalami serangkaian komplikasi serius, mulai dari infeksi perut, kolitis, tekanan darah rendah, aritmia jantung, hingga gangguan pembekuan darah.

    Putri Bajrakitiyabha Pewaris Takhta

    Lahir pada 7 Desember 1978, Putri Bha merupakan anak tunggal dari pernikahan pertama Raja Vajiralongkorn dengan Putri Soamsawali. Ia menempuh pendidikan di Heathfield School, Inggris, sebelum meraih gelar Master dan Doktor Hukum dari Cornell University, Amerika Serikat.

    Rekam jejaknya di ranah publik cukup menonjol. Ia pernah berkarier sebagai pengacara di Kantor Kejaksaan Agung Thailand dan menjabat Duta Besar untuk Austria, Slovenia, serta Slovakia pada 2012–2014. Pada 2017, PBB menunjuknya sebagai Duta Besar Kehormatan untuk Penegakan Hukum di Asia Tenggara, sekaligus aktif memperjuangkan hak-hak perempuan dalam sistem pemasyarakatan.

    Putri Bha selama ini dipandang luas sebagai calon pewaris takhta paling layak. Namun hingga kini, Raja Vajiralongkorn belum mengumumkan penerus resminya, sementara aturan suksesi Thailand masih memprioritaskan garis laki-laki.