acehtoday.id/ | Banda Aceh — Dua taruna muda Politeknik Pelayaran meregang nyawa, 13 korban lainnya masih dalam pemulihan namun penyebab pasti ledakan KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, hingga kini belum juga diumumkan secara resmi. Sudah genap dua pekan insiden itu berlalu, hasil investigasi masih ditunggu publik.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh memastikan proses penyelidikan masih terus berlangsung. General Manager ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, menyebut investigasi dijalankan secara menyeluruh oleh tim yang berwenang dan pihaknya memilih bersabar menunggu kesimpulan resmi.
“Terkait perkembangan investigasi kejadian di KMP Aceh Hebat 2, saat ini proses investigasi masih berlangsung dan dilakukan secara menyeluruh oleh tim yang berwenang,” kata Andri kepada acehtoday.id/, Sabtu (27/6/2026).
Andri menegaskan ASDP tidak akan mendahului hasil penyelidikan dengan pernyataan spekulatif. Baginya, informasi yang keluar ke publik harus berpijak pada fakta yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan asumsi sepihak.
“Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum ada hasil resmi dari pihak yang berwenang,” tegasnya.
Meski menunggu, ASDP tidak tinggal diam. Andri menyebut perusahaan berkomitmen mendukung penuh jalannya investigasi dan akan segera melakukan evaluasi internal begitu hasil resmi diterbitkan.
Sementara itu, perhatian utama saat ini diarahkan pada pendampingan korban dan keluarga yang terdampak, tanpa mengabaikan keberlangsungan layanan penyeberangan.
“Fokus kami tetap pada pendampingan pihak terdampak, memastikan pemulihan berjalan baik, serta menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap aman dan optimal,” pungkasnya.
Insiden bermula pada Jumat, 12 Juni 2026. Saat itu, 14 taruna Politeknik Pelayaran bersama seorang Kepala Kamar Mesin (KKM) tengah menjalani praktik kerja di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 yang sedang bersandar.
Ledakan tiba-tiba mengakibatkan 15 orang menderita luka bakar serius dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.
Dari belasan korban itu, dua taruna berusia 19 tahun tidak berhasil bertahan. Fahri Herdi Eko, asal Medan, Sumatera Utara, meninggal dunia pada 21 Juni 2026. Empat hari berselang, Muhammad Bilal Ramzi, warga Sabang, juga menghembuskan napas terakhirnya pada 25 Juni 2026. Keduanya pergi dalam usia yang masih sangat muda, saat sedang mengejar cita-cita di dunia pelayaran.
Seputar Aceh – Persija Jakarta kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun skuad yang kompetitif untuk menghadapi musim 2026-2027. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu resmi mengumumkan perekrutan Victor Dethan, yang akan menjadi bagian dari tim selama dua musim ke depan.
Kehadiran pemain kelahiran Kupang, 11 Juli 2004, tersebut menambah kedalaman skuad Persija, khususnya di sektor sayap. Di usia yang masih 21 tahun, Dethan dinilai memiliki prospek cerah untuk berkembang menjadi salah satu pemain andalan klub ibu kota.
Perekrutan Victor Dethan oleh Persija Jakarta
Keputusan Persija merekrut Dethan bukan tanpa alasan. Penampilannya dalam beberapa musim terakhir menunjukkan grafik yang terus meningkat dan memperlihatkan konsistensi sebagai pemain muda yang mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.
Pada Super League musim 2025-2026, Dethan tampil dalam 24 pertandingan. Dari jumlah laga tersebut, ia sukses menyumbangkan dua gol serta dua assist yang berkontribusi bagi timnya sepanjang musim.
Analisis Performa dan Potensi Dethan
Performa itu menjadi kelanjutan dari musim sebelumnya ketika ia mencatatkan 25 penampilan. Saat itu, Dethan mampu mengoleksi tiga gol dan tiga assist. Selain tampil impresif di kompetisi domestik, Dethan juga telah merasakan atmosfer persaingan di level Asia.
Pengalaman bermain di Kualifikasi AFC Champions League, AFC Cup, hingga ASEAN Club Championship menjadi modal penting yang membuat kematangannya terus berkembang. Jam terbang internasional tersebut menjadi nilai tambah bagi Persija.
Harapan dan Target Persija Jakarta
Klub berharap pengalaman itu akan membantu sang pemain lebih cepat beradaptasi dengan tuntutan bermain di klub yang memiliki target juara setiap musim. Karier Dethan bersama Timnas Indonesia juga terbilang lengkap untuk pemain seusianya.
Ia pernah membela Timnas Indonesia kelompok umur U-16, U-20, hingga U-23 dan menjadi bagian dari skuad Garuda Muda di ajang ASEAN U-23 Championship 2025. Pengalaman mengenakan seragam Merah Putih menjadi bukti bahwa kualitasnya telah mendapat perhatian sejak usia muda.
Situasi itu membuat Persija yakin sang pemain masih memiliki ruang besar untuk berkembang di masa depan. Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menilai perekrutan Dethan merupakan investasi jangka panjang klub. Ia optimistis sang pemain mampu berkembang lebih pesat bersama Macan Kemayoran.
acehtoday.id/ | Banda Aceh — Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh mencatatkan sejarah hukum baru dengan menjatuhkan pidana kerja sosial selama 100 jam kepada seorang ayah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti menelantarkan anak kandungnya selama bertahun-tahun. Ini merupakan penerapan pertama pidana kerja sosial di PN Banda Aceh sejak KUHP Nasional resmi diberlakukan.
Putusan itu dibacakan Majelis Hakim yang diketuai Fauzi, didampingi hakim anggota Said Hamrizal Zulfi dan Annisa Sitawati, dalam perkara Nomor 34/Pid.Sus/2026/PN Bna. Majelis menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 76B juncto Pasal 77B UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Humas PN Banda Aceh, Jamaluddin, menjelaskan bahwa majelis awalnya menjatuhkan pidana penjara empat bulan, namun berdasarkan KUHP baru, hukuman itu dikonversi menjadi pidana kerja sosial. Pelaksanaannya akan berlangsung di Masjid Jami Al Hidayah, Gampong Peurada, di bawah pengawasan Jaksa Penuntut Umum.
Fakta persidangan mengungkap, terdakwa tidak pernah menafkahi, membiayai pendidikan, maupun merawat anaknya sejak perceraian pada 2014. Ironisnya, sejak 2019 ia telah berstatus ASN dengan penghasilan tetap. Akibat penelantaran itu, anak dan ibunya kerap berpindah tempat tinggal serta mengalami kesulitan ekonomi. Hasil pemeriksaan psikologis bahkan menunjukkan sang anak mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang mengganggu tumbuh kembangnya.
Sejumlah faktor meringankan menjadi pertimbangan majelis, di antaranya terdakwa mengakui kesalahannya, berdamai dengan keluarga korban, menyerahkan uang pemulihan Rp70 juta, serta berkomitmen memberi nafkah bulanan dan membiayai pendidikan anak ke depan.
Jamaluddin menegaskan, pidana kerja sosial bukan berarti bebas hukuman. “Terdakwa tetap dinyatakan bersalah. Pidana ini bertujuan memberi efek jera sekaligus mendorong pelaku memperbaiki perilakunya,” ujarnya,
Putusan ini dinilai mencerminkan semangat KUHP Nasional yang mengutamakan pemulihan hubungan keluarga dan perlindungan kepentingan terbaik anak, bukan sekadar penghukuman semata.**
Aceh bukan sekadar ujung Indonesia, posisi strategisnya di Samudra Hindia, kedekatan dengan Andaman, dan potensi migas menjadikannya calon gerbang ekonomi Asia yang belum dioptimalkan.
Perubahan peta geopolitik dunia sedang berlangsung. Persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok, bangkitnya India sebagai kekuatan ekonomi baru, serta bergesernya pusat pertumbuhan ekonomi ke kawasan Indo-Pasifik menjadikan Samudra Hindia kembali menjadi kawasan yang sangat strategis.
Di tengah dinamika tersebut, Aceh memiliki posisi yang sangat menguntungkan. Namun sayangnya, keunggulan geografis itu tidak sepenuhnya diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi maupun politik pembangunan.
Selama ini Aceh lebih sering dipandang sebagai daerah paling ujung Indonesia. Padahal, jika dilihat dari perspektif geopolitik dan ekonomi kawasan, Aceh justru merupakan pintu terdepan Indonesia yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Letaknya yang berdekatan dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar milik India menjadi salah satu keunggulan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Kedekatan geografis tersebut seharusnya membuka ruang kerja sama yang lebih luas, mulai dari perdagangan, pelayaran, pendidikan, pariwisata hingga pengembangan ekonomi maritim. Apalagi India kini tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dengan kebutuhan energi yang terus meningkat. Kondisi ini dapat menjadi peluang bagi Aceh untuk mengambil peran sebagai simpul distribusi energi dan perdagangan di kawasan barat Indonesia.
Potensi Migas Andaman dan Pelajaran dari Era Arun
Potensi tersebut semakin besar ketika dikaitkan dengan sumber daya migas yang dimiliki Aceh. Sejarah membuktikan bahwa Arun pernah menjadi salah satu pusat produksi LNG terbesar di dunia dan memberikan kontribusi penting bagi perekonomian nasional. Kini, berbagai temuan cadangan migas baru di perairan Aceh kembali membuka harapan agar sektor energi dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemprov Aceh menginginkan agar migas dari Andaman diolah di KEK Arun
Akan tetapi, pengalaman masa lalu mengajarkan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak otomatis menghadirkan kesejahteraan. Dimana daerah kaya migas justru menghadapi persoalan ketimpangan sosial, ketergantungan ekonomi, bahkan kerusakan lingkungan. Karena itu, pengelolaan migas Aceh tidak boleh lagi hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi industri, penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah lingkungan hidup. Aceh memiliki modal ekologis yang luar biasa. Hutan Leuser, kawasan pesisir, terumbu karang, hingga perairan Samudra Hindia merupakan aset yang tidak ternilai. Jika pembangunan industri energi dilakukan tanpa perencanaan yang matang, maka risiko kerusakan lingkungan akan menjadi harga yang sangat mahal.
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Aceh semakin sering menghadapi banjir, longsor, abrasi pantai, serta perubahan pola cuaca yang berdampak terhadap sektor pertanian dan perikanan.
Sebagian memang dipengaruhi oleh perubahan iklim global, tetapi tidak sedikit yang berkaitan dengan lemahnya tata kelola lingkungan. Karena itu, agenda pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga daya dukung lingkungan. Investasi yang masuk harus memenuhi prinsip keberlanjutan, bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi jangka pendek.
Di sisi lain, tantangan terbesar Aceh bukan hanya soal sumber daya alam, melainkan kualitas sumber daya manusianya. Di era persaingan global, kekuatan suatu daerah tidak lagi hanya ditentukan oleh cadangan migas atau letak geografis, tetapi oleh kemampuan masyarakatnya menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan jejaring internasional.
Firdaus Mirza Dosen Sosiologi FISIP USK
Karena itu, Pemerintah Aceh perlu melahirkan generasi muda dengan menjadikan pengembangan SDM sebagai prioritas utama. Perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah harus membangun kolaborasi untuk melahirkan tenaga profesional di bidang energi, logistik, ekonomi maritim, diplomasi, teknologi digital, hingga kecerdasan buatan. Tanpa SDM yang siap, Aceh hanya akan menjadi penonton ketika investasi besar mulai berdatangan.
Di sinilah pentingnya diplomasi ekonomi. Memang, hubungan luar negeri merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun Aceh memiliki ruang untuk membangun kerja sama ekonomi, pendidikan, perdagangan, investasi, dan kebudayaan melalui mekanisme yang diatur dalam kerangka otonomi khusus dan koordinasi dengan pemerintah pusat.
Diplomasi daerah harus diarahkan untuk membuka pasar baru, menarik investasi berkualitas, dan memperluas jejaring kerja sama dengan kawasan Samudra Hindia, terutama India, negara-negara Teluk, dan Asia Selatan.
Dalam perspektif sosiologi kritis, pembangunan tidak pernah berdiri di ruang yang netral. Di balik investasi selalu terdapat kepentingan politik, relasi kekuasaan, dan perebutan pengaruh ekonomi. Oleh sebab itu, negara tidak hanya berperan sebagai pemberi izin, tetapi harus menjadi pelindung kepentingan publik. Pengelolaan migas harus memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat Aceh, bukan hanya menguntungkan segelintir pihak atau investor.
Perubahan lanskap ekonomi Asia merupakan peluang yang tidak datang setiap saat. Ketika India terus tumbuh, jalur perdagangan bergeser ke Samudra Hindia, dan kebutuhan energi kawasan meningkat, Aceh memiliki kesempatan untuk tampil sebagai gerbang ekonomi Indonesia di bagian barat. Namun peluang itu tidak akan berarti apabila tidak disertai visi pembangunan yang jelas, tata kelola yang baik, penguatan sumber daya manusia, serta keberanian membangun diplomasi ekonomi yang lebih progresif.
Sudah waktunya Aceh berhenti melihat dirinya sebagai daerah pinggiran. Sebaliknya, Aceh harus mulai menempatkan dirinya sebagai simpul strategis yang menghubungkan Indonesia dengan Asia Selatan dan kawasan Samudra Hindia.
Dengan posisi geografis yang dimiliki, kekayaan migas yang kembali menjanjikan, serta modal sosial dan budaya yang kuat, Aceh memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Tantangannya bukan lagi apakah peluang itu ada, tetapi apakah kita memiliki visi dan keberanian untuk memanfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan lingkungan dan masa depan generasi berikutnya.
acehtoday.id/ | Banda Aceh — Langkah konkret Aceh menuju transisi energi bersih mulai menggelinding. Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menggelar pertemuan strategis bersama perwakilan PLN Pusat, PLN Aceh, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh guna menjajaki peluang pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Aceh.
Forum tersebut berlangsung di salah satu warkop kawasan Cikini, Jakarta, pada Jumat (26/6/2026). Pertemuan ini menjadi titik awal penjajakan kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan potensi energi surya yang dimiliki Aceh.
Dalam diskusi, seluruh peserta sepakat bahwa Aceh memiliki keunggulan kompetitif untuk mengembangkan PLTS skala besar.
Intensitas sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun, ditambah ketersediaan lahan di berbagai wilayah, menjadi modal utama yang mendukung posisi Aceh sebagai calon pusat energi terbarukan di Indonesia.
Sekda M. Nasir menegaskan, Pemerintah Aceh membuka pintu selebar-lebarnya bagi kerja sama dengan pemerintah pusat, BUMN, maupun investor swasta.
Menurutnya, pengembangan PLTS bukan semata soal ketersediaan listrik ramah lingkungan, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Potensi energi surya yang dimiliki Aceh perlu dikelola secara optimal melalui sinergi seluruh pihak. Pemerintah Aceh menyambut baik setiap inisiatif yang dapat mempercepat pemanfaatan energi bersih sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata M. Nasir.
Selain potensi investasi, pertemuan tersebut turut mengkaji langkah-langkah teknis yang diperlukan agar proyek PLTS di Aceh bisa segera terealisasi.
Kolaborasi antar-sektor dinilai menjadi kunci percepatan implementasi proyek energi hijau yang memberikan dampak nyata bagi warga.
Pemerintah Aceh berharap pertemuan di Jakarta ini bukan sekadar forum wacana, melainkan awal dari kerja sama yang lebih konkret.
Dengan sinergi yang solid, PLTS Aceh diharapkan tidak hanya mendukung target transisi energi nasional menuju energi rendah karbon, tetapi juga memperkuat posisi Aceh sebagai pemain penting dalam peta energi hijau Indonesia.**
acehtoday.id/ | Banda Aceh – Pelantikan IKAMAS dan HAMAS Banda Aceh menjadi momentum memperkuat sinergi antara masyarakat, mahasiswa, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE., M.Sos., pada Jumat (26/6/2026) malam.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur anggota DPRA Daerah Pemilihan (Dapil) 9, anggota DPRK Aceh Selatan, jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Wali Kota Banda Aceh, akademisi, tokoh masyarakat, serta keluarga besar IKAMAS dan HAMAS.
Dalam sambutannya, Mirwan mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus baru sekaligus mengingatkan bahwa kepengurusan organisasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, keberadaan IKAMAS dan HAMAS memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mendorong kemajuan Aceh Selatan. Ia menilai pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk putra-putri Aceh Selatan yang sedang menempuh pendidikan maupun berkiprah di luar daerah.
Bupati juga menegaskan bahwa ide, gagasan, dan inovasi dari masyarakat Aceh Selatan di perantauan merupakan modal berharga untuk mempercepat pembangunan Tanoh Pala di berbagai sektor.
Karena itu, ia mengajak pengurus IKAMAS dan HAMAS terus berkontribusi dengan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, menjaga nama baik Aceh Selatan melalui prestasi, sekaligus mempererat solidaritas masyarakat Aceh Selatan yang berada di Banda Aceh maupun daerah lainnya.
Khusus kepada HAMAS, Mirwan berharap organisasi mahasiswa tersebut mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus laboratorium kepemimpinan yang melahirkan calon pemimpin Aceh Selatan di masa mendatang.
Di akhir sambutannya, Mirwan turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus IKAMAS dan HAMAS periode sebelumnya atas dedikasi mereka menjaga silaturahmi serta kekompakan masyarakat Aceh Selatan. Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan estafet organisasi dengan semangat pengabdian, kebersamaan, dan inovasi.
“Jadikan organisasi ini sebagai ladang ibadah, tempat menempa diri, serta ruang untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan Aceh Selatan,” tutupnya.**
Seputar Aceh – Tim nasional Inggris tidak hanya mengincar tiga poin saat melawan Panama, tetapi juga berusaha membangkitkan kembali momentum untuk melaju jauh di Piala Dunia 2026. Laga ini akan berlangsung di Stadion New York, Amerika Serikat, pada Minggu (28/6/2026) dini hari WIB.
Sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.id, Inggris menghadapi tantangan setelah hasil imbang 0-0 melawan Ghana. Sebelumnya, Inggris tampil mengesankan dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia, finalis Piala Dunia 2018. Kemenangan tersebut membangkitkan mimpi meraih trofi kedua setelah enam dekade. Namun, hasil melawan Ghana menunjukkan bahwa tim asuhan Thomas Tuchel masih harus meningkatkan performa mereka.
Diskusi Utama: Persiapan Inggris Menghadapi Panama
Inggris kini berada di puncak klasemen Grup L dengan empat poin, sama dengan Ghana di posisi kedua. Kemenangan atas Panama tidak hanya penting untuk mengunci status juara grup, tetapi juga untuk membangkitkan kembali kepercayaan diri tim setelah hasil mengecewakan melawan Ghana. Harry Kane, kapten tim, menyatakan bahwa ada bagian-bagian yang baik dalam permainan melawan Ghana, tetapi mereka juga memiliki banyak hal yang bisa diperbaiki.
Declan Rice, gelandang Arsenal, juga menegaskan bahwa tim tidak panik menjelang pertandingan melawan Panama. Ia menyebutkan bahwa peluang untuk memuncaki grup masih sangat besar. Kinerja melawan Panama sangat krusial, tidak hanya untuk mendapatkan tiga poin, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa Inggris mampu bersaing di level tertinggi di Piala Dunia 2026.
Analisis Performa Tim dan Harapan ke Depan
Inggris di atas kertas memiliki keunggulan atas Panama. Peringkat FIFA mencatat bahwa Inggris saat ini berada di posisi keempat, sedangkan Panama berada di peringkat ke-34. Keunggulan ini seharusnya memberikan keyakinan bagi skuad Inggris untuk tampil lebih baik dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Kesulitan Inggris dalam mencetak gol melawan Ghana mencerminkan tantangan yang lebih besar yang mungkin mereka hadapi di masa depan. Tim ini, meskipun dihuni oleh pemain-pemain berbakat, sering kali terjebak dalam tekanan di turnamen besar. Oleh karena itu, pertandingan melawan Panama menjadi ajang penting untuk menguji ketahanan mental dan kemampuan adaptasi tim.
Pentingnya Kemenangan bagi Inggris
Kemenangan melawan Panama bukan hanya sekadar meraih tiga poin, tetapi juga untuk mengembalikan kepercayaan diri yang sempat hilang. Dengan performa yang lebih baik, Inggris berharap dapat melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan lebih mantap. Para pemain dan pelatih harus fokus untuk mengatasi masalah yang ada dan memanfaatkan kekuatan tim untuk mencapai tujuan besar mereka.
Dengan segala persiapan yang matang, Inggris berharap bisa tampil maksimal dan memenuhi harapan para pendukungnya. Pertandingan ini merupakan kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi dan meraih kesuksesan di Piala Dunia 2026.
acehtoday.id/ | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Aceh menyatakan persiapan pelantikan kepengurusan baru telah mencapai sekitar 80 persen.
Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 12 Juli 2026 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh.
Ketua Harian DPD Partai Golkar Aceh yang juga Ketua Panitia Pelaksana, Khalid, mengatakan seluruh panitia terus mematangkan berbagai kebutuhan teknis agar rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Pelantikan direncanakan pada 10 sampai 12 Juli. Kesiapan panitia saat ini sudah sekitar 80 persen,” kata Khalid kepada acehtoday.id/, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, panitia juga merencanakan kehadiran Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam prosesi pelantikan kepengurusan DPD Partai Golkar Aceh.
“Ketua Umum Bahlil direncanakan hadir,” ujarnya singkat.
Tidak hanya prosesi pelantikan, kegiatan tersebut juga akan dirangkai dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Bimbingan Teknis (Bimtek).
Kedua agenda itu disiapkan sebagai bagian dari upaya konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat kapasitas kader Partai Golkar di Aceh.
Meski persiapan pelaksanaan hampir rampung, Khalid mengaku pihaknya belum dapat mengumumkan susunan lengkap kepengurusan yang akan dilantik.
Hal itu karena Surat Keputusan (SK) kepengurusan hingga kini belum diterima panitia.
“Untuk susunan pengurus belum bisa kami sampaikan karena SK-nya belum ada,” katanya.
Panitia berharap seluruh rangkaian pelantikan, Rakerda, dan Bimtek dapat terlaksana sesuai rencana serta menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal Partai Golkar Aceh dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.**
Seputar Aceh – Mahmoud Saber, pemain sepak bola Mesir, kini mulai mencuri perhatian publik. Sebagai gelandang serang, ia berhasil menunjukkan performa yang mengesankan, terutama di Piala Dunia 2026.
Sebagaimana dilaporkan oleh mediata.id, Mahmoud Saber Abdelmohsen lahir pada 30 Juli 2001 dan saat ini berusia 24 tahun. Pemain ini kini berstatus pinjaman di ZED FC dari Pyramids FC. Dengan nilai pasar sebesar €1,50 juta, ia berhasil mencetak gol pembuka dalam laga Mesir melawan Iran yang berakhir imbang 1-1 pada 27 Juni 2026.
Performa Mengesankan di Klub dan Internasional
Mahmoud Saber telah menunjukkan performa yang solid sepanjang musim 2025/2026. Di Egyptian Premier League, ia adalah salah satu pemain kunci ZED FC dengan catatan 26 penampilan, 5 gol, dan 6 assist. Rata-rata ratingnya mencapai 7,2, menempatkannya di antara pemain terbaik tim.
Di level internasional, Saber juga menjadi bagian penting dari tim nasional Mesir. Ia pernah bermain di tim U-20 dan U-23 sebelum akhirnya dipanggil ke tim senior. Prestasinya termasuk meraih posisi runner-up di Africa Cup of Nations U-23 dan berpartisipasi di Olimpiade Paris 2024.
Dampak Munculnya Bintang Baru di Sepak Bola Mesir
Dengan kemampuan dan kontribusinya, Mahmoud Saber diharapkan dapat menggantikan peran Mohamed Salah di lini tengah. Saber dikenal karena visinya yang baik dan kemampuan mencetak gol, menjadikannya sebagai salah satu talenta terbaik dari Mesir saat ini.
Mahmud Saber juga diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi tim nasional Mesir. Dengan bakatnya, ia berpotensi menjadi bintang besar dan berkontribusi pada kesuksesan tim di masa depan.
Kesimpulan tentang Potensi Masa Depan Mahmoud Saber
Mahmoud Saber adalah sosok yang patut diperhatikan di kancah sepak bola internasional. Dengan performa yang terus meningkat dan nilai pasar yang semakin menjanjikan, ia berpotensi menjadi salah satu pemain terpenting Mesir di masa mendatang. Keberhasilannya di Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa ia siap mengambil peran yang lebih besar dalam tim nasional.
acehtoday.id/ | Simeulue – Aktivitas pelayaran kapal feri pada lintasan Pulau Simeulue–Calang, Aceh Jaya, serta Pulau Simeulue–Kuala Bubon, Meulaboh, Aceh Barat, untuk sementara dihentikan menyusul pekerjaan perbaikan di dua pelabuhan tujuan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, Renil Muriansyah Putra, mengatakan penghentian sementara dilakukan karena Pelabuhan Calang dan Pelabuhan Kuala Bubon Meulaboh tengah menjalani proses perbaikan guna mendukung keselamatan operasional pelayaran.
“Iya benar, untuk sementara dihentikan pelayaran rute lintasan Pulau Simeulue, Calang dan Meulaboh. Karena kedua pelabuhan Calang dan Meulaboh sedang dalam perbaikan,” kata Renil kepada acehtoday.id/, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, layanan kapal feri pada lintasan Simeulue–Kuala Bubon Meulaboh telah dihentikan sejak 12 Juni 2026 dan direncanakan kembali beroperasi pada 7 Juli 2026, apabila proses perbaikan selesai sesuai jadwal.
Sementara itu, penghentian pelayaran pada lintasan Simeulue–Calang akan berlangsung selama satu bulan, yakni mulai 1 hingga 30 Juli 2026.
Meski dua lintasan tersebut ditutup sementara, masyarakat masih dapat menggunakan jalur penyeberangan lain yang tetap beroperasi, yakni Simeulue–Labuhan Haji, Aceh Selatan, serta rute Simeulue–Singkil dan Pulau Banyak. Layanan pada lintasan tersebut dilayani oleh KMP Aceh Hebat 1 dan KMP Aceh Hebat 3.
Renil mengimbau masyarakat, khususnya calon penumpang, agar tidak panik karena penghentian layanan dilakukan demi mendukung proses perbaikan pelabuhan yang berorientasi pada keselamatan pelayaran.
Di sisi lain, warga Simeulue berharap pemerintah bersama ASDP tetap mengoptimalkan pelayanan pada rute yang masih beroperasi agar distribusi penumpang dan barang menuju Pulau Simeulue tidak terganggu.
“Pemerintah dan ASDP jangan sampai lost kontrol, harus pastikan terlayani arus penumpang dan barang. Utamakan hak-hak penumpang, sebab bila lengah akan berpengaruh terhadap kondisi di Pulau Simeulue,” ujar Amran Jusmar (56), warga Sinabang.