acehtoday.id/ | Banda Aceh – Perkebunan kopi gayo di Aceh Tengah dan Bener Meriah mengalami kerusakan masif saat terjadi bencana banjir akhir 2025 lalu. Oleh sebab itu diperlukan pembenahan dari hulu sampai hilir agar petani kopi di gayo kembali berdaya.
Universitas Syiah Kuala (USK) dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi USK Aceh Tengah dalam pengembangan kopi Gayo, ketahanan pangan, dan peningkatan sumber daya manusia. Kesepakatan ini dihasilkan dari pertemuan langsung antara Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, dengan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, di Balai Senat USK, Banda Aceh, Selasa (3/6/2026).
Bupati Haili Yoga menyambut antusias komitmen tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah daerah mengatasi berbagai tantangan, mulai dari pengelolaan lingkungan, penanganan stunting, hingga penguatan ketahanan pangan di wilayahnya.
“Kami ingin kampus hadir di daerah dan menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan masyarakat,” ujar Haili Yoga. Ia juga berharap kerja sama ke depan dapat mencakup KKN tematik, riset terapan, pengembangan pertanian, hingga pengelolaan sampah.
Di sisi lain, Prof. Mirza menekankan bahwa USK bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan institusi yang harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh secara luas. Pengembangan kopi Gayo menjadi salah satu prioritas utama yang dibahas, mencakup program pembibitan, sertifikasi, hingga penguatan jaringan pemasaran agar petani memperoleh nilai tambah lebih besar.

Rektor USK juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, termasuk membahas rencana pembibitan ulang kopi Gayo yang sebelumnya terdampak bencana. Program pemulihan tersebut diklaim mendapat dukungan penuh dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman guna mendongkrak produktivitas perkebunan di kawasan Gayo.
Tak hanya kopi, USK turut mendorong pengembangan sektor peternakan dan komoditas nilam yang dinilai menyimpan potensi ekonomi besar bagi masyarakat lokal.
“Kami ingin potensi daerah dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” kata Prof. Mirza.
Pada aspek SDM, USK memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa dan pemberdayaan masyarakat lewat Rumah Amal USK. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan generasi muda Aceh Tengah mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih merata.
Pertemuan itu turut dihadiri para camat dan jajaran Pemkab Aceh Tengah, serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK, Dr. Ir. Ramzi Adriman. Kedua pihak optimis sinergi yang semakin erat ini akan mendorong kemajuan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Tengah secara berkelanjutan.
















