Taruna Poltekpel Kembali Meninggal, Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Jadi Tiga Orang

Written by

in

acehtoday.id/ | Banda Aceh – Satu orang lagi taruna Politeknik Pelayaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh meninggal dunia, Rabu (1/7/2026).

Adapun korban yang meninggal dunia bernama Muhammad Zulfikar yang sedang dirawat di ruang perawatan intensif dan meninggal pukul 01.00 WIB.

“Kami menerima kabar duka atas wafatnya salah satu korban bernama Muhammad Zulfikar, sekitar jam 01.00 WIB,” kata General Manager PT ASDP Ferry Indonesia cabang Banda Aceh, Andri Setiawan saat dikonfirmasi.

Menurut Andri, Muhammad Zulfikar sebelumnya sedang menjalani perawatan intensif di RSUDZA Banda Aceh. Andri menyebut bahwa jenazahnya telah dipulangkan ke kampung halamannya di Sigli.

“Sudah dipulangkan ke Sigli,” ujar Andri.

Sementara itu Humas RSUDZA, Rahmadi mengatakan Muhammad Zulfikar sebelumnya sedang dirawat di ruang ICU 2 hingga akhirnya meninggal dunia.

Adapun menurutnya saat ini jumlah pasien korban ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 yang masih dirawat sebanyak 11 orang.

“Yang masih dirawat 11 orang,” kata Rahmadi.

Meninggalnya Muhammad Zulfikar, menambah daftar korban kehilangan nyawa setelah terkena ledakan dan mengalami luka bakar saat menjalani kegiatan belajar mengajar di atas kapal KMP Aceh Hebat 2 beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, taruna Fahri Herdi Eko (19) dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026). Menyusul kemudian Muhammad Bilal Ramzi (19) pada Kamis (25/6/2026).

Adapun insiden meledaknya mesin kapal KMP Aceh Hebat 2 ini menyebabkan 14 taruna Politeknik Pelayaran dan satu kepala kamar mesin (KKM) luka bakar dan menjalani perawatan intensif di RSUDZA Banda Aceh pada Jumat (12/6/2026).

Sementara itu penyebab pasti meledaknya mesin belum diketahui dan pihak berwajib masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi.

Dua Taruna Sebelumnya

Fakhri Herdieco, 19 yang pertama meninggal dunia setelah sepekan menjalani perawatan intensif, Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Humas RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Rahmadi, pada Minggu (21/6/2026). Ia menyebut pasien asal Binjai, Sumatera Utara itu menghembuskan napas terakhir pada Sabtu malam usai dirawat di ruang ICU.

Menurut Rahmadi, kondisi Fakhri mulai menurun drastis sekitar pukul 21.00 WIB. Tim medis langsung melakukan pemantauan dan penanganan intensif, sekaligus memberi penjelasan kepada pihak keluarga mengenai perkembangan kondisinya yang kian memburuk.

Muhammad Bilal Ramzi (19) taruna Politeknik Pelayaran asal Kota Sabang yang sempat menjalani perawatan intensif akibat luka bakar, meninggal dunia setelah hampir dua pekan berjuang di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Bilal mengembuskan napas terakhir pada Kamis (25/6/2026), sehingga jumlah korban meninggal dunia dalam insiden ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 kini menjadi dua orang.

Sebelumnya, Fahri Edi Eko (19), warga Medan, Sumatera Utara, yang juga merupakan taruna Politeknik Pelayaran, meninggal dunia pada Minggu (20/6/2026) setelah menjalani perawatan akibat luka bakar yang dideritanya.

Kedua taruna tersebut merupakan bagian dari 15 korban ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2 yang terjadi pada Jumat (12/6/2026).

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *