Bulan: Juni 2026

  • Sistem Tiket Online Kapal ASDP Carut-Marut, DPRK Sabang Desak Gubernur Aceh Turun Tangan

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang menyesalkan sistem tiket penyeberangan online yang diterapkan PT ASDP Indonesia Ferry pada lintasan Ulee Lheue-Balohan dinilai carut-marut dan merugikan wisatawan maupun masyarakat yang hendak ke Kota Sabang.

    Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRK Sabang, Albina mengatakan pihaknya sejak awal telah mengingatkan bahwa penerapan sistem tiket online secara penuh berpotensi menimbulkan berbagai persoalan.

    "Sejak awal pemberlakuan sistem online penuh ini, kami dari DPRK sudah melihat bahwa persoalan ini akan berdampak panjang terhadap sirkulasi penumpang Banda Aceh-Sabang menggunakan kapal ferry ASDP," kata Albina kepada acehtoday.id/, Jumat (26/6/2026).

    Menurutnya, sekitar dua bulan lalu DPRK Sabang bahkan telah melayangkan surat kepada Gubernur Aceh untuk meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.

    Albina menilai Pemerintah Aceh memiliki kewenangan besar karena mengatur izin trayek, tarif penyeberangan, sekaligus sebagai pemilik kapal KMP Aceh Hebat 2 dan KMP BRR yang dioperasikan pada lintasan tersebut.

    "Kami sudah meminta Gubernur untuk memfasilitasi karena kewenangan ada pada Pemerintah Aceh. Namun sampai hari ini kami belum melihat langkah konkret untuk mencari solusi," ujarnya.

    Kemudian DPRK Sabang menggelar rapat dengar pendapat dengan PT ASDP Indonesia Ferry dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sabang karena belum ada respon dari Gubernur Aceh.

    Dalam pertemuan itu, kata Albina, seluruh pihak mengakui masih banyak kelemahan pada sistem tiket online, mulai dari proses check in yang belum optimal, kuota tiket yang terbatas, hingga kendala masyarakat dalam mengakses aplikasi akibat keterbatasan kemampuan menggunakan teknologi maupun jaringan internet.

    "Dalam rapat itu ASDP berjanji akan melakukan pembenahan terhadap sistem tiket online," ujarnya.

    Namun hingga kini perbaikan yang dijanjikan belum terlihat. DPRK Sabang bahkan kembali memfasilitasi pertemuan lanjutan di Kantor ASDP Banda Aceh yang turut dihadiri Wali Kota Sabang dan unsur pimpinan DPRK.

    Dalam forum tersebut, DPRK mengusulkan adanya penambahan kuota tiket di luar sistem online serta penyempurnaan mekanisme check in agar masyarakat yang mengalami kendala tetap dapat memperoleh tiket.

    "Sayangnya sampai hari ini belum ada progres yang cukup berarti sebagaimana dijanjikan oleh ASDP maupun KSOP,” ucapnya.

    Sistem Tiket dan Keterbatasan Kapal

    Albina menambahkan kondisi tersebut kini semakin diperparah dengan tidak beroperasinya KMP Aceh Hebat 2 akibat insiden ledakan mesin beberapa waktu lalu. Akibatnya, saat ini hanya satu armada yang melayani penyeberangan Banda Aceh-Sabang.

    Menurutnya, kombinasi antara keterbatasan armada dan sistem tiket online yang belum berjalan optimal telah membuat kondisi transportasi penyeberangan menuju Sabang semakin sulit.

    “Kondisi ini sudah sangat darurat. Sudah bermasalah dengan sistem online yang tidak akomodatif, ditambah lagi armada kapal tinggal satu. Ini tentu semakin memperparah keadaan,” tuturnya.

    DPRK Sabang pun meminta Gubernur Aceh segera mengambil langkah tegas dengan melakukan relaksasi atau penyesuaian sementara terhadap sistem tiket online hingga kondisi armada penyeberangan kembali normal.

    “Kalau gubernur mau mengambil inisiatif melakukan penyesuaian sementara terhadap sistem online karena armada tinggal satu, paling tidak persoalan masyarakat bisa sedikit teratasi sambil menunggu kapal kembali beroperasi,” pungkas Albina.

    untuk diketahui PT ASDP Cabang Banda Aceh akan memberikan kompensasi kepada penumpang yang terlambat diangkut oleh kapal KMP Aceh Hebat 2 setelah terjadi peristiwa ledakan mesin kapal yang melukai 15 orang, Jumat (12/6/2026).

    “Untuk penumpang dan kendaraan yang telat diangkut, kami akan memberikan service meal berupa makanan dan minuman,” kata General Manager PT ASDP Cabang Banda Aceh, Andre Setiawan di depan RSUDZA.

    Berkoordinasi dengan KSOP Kelas IV Malahayati, pihaknya juga akan menyediakan keberangkatan tambahan menggunakan kapal KMP BRR bagi penumpang dan kendaraan yang tetap ingin menyeberang ke pulau Sabang.

    “Biasanya KMP BRR hanya ada 3 trip, tapi kami akan sediakan 4 trip kali ini bagi penumpang dan kendaraan yang ingin menyeberang,” pungkas Andre.

    Sebelumnya, sebanyak 15 orang terluka dalam peristiwa diduga ledakan mesin di KMP Aceh Hebat 2 saat di Pelabuhan Ulee Lheue. Korban yang mengalami luka diantaranya 14 taruna Politeknik Pelayaran serta satu instruktur sekaligus Kepala Kamar Mesin (KKM).

    Akibat ledakan mesin tersebut, para korban dievakuasi dan sedang mendapat perawatan di RSUDZA Banda Aceh.

    Adapun pihak ASDP Cabang Banda Aceh telah menyatakan komitmen untuk menanggung seluruh biaya pengobatan dan kebutuhan korban serta keluarga korban selama di Banda Aceh.

    Sementara itu, polisi masih menyelidiki penyebab diduga mesin kapal yang tiba-tiba meledak saat kegiatan belajar mengajar lapangan ini.

    Sistem Tiket Online Kapal ASDP Carut-Marut, DPRK Sabang Desak Gubernur Aceh Turun Tangan
    Sistem Tiket Online Kapal ASDP Carut-Marut, DPRK Sabang Desak Gubernur Aceh Turun Tangan Foto:
    acehtoday.id/Elza

     

     

  • Mutasi Polri 2026: Penyegaran Jabatan di Polda NTB

    Seputar Aceh – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi dan promosi jabatan terhadap sejumlah personel di Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Penyegaran organisasi ini mencakup beberapa Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran. Langkah ini bertujuan untuk memelihara dinamika organisasi dalam kepolisian.

    Sebagaimana dilaporkan oleh Tribratanews NTB, kebijakan mutasi ini tertuang dalam tujuh Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 25 Juni 2026, dengan nomor ST/1336/VI/KEP./2026 hingga ST/1341/VI/KEP./2026. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat organisasi dan memberikan kesempatan bagi anggota untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan.

    Penyegaran Organisasi di Polda NTB

    Kombes Pol. Muhammad Kholid, S.H., S.I.K., M.H., Kepala Bidang Humas Polda NTB menjelaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan ini adalah bagian dari dinamika organisasi. “Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujarnya.

    Dia menambahkan, penyegaran organisasi juga menjadi bagian dari pembinaan karier personel. Hal ini memberi kesempatan bagi anggota untuk mengembangkan kompetensi dan pengalaman dalam tugas-tugas kepolisian.

    Rincian Mutasi dan Promosi Jabatan

    Mutasi ini diawali dengan pengangkatan Kombes Pol. Aksin sebagai Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda NTB. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Auditor Kepolisian Madya Tk. II Itwasum Polri. Selain itu, Kombes Pol. Yeyen Lesmana dipercaya sebagai Kepala Biro Perencanaan (Karorena) Polda NTB, menggantikan Kombes Pol. Susilo Setiawan yang mendapatkan penugasan baru sebagai Karorena Polda Kalimantan Tengah.

    Pergeseran juga terjadi di Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda NTB, di mana Kombes Pol. Sarpani diamanahkan sebagai Karo SDM Polda NTB. Ia menggantikan Kombes Pol. I Dewa Made Adnyana yang dipromosikan sebagai Karo SDM Polda Bali. Di lingkungan Satbrimob Polda NTB, tongkat komando kini diserahkan kepada Kombes Pol. Nadi Chaidir, menggantikan Kombes Pol. Dwi Yanto Nugroho yang ditugaskan sebagai Dansat Brimob Polda Jawa Timur.

    Pentingnya Mutasi dalam Kepolisian

    Mutasi dan promosi jabatan di Polda NTB merupakan langkah strategis dalam menjaga kinerja dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada penyegaran, tetapi juga pada pengembangan karier dan peningkatan profesionalisme anggota kepolisian.

    Dengan adanya perubahan ini, diharapkan kualitas pelayanan publik dari Polri dapat meningkat, serta mampu menjawab tantangan yang ada di lapangan. Penempatan personel yang tepat di posisi strategis diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi keamanan dan ketertiban di daerah.

  • Mantan PM Israel Ungkap Selundupan Starlink ke Iran untuk Demonstran

    Seputar Aceh – Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mengungkapkan bahwa Israel pernah menyelundupkan perangkat internet satelit Starlink ke Iran. Tujuan dari aksi ini adalah untuk membantu para demonstran anti-pemerintah tetap terhubung dengan internet di tengah pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah Iran.

    Sebagaimana dilaporkan oleh IDNFinancials.com, Bennett menyatakan bahwa selama menjabat dari 2021 hingga 2022, ia telah memulai proses pengadaan dan penyelundupan puluhan ribu perangkat Starlink ke Iran. Perangkat tersebut dirancang untuk menjaga akses internet dan media sosial bagi kelompok demonstran di saat pembatasan jaringan internet sering terjadi.

    Pengakuan Naftali Bennett Mengenai Starlink

    Bennett mengungkapkan bahwa rencana penyelundupan perangkat tersebut bertujuan agar para demonstran dapat berkoordinasi dengan baik dan pada akhirnya menggulingkan pemerintahan Iran. Namun, ia menuding pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghentikan langkah ini, sehingga infrastruktur yang seharusnya mendukung protes tidak tersedia ketika gelombang demonstrasi pecah.

    Kantor Netanyahu belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Bennett. Di sisi lain, SpaceX, perusahaan pemilik Starlink yang didirikan oleh Elon Musk, juga belum memberikan komentar terkait kasus ini.

    Dampak Penyitaan Internet di Iran

    Bennett menyampaikan pengakuan ini di tengah catatan panjang pemutusan internet oleh otoritas Iran saat situasi politik dalam negeri semakin memanas. Beberapa laporan sebelumnya menunjukkan bahwa warga Iran beralih ke Starlink ketika terjadi pemadaman internet. Selama periode kerusuhan, termasuk protes mematikan pada Januari dan selama konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada akhir Februari, pemerintah Iran diketahui membatasi akses internet publik secara signifikan.

    Pentingnya Akses Internet bagi Demonstran

    Pentingnya akses internet dalam konteks protes dan demonstrasi tidak bisa dipandang sebelah mata. Di negara-negara dengan otoritas yang ketat, seperti Iran, akses ke informasi dan komunikasi sangat dibatasi. Dengan adanya teknologi seperti Starlink, para demonstran dapat menjaga komunikasi dan organisasi, meskipun dalam kondisi yang sulit.

    Keberadaan perangkat Starlink di negara-negara seperti Iran, meskipun tanpa izin resmi, menunjukkan tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mengendalikan informasi dan komunikasi. Bennett kini memimpin partai sayap kanan dan menjadi salah satu tokoh oposisi yang berupaya menggantikan Netanyahu dalam pemilu yang dijadwalkan paling lambat Oktober mendatang.

  • Jadwal Pertandingan Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026

    Seputar Aceh – Pertandingan antara Senegal dan Irak akan diadakan pada 26 Juni 2026 di BMO Field, Toronto. Kedua tim berusaha memperebutkan satu tempat tersisa di fase grup setelah gagal meraih poin di dua pertandingan sebelumnya.

    Sebagaimana dilaporkan oleh beIN SPORTS, Senegal dan Irak bertemu dalam kondisi yang cukup menegangkan. Kedua tim belum mencetak poin di turnamen ini dan berharap bisa menutup fase grup dengan kemenangan. Pertandingan ini menjadi kunci bagi Senegal untuk menjaga peluang mereka sebagai salah satu tim terbaik di posisi ketiga.

    Diskusi Pertandingan Senegal vs Irak

    Dalam pertandingan ini, Senegal diharuskan meraih kemenangan untuk menjaga peluang mereka. Setelah kalah dari Norwegia dan Prancis, harapan tim ini untuk melaju ke babak berikutnya semakin tipis. Kemenangan dengan skor tinggi akan sangat membantu posisi mereka di grup.

    Pelatih Senegal, Pape Thiaw, tidak akan diperkuat oleh Edouard Mendy, yang mengalami cedera pada lutut. Sebelum cedera, Mendy menjadi kunci pertahanan tim. Laga ini juga menjadi momen penting bagi para pemain untuk menunjukkan performa terbaik mereka di panggung dunia.

    Analisis Skuad dan Statistik

    Sejarah mencatat bahwa Senegal dan Irak belum pernah bertemu sebelumnya di level internasional. Sebagai tim yang pernah menjadi finalis Piala Afrika, Senegal diharapkan bisa berbuat lebih banyak. Mereka memiliki potensi untuk menciptakan kejutan di turnamen ini.

    Statistik menunjukkan bahwa Senegal mengalami kekalahan telak di dua laga awal. Sementara Irak berjuang untuk menemukan bentuk permainan yang baik. Pertandingan ini akan menjadi kesempatan penting untuk membuktikan kemampuan masing-masing tim.

    Peluang dan Solusi bagi Kedua Tim

    Pertandingan ini akan berlangsung pada pukul 19:00 waktu setempat dan dapat disaksikan di beIN SPORTS 2. Keduanya berharap bisa tampil agresif untuk meraih tiga poin. Tim yang berhasil menang tidak hanya mendapatkan poin, tetapi juga kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

    Untuk Senegal, kemenangan adalah suatu keharusan. Sementara Irak juga ingin menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di panggung dunia meski bukan tim unggulan. Dengan performa yang baik, keduanya dapat melangkah lebih jauh dalam kompetisi ini.

  • Kemlu Kawal Kasus WNI Aceh Tamiang Diduga Dibunuh di Malaysia

    acehtoday.id/ | Banda Aceh — Jenazah WNI Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22), akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada 24 Juni 2026 setelah sempat ditemukan meninggal dunia di wilayah Sepang, Selangor, Malaysia, dalam kondisi yang diduga akibat tindak pidana pembunuhan. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama KBRI Kuala Lumpur memastikan bakal terus mengawal penanganan kasus ini hingga proses hukum selesai.

    Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah sejak menerima informasi dari Polis Diraja Malaysia (PDRM) soal penemuan jenazah perempuan yang diduga WNI pada 3 Juni 2026.

    “KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi dengan pihak PDRM untuk memantau perkembangan penanganan perkara dan memperoleh informasi terkini mengenai proses hukum yang sedang berlangsung,” ujar Yvonne  seperti dikutip dari Kompas.com

    Identitas korban baru terkonfirmasi setelah Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri menyelesaikan proses identifikasi. KBRI kemudian menelusuri keluarga korban melalui jejaring masyarakat Aceh di Malaysia, dan berhasil menjalin komunikasi langsung dengan pihak keluarga.

    Sebelum jenazah dipulangkan, KBRI terlebih dahulu menyampaikan komunikasi resmi kepada petugas penyidik PDRM guna mengonfirmasi status kewarganegaraan korban. Proses administrasi dan perizinan diselesaikan sesuai permintaan keluarga sebelum jenazah diterbangkan ke Indonesia melalui Bandara Internasional Kualanamu, Medan.

    Berdasarkan informasi yang diterima, sebelum meninggal Putri Hensy Aprilda diduga mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh oknum agen di Malaysia. Kabar baiknya, terduga pelaku kini telah ditangkap dan sedang menjalani proses penyidikan sesuai hukum yang berlaku di Malaysia.

    Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolija, mengungkapkan informasi awal kasus ini diperoleh dari tim Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Aceh Tamiang, yang kemudian diteruskan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Tamiang.

    “Kami memperoleh informasi bahwa sebelum meninggal dunia, almarhumah diduga mengalami tindakan kekerasan fisik. Saat ini kasus tersebut sudah ditangani dan dikoordinasikan oleh KBRI dengan otoritas terkait di Malaysia, baik untuk penanganan kasus maupun proses pemulangan jenazah ke tanah air,” kata Siti Rolija, Selasa (23/6).

    Penelusuran terhadap keluarga korban dilakukan bersama tim P4MI, aparat desa, dan kepala dusun. Hasilnya, keluarga almarhumah diketahui berdomisili di Desa Pantai Balai, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.

    BP3MI Aceh menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus dan mendukung upaya KBRI serta otoritas Malaysia dalam mengungkap penyebab pasti kematian Putri Hensy Aprilda. Kemlu dan KBRI juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

  • Surati Presiden, Mualem Minta Blok Andaman Perkuat Industri di KEK Arun Lhokseumawe

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Hilirisasi Migas Blok Andaman menjadi langkah strategis yang didorong Pemerintah Aceh untuk memperkuat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, memutuskan akan menyurati Presiden Prabowo Subianto agar cadangan minyak dan gas dari Blok Andaman dapat dimanfaatkan sebagai penggerak industri hilir di Aceh.

    Keputusan terkait Blok Andaman tersebut diambil dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (25/6/2026). Pertemuan itu dihadiri jajaran Pemerintah Aceh, akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), pakar migas, hingga perwakilan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).

    Pengembangan blok Andaman dihilirisasikan di KEK Arun Lhokseumawe dinilai sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menetapkan kawasan tersebut sebagai salah satu proyek strategis nasional.

    Dalam rapat terungkap, gas dari Blok Andaman selama ini baru dibahas untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 300 MMSCFD. Padahal, gas tersebut juga berpotensi diolah menjadi methanol dan hydrogen yang memiliki nilai tambah bagi industri nasional.

    Selain gas, Blok South Andaman diperkirakan menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat per hari. Produk tersebut dapat diolah menjadi nafta, kerosin, hingga bahan bakar minyak yang dinilai mampu mendorong pembangunan kilang (refinery) dan industri turunan lainnya di Aceh.

    Guru Besar USK, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, menilai langkah Gubernur Aceh menyampaikan usulan kepada Presiden merupakan kebijakan yang tepat untuk mempercepat hilirisasi di KEK Arun Lhokseumawe. Menurutnya, pengembangan industri tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

    Rapat juga menyepakati agar Pemerintah Aceh mengundang Mubadala Energy dan SKK Migas guna memperoleh penjelasan rinci mengenai skema pengembangan Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman.

    Kepala Bidang Minyak dan Gas Bumi Dinas ESDM Aceh, Dian Budi Dharma, menyebut hingga kini Pemerintah Aceh belum menerima dokumen resmi Plan of Development (PoD) dari SKK Migas. Hal serupa juga disampaikan Kepala BPMA, Nasri Djalal, yang mengaku pihaknya telah meminta dokumen tersebut, namun belum memperoleh balasan.

    Menutup rapat, Sekda Aceh M. Nasir Syamaun menyimpulkan dua keputusan utama, yakni Gubernur Aceh akan mengirim surat kepada Presiden Prabowo terkait pemanfaatan Migas Blok Andaman untuk hilirisasi di KEK Arun Lhokseumawe serta mengundang Mubadala Energy dan SKK Migas ke Aceh guna membahas rencana pengembangan secara lebih rinci.**

  • Harumkan Nama Aceh, Muhammad Hibban Annafis Lolos Paskibraka Nasional

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Siswa Aceh Besar lolos Paskibraka Nasional kembali menjadi kabar membanggakan pada tahun 2026. Muhammad Hibban Annafis, siswa SMA Modal Bangsa Kabupaten Aceh Besar, berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hingga dipercaya menjadi wakil Aceh pada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.

    Keberhasilan Hibban sekaligus memperpanjang catatan prestasi Aceh Besar yang selama tiga tahun berturut-turut mampu mengirimkan putra-putri terbaiknya ke ajang Paskibraka Nasional.

    Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Besar melalui Kabid Politik dan Keamanan, Nasrun SP MM, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Hibban merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat selama mengikuti setiap tahapan seleksi.

    “Alhamdulillah, Aceh Besar kembali mampu meloloskan perwakilan ke Paskibraka Nasional. Ini menjadi pencapaian yang sangat membanggakan karena sudah tiga tahun berturut-turut putra-putri Aceh Besar berhasil menembus seleksi tingkat nasional,” ujar Nasrun, Senin (22/6/2026).

    Buah dari Proses Pembinaan

    Ia menjelaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan terhadap calon anggota Paskibraka sehingga memiliki kemampuan, karakter, serta mental yang kuat dalam menghadapi seleksi mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

    Nasrun juga menyampaikan apresiasi kepada mantan Kepala Kesbangpol Aceh Besar, Sofian SH, yang dinilai memberikan perhatian besar terhadap pembinaan Paskibraka selama masa kepemimpinannya.

    Menurutnya, perhatian dan pendampingan yang konsisten menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong lahirnya prestasi generasi muda Aceh Besar ditingkat provinsi maupun nasional.

    Ke depan, Kesbangpol Aceh Besar berkomitmen melanjutkan program pembinaan tersebut agar prestasi serupa terus terjaga. Diharapkan keberhasilan Muhammad Hibban Annafis dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk terus berprestasi sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air.**

  • Jadwal Siaran Langsung 2026 Piala Dunia: Turki vs AS

    Seputar Aceh – Dalam ajang Piala Dunia 2026, pertandingan D Grubu antara Turki dan Amerika Serikat (AS) akan berlangsung pada 26 Juni 2026 di SoFi Stadium, California. Pertandingan ini dijadwalkan mulai pukul 09:00 waktu setempat dan akan disiarkan secara langsung melalui VTV3, VTV6, serta aplikasi VTVGo. Dan Tri juga akan memberikan pembaruan berita terkini mengenai pertandingan ini.

    Turki, yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu tim unggulan, mengalami kekecewaan besar setelah kalah dalam dua pertandingan melawan Australia dan Paraguay. Kekalahan ini menghapus harapan mereka untuk lolos ke babak selanjutnya. Ironisnya, meskipun memiliki 62 tembakan sepanjang dua pertandingan tersebut, Turki tidak berhasil mencetak satu gol pun, yang menjadi catatan buruk bagi tim ini.

    Kenan Yıldız, yang diharapkan bisa memberikan perubahan, menciptakan 12 tembakan dan 20 sentuhan di area lawan, namun tetap tidak dapat mengubah keadaan. Di sisi lain, tim tuan rumah, AS, di bawah asuhan pelatih Pochettino, menunjukkan performa yang impresif. Mereka berhasil mencetak 6 gol dalam dua pertandingan, dengan 5 gol di antaranya terjadi di babak pertama.

    Pertandingan Menentukan di D Grubu

    AS akan menghadapi Turki dalam konteks di mana mereka sudah mengamankan tempat di babak berikutnya. Sementara itu, Turki sudah tidak memiliki peluang untuk maju, menjadikan pertandingan ini sebagai ajang penentu bagi AS untuk melanjutkan performa baik mereka. Dalam pertemuan terakhir antara kedua tim, AS kalah 1-2 dari Turki pada Juni 2025, menambah ketegangan dalam laga kali ini.

    Selain pertandingan ini, juga akan ada laga antara Paraguay dan Australia pada hari yang sama di Levi Stadium, yang juga akan disiarkan langsung melalui VTV2 dan VTVGo. Pertandingan ini penting karena akan menentukan siapa yang berhak melanjutkan ke babak selanjutnya dari D Grubu.

    Analisis Performa Tim

    Tim Turki, dengan pelatih Montella, harus menghadapi kenyataan pahit dari hasil buruk yang mereka raih. Kekalahan dari dua pertandingan sebelumnya menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk memanfaatkan peluang meskipun memiliki banyak tembakan. Hal ini menjadi sorotan utama, terutama bagi para penggemar dan analis yang berharap lebih dari tim ini.

    Di sisi lain, AS menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa mereka. Gaya permainan menekan yang diterapkan oleh Pochettino terbukti efektif. Mereka tidak hanya mencetak banyak gol, tetapi juga menunjukkan soliditas baik dalam bertahan maupun menyerang. Ini menjadi sinyal positif bagi AS yang ingin melanjutkan tren baik mereka di kompetisi bergengsi ini.

    Peluang dan Proyeksi

    Dengan situasi saat ini, pertandingan antara Turki dan AS akan menjadi momen penting bagi kedua tim. AS ingin membuktikan bahwa mereka dapat mengatasi tekanan dan melanjutkan langkah mereka ke babak selanjutnya. Bagi Turki, ini adalah kesempatan untuk menebus kesalahan dan memberikan penampilan terbaik meskipun sudah tidak memiliki peluang untuk lolos.

    Sebagai penutup, pertandingan ini bukan hanya penting untuk kelanjutan Piala Dunia bagi AS, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Turki untuk menunjukkan karakter mereka setelah serangkaian hasil buruk. Baik tim akan berusaha memberikan yang terbaik demi fans mereka di pertandingan yang akan datang.

  • Kapolri Mutasi Kapolda Aceh, Brigjen Ruddi Setiawan Gantikan Putra Daerah Irjen Marzuki Ali Basyah

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Jabatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh kembali mengalami pergantian. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP/2026 yang beredar, Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., dimutasikan menjadi Perwira Tinggi Polda Aceh dalam rangka memasuki masa pensiun. Posisi Kapolda Aceh selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H.

    Sebelum ditunjuk memimpin Polda Aceh, Brigjen Ruddi Setiawan menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri.

    Jabatan tersebut diembannya setelah memiliki pengalaman panjang di berbagai bidang kepolisian, khususnya reserse, pemberantasan narkotika, hingga pengembangan riset kepolisian.

    Bagi masyarakat Aceh, nama Ruddi Setiawan bukan sosok baru, Perwira tinggi Polri itu pernah mengemban tugas sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh.

    Selama bertugas di Serambi Mekkah, ia terlibat dalam berbagai upaya pengungkapan jaringan narkotika, termasuk penanganan kasus peredaran narkoba lintas negara.

    Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memimpin Polda Aceh yang memiliki tantangan keamanan cukup kompleks, mulai dari pemberantasan narkotika, pengamanan investasi strategis, hingga menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Jejak Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah

    Gubernur Aceh Muzakir Manaf di dampingi istri Marlina Usman menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kepolisian Daerah Aceh Brigjen Marzuki Ali Basyah bersama keluarganya di Meuligoe Gubernur Aceh, Foto: Humas

    Sementara itu, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengakhiri masa jabatannya sebagai Kapolda Aceh setelah memasuki masa pensiun.

    Putra daerah Aceh tersebut mulai menjabat sebagai Kapolda Aceh sejak Agustus 2025, menggantikan Irjen Pol Achmad Kartiko.

    Selama memimpin Polda Aceh, Marzuki Ali Basyah dikenal aktif membangun sinergi dengan pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif di Aceh.

    Ia juga mengawal berbagai agenda strategis daerah, termasuk penguatan iklim investasi dan penegakan hukum.

    Tantangan Berat Bagi Brigjen Pol Ruddi Setiawan

    Pergantian Kapolda Aceh dinilai bukan sekadar rotasi jabatan rutin di tubuh Polri, Penempatan Brigjen Ruddi Setiawan jadi sinyal Mabes Polri terhadap Aceh sebagai daerah yang memiliki karakteristik keamanan tersendiri.

    Selain berada di jalur strategis perairan internasional, Aceh juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari kejahatan lintas negara, peredaran narkotika, pengamanan objek vital dan investasi, hingga dinamika sosial dan Partai Politik local yang membutuhkan pendekatan hukum secara tegas namun tetap humanis.

    Brigjen Ruddi Setiawan tidak hanya dituntut menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membuktikan bahwa pergantian kepemimpinan mampu menghadirkan perubahan nyata.

    Publik Aceh menanti langkah tegas dalam memberantas kejahatan tanpa pandang bulu, memperkuat profesionalisme anggota di lapangan, serta membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian yang dalam beberapa waktu terakhir kerap menjadi bahan evaluasi publik.

    Jejak Karier Brigjen Pol Ruddi Setiawan, Kapolda Aceh yang Baru

    Brigjen Pol Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 yang dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, khususnya pemberantasan narkotika dan tindak pidana khusus. Sebagian besar perjalanan kariernya dihabiskan sebagai penyidik dan pejabat operasional, mulai dari Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN).

    Sebelum dipercaya memimpin Polda Aceh, Ruddi menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri.

    Jabatan tersebut diembannya setelah sebelumnya menduduki sejumlah posisi strategis di BNN, di antaranya Direktur Intelijen BNN RI dan Direktur Narkotika BNN RI.

    Pengalaman tersebut memperkuat kapasitasnya dalam penanganan kejahatan narkotika, baik di tingkat nasional maupun lintas negara.

    Nama Ruddi bukan sosok baru bagi masyarakat Aceh. Pada 2021, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh. Selama bertugas di Tanah Rencong, ia memimpin berbagai operasi pemberantasan narkotika dan pengungkapan jaringan peredaran narkoba yang melibatkan sindikat nasional maupun internasional.

    Kini, setelah kembali ke Aceh sebagai Kapolda, Brigjen Ruddi membawa bekal pengalaman yang lebih lengkap, mulai dari penegakan hukum, pemberantasan narkotika, intelijen, hingga penyusunan kebijakan berbasis riset di lingkungan Polri.

    Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di Aceh, termasuk pemberantasan narkoba, kejahatan lintas negara, pengamanan investasi strategis, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

  • Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Masjid Baitul Maqdis Seuot Gelar MTQ Perdana Cetak Generasi Qur’ani

    acehtoday.id/ | Aceh Besar – Suasana religius menyelimuti Kemasjidan Baitul Maqdis Seuot, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, saat lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kemasjidan untuk pertama kalinya.

    Kegiatan yang berlangsung selama sepuluh hari, sejak 15 hingga 25 Juni 2026 tersebut, digelar dalam rangka memperingati Hari Besar Islam sekaligus menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

    Mengusung tema “Semangat Hijrah di Buleuen Muharram, Meuseuraya Ngen Al-Qur’an, Meugot Iman Meupeugah Bakat, Meubina Generasi Gampong Berakhlak dan Berprestasi”, MTQ perdana ini menjadi wadah pembinaan spiritual sekaligus ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

    Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah peserta yang mencapai 157 orang. Mereka berasal dari dua desa yang berada dalam wilayah Kemasjidan Baitul Maqdis Seuot, yakni Gampong Seuot Baroh dan Seuot Tunong.

    Dalam pelaksanaannya, panitia menghadirkan sejumlah cabang perlombaan yang disesuaikan berdasarkan kategori usia. Cabang tersebut meliputi Tilawah golongan Tartil, Anak-anak, dan Remaja, Tahfiz Juz 30 serta Surah Pendek, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, hingga seni kaligrafi atau Khat.

    Selain itu, kegiatan juga menghadirkan perlombaan edukatif bagi anak-anak, seperti lomba mewarnai dan menyusun huruf Hijaiyah sebagai upaya mengenalkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak usia dini.

    Tidak hanya perlombaan utama, kemeriahan MTQ juga dirangkai dengan berbagai kegiatan pendukung seperti lomba Lacak Tokoh, Pidato, Azan, Peragaan Shalat, serta Rangking Satu yang menguji wawasan keislaman dan pengetahuan umum para peserta.

    Kesuksesan pelaksanaan MTQ perdana tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari pengurus masjid, perangkat gampong, tokoh masyarakat, hingga para pemuda.

    Kegiatan ini mendapat arahan dari Imam Masjid Baitul Maqdis Seuot, Tgk. Nizarli, S.Ag., Keuchik Gampong Seuot Baroh Iswandar, serta Keuchik Seuot Tunong Muhammad Isa.

    Ketua Remaja Masjid Baitul Maqdis Seuot periode 2023–2026 sekaligus Ketua Umum panitia, Naufal Azqia, S.Mat., M.Mat., mengatakan pelaksanaan MTQ perdana tersebut merupakan wujud komitmen bersama dalam membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

    “MTQ perdana ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat, pengurus masjid, tokoh gampong, para orang tua, dan generasi muda bersatu, maka banyak hal baik dapat diwujudkan bersama,” ujarnya.

    Dalam pelaksanaan kegiatan, Naufal didukung oleh jajaran kepengurusan, yakni Muliani, S.Pd., sebagai Sekretaris Umum I, Zulfiani, S.Pd., Gr., sebagai Sekretaris Umum II, serta Rijal Umara sebagai Bendahara Umum.

    Sementara itu, berbagai divisi kepanitiaan turut berperan dalam menyukseskan kegiatan, mulai dari Divisi Acara, Tempat dan Peralatan, Humas, Konsumsi, hingga Publikasi dan Dokumentasi.

    Malam penutupan MTQ berlangsung khidmat dan penuh haru. Panitia menghadirkan Ustadz Iswar Nurdin, M.Ag., untuk memberikan tausiyah agama yang mengangkat makna hijrah dalam momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

    Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat dan generasi muda Kemasjidan Baitul Maqdis Seuot menjadikan momentum hijrah sebagai langkah memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta membangun akhlak yang lebih baik.

    Menutup rangkaian kegiatan, Naufal berharap MTQ Masjid Baitul Maqdis Seuot tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menjadi gerakan berkelanjutan dalam mencintai Al-Qur’an dan memakmurkan masjid.

    “Kami berharap MTQ ini dapat menumbuhkan semangat mencintai Al-Qur’an, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berilmu, dan berprestasi,” tuturnya.

    Rangkaian MTQ tersebut dibuka dan ditutup oleh Imum Mukim Reukih Tgk. Mahya Zakuan, S.Ag., yang hadir mewakili Camat Indrapuri.

    Ditulis Oleh : Siti Sofia