Banda Aceh
Dunia

Penembakan Brutal di Thailand, Pelaku Remaja Berusia 14 Tahun

Pelaku penembakan brutal di Thailand berusia 14 tahun dan merencanakan aksinya. Delapan orang tewas dalam insiden ini.

Oleh Waktu baca: 2 menit
Bagikan

Pemerintah Thailand mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan brutal di sebuah sekolah menengah adalah seorang remaja putra berusia 14 tahun. Penembakan ini terjadi di Sekolah Debsirin Nonthaburi, yang terletak di pinggiran Bangkok, pada Jumat (7/8) pagi. Sekitar delapan orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk tiga guru dan tiga siswa.

Sebagaimana dilaporkan oleh detikNews, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan bahwa pelaku mengalami stres terkait dengan pendidikan. Dia juga menambahkan bahwa pelaku telah merencanakan serangan tersebut. “Polisi menginterogasi teman dekatnya yang mengatakan tersangka mengalami stres terkait dengan pendidikannya,” ujar Anutin kepada wartawan di luar sekolah. Pelaku dilaporkan merupakan siswa kelas 8 di sekolah tersebut, dan identitasnya belum diungkap ke publik.

Insiden penembakan terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Pelaku menggunakan pistol tangan 9mm dan sempat membarikade diri di lantai tiga gedung sekolah. Setelah melakukan aksinya, pelaku ditemukan tak bernyawa oleh pihak kepolisian.

Komandan Kepolisian Provinsi Nonthaburi, Letnan Kolonel Dechrapee Kongdee, memastikan bahwa pelaku bunuh diri setelah penembakan. Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki motif di balik aksi brutal ini yang merenggut nyawa delapan orang.

Setelah penembakan, pemerintah Thailand berencana untuk memperketat aturan mengenai kepemilikan senjata api. Tindakan ini diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Penembakan ini menjadi sorotan di Thailand, mengingat sebelumnya negara ini telah mengalami beberapa insiden serupa.

Warga di sekitar lokasi penembakan merasa terkejut dan sedih atas kejadian ini. Banyak yang berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keamanan di sekolah-sekolah.

Penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah peristiwa tragis seperti ini terulang kembali. Masyarakat perlu didorong untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental anak-anak, agar potensi masalah seperti ini dapat terdeteksi lebih awal.

Tinggalkan Komentar

Kolom bertanda * wajib diisi.