Celta de Vigo memulai perjalanan mereka di Nicosia, salah satu kota dengan sejarah panjang. Pada 16 September 2026, tim mengunjungi kota yang terletak di Cyprus ini untuk pertandingan Eropa. Nicosia, ibukota yang dibagi, menawarkan pengalaman unik bagi para penggemar dan tim.
Selama berabad-abad, Cyprus telah berubah tangan antara berbagai kekuatan. Nicosia adalah satu-satunya ibukota di dunia yang terpisah oleh garis demiliterisasi. Di akhir jalan Ledra, terdapat pos pemeriksaan paspor untuk melintasi garis hijau menuju bagian kota yang dikuasai Turki.
Meskipun secara teknis berpindah negara, suasana di kedua sisi tidak banyak berbeda. Terdapat berbagai tempat menarik seperti patio Ottoman dari abad ke-16 dan masjid, yang dulunya adalah katedral Gothic dari abad ke-14. Wisatawan dapat menikmati makanan, minuman, dan suvenir khas daerah ini.
Menjelang pertandingan antara Omonia dan Celta, 60 penggemar Celta hadir untuk mendukung tim mereka. Presiden klub, Marián Mouriño, dan pelatih Claudio Giráldez juga ikut dalam perjalanan ini. Interaksi antara para penggemar dan tim terlihat hangat, dengan Mouriño menyapa penggemar yang menikmati liburan mereka di Cyprus.
Salah satu penggemar Celta, yang berasal dari Ferrol, telah merencanakan perjalanan ini jauh sebelumnya. Ia bahkan mengajukan cuti sebelum undian dan jadwal pertandingan diumumkan. Meskipun awalnya berharap ke Glasgow, dia segera siap ketika mengetahui pertandingan di Cyprus.
Perjalanan ke Nicosia dilakukan dengan mengemudi dari A Coruña ke Milan, dengan penerbangan singgah di Madrid. Setelah bermalam di Milan, dia terbang ke Larnaka dan melanjutkan perjalanan darat ke ibukota Cyprus. Dia mengakui bahwa perjalanan ini cukup panjang, tetapi merasa tertarik dengan keindahan kota.
Dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius, suasana di Nicosia sangat ramai dengan turis. Para penggemar Celta tampak antusias menjelajahi kota sebelum pertandingan dimulai. Celta de Vigo siap menghadapi tantangan di liga Eropa dengan semangat yang tinggi.[]
Sumber: Faro de Vigo
