Tag: bps

  • Inflasi Aceh Tembus 5,84 Persen, Aceh Tengah Terparah

    Inflasi Aceh Tembus 5,84 Persen, Aceh Tengah Terparah

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat laju inflasi di sejumlah kabupaten/kota selama Semester I 2026 masih menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Dari lima daerah yang menjadi lokasi penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), Kabupaten Aceh Tengah menjadi wilayah dengan tingkat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) tertinggi.

    Berdasarkan rilis BPS hingga Juni 2026, inflasi tahunan Aceh mencapai 5,84 persen, masih berada di atas sasaran inflasi nasional. Kenaikan harga terutama dipengaruhi oleh kelompok transportasi, makanan, minuman, dan sejumlah komoditas kebutuhan pokok.

    Aceh Tengah Konsisten Tertinggi, Aceh Tamiang Terendah

    Data BPS menunjukkan, Aceh Tengah secara konsisten mencatat inflasi tertinggi dibanding empat daerah lainnya yang menjadi sampel penghitungan inflasi di Aceh. Pada Maret 2026, inflasi tahunan di Aceh Tengah mencapai 6,07 persen, tertinggi di Aceh.

    Bahkan pada Februari 2026, angkanya sempat menyentuh 8,44 persen, menjadi yang paling tinggi dibanding daerah penghitungan lainnya.

    Sebaliknya, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah dengan inflasi terendah pada periode tersebut, yakni 4,84 persen pada Maret 2026.

    Berdasarkan data BPS, berikut gambaran inflasi tahunan di lima kabupaten/kota penghitungan IHK pada Maret 2026: Kabupaten Aceh Tengah 6,07 persen, Kota Lhokseumawe 5,46 persen, Kota Banda Aceh 5,20 persen, Meulaboh (Aceh Barat) 4,95 persen, dan Kabupaten Aceh Tamiang 4,84 persen. Kelima daerah tersebut merupakan wilayah yang menjadi acuan penghitungan inflasi di Provinsi Aceh oleh BPS.

    Transportasi dan Pangan Jadi Pemicu, TPID Diminta Perkuat Pengendalian

    BPS menjelaskan, inflasi selama Semester I 2026 dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau; transportasi; perawatan pribadi dan jasa lainnya; serta komoditas hortikultura yang mengalami fluktuasi harga.

    Selain itu, momentum Ramadan, Idulfitri, serta meningkatnya mobilitas masyarakat turut memberi andil terhadap kenaikan harga di berbagai daerah.

    Perbedaan tingkat inflasi antarwilayah ini menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengendalian harga. Daerah dengan inflasi tinggi memerlukan perhatian terhadap kelancaran distribusi barang, stabilitas pasokan pangan, hingga pengawasan harga di pasar.

    Pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diharapkan terus memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas harga, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan dan periode dengan permintaan masyarakat yang meningkat.

    Sementara itu, BPS mengingatkan bahwa inflasi merupakan indikator penting yang mencerminkan perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Pengendalian inflasi yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas perekonomian daerah.**

  • Ekspor Batubara Aceh 2026 Tembus USD 45,57 Juta, India Jadi Pasar Utama

    Ekspor Batubara Aceh 2026 Tembus USD 45,57 Juta, India Jadi Pasar Utama

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Ekspor Batubara Aceh April 2026 kembali menjadi penyumbang terbesar nilai ekspor Provinsi Aceh, Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat komoditas batubara mendominasi hampir 80 persen dari total nilai ekspor daerah tersebut selama April 2026.

    Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan nilai ekspor Aceh pada April 2026 mencapai USD 56,99 juta, angka tersebut sedikit menurun dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar USD 59,33 juta.

    “Batubara menyumbang USD 45,57 juta atau sekitar 79,95 persen dari total ekspor Aceh,” kata Agus dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

    Selain batubara, komoditas lain yang turut menyumbang nilai ekspor Aceh adalah kopi dan rempah-rempah sebesar USD 9,05 juta serta berbagai produk kimia senilai USD 1,30 juta.

    India Jadi Pasar Terbesar Ekspor Batubara Aceh April 2026

    India masih menjadi negara tujuan utama dalam Ekspor Batubara Aceh April 2026. Nilai ekspor Aceh ke negara tersebut mencapai USD 38,14 juta.

    Dari jumlah tersebut, komoditas batubara mendominasi dengan nilai USD 37,33 juta, sedangkan berbagai produk kimia menyumbang USD 0,81 juta.

    Thailand menempati posisi kedua sebagai tujuan ekspor terbesar Aceh dengan nilai ekspor mencapai USD 4,49 juta, komoditas yang dikirim meliputi batubara sebesar USD 3,94 juta dan daging serta ikan olahan senilai USD 0,55 juta.

    Sementara itu, Vietnam berada di posisi ketiga dengan total nilai ekspor USD 4,29 juta. Seluruh nilai ekspor tersebut berasal dari komoditas batubara.

    Batubara Masih Menjadi Andalan Ekspor Aceh

    Menurut Agus, dominasi batubara dalam struktur ekspor Aceh tidak terlepas dari tingginya kebutuhan industri di negara tujuan ekspor yang umumnya menggunakan sistem kontrak jangka panjang.

    “Ekspor batubara biasanya memiliki kontrak transaksi jangka panjang yang harus dipenuhi eksportir dalam nilai dan jumlah tertentu, karena itu pergerakannya relatif stabil dan tidak terlalu dipengaruhi faktor musiman,” ujarnya.

    Meski demikian, Agus menilai Aceh masih memiliki sejumlah komoditas potensial yang dapat memperkuat kinerja ekspor di masa mendatang.

    Beberapa komoditas yang dinilai berpotensi menjadi penopang ekspor Aceh antara lain produk olahan kelapa sawit (CPO), daging dan ikan olahan, serta minyak nilam yang memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.

    Menurutnya, komoditas-komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi yang besar dan dibutuhkan secara berkelanjutan oleh pasar global.

    “Tantangannya adalah kapasitas dan kemampuan eksportir untuk memenuhi permintaan pasar secara konsisten, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas produk,” tutup Agus.

    Ekspor Batubara Aceh April 2026 kembali menjadi penyumbang terbesar nilai ekspor Provinsi Aceh. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat komoditas batubara mendominasi hampir 80 persen dari total nilai ekspor daerah tersebut selama April 2026.
    Infografis. Seputaracaeh.id- Ai
  • BPS Catat Ribuan Wisatawan Mancanegara Kunjungi Aceh April 2026

    BPS Catat Ribuan Wisatawan Mancanegara Kunjungi Aceh April 2026

    acehtoday.id/ | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat sebanyak 3.080 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) telah berkunjung ke Aceh pada April 2026. Angka tersebut meningkat 14,75 persen dibandingkan Maret 2026 dan naik 39,75 persen dibandingkan April 2025.

    Adapun kunjungan wisman dipantau melalui dua pintu masuk utama, yakni melalui Bandara Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Balohan di Kota Sabang.

    Kepala BPS Aceh, Agus Andria menyebut peningkatan jumlah wisman pada April 2026 dipengaruhi oleh kondisi low base effect yaitu rendahnya kunjungan pada periode sebelumnya. Pada Maret 2026, kunjungan wisman asal Malaysia cenderung menurun karena memilih berada di negaranya untuk menjalankan ibadah puasa dan kegiatan keagamaan bersama keluarganya.

    “Kunjungan wisman ke Aceh April 2026 juga dipicu oleh libur nasional di Malaysia yang jatuh pada hari Jumat. Sehingga sebagian wisman Malaysia memanfaatkan akhir pekan berlibur ke Aceh,” kata Agus, Rabu (3/6/2026).

    Disamping itu, sejumlah agenda pariwisata yang digelar pada April 2026 juga menarik wisatawan. Beberapa agenda tersebut diantaranya Banda Aceh Experience dan Aceh Culinary Festival.

    Kunjungan wisatawan Mancanegara dari kapal pesiar

    Tidak hanya itu, Kota Sabang menerima dua kunjungan wisatawan dari kapal pesiar MS Azamara Onward berbendera Marshall/Bahamas yang turut meningkatkan kunjungan wisman ke Aceh.

    Selain itu, BPS Aceh juga mencatat peningkatan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Maret 2026 mencapai 24,35 persen atau naik 4,56 poin dibanding Maret 2026. Dibandingkan dengan April 2025, angka tersebut juga naik 1,75 persen.

    Sementara itu, TPK hotel non-bintang

    pada April 2026 adalah sebesar 19,44 persen, naik 2,34 persen poin dibandingkan Maret 2026, dan turun 1,50 persen poin dibandingkan April 2025.

    BPS Aceh mencatat pada April 2026 jumlah penumpang angkutan udara domestik dari bandara Sultan Iskandar Muda mencapai 22.425 orang. Angka ini turun sebesar 1,89 persen dibandingkan Maret 2026, dan turun 9,10 persen dibandingkan April 2025.

    Adapun penumpang penerbangan internasional melalui bandar udara Sultan Iskandar Muda bulan April 2026 sebanyak 8.740 orang, turun 9,73 persen dibandingkan bulan Maret 2026. Jika dibandingkan dengan April 2025, kondisi ini juga turun 26,65 persen.

    Selanjutnya, penumpang angkutan laut pada bulan April 2026 mencapai 82.637 orang. Angka ini mengalami penurunan 32,53 persen jika dibandingkan bulan Maret 2026 dan mengalami penurunan sebesar 26,77 persen jika dibandingkan bulan April 2025.

    “Penurunan penerbangan internasional dari Aceh didominasi menuju Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umroh. Sementara pada April 2026 penumpang jemaah umrah mengalami mulai berkurang karena persiapan pelaksanaan ibadah haji,” tutup Agus.

    Banda Aceh - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat sebanyak 3.080 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) telah berkunjung ke Aceh pada April 2026. Angka tersebut meningkat 14,75 persen dibandingkan Maret 2026 dan naik 39,75 persen dibandingkan April 2025.
    infografik kunjungan wisatawan aceh. acehtoday.id/ – Ai