Bulan: Juni 2026

  • Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan Lapak Thrifting

    Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan Lapak Thrifting

    Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keberadaan lapak atau kios dadakan yang menjual pakaian bekas (thrifting) di kawasan Jalan Tgk. Hasan Krueng Kale, Gampong Peunayong. Lapak tersebut dikeluhkan warga karena beroperasi tepat di depan rumah dan dinilai mengganggu ketertiban umum serta kenyamanan lingkungan sekitar, Selasa (23/6/2026).

    Laporan itu disampaikan oleh salah seorang warga yang berdomisili di kawasan tersebut. Warga mengaku merasa terganggu dengan aktivitas perdagangan yang dilakukan tanpa izin di depan rumahnya. Sebelum melapor kepada petugas, pemilik rumah disebut telah berupaya menegur pedagang secara baik-baik agar memindahkan lapaknya ke lokasi yang lebih sesuai.

    Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Pedagang yang bersangkutan disebut tidak mengindahkan teguran dan tetap menjalankan aktivitas usahanya di lokasi tersebut. Kondisi itu kemudian mendorong warga untuk meminta bantuan pemerintah melalui Satpol PP-WH Banda Aceh.

    Menanggapi laporan tersebut, personel Satpol PP-WH Banda Aceh langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta memberikan teguran kepada pemilik lapak. Petugas juga memberikan edukasi terkait penggunaan ruang publik dan pentingnya menjaga ketertiban umum di lingkungan permukiman warga.

    Kepala Satpol PP-WH Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengatakan tindakan yang dilakukan petugas merupakan bentuk respons atas keluhan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas usaha yang tidak pada tempatnya.

    “Menindaklanjuti laporan warga terkait adanya aktivitas dagangan di depan rumah warga dan sangat mengganggu ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan teguran secara lisan, humanis namun terukur. Diharapkan kepada pemilik usaha agar segera memindahkan dagangannya,” ujar Rizal.

    Menurut Rizal, penggunaan ruang di depan rumah warga untuk aktivitas perdagangan tanpa persetujuan pemilik maupun tanpa memperhatikan aspek ketertiban dapat menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat. Karena itu, pendekatan persuasif menjadi langkah awal yang ditempuh petugas untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

    Ia menambahkan, Satpol PP-WH Banda Aceh akan terus merespons setiap laporan masyarakat terkait gangguan ketertiban umum. Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan ruang publik sesuai aturan yang berlaku serta menghormati hak-hak

  • Terkait KMP Aceh Hebat 2, Dishub Aceh Minta ASDP Tak Sekadar Penuhi Administrasi

    acehtoday.id/ | Banda Aceh  – Tragedi ledakan mesin yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2 hingga menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar dan satu korban meninggal dunia menjadi peringatan keras bagi sektor transportasi laut di Aceh. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan tingginya ketergantungan pada transportasi penyeberangan, insiden ini memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan keselamatan kapal yang beroperasi di perairan Aceh.

    Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh meminta PT ASDP Indonesia Ferry selaku operator kapal Aceh Hebat 2 untuk memperketat pengawasan dan memastikan seluruh standar keselamatan diterapkan secara maksimal di atas kapal.

    Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, melalui keterangan tertulis kepada SeputarAceh.id, Kamis (25/6/2026), menegaskan bahwa penguatan aspek keselamatan menjadi hal yang terus diingatkan kepada operator kapal, terutama menjelang periode libur yang biasanya diikuti lonjakan jumlah penumpang.

    “Dishub Aceh terus meminta PT ASDP Indonesia Ferry selaku operator untuk melakukan pengetatan pengawasan dan penerapan standar keselamatan di atas kapal,” kata Faisal.

    Menurutnya, imbauan tersebut bukan hanya dilakukan setelah insiden terjadi, melainkan telah menjadi agenda rutin setiap tahun. Namun, peristiwa yang menimpa KMP Aceh Hebat 2 menunjukkan bahwa aspek keselamatan pelayaran tetap menjadi perhatian serius yang tidak boleh dianggap selesai hanya karena kapal telah memenuhi prosedur administratif.

     

    Kadis Perhubungan Aceh, Teuku Faisal  (Foto: Dokumen Humas Dishub Aceh)
    Kadis Perhubungan Aceh, Teuku Faisal (Foto: Dokumen Humas Dishub Aceh)

    Faisal menjelaskan bahwa kewenangan teknis terkait keselamatan dan kelaiklautan kapal berada di tangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Malahayati yang merupakan unit kerja di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.

    Menurutnya, setiap kapal yang beroperasi wajib memperoleh Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang diterbitkan KSOP setelah memastikan seluruh persyaratan keselamatan dan kelaiklautan terpenuhi.

    “KSOP yang memastikan kelaiklautan kapal dan menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) setiap kali kapal akan berlayar atau beroperasi,” ujarnya.

    KMP Aceh Hebat 2 selama ini menjalani perawatan rutin

    Di tengah sorotan publik pasca-ledakan, Faisal juga menegaskan bahwa KMP Aceh Hebat 2 selama ini menjalani perawatan rutin sebagaimana diatur dalam regulasi pelayaran nasional.

    Ia menyebutkan bahwa kapal tersebut menjalani docking atau perawatan tahunan yang dilaksanakan oleh PT ASDP Indonesia Ferry di galangan kapal sebagai bagian dari kewajiban menjaga kelaiklautan armada.

    “Sesuai dengan regulasi keselamatan maritim dan menjaga kelaiklautan kapal, kapal telah dilakukan perawatan setiap tahunnya (docking tahunan) yang dilakukan oleh PT ASDP di galangan kapal,” jelasnya.

    Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh menyebut 13 korban luka bakar akibat diduga ledakan mesin kapal KMP Aceh Hebat 2 telah menjalani cito (darurat), sementara dua korban lainnya masih menunggu giliran operasi. 
    Tangkapan layar korban luka akibat ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 dirawat di IGD RSUDZA Banda Aceh, Jumat (12/6/2026). Foto: Video acehtoday.id/Elza

    Pelaksanaan docking tersebut, lanjut Faisal, merupakan kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Selama proses berlangsung, kapal juga menjalani inspeksi yang diawasi oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk memastikan seluruh aspek teknis memenuhi standar yang ditetapkan.

    “Docking merupakan hal yang wajib dilaksanakan setiap kapal sesuai UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Selama proses docking, kapal diinspeksi oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk memperpanjang dokumen kelayakan kapal,” pungkasnya.

    Meski demikian, insiden ledakan yang tetap terjadi pada kapal yang telah menjalani perawatan rutin menjadi catatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pelayaran. Publik kini menanti hasil investigasi yang dapat menjawab penyebab pasti kejadian tersebut, sekaligus memastikan langkah-langkah perbaikan agar tragedi serupa tidak kembali terulang di jalur penyeberangan yang menjadi urat nadi transportasi masyarakat Aceh.**

  • Hari Bhayangkara ke-80, Polres Bireuen Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga untuk Mengenang Jasa Pahlawan

    acehtoday.id/ | Bireuen – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Bireuen menggelar upacara ziarah nasional dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Glp Payong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Rabu (25/6/2026) pagi.

    Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Upacara ziarah dipimpin langsung oleh Kapolres Bireuen, AKBP Tuchad Cipta Herdi, S.I.K., M.Med.Kom., selaku Inspektur Upacara. Kegiatan itu turut dihadiri Wakapolres Bireuen, Kompol Mujibur Salim, S.E., para Pejabat Utama (PJU) Polres Bireuen, seluruh Kapolsek jajaran, personel Polwan, serta gabungan personel dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Polres Bireuen.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan, hingga prosesi tabur bunga sebagai simbol penghormatan atas jasa-jasa para pejuang bangsa.

    Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Semangat perjuangan itu terus menjadi inspirasi bagi seluruh insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan penuh integritas, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab

    Kasihumas Polres Bireuen, AKP M. Nasir, S.H., mengatakan, kegiatan ziarah dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum refleksi untuk menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan pengabdian kepada bangsa serta masyarakat.

    “Semangat para pahlawan harus menjadi teladan bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas sehari-hari. Melalui ziarah ini, setiap anggota diingatkan agar terus menjaga amanah, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta bekerja secara humanis, profesional, dan berintegritas,” ujarnya

    Ia menambahkan, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Polri agar semakin dekat dengan masyarakat serta terus meningkatkan kualitas pelayanan publik demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Bireuen.

    “Melalui penghormatan kepada para pahlawan, kita semua berharap semangat perjuangan tersebut terus hidup dan menjadi landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya

  • Kemenag Aceh Besar Salurkan Rp173,4 Juta untuk 578 Anak Yatim dan Difabel

    Kemenag Aceh Besar Salurkan Rp173,4 Juta untuk 578 Anak Yatim dan Difabel

    Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar menyalurkan santunan senilai Rp173,4 juta kepada 578 anak yatim dan penyandang disabilitas dalam rangka Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah, Kamis (25/6/2026).

    Kegiatan yang merupakan bagian dari program Peaceful Muharam Kementerian Agama RI itu dipusatkan di Kompleks MTsN 8 Aceh Besar, Cot Gue. Santunan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Aceh Besar, Yasmiadar.

    Sebanyak 578 penerima santunan terdiri atas 42 penyandang disabilitas dan 536 anak yatim, piatu, serta yatim piatu yang berasal dari madrasah negeri dan swasta di Aceh Besar, mulai jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

    Kepala Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, mengatakan santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas yang selama ini membutuhkan perhatian bersama.

    “Mereka adalah amanah bagi kita semua. Memberikan perhatian kepada mereka bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga ibadah yang memiliki nilai luar biasa di sisi Allah SWT,” kata Saifuddin.

    Ia menjelaskan, dana santunan sebesar Rp173,4 juta tersebut dihimpun dari sumbangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Aceh Besar. Donasi berasal dari guru madrasah, pegawai kantor Kemenag, pegawai Kantor Urusan Agama (KUA), hingga tenaga kependidikan di berbagai madrasah.

    Menurut Saifuddin, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dan kehadiran Kementerian Agama dalam membantu kelompok rentan di tengah masyarakat.

    Ia menilai momentum Muharram harus dimanfaatkan untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak-anak yatim serta penyandang disabilitas.

    “Bulan Muharram ini dikenal sebagai bulan yatim. Seperti yang disampaikan Menteri Agama, ini diharapkan menjadi tradisi baru bagi kita, memperingati 10 Muharram dengan membebaskan anak-anak yatim dari berbagai kesulitan hidup,” ujarnya.

    Program Peaceful Muharam 1448 Hijriah sendiri mengangkat berbagai isu sosial dan keagamaan yang dekat dengan masyarakat, mulai dari penguatan ketahanan keluarga, literasi keagamaan, kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas, pengembangan ekonomi umat, hingga gerakan peduli lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.

    Melalui kegiatan tersebut, Kemenag Aceh Besar berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh, sekaligus menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

  • Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan Tumpukan Kayu dan Material yang Gunakan Badan Jalan di Penyeurat

    Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan Tumpukan Kayu dan Material yang Gunakan Badan Jalan di Penyeurat

    Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh melakukan penertiban terhadap tumpukan kayu dan material milik usaha mebel bekas yang menggunakan badan jalan di kawasan Gampong Peunyeurat, Kecamatan Banda Raya. Penertiban dilakukan setelah adanya keluhan dari warga dan pengguna jalan yang merasa terganggu dengan kondisi tersebut.

    Keberadaan material yang diletakkan hingga memakan sebagian badan jalan dinilai dapat mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan pengguna jalan. Selain mempersempit akses lalu lintas, tumpukan barang tersebut juga berpotensi memicu kecelakaan, terutama pada saat arus kendaraan sedang ramai.

    Menindaklanjuti kondisi tersebut, personel Satpol PP-WH Banda Aceh turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengawasan dan memberikan teguran kepada pemilik usaha agar segera menata kembali barang dagangannya.

    Kepala Satpol PP-WH Banda Aceh, Muhammad Rizal, mengatakan penggunaan fasilitas umum untuk kepentingan usaha tidak diperbolehkan karena dapat mengganggu hak masyarakat dalam memanfaatkan ruang publik.

    “Petugas memberikan teguran kepada pemilik usaha yang menempatkan kayu dan material dagangannya hingga menggunakan badan jalan. Kami mengingatkan agar barang-barang tersebut segera dirapikan dan tidak lagi memanfaatkan fasilitas umum yang dapat mengganggu ketertiban serta keselamatan pengguna jalan,” ujar Rizal, Kamis (25/6/2026).

    Menurutnya, badan jalan merupakan fasilitas publik yang harus dijaga fungsinya agar dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh seluruh masyarakat. Karena itu, setiap aktivitas usaha harus memperhatikan aturan yang berlaku dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

    Muhammad Rizal menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan petugas dalam penertiban tersebut mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis. Pemilik usaha diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ketertiban umum sekaligus menghormati hak pengguna jalan lainnya.

    Ia menambahkan, Satpol PP-WH Banda Aceh akan terus melakukan patroli dan pengawasan secara rutin di berbagai wilayah kota. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas umum tidak disalahgunakan serta tetap dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya demi terciptanya lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

  • Pengumuman SPMB Sumsel 2026 Gelombang 2 Hari Ini, Cek Kelulusan!

    Seputar Aceh – Pengumuman hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sumsel gelombang kedua akan diumumkan hari ini, 25 Juni 2026. Peserta dapat mengecek hasilnya melalui portal SPMB Sumsel 2026.

    Sebagaimana dilaporkan oleh detikcom, pendaftaran gelombang kedua ini diperuntukkan bagi jalur prestasi melalui tes akademik. Pelaksanaan tes telah berlangsung pada tanggal 22-23 Juni 2026 di sekolah tujuan. Peserta yang mengikuti tes dapat mengetahui hasil seleksi melalui laman SPMB Online.

    Bila dinyatakan lulus, peserta wajib melanjutkan ke tahapan daftar ulang. Proses daftar ulang berlangsung selama empat hari dari tanggal 26 hingga 30 Juni 2026.

    Jadwal Pengumuman SPMB Sumsel 2026

    Berdasarkan jadwal resmi portal SPMB Online, pengumuman SPMB Sumsel berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 23.59 WIB. Hasil seleksi bisa dicek secara online melalui laman resminya. Adapun jadwal keseluruhan SPMB Sumsel adalah sebagai berikut:

    Pendaftaran Online: 15-19 Juni 2026
    Verifikasi Berkas di Sekolah: 15-20 Juni 2026
    Tes Akademik: 22-23 Juni 2026
    Pengumuman Hasil Seleksi: 25 Juni 2026
    Periode Daftar Ulang: 26-30 Juni 2026

    Cara Cek Hasil Seleksi SPMB Sumsel 2026

    Calon murid dapat memantau status kelulusan mereka secara mandiri melalui portal resmi. Berikut adalah langkah-langkahnya:

    Kunjungi laman resmi di https://sumsel.spmb.id/
    Pilih Gelombang Pendaftaran yang diikuti
    Pilih Jalur Pendaftaran sesuai saat mendaftar
    Klik pada bagian Hasil Seleksi di menu Info Pendaftaran
    Sistem akan menampilkan status apakah calon murid diterima atau tidak di sekolah tujuan.

    Apabila calon murid dinyatakan diterima, tahapan terakhir yang wajib diselesaikan adalah daftar ulang. Proses ini sangat penting agar kursi di sekolah tujuan tetap terjaga.

    Proses Daftar Ulang untuk SPMB Sumsel 2026

    Waktu Pelaksanaan: 26-30 Juni 2026
    Persyaratan Utama: Peserta wajib membawa tanda bukti cetak lapor diri yang telah diunduh dari aplikasi atau situs SPMB Online. Lokasi: Peserta melakukan proses ini sesuai dengan instruksi yang tertera pada hasil pengumuman, biasanya melibatkan kehadiran di sekolah tujuan.

    Itulah penjelasan mengenai pengumuman SPMB Sumsel 2026 lengkap dengan tata cara cek hingga tahapan berikutnya. Semoga berguna.

  • Masyarakat Bangun Jalan Sendiri, Salihin: BPJN Aceh Harusnya Malu

    Masyarakat Bangun Jalan Sendiri, Salihin: BPJN Aceh Harusnya Malu

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Polemik penghentian penanganan Jalan Enang-Enang terus menuai sorotan. Kini kritik keras datang dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Salihin yang menilai kondisi tersebut sebagai pukulan telak bagi pemerintah, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

    Menurut Salihin, yang juga merupakan putra asli Gayo, masyarakat setempat justru telah menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong yang luar biasa dengan membangun jalan secara swadaya demi menjaga konektivitas kawasan tersebut.

    "Jalan itu sudah dibangun dengan swadaya masyarakat. Ketika masyarakat mampu menunjukkan inisiatif dan kepedulian seperti itu, seharusnya pemerintah hadir dan memperkuat, bukan justru terkesan membiarkan," kata Salihin kepada acehtoday.id/, Kamis (25/6/2026).

    Ia menilai persoalan Enang-Enang bukan sekadar soal akses transportasi atau mobilitas masyarakat. Lebih dari itu, kawasan tersebut memiliki nilai historis dan sakral yang melekat dalam perjalanan masyarakat Gayo.

    "Jalan dan jembatan bukan hanya tentang mobilitas masyarakat. Ada nilai sejarah dan nilai sakral yang harus dijaga. Ini bagian dari identitas masyarakat Gayo yang tidak bisa dipandang hanya dari aspek teknis pembangunan semata," ujarnya.

    Salihin mengungkapkan bahwa pembangunan Jalan dan Jembatan Enang-Enang sebenarnya telah masuk dalam perencanaan pemerintah sejak tahun 2020. Bahkan, saat itu lokasi tersebut telah ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum dengan target pelaksanaan pada tahun 2021.

    Kondisi jalan Enang-Enang setelah bencana alam November 2025 lalu. Foto Dok BPJN Aceh

    Namun rencana tersebut kemudian tertunda akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan mengganggu berbagai program pembangunan nasional.

    “Memang saat itu terkendala pandemi Covid-19. Tetapi sekarang kondisi sudah jauh membaik. Situasi bencana mulai normal, bahkan di sejumlah lokasi terdampak bencana lainnya sudah mulai dilakukan perbaikan dan rehabilitasi,” katanya.

    Karena itu, Salihin mempertanyakan mengapa hingga kini kawasan Enang-Enang yang berada di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah belum menunjukkan tanda-tanda percepatan penanganan sebagaimana daerah lain.

    “Pertanyaan masyarakat sederhana. Kenapa daerah lain mulai diperbaiki, sementara Enang-Enang belum juga mendapat perhatian yang serius? Ini yang menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya menjadi persoalan masyarakat setempat, melainkan juga menjadi catatan buruk bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mengawal pembangunan Aceh.

    “Terus terang, kami merasa malu. Saya sebagai pimpinan DPRA sekaligus putra daerah Gayo merasa malu karena sampai hari ini belum ada tanda-tanda realisasi yang jelas,” tegasnya.

    Tamparan Bagi BPJN Aceh

    Salihin bahkan menyebut langkah masyarakat yang secara mandiri membangun jembatan seharusnya menjadi tamparan moral bagi BPJN Aceh.

    “Harusnya ada rasa malu ketika masyarakat bergerak sendiri membangun akses yang menjadi kebutuhan dasar mereka. Ini bisa menjadi preseden buruk dimata masyarakat terhadap BPJN Aceh apabila tidak segera ada langkah nyata,” katanya.

    Ia menegaskan bahwa penghentian atau lambannya penanganan Jalan Enang-Enang merupakan pukulan telak bagi pemerintah karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap kehadiran negara dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

    Sebagai putra Gayo, Salihin juga mengingatkan bahwa kawasan Enang-Enang memiliki sejarah panjang yang tidak bisa dipisahkan dari perjalanan masyarakat di dataran tinggi Gayo.

    @kebergayoAceh Tengah – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh secara resmi menghentikan sementara penggunaan Jalan Enang-Enang sebagai akses bagi masyarakat. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan BPJN Aceh saat meninjau lokasi pada Minggu (22/6/2026). Dalam penjelasannya, pihak BPJN Aceh menyebutkan bahwa kondisi jalan saat ini belum aman untuk dilalui. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi guna menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan warga, terutama mengingat kondisi jalan yang masih terdampak bencana. baca selengkapnya di kebergayo.com

    ♬ suara asli – KEBER GAYO

    Menurutnya, jalan dan jembatan dikawasan tersebut pertama kali dibangun pada masa penjajahan. Dalam proses pembangunannya, banyak pengorbanan yang terjadi, bahkan nyawa dan darah disebut pernah tertumpah di kawasan itu.

    “Secara historis, jalan ini dibangun sejak masa penjajahan. Banyak cerita perjuangan, banyak pengorbanan, bahkan nyawa dan darah yang pernah tertumpah di sana. Karena itu, jalan ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Salihin menegaskan pihaknya akan terus memperjuangkan persoalan tersebut melalui berbagai jalur, termasuk menjalin komunikasi dengan DPR RI agar pemerintah pusat memberikan perhatian lebih serius.

    “Kalau dalam waktu dekat belum ada perkembangan yang signifikan, kami akan berkoordinasi dengan DPR RI, termasuk dengan anggota DPR RI H. Ruslan M. Daud yang merupakan Anggota Komisi V DPR RI, yang membidangi urusan infrastruktur, transportasi, perumahan rakyat, dan pembangunan daerah. Kami ingin memastikan pemerintah benar-benar hadir menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan janji baru, melainkan kepastian dan tindakan nyata agar akses yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga dapat kembali berfungsi secara optimal.

    “Bagi masyarakat, yang paling penting bukan lagi wacana. Mereka menunggu kehadiran negara melalui langkah nyata. Jangan sampai masyarakat terus bergerak sendiri sementara pemerintah justru tertinggal di belakang,” pungkas Salihin.**

  • Ketua DPRK Banda Aceh Imbau Masyarakat Waspada Penipuan yang Mengatasnamakan Pimpinan DPRK

    Ketua DPRK Banda Aceh Imbau Masyarakat Waspada Penipuan yang Mengatasnamakan Pimpinan DPRK

    BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan dirinya maupun lembaga DPRK Banda Aceh.

    Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya informasi mengenai pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menghubungi masyarakat melalui telepon, pesan singkat, maupun aplikasi perpesanan dengan mengaku sebagai Ketua DPRK Banda Aceh dan meminta sejumlah uang, bantuan, atau informasi pribadi.

    Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap panggilan maupun pesan dari nomor yang tidak dikenal, terutama jika mengatasnamakan pejabat daerah dan disertai permintaan tertentu yang bersifat pribadi maupun finansial.

    Ketua DPRK Banda Aceh menegaskan bahwa seluruh komunikasi kedinasan dilakukan melalui mekanisme dan saluran resmi yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, setiap bentuk komunikasi yang mengatasnamakan Ketua DPRK Banda Aceh di luar kanal resmi patut dicurigai dan diverifikasi terlebih dahulu.

    “Masyarakat diharapkan tidak menanggapi atau memenuhi permintaan apa pun yang disampaikan oleh pihak yang mengaku sebagai Ketua DPRK Banda Aceh tanpa adanya konfirmasi melalui saluran resmi,” demikian imbauan yang disampaikan.

    Apabila menerima telepon atau pesan yang mencurigakan, masyarakat disarankan untuk segera mengabaikannya, tidak memberikan data pribadi, tidak mentransfer sejumlah uang, serta melakukan konfirmasi kepada pihak terkait melalui jalur komunikasi resmi.

    DPRK Banda Aceh mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan saling mengingatkan agar tidak menjadi korban penipuan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

    Mari lebih waspada, lebih teliti, dan selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.(Adv)

  • H. Heri Julius Didampingi Anggota DPRK Banda Aceh Hj. Efiaty Tinjau Pembangunan Saluran Drainase di Gampong Lamgugob

    H. Heri Julius Didampingi Anggota DPRK Banda Aceh Hj. Efiaty Tinjau Pembangunan Saluran Drainase di Gampong Lamgugob

    Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) H. Heri Julius, S.Sos, MM bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh dari Partai Nasdem, Hj. Efiaty Z, A.Md meninjau langsung pekerjaan pembangunan fisik berupa pembuatan saluran di Gampong Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Rabu (24/6/2026).

    Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan yang bersumber dari aspirasi masyarakat itu berjalan sesuai dengan mekanisme dan standar pekerjaan yang telah ditetapkan.

    “Warga masyarakat Kota Banda Aceh, hari ini kami berkunjung ke lapangan meninjau pekerjaan fisik, khususnya di Kecamatan Syiah Kuala, Gampong Lamgugob, yaitu pekerjaan pembuatan saluran drainase,” kata H. Heri Julius saat melakukan peninjauan.

    Ia menyampaikan, pembangunan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung sistem drainase dan mengatasi persoalan lingkungan yang berkaitan dengan aliran air.

    “Pembangunan fisiknya sesuai dengan mekanisme yang ada dan insya Allah dikerjakan dengan kualitas yang baik,” ujarnya.
    Dalam peninjauan itu, H. Heri Julius turut didampingi Hj. Efiaty Z, A.Md yang merupakan Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai NasDem daerah pemilihan (Dapil) 3, meliputi Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng.

    Hj. Efiaty Z mengatakan, pembangunan saluran tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Gampong Lamgugob. Ia berharap fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga.

    “Semoga dengan adanya bantuan untuk saluran Gampong Lamgugob ini bisa bermanfaat dan masyarakat bisa menikmati hasilnya,” kata Efiaty.

    Ia juga mengingatkan agar pekerjaan pembangunan dilakukan sesuai dengan kualitas yang telah direncanakan, sehingga hasilnya dapat bertahan lama dan tidak merugikan masyarakat.

    “Semoga yang mengerjakan tidak mengirit-irit barangnya. Walaupun harga barang sudah naik, tetap sesuai dengan pagu yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

    Sementara itu, Geuchik Gampong Lamgugob Amanullah S.Ag menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan melalui bantuan pembangunan saluran tersebut.

    Menurutnya, pembangunan itu sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kenyamanan dan kebutuhan infrastruktur gampong.

    “Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Ibu Epi (sapaan Efiaty, AMd) yang telah memperhatikan Gampong Lamgugob. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat ke depannya,” kata Amanullah.

    Ia berharap perhatian dan dukungan terhadap pembangunan di Gampong Lamgugob dapat terus berlanjut, terutama untuk sejumlah wilayah yang masih membutuhkan perbaikan infrastruktur.

    “Kami berharap ke depan masih ada perhatian untuk bagian-bagian lain yang belum tersentuh dengan perbaikan seperti ini,” ujarnya.

    Amanullah juga berharap Hj. Efiaty Z dapat terus berkiprah dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, baik di tingkat DPRK maupun jenjang legislatif yang lebih tinggi.

    “Kami berharap beliau masih bisa tetap duduk di bangku Dewan agar bisa terus bekerja sama dalam lingkup Kecamatan Syiah Kuala dan Kota Banda Aceh,” pungkasnya.(Adv)

  • Pantai Batu Kapal, Pesona Alam Eksotis di Kawasan Wisata Iboih

    Pantai Batu Kapal, Pesona Alam Eksotis di Kawasan Wisata Iboih

    Bicara tentang Sabang pasti identik dengan keindahan wisata baharinya. Di ujung barat Indonesia, ketika debur ombak bertemu dengan tebing-tebing karang yang kokoh, sebuah destinasi wisata tersembunyi menawarkan pengalaman berbeda bagi para pencinta alam. Namanya Pantai Batu Kapal, sebuah pantai yang terletak di Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, Aceh.

    Perjalanan menuju pantai ini menjadi bagian dari daya tarik yang sulit dilupakan. Dari pusat Kota Sabang, wisatawan menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer atau sekitar 30 menit dengan kendaraan. Jalan yang membelah kawasan hutan lindung dan pemandangan laut lepas menghadirkan panorama yang memanjakan mata sejak awal perjalanan.

    Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut sebuah gapura bambu sederhana dengan tulisan unik yang kerap mengundang senyum. Suasana alami yang masih terjaga langsung terasa. Dengan biaya masuk hanya Rp5.000 per orang, wisatawan dapat menikmati keindahan alam yang belum banyak tersentuh. Selain itu, pengelola juga menyediakan fasilitas bagi wisatawan yang ingin berkemah (camping).

    Untuk mencapai bibir pantai, pengunjung harus menuruni anak tangga yang membelah area perbukitan. Dari titik ini, hamparan laut biru mulai terlihat, berpadu dengan tebing karang yang menjulang di sisi pantai. Semakin dekat ke bawah, suara ombak yang menghantam batu karang terdengar semakin jelas, menciptakan suasana tenang yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

    Pantai ini dinamakan Pantai Batu Kapal karena keberadaan batu karang ikonik yang menyerupai bentuk kapal, dipadukan dengan hamparan pasir putih yang halus serta bebatuan alami di tepi pantai. Area ini juga dilengkapi dengan pondok-pondok santai untuk berkumpul bersama keluarga atau kerabat. Waktu paling ideal berkunjung ke sini adalah di sore hari demi berburu pemandangan matahari terbenam (sunset).

    Nama Pantai Batu Kapal berasal dari sebuah batu karang besar yang menjadi ikon kawasan tersebut. Bentuknya menyerupai sebuah kapal yang sedang berlayar di tengah laut. Formasi batuan alami itu menjadi magnet utama bagi wisatawan untuk berfoto dan mengabadikan momen.

    Untuk menuju bibir pantai, wisatawan harus menuruni anak tangga yang menyajikan pemandangan tebing karang dan laut lepas. Pantai ini dinamakan Pantai Batu Kapal karena keberadaan batu karang ikonik yang menyerupai bentuk kapal, dipadukan dengan hamparan pasir putih yang halus serta bebatuan alami di tepi pantai. Area ini juga dilengkapi dengan pondok-pondok santai untuk berkumpul bersama keluarga atau kerabat. Waktu paling ideal berkunjung ke sini adalah di sore hari demi berburu pemandangan matahari terbenam (sunset).

    Duta Wisata Sabang, Cut Adek Humaira, turut membagikan pengalamannya saat mengunjungi lokasi ini. Menurutnya, daya tarik Pantai Batu Kapal sudah terasa sejak memulai perjalanan dari awal menuju Pantai Batu Kapal.

    “Pantai Batu Kapal adalah lukisan saat Tuhan sedang tersenyum, merajut awal kisah dari ujung barat Indonesia, sebelum menyapa kecantikan Indonesia lainnya,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan Nanda, salah seorang wisatawan yang berkunjung ke lokasi. Ia menilai pantai tersebut memiliki pesona yang eksotis dan menawarkan banyak sudut menarik untuk diabadikan melalui kamera.

    Selain keindahan senjanya, pantai ini menawarkan fenomena unik di malam hari. Wisatawan yang pulang saat malam dapat menyaksikan kemunculan kunang-kunang di sekitar area hutan sepanjang anak tangga, memberikan sensasi magis layaknya di dunia dongeng.

    Di tengah popularitas sejumlah destinasi wisata bahari di Sabang, Pantai Batu Kapal hadir sebagai permata tersembunyi yang perlahan mulai dikenal. Keindahannya bukan hanya terletak pada lanskap alam yang memikat, tetapi juga pada ketenangan yang ditawarkan kepada setiap pengunjung yang datang menikmati pesona ujung barat Indonesia. Pastinya Pantai Batu Kapal menjadi rekomendasi destinasi yang wajib dikunjungi bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan keindahan alami di Sabang. Gimana, tertarik untuk berkunjung ke sini?(Adv)