Bulan: Juni 2026

  • Pesona Anoi Itam, Surga Pasir Hitam yang Memikat Wisatawan di Sabang

    Pesona Anoi Itam, Surga Pasir Hitam yang Memikat Wisatawan di Sabang

    Di antara hamparan pantai berpasir putih yang menjadi daya tarik utama Pulau Weh, terdapat sebuah pantai dengan karakter yang berbeda. Namanya Pantai Anoi Itam, sebuah destinasi di sisi timur pulau yang menawarkan panorama unik melalui pasir hitam legam hasil proses alam ribuan tahun lalu.

    Berbeda dengan pantai lain di Sabang, Anoi Itam menghadirkan pengalaman tersendiri. Tidak hanya menyuguhkan pemandangan laut dan tebing yang memukau, pantai ini juga dikenal masyarakat karena pasir vulkaniknya yang dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan.

    Warna hitam yang menyelimuti garis pantai Anoi Itam bukanlah sekadar keunikan visual. Pasir tersebut terbentuk dari aktivitas vulkanik masa lampau yang menghasilkan material dengan kandungan mineral alami.

    Masyarakat setempat sejak lama mengenal pasir hitam Anoi Itam sebagai bagian dari tradisi terapi alami. Beberapa pengunjung datang untuk melakukan terapi dengan cara menimbun sebagian tubuh menggunakan pasir hangat sambil menikmati suasana pantai.

    Salah seorang pengunjung mengungkapkan, saat melakukan terapi pasir, terdapat sensasi berbeda yang dirasakan tubuh.

    “Sejak dulu, warga percaya bahwa kandungan mineral dalam pasir ini mampu melancarkan peredaran darah dan membantu terapi saraf,” ujarnya.

    Meski dipercaya secara turun-temurun oleh masyarakat, manfaat kesehatan dari terapi pasir tetap perlu dipandang sebagai pengalaman tradisional dan relaksasi, bukan pengganti pengobatan medis.

    Menikmati Laut Lepas dan Lalu Lintas Kapal Selat Malaka

    Pantai Anoi Itam berada di Gampong Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya, sekitar 11 kilometer dari pusat Kota Sabang. Lokasinya dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dalam waktu sekitar 20 menit.

    Perjalanan menuju pantai ini juga menawarkan pengalaman menarik. Sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menikmati panorama laut luas dengan pemandangan kapal-kapal besar yang melintas di jalur Selat Malaka.

    Sesampainya di pantai, pengunjung akan disambut hamparan pasir hitam yang berpadu dengan birunya laut dan suasana yang masih alami. Keindahan tersebut menjadikan Anoi Itam sebagai tempat yang cocok untuk bersantai, menikmati pemandangan, sekaligus merasakan kedekatan dengan alam.

    Duta Wisata Sabang, Cut Adek Humaira, mengaku kerap mengunjungi Pantai Anoi Itam bersama keluarga untuk menikmati suasana sekaligus melakukan terapi pasir.

    Menurutnya, Anoi Itam memiliki nilai lebih dibanding sekadar destinasi wisata biasa.

    “Anoi Itam tidak hanya sebuah pantai yang dapat dinikmati bersama keluarga, namun terdapat hal kecil dari sebuah perjuangan untuk memberikan terapi pada tubuh, dengan menyatu pada alam dan teduhnya suara ombak yang menyapu tipis,” ungkap Humaira, Sabtu (2/5/2026).

    Ketika Alam Menjadi Ruang Relaksasi

    Waktu terbaik untuk menikmati terapi pasir di Pantai Anoi Itam adalah pagi atau sore hari, ketika sinar matahari tidak terlalu menyengat. Pada waktu tersebut, pengunjung dapat lebih nyaman menikmati hangatnya pasir sambil mendengarkan suara ombak.

    Hingga kini, setiap pagi dan sore, sejumlah wisatawan maupun warga masih terlihat menikmati terapi pasir di sepanjang garis pantai. Bagi mereka, Anoi Itam bukan hanya tentang pasir hitam yang unik, tetapi juga tentang pengalaman sederhana: menyatu dengan alam, menikmati ketenangan, dan menemukan cara berbeda untuk melepas penat di ujung barat Indonesia

    Dengan akses yang mudah dan tanpa dipungut biaya tiket masuk (gratis), namun dapat digantikan dengan memesan minuman atau makanan di pondok-pondok yang telah di sediakan. Pantai Anoi Itam membuktikan bahwa alam Sabang tidak hanya memberikan keindahan visual bagi mata, tetapi juga kesembuhan bagi raga.(Adv)

  • Detail Menarik di Sepatu Pedri: Homage untuk Canarias

    Seputar Aceh – Pemain sepak bola asal Tenerife, Pedri, mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 dengan sepatu yang dipersonalisasi. Sepatu tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat bermain, tapi juga sebagai pernyataan identitas budaya.

    Sebagaimana dilaporkan oleh Atlántico Hoy, Pedri mengenakan sepatu yang dirancang khusus oleh Adidas dalam koleksi Road to Glory. Desain sepatu tersebut menampilkan tiga simbol penting: kata ‘Familia’, bendera Canarias, dan gambar plátano.

    Sepatu Pedri dan Makna Simbolnya

    Desain sepatu ini mengandung makna yang dalam bagi Pedri dan masyarakat Canarias. Dengan menyertakan bendera Canarias, Pedri menunjukkan bahwa meskipun bermain untuk tim nasional Spanyol, ia tetap mengingat akar budayanya. Ini adalah pengingat akan pentingnya identitas bagi seorang atlet di panggung global.

    Gambar plátano juga memiliki makna yang kuat. Sebagai simbol pertanian dan budaya Canarias, plátano mewakili warisan lokal yang selalu diingat Pedri. Sepatu ini bukan hanya aksesori, tetapi juga cara Pedri membawa serta sejarah dan budaya kampung halamannya.

    Dampak Budaya dalam Sepak Bola

    Dalam kompetisi besar seperti Piala Dunia, setiap detail diperhatikan. Pemain seperti Pedri mampu mengingatkan dunia akan pentingnya akar budaya mereka, bahkan di tengah sorotan internasional. Ini menjadi contoh bagaimana olahraga dapat berfungsi sebagai jembatan budaya.

    Pesan ‘Familia’ menjadi inti dari karakter Pedri, yang selalu menjaga hubungan erat dengan keluarganya dan komunitasnya. Dalam dunia sepak bola modern yang sering kali didominasi oleh citra komersial, Pedri memilih untuk menyampaikan pesan yang lebih personal melalui sepatu yang ia kenakan.

    Kesimpulan: Kebanggaan Budaya di Panggung Global

    Dengan mengenakan sepatu yang sarat makna, Pedri tidak hanya bermain untuk timnya, tetapi juga untuk komunitasnya. Ia menunjukkan bahwa di balik setiap pemain, terdapat cerita dan budaya yang layak dihargai. Ini adalah langkah penting dalam memperkenalkan budaya Canarias ke dunia, melalui olahraganya.

  • Cape Verde Butuh Keajaiban untuk Lolos ke 32 Besar Piala Dunia

    Seputar Aceh – Cape Verde, tim debutan di Piala Dunia 2026, kini berada di ambang kelolosan ke babak 32 besar. Mereka harus meraih kemenangan melawan Arab Saudi untuk mencapai tujuan tersebut.

    Sebagaimana dilaporkan oleh detiksport, Cape Verde telah mencatatkan sejarah dengan lolos pertama kali ke Piala Dunia 2026. Di laga pertama Grup H, mereka berhasil menahan imbang Spanyol dengan skor 0-0. Pada pertandingan kedua, Cape Verde kembali menampilkan performa solid dengan hasil imbang 2-2 melawan Uruguay. Dengan dua poin yang telah dikumpulkan, Cape Verde kini berpeluang untuk lolos melalui mini klasemen tim peringkat ketiga terbaik.

    Kondisi Cape Verde Menjelang Pertandingan Pamungkas

    Jelang laga pamungkas melawan Arab Saudi pada Jumat (27/6), Cape Verde memiliki kesempatan untuk mengumpulkan total lima poin. Kemenangan atas Arab Saudi tidak hanya akan menjamin kelolosan mereka, tetapi juga berpotensi membawa mereka ke posisi kedua di grup jika Uruguay kalah dari Spanyol di waktu yang bersamaan.

    Pelatih Cape Verde, Bobista, menegaskan bahwa meskipun mereka menghormati tim Arab Saudi, mereka percaya bahwa kemampuan timnya akan membawa mereka ke babak berikutnya. “Piala Dunia telah mengajarkan kami bahwa tidak ada pertandingan yang mudah atau hasil yang pasti sebelum peluit kick-off dibunyikan,” ujarnya.

    Strategi dan Harapan Cape Verde di Piala Dunia

    Pengalaman bermain di Piala Dunia memberikan Cape Verde peluang untuk menunjukkan kemampuannya di pentas dunia. Bek Cape Verde, Pico Lopes, percaya bahwa dukungan luar biasa dari berbagai penjuru dunia menjadi motivasi tambahan bagi timnya. “Kami tidak akan pernah berhenti percaya,” tegas Lopes.

    Dengan lima tim lain yang juga berpeluang lolos dari mini klasemen peringkat ketiga, Cape Verde perlu waspada dan fokus. Mereka harus bermain dengan strategi yang tepat untuk memastikan tiket ke babak 32 besar tidak hilang.

    Kesempatan Terakhir Cape Verde untuk Lolos

    Jika Cape Verde kalah dari Arab Saudi, peluang mereka untuk melanjutkan ke babak selanjutnya akan tertutup. Namun, jika mereka berhasil meraih hasil imbang, mereka masih berpeluang, meskipun tipis, untuk lolos melalui mini klasemen.

    Dengan segala peluang yang ada, Cape Verde harus mempersembahkan permainan terbaik mereka. Hasil akhir dari laga ini akan menentukan nasib mereka di Piala Dunia 2026.

  • Pertarungan Singa Teranga dan Singa Mesopotamia di Piala Dunia 2026

    Seputar Aceh – Skuad “Singa Teranga” Senegal akan berhadapan dengan “Singa Mesopotamia” Irak dalam pertandingan terakhir grup Piala Dunia 2026. Kedua tim ini, yang terpuruk di Grup I, masih memiliki kesempatan untuk lolos ke fase gugur melalui jalur peringkat tiga terbaik.

    Partai antara Senegal dan Irak akan digelar di Stadion Toronto, Kanada, pada Sabtu (27/6/2026) pukul 02.00 WIB. Hanya kemenangan yang dapat mengangkat harapan salah satu tim untuk melanjutkan mimpi di turnamen ini. Namun, mereka harus menunggu hasil dari laga di grup lainnya.

    Sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.id, Senegal dan Irak belum mendapatkan poin setelah kalah dari Perancis dan Norwegia. Hal ini membuat poin maksimal yang bisa diraih salah satu tim hanya tiga, meskipun saat ini keduanya memiliki defisit selisih gol yang cukup tinggi.

    Peluang Lolos Melalui Peringkat Tiga Terbaik

    Delapan tim peringkat tiga terbaik dari 12 grup Piala Dunia 2026 akan mendapatkan tiket ke fase gugur. Persaingan untuk lolos ini akan bergantung pada jumlah poin, selisih gol, dan jumlah gol yang dicetak. Saat ini, Irak mencatat selisih gol minus enam, sementara Senegal memiliki selisih minus tiga.

    Senegal membutuhkan bukan hanya kemenangan, tetapi juga harus mencetak gol dengan jumlah banyak untuk menutup defisit gol mereka. Gelandang sayap Senegal, Ismaila Sarr, mengungkapkan kekecewaannya atas kekalahan 2-3 dari Norwegia yang memperkecil peluang timnya. Namun, ia tetap optimis bahwa harapan Singa Teranga belum tertutup.

    Kesiapan Tim dan Strategi Pelatih

    Pelatih Senegal, Pape Thiaw, menyatakan akan memompa semangat para pemainnya untuk tampil maksimal melawan Irak. Menurutnya, fokus tim adalah meraih tiga poin dan berharap itu cukup untuk lolos.

    Dengan hanya satu pertandingan tersisa, Senegal harus tampil habis-habisan. Peluang terbaik untuk meraih hasil optimal memang di tangan Senegal, namun tekanan untuk mencetak gol lebih banyak menjadi tantangan tersendiri.

    Kesimpulan Pertandingan Krusial Ini

    Dengan kondisi saat ini, pertandingan antara Senegal dan Irak menjadi sangat krusial. Hasil dari pertandingan ini akan menentukan nasib kedua tim dalam melanjutkan langkah di Piala Dunia 2026. Sebuah kemenangan besar sangat dibutuhkan agar salah satu tim dapat berharap untuk melanjutkan ke babak selanjutnya.

  • Enam Kapolda Berlalu, Kasus Korupsi Beasiswa dan Wastafel Belum Jelas

    acehtoday.id/ | Banda Aceh  – Pergantian pucuk pimpinan Polda Aceh kembali memunculkan harapan publik terhadap penyelesaian sejumlah kasus korupsi yang telah lama mangkrak, terutama kasus dugaan korupsi beasiswa dan pengadaan wastafel yang hingga kini belum menunjukkan kepastian hukum.

    Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, mengatakan pergantian Kapolda Aceh seharusnya menjadi momentum untuk menuntaskan berbagai perkara korupsi yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

    Menurutnya, kedua kasus tersebut telah berlangsung dalam waktu yang sangat lama, sementara kerugian negara telah teridentifikasi dan menjadi perhatian publik secara luas.

    "Kapolda baru menjadi harapan publik yang terus berulang untuk penyelesaian kasus korupsi beasiswa dan wastafel, kasus ini sudah sangat lama, kerugian negara sudah ada dan menjadi atensi publik," kata Alfian saat diwawancarai acehtoday.id/, Jumat (26/6/2026).

    Ia menyoroti fakta bahwa sedikitnya enam jenderal yang pernah menjabat sebagai Kapolda Aceh belum mampu menghadirkan kepastian hukum terhadap kasus tersebut.

    Karena itu, MaTA berharap Kapolda Aceh yang baru dapat menjadikan penanganan kasus-kasus korupsi yang mangkrak sebagai prioritas utama.

    “Kami berharap Kapolda yang baru mampu menjadikan penyelesaian kasus tersebut sebagai prioritas sehingga kepastian hukum terhadap pelaku korupsi dapat berjalan dan ada pertanggungjawaban hukum atas perbuatan yang telah dilakukan,” ujarnya.

    Alfian menilai dampak korupsi tidak hanya menimbulkan kerugian keuangan negara, tetapi juga kerugian sosial yang dirasakan Masyarakat, karena itu penanganannya tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.

    Kasus Korupsi Beasiswa dan Wastafel Belum Jelas

    Ia mengakui setiap pergantian Kapolda selalu disertai harapan baru dari masyarakat. Namun, harapan tersebut hingga kini belum terwujud.

    “Harapan demi harapan selalu muncul setiap kali ada Kapolda baru yang menjabat, tetapi sampai sekarang belum terwujud, akibatnya publik merasa kasus korupsi seperti menjadi mainan aparat penegak hukum,” katanya.

    Menurut Alfian, persepsi tersebut berbahaya bagi kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum, padahal korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang semestinya mendapat perhatian serius dari negara.

    “Korupsi adalah extraordinary crime, negara berkewajiban membereskannya dan memastikan pelakunya dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” tegasnya.

    Karena itu, MaTA berharap Kapolda Aceh yang baru dapat memberikan atensi penuh terhadap berbagai kasus korupsi yang hingga kini belum terselesaikan.

    “Semoga Kapolda yang baru dapat memberikan perhatian penuh terhadap kasus-kasus korupsi yang mangkrak sehingga masyarakat mendapatkan kepastian hukum yang selama ini dinantikan,” pungkas Alfian.

    Kapolri Mutasi Kapolda Aceh, Brigjen Ruddi Setiawan Gantikan Putra Daerah Irjen Marzuki Ali Basyah
    Brigjen Pol Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. Foto : indonesianfilmcenter.com
  • Sumatera Environmental Initiative: Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Diduga Ada Kelalaian Pengawasan Kapal

    acehtoday.id/ | Banda AcehSumatera Environmental Initiative (SEI), yang mendesak pihak berwenang mengusut tuntas dan transparan terhadap kasus  meledaknya ruang mesin KMP Kapal Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh. Kasus ini bukan peristiwa biasa karena telah menelan dua korban jiwa dan 13 korban lainnya masih kritis.

    Direktur SEI, Sulaiman menegaskan bahwa ledakan Kapal Aceh Hebat 2 — yang diduga bersumber dari sistem hidrolik kapal — bukan perkara sepele yang bisa diselesaikan tanpa investigasi mendalam. Jumlah korban yang signifikan, menurutnya, menjadi sinyal serius bahwa ada yang tidak beres dalam sistem keselamatan dan pengawasan operasional kapal tersebut.

    “Kejadian yang menyebabkan 13 orang mengalami luka serius dan dua orang meninggal dunia bukanlah kejadian biasa. Publik berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Keterbukaan informasi sangat penting agar ruang publik tidak dipenuhi asumsi dan informasi yang belum terverifikasi,” tegas Sulaiman melalui keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).

    SEI Desak Hasil Investigasi Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Dibuka ke Publik
    Direktur Sumatera Environmental Initiative (SEI), Sulaiman. Foto Dok Pribadi

    SEI menilai proses investigasi harus menyentuh seluruh aspek kelaikan kapal — mulai dari riwayat perawatan, dokumen keselamatan, hasil inspeksi berkala, hingga prosedur operasional yang diterapkan sebelum insiden berlangsung. Menurut Sulaiman, ketidaksesuaian antara pengecekan rutin dan kondisi faktual kapal di lapangan harus dibuktikan melalui penyelidikan yang komprehensif dan independen.

    Sumatera Environmental Initiative Soroti Nasib Taruna

    Selain soal teknis kapal, SEI juga menyoroti nasib para peserta praktik pelayaran yang ikut menjadi korban dalam tragedi itu. Lembaga tersebut mendesak aparat untuk menelusuri seluruh dokumen praktik para mahasiswa yang berada di atas kapal, sekaligus memastikan mereka telah terlindungi oleh jaminan kecelakaan kerja maupun jaminan kematian sesuai ketentuan yang berlaku.

     

    Sieh dir diesen Beitrag auf Instagram an

     

    Ein Beitrag geteilt von acehtoday.id/ (@seputaraceh_id)

    Tak hanya meminta keterlibatan kepolisian dalam olah TKP, pemeriksaan saksi, dan pengumpulan dokumen teknis, SEI juga secara khusus menyoroti peran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Malahayati. Sebagai institusi yang berwenang mengawasi keselamatan pelayaran, KSOP dinilai memikul tanggung jawab besar untuk memastikan proses investigasi berjalan profesional dan akuntabel.

    “Kami berharap KSOP Malahayati tidak menganggap enteng kasus ini. Ada korban jiwa yang harus menjadi perhatian utama. Setiap tahapan investigasi harus dilakukan secara terbuka, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata Sulaiman.

    Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan instansi berwenang, sementara para korban masih menjalani perawatan medis dan pendampingan di rumah sakit. SEI berharap hasil investigasi kelak mampu mengungkap kebenaran secara utuh, memberikan kepastian hukum bagi para korban, sekaligus menjadi landasan perbaikan sistem keselamatan pelayaran di Aceh demi mencegah tragedi serupa terulang.

  • Duka KMP Aceh Hebat 2: Dua Taruna Gugur, Publik Menanti Hasil Investigasi

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Korban ledakan KMP Aceh Hebat 2 kembali bertambah, Muhammad Bilal Ramzi (19) taruna Politeknik Pelayaran asal Kota Sabang yang sempat menjalani perawatan intensif akibat luka bakar, meninggal dunia setelah hampir dua pekan berjuang di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

    Bilal mengembuskan napas terakhir pada Kamis (25/6/2026), sehingga jumlah korban meninggal dunia dalam insiden ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 kini menjadi dua orang.

    Sebelumnya, Fahri Edi Eko (19), warga Medan, Sumatera Utara, yang juga merupakan taruna Politeknik Pelayaran, meninggal dunia pada Minggu (20/6/2026) setelah menjalani perawatan akibat luka bakar yang dideritanya.

    Kedua taruna tersebut merupakan bagian dari 15 korban ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi pada Jumat (12/6/2026).

    Seluruh korban saat itu langsung dilarikan ke RSUDZA Banda Aceh dan menjalani operasi darurat (cito) karena mengalami luka bakar serius.

    Humas RSUDZA, Rahmadi, mengatakan kondisi Muhammad Bilal Ramzi sebenarnya sempat menunjukkan perkembangan positif sebelum akhirnya meninggal dunia.

    "Kondisi sudah mulai membaik, bahkan sudah kita rawat di ruang biasa," kata Rahmadi kepada acehtoday.id/.

    Saat ini, sebanyak 12 korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUDZA, dari jumlah tersebut dua pasien masih dirawat di ruang intensif karena membutuhkan pemantauan ketat menggunakan alat monitor, sementara satu korban telah diperbolehkan pulang.

    Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, membenarkan bahwa jenazah Muhammad Bilal Ramzi telah dipulangkan ke kampung halamannya di Kota Sabang.

    "Sudah dimakamkan juga di Sabang," ujarnya singkat.

    Andri turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dua taruna muda yang menjadi korban ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2.

    Kepergian Bilal semakin memperdalam duka atas tragedi tersebut. Dua korban yang meninggal dunia sama-sama berusia 19 tahun dan tengah menempuh pendidikan sebagai taruna pelayaran, sebuah profesi yang dipersiapkan menjadi bagian dari masa depan dunia maritim Indonesia.

    Meski sebagian besar korban mulai menunjukkan perkembangan kesehatan, proses pemulihan diperkirakan masih berlangsung cukup lama karena mayoritas mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda.

    Nasib KMP Aceh Hebat 2

    Insiden ini juga memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap aspek keselamatan pelayaran, kelayakan kapal, serta pengawasan terhadap armada penyeberangan di Aceh.

    Menindaklanjuti kejadian tersebut, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berencana memanggil Dinas Perhubungan Aceh dan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh untuk meminta penjelasan mengenai kronologi ledakan, kondisi teknis kapal, hingga perkembangan proses investigasi.

    Anggota Komisi IV DPRA, Khalid, mengatakan pemanggilan itu merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif agar penyebab insiden dapat diungkap secara profesional, objektif, dan transparan.

    DPRA juga meminta hasil investigasi nantinya disampaikan kepada publik sebagai bahan evaluasi untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.

    Merespons rencana pemanggilan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, melalui humas menyatakan pihaknya siap memenuhi undangan DPR Aceh.

    “Kita siap memenuhi undangan DPRA untuk menjelaskan,” ujarnya.

    Pernyataan senada juga disampaikan General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan.

    “Perihal ini kami tentunya akan hadir,” katanya.

    PT ASDP Indonesia Ferry sebelumnya juga menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban, termasuk kebutuhan keluarga korban selama mendampingi proses perawatan di Banda Aceh.

    Namun, di balik komitmen tersebut, publik juga menaruh harapan agar investigasi terhadap penyebab ledakan dilakukan secara menyeluruh, independen, dan transparan.

    Pengungkapan penyebab pasti insiden dinilai penting bukan hanya sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para korban dan keluarga, tetapi juga untuk mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian yang menyebabkan tragedi tersebut.

    Hasil investigasi yang terbuka kepada publik diharapkan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran, perawatan armada, serta pengawasan operasional kapal, sehingga tragedi serupa tidak kembali terjadi dan tidak menambah daftar korban di masa mendatang.

    Sistem Tiket Online Kapal ASDP Carut-Marut, DPRK Sabang Desak Gubernur Aceh Turun Tangan
    KMP Aceh Hebat 2 Foto: acehtoday.id/Elza
  • Sabang Diterjang Longsor! Bangunan Hancur dan Warga Dievakuasi

    acehtoday.id/ | Sabang – Sabang diterjang longsor akibat hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Aceh pada Jumat (26/6/2026) sore memicu bencana longsor di sejumlah titik, laporan sementara yang dihimpun menyebutkan, salah satu daerah terdampak paling parah adalah Kota Sabang.

    Sejumlah foto yang diterima acehtoday.id/ dari berbagai sumber, termasuk dokumentasi yang diteruskan oleh relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), memperlihatkan dampak longsor yang cukup serius.

    Dalam foto-foto tersebut terlihat sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah setelah diterjang material longsor di kawasan Kota Atas, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.

     

    Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Aceh pada Jumat (26/6/2026) sore memicu bencana longsor di sejumlah titik : Foto RAPI

    Material tanah dan bebatuan tampak menimbun sebagian bangunan serta akses jalan di lokasi kejadian.

    Hingga Jumat malam, belum ada keterangan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait mengenai jumlah titik longsor, korban, maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

    Hingga berita ini diturunkan, acehtoday.id/ masih terus menghimpun informasi dari jurnalis yang bertugas di lapangan maupun pihak terkait.

    Proses peliputan dan konfirmasi terkendala cuaca yang masih diguyur hujan lebat, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih memprioritaskan evakuasi serta upaya penyelamatan warga di lokasi terdampak longsor.

  • Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 583: Mohan Menangis

    Seputar Aceh – Dalam episode terbaru Asmara Gen Z, Mohan sedang menghadapi masa sulit yang membuatnya merasa tertekan. Sementara itu, Blade menemukan petunjuk yang mengarah pada sebuah rahasia besar.

    Sebagaimana dilaporkan oleh Tabloidbintang.com, episode ini dimulai dengan percakapan antara Ares dan Danuel melalui sambungan telepon. Danuel memberikan tugas kepada Ares untuk terus mengawasi seseorang yang dianggap dapat menggagalkan rencana besar mereka. Ares menyanggupi permintaan tersebut dan berjanji untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana.

    Dukungan Emosional Mohan dari Raisa

    Di lokasi lain, Mohan berbincang dengan Raisa di taman depan rumah sakit. Ia mengaku hidupnya selama ini diawasi oleh sang ayah dan merasa takut mengecewakan keluarganya jika kenyataan terungkap. Melihat kondisi Mohan yang terpuruk, Raisa berusaha menenangkan dan memeluknya. Ia meyakinkan Mohan bahwa keluarganya tidak sedang mencari sosok anak yang sempurna, melainkan hanya ingin menerima dirinya apa adanya. Ucapan ini membuat Mohan sedikit lebih tenang setelah sebelumnya tak mampu menahan air mata.

    Di sisi lain, Harry bersiap untuk meninggalkan kontrakan dengan sebuah ransel di punggungnya. Aqeela dan Tante Rita, yang membawa koper, mengucapkan terima kasih kepada Harry karena telah memberikan tempat tinggal dan membantu mereka selama ini. Momen perpisahan itu berlangsung penuh haru.

    Petunjuk yang Ditemukan Blade

    Sementara itu, Cassandra sedang duduk sendirian di taman ketika Blade menghampirinya. Blade menanyakan apakah pernah terjadi perpindahan arsip dalam lima tahun terakhir. Cassandra memastikan tidak pernah ada perubahan data, yang membuat Blade terkejut. Ia mulai menyadari dugaan Axel selama ini mungkin benar.

    Blade semakin yakin ada seseorang yang sengaja mengarahkan Axel menuju tujuan tertentu. Sehingga, misteri yang selama ini tersembunyi perlahan mulai terungkap. Episode kali ini ditutup dengan pertanyaan, akankah Blade berhasil mengungkap dalang di balik semua kejadian? Dan mampukah Mohan menghadapi kenyataan yang selama ini menghantuinya?

    Kesimpulan Episode 583

    Kelanjutan kisah Asmara Gen Z semakin menegangkan dan patut disaksikan. Penonton dapat menyaksikan bagaimana Mohan dan Blade menghadapi tantangan yang ada di depan mereka. Sumber situasi emosional dan petunjuk yang ditemukan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar acara ini.

  • Jadwal Pengumuman SPMB SMA/SMK Sumut 2026 Tahap 2 Penting

    Seputar Aceh – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA/SMK di Sumatera Utara memasuki tahap pengumuman. Tahap ini akan menentukan kelulusan calon murid baru yang mendaftar pada tahun ajaran 2026.

    Sebagaimana dilaporkan oleh detikcom, jadwal pengumuman SPMB SMA/SMK Sumut 2026 Tahap 2 dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026. Sebelumnya, proses pendaftaran dan validasi telah dilakukan dalam dua tahap.

    Pendaftaran SPMB Tahap II untuk jenjang SMA, khususnya di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII hingga XIV (Jalur Prestasi SMA), berlangsung dari 10 hingga 16 Juni 2026. Selanjutnya, masa validasi dan sanggah dilaksanakan dari 10 hingga 17 Juni 2026.

    Untuk Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I hingga VI, pendaftaran SPMB Tahap II dijadwalkan dari 18 hingga 24 Juni 2026, dengan masa validasi dan sanggah dari 18 hingga 25 Juni 2026. Pengumuman hasil SPMB untuk jenjang SMA akan dilaksanakan pada 26 Juni 2026.

    Jadwal Pengumuman SPMB SMK Sumut 2026

    Pendaftaran SPMB Tahap II untuk jenjang SMK juga mengikuti jadwal yang sama dengan SMA. Pendaftaran untuk Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII hingga XIV (Jalur Prestasi SMK) berlangsung dari 10 hingga 16 Juni 2026.

    Validasi dan masa sanggah untuk SMK dilakukan dari 10 hingga 17 Juni 2026, sedangkan untuk Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I hingga VI, pendaftaran berlangsung dari 18 hingga 24 Juni 2026, dengan validasi dan masa sanggah hingga 25 Juni 2026. Pengumuman hasil SPMB Tahap II jenjang SMK juga akan dilakukan pada 26 Juni 2026.

    Proses daftar ulang calon murid baru tidak dipungut biaya. Pendaftaran ulang dilakukan setelah tahapan SPMB selesai.

    Calon murid yang dinyatakan lulus harus melakukan pendaftaran ulang di sekolah yang dituju, serta mengikuti pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan terhadap tato dan tindik. Seluruh dokumen asli dan fotokopi harus dibawa sesuai jalur yang dipilih saat mendaftar.