acehtoday.id/ | Banda Aceh – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Peurada Banda Aceh yang melintang di Jalan Teuku Nyak Arief terlihat tidak terawat, sejumlah atap seng terlepas dan struktur besi mulai berkarat sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna, Sabtu (6/6/2026).
JPO ini dibangun sebagai sarana penyeberangan bagi pejalan kaki yang melintasi kawasan Peurada dan Jeulingke, umumnya JPO menjadi akses pejalan kaki bagi anak-anak sekolah karena dibangun persis di depan Sekolah Dasar Negeri 54 Banda Aceh.
Amatan tim acehtoday.id/, besi-besi bercat hijau yang menjadi struktur utama jembatan dan tangga sudah banyak yang berkarat dan terlihat kusam, ada pula rangkaian besi berwarna perak yang diduga merupakan pagar disandarkan dan diikat dengan tali plastik ke pilar-pilar pondasi jembatan.
Saat menaiki tangga jembatan di sisi Peurada, terlihat beberapa atap seng jembatan telah lepas dan terangkat, tim juga mendapati beberapa sampah seperti bungkusan nasi dan plastik minuman, serta bungkusan plastik berisi kain berwarna hitam yang ditinggalkan di jalur penyeberangan JPO.
Sementara itu, tergeletak pula satu kabel hitam panjang di sepanjang lantai jembatan, Lantai jembatan juga terlihat menghitam dan kusam, menambah kesan bahwa jembatan jarang mendapatkan perhatian dan perawatan.
Atap JPO Bolong hingga Besi Berkarat

Sumber foto: acehtoday.id/Elza
Tidak hanya itu, atap-atap seng di jalur JPO sisi Jeulingke juga berselang-seling hilang dari tempatnya, berbagai tali plastik kusut juga melingkari pilar-pilar JPO, bahkan spanduk aksi massa masih terbentang di pilar-pilar tersebut.
Selain itu, aksi vandalisme pada beberapa pilar jembatan menambah kesan kumuh dan pengabaian terhadap fasilitas kota yang berdiri di antara dua jalur menuju Kantor Gubernur Aceh ini.
Adapun kondisi JPO di Jalan Daud Beureueh atau dekat Masjid Oman, serta JPO di dekat Simpang Jambo Tape, Banda Aceh, mengalami nasib yang berbeda.
Kedua JPO tersebut terlihat terawat dan bersih. JPO di Simpang Jambo Tape, misalnya, memiliki pilar-pilar bercat hijau yang terlihat bersih dan jauh dari kesan besi berkarat. Atap-atap seng JPO juga terlihat lengkap tanpa ada yang lepas maupun terangkat.
Kondisi yang sama juga terlihat pada JPO di dekat Masjid Oman atau RSUDZA. Meski tidak terpasang atap seng, pilar-pilar JPO terlihat cerah dan dicat dengan warna dominan abu-abu terang, menambah kesan kota yang bersih dan maju.
Seorang warga Peurada, Ayu, mengungkapkan kondisi JPO tersebut mulai memprihatinkan karena terlihat tidak terawat dan berkarat.
“Bahkan atap-atap seng kan sudah bolong di jalur penyeberangannya. Atap seng sebelah Peurada itu terangkat setengah, jadi kalau diterbangkan angin berisik dan berbahaya,” kata Ayu.
Ayu berharap JPO di Jalan Teuku Nyak Arief mendapat perhatian dari pemerintah setempat agar dirawat dengan baik sehingga tidak menambah kesan kusam di Kota Banda Aceh.
“Semoga segera mendapat atensi dari pemerintah,” pungkasnya.

Sumber foto: acehtoday.id/Elza

Tinggalkan Balasan