Ekspor Batubara Aceh 2026 Tembus USD 45,57 Juta, India Jadi Pasar Utama

Penyidikan Korupsi Batu Bara PLTU Rugikan Negara Rp5 Triliun

acehtoday.id/ | Banda Aceh – Ekspor Batubara Aceh April 2026 kembali menjadi penyumbang terbesar nilai ekspor Provinsi Aceh, Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat komoditas batubara mendominasi hampir 80 persen dari total nilai ekspor daerah tersebut selama April 2026.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan nilai ekspor Aceh pada April 2026 mencapai USD 56,99 juta, angka tersebut sedikit menurun dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar USD 59,33 juta.

“Batubara menyumbang USD 45,57 juta atau sekitar 79,95 persen dari total ekspor Aceh,” kata Agus dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Selain batubara, komoditas lain yang turut menyumbang nilai ekspor Aceh adalah kopi dan rempah-rempah sebesar USD 9,05 juta serta berbagai produk kimia senilai USD 1,30 juta.

India Jadi Pasar Terbesar Ekspor Batubara Aceh April 2026

India masih menjadi negara tujuan utama dalam Ekspor Batubara Aceh April 2026. Nilai ekspor Aceh ke negara tersebut mencapai USD 38,14 juta.

Dari jumlah tersebut, komoditas batubara mendominasi dengan nilai USD 37,33 juta, sedangkan berbagai produk kimia menyumbang USD 0,81 juta.

Thailand menempati posisi kedua sebagai tujuan ekspor terbesar Aceh dengan nilai ekspor mencapai USD 4,49 juta, komoditas yang dikirim meliputi batubara sebesar USD 3,94 juta dan daging serta ikan olahan senilai USD 0,55 juta.

Sementara itu, Vietnam berada di posisi ketiga dengan total nilai ekspor USD 4,29 juta. Seluruh nilai ekspor tersebut berasal dari komoditas batubara.

Batubara Masih Menjadi Andalan Ekspor Aceh

Menurut Agus, dominasi batubara dalam struktur ekspor Aceh tidak terlepas dari tingginya kebutuhan industri di negara tujuan ekspor yang umumnya menggunakan sistem kontrak jangka panjang.

“Ekspor batubara biasanya memiliki kontrak transaksi jangka panjang yang harus dipenuhi eksportir dalam nilai dan jumlah tertentu, karena itu pergerakannya relatif stabil dan tidak terlalu dipengaruhi faktor musiman,” ujarnya.

Meski demikian, Agus menilai Aceh masih memiliki sejumlah komoditas potensial yang dapat memperkuat kinerja ekspor di masa mendatang.

Beberapa komoditas yang dinilai berpotensi menjadi penopang ekspor Aceh antara lain produk olahan kelapa sawit (CPO), daging dan ikan olahan, serta minyak nilam yang memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.

Menurutnya, komoditas-komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi yang besar dan dibutuhkan secara berkelanjutan oleh pasar global.

“Tantangannya adalah kapasitas dan kemampuan eksportir untuk memenuhi permintaan pasar secara konsisten, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas produk,” tutup Agus.

Ekspor Batubara Aceh April 2026 kembali menjadi penyumbang terbesar nilai ekspor Provinsi Aceh. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat komoditas batubara mendominasi hampir 80 persen dari total nilai ekspor daerah tersebut selama April 2026.
Infografis. Seputaracaeh.id- Ai

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *