acehtoday.id/ | Banda Aceh – Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh dan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh menyatakan siap memenuhi panggilan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terkait insiden ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 yang mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar dan satu korban meninggal dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T Faisal, dan General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, saat dikonfirmasi acehtoday.id/, Kamis (25/6/2026).
Melalui Humas Dishub Aceh, T Faisal menegaskan pihaknya siap menghadiri rapat dengan DPRA guna memberikan penjelasan terkait insiden yang terjadi di kapal KMP Aceh Hebat 2.
“Kami siap memenuhi undangan DPRA untuk memberikan penjelasan,” kata T Faisal singkat.
Hal senada disampaikan General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan. Ia memastikan pihak ASDP akan hadir apabila dipanggil oleh DPRA.
“Perihal ini kami tentunya akan hadir,” ujarnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRA dari Fraksi Golkar, Khalid, menyatakan pihaknya akan memanggil Dishub Aceh dan ASDP untuk meminta penjelasan terkait insiden ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi beberapa waktu lalu.
Menurut Khalid, pemanggilan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRA guna memastikan proses investigasi berjalan secara profesional, objektif, dan transparan.

Dishub Aceh diminta Pantau Perkembangan Hasil Investigasi
Selain meminta penjelasan dari kedua instansi tersebut, Komisi IV DPRA juga akan memantau perkembangan hasil investigasi secara berkala. Langkah itu dilakukan agar penyebab pasti insiden dapat diketahui secara jelas sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Diketahui, insiden ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Dari jumlah tersebut, 14 orang merupakan taruna Politeknik Pelayaran, sementara satu lainnya adalah Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal.
Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari di RSUDZA, satu korban dilaporkan meninggal dunia dan jenazahnya telah dipulangkan ke Sumatera Utara.
Tinggalkan Balasan